
Dendam Sang putri
Part #52-Pil tingkat Tinggi-
____ ____ ____
Perayaan Lampion malam itu sama sekali tak membuat Satsuki tersenyum. Ia malah makin iri pada Xing An yang memiliki Hati bersih sebersih air di hulu sungai Yang Zhan.
____ ____ ____
Sedangkan Go eun yang baru keluar dari pualu iblis kegelaapan kaget saat dirinya tak di biarkan masuk begitu saja ke dalam istana. Kuai.
Hingga Go Eun mulai menyelinap ke area belakang ,yaitu area kebun bunga dan sungai kecil di balik Isatana Kuai.
Satsuki. Akan ku ingat Semua perlakuanmu padaku ... akan ku buat hidupmu menderita! Janji Go Eun mulai terukir di dalam hatinya.
_____ _____ ___
.
.
.
.
Siang Itu satsuki bersama Xing An mulai menuju sungai yang di maksud. Xing An terkejut saat ia menyimak sekitarnya, Ternyata seluruh tamu undangan yang hadir adalah para putra dan putri mahkota dari kerajaan ternama.
" No-nona, Apakah tidak apa jika aku ikut masuk ke dalam Grai itu?" Tanya xing An Ragu.
" Kenapa, Masuklah, lagi pula aku takan lama... aku hanya ingin menepati janjiku saja... Aku sama sekali tak tertarik pada undangan ini. Hanya perlu hadir saja itu sudah lebih dari cukup"
Satsuki dan Xing An pun masuk. Satsuki mulai menyimak sekeliling dan iapun mulai menyungingkan bibirnya.
Lelang Pil? Heh... ironis sekali nama itu? jika di duniaku, apakah ini sama halnya dengan lelang pesta Narkotika?
" Nona, Ini hebat sekali... Kau sungguh di undang di acara penting ini. Tuan Lee dong Feng adalah seorang Alcemics ternama se dataran monster. Hebatnya dia..." Xing An terpukau.
Disana nampak Xi Zhau Zhau, Qiang Qia, Putra mahkota Qiang Gu Juga beberapa putra mahkota lainnya berkumpul mengelilingi Lee dong Feng.
" Nona, Lihat... Tampannya tuan Lee dong Feng" Ucap Xing An terpesona.
" Kau suka pada pria melambay itu?" Tanya Satsuki datar.
" Wah, hamba hanya kagum... jika hamba menaruh hati padanya, Hamba takan berani Nona..."
Cih. Gadis polos... kau sungguh malu-malu, Seharusnya aku membiarkanmu memilih salah satu pria itu dan menikahkanmu. Setidaknya... setelah aku mulai balas dendam. Kau takan ikut terlibat dalam misi terllarangku. Bathin Satsuki.
" Wah, Putri Satsuki!" Seru Lee dong Feng melambaikan tangannya. Satsuki bergeming begitupun para pangeran yang sedari tadi berkerumun di depan Lee dong Feng. Mereka ikut manatap Satsuki yang masih berjalan di kejauhan.
" Putri Satsuki!" Teriak Qiang Qia.
Cih, Wanita berisik itu lagi. Seharusnya aku membawa earophone dari duniaku untuk menghindari suara Cemperngnya yang melenting dan membuat telingaku sakit.
" Wah! Putri Satsuki kau juga datang ya" Pangeran Xi Zhau Zhau.
" Ya, Aku kebetulan dapat undangan dari pangeran Lee Dong Feng" Balas Satsuki datar. Lee dong Feng yang terus memperhatikanya mulai terkekeh.
Hehheheeh, Sungguh Wanita yang penuh misteri. Ia berusaha berinteraksi seakan kami memang akrab. Jika di lihat-lihat, Putri Satsuki tidak mudah di dekati. Ini sangat menarik , Bathin Lee dong feng.
Tangannya tak henti mengipasi area tubuhnya dengan kipas kerajaan yang di hiasi bulu di ujung kipas tersebut.
Satsiki mulai menyimak satu persatu Pil yang ada di grai tersebut.
" Apakah ada yang kau sukai?" Tanya Lee Ding Feng tiba-tiba ada di belakangnya.
Degh!
" Kau! Sungguh menyebalkan!" Balas Satsuki kembali memperhatikan Pil di depannya.
" Terimaksih karna kau telah hadir di acara ke duaku"
__ADS_1
" Aku tak perduli..." Balasnya acuh.
" Heh! Wanita keras kepala sepertimu sungguh Acuh, Apakah kau tak ingin jadi wanita tua tanpa pendamping hidup?" Tanya Lee Dong Feng bergurau kembali.
" Berhenti bicara, Mana Xuang Yuem yang kau janjikan?" Tanya Satsuki masuk ke intinya dan menadahkan tangan.
" Wah wah, kau sungguh tak main-main pada ucapanmu... akan ku tepati janjiku, Tapi ayo kita berbincang-bincang lagi"
" Berhenti mengoceh, Aku hanya ingin tungku itu!"
" Hemmm... Baiklah , Ayo... aaku akan mengajakmu ke tempat rahasia..."
" Heh! Jangan bercanda? Apakah kau ingin menjebakku?" Balas satsuki, tatapannya mulai berubah tajam.
" Haaaah! Untuk apa aku menjebakmu... Kita akan ke area rahasia untuk mengambil Xuang Yuem... aku hanya akan memperlihatkan seluk beluk Isatana Grai ini hanya padamu" Jelas Lee Dong Feng.
Tanpa berfikir panjang, Satsuki mulai mengukuti arahan pangeran lee dong feng.
.
.
.
'Master, Jangan lengah, aku tak suka pria ini. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang mengejutkan sebaiknya kau waspada saja. Nae Jime.'
'Tenanglah. Sifatmu itu terlihat sangat Exstrim. Kau seakan bilang bahwa kau sangat Cemburu pada Lee dong Feng. Balas Satsuki.'
'Mana mungkin, Aku sama sekali tak ada maksud seperti itu. Haaah lebih baik aku diam saja. Aku tak mau kau jadi besar kepala. Nae jime '
Kaki Satsuki mulai terhenti di ruangan belakang Grai tersebut, Pemandangannya nampak indah , hingga satsuki mulai menyimak sekeliling.
" Masuklah..." Ucap Lee Dong Feng.
" Tidak, aku tunggu di sini saja, Kau ambil sendiri" Balas Satsuki.
" Wah, Kau sungguh penuh perhitungan, Kemarilah..."
" Tidak..."
" Tidak ya, Tidak! Titik... Jangan manja, apakah kau bukan pria, kenapa kau terlihat murah begini! Menyebalkan! Kau sungguh tak menjunjung tinggi martabatmu. Sungguh memalukan"
Lee Dong Feng Tersenyum karna memdengarkan ocehan itu. Ia segera meraih tangan Satsuki.
Gyuuut!
" Hei!" Pekik satsuki.
Tak di sangka, Lee Dong Feng menghimpitnya di dinding dan mendekatkan wajahnya.
" Kau sungguh Keras kepaala. Apakah aku perlu menjinakanmu?" Gurau Lee domg Feng.
" Sial! Berengsek! Apa maumu!" Berontak Satsuki. Tapi pergerakannya terkunci Pria genit itu.
" Mauku? Aku ingin Kau patuh padaku... Bisakah kau mengerti aku yang saat ini?" Tanya lee dong Feng.
" Kau sudah Gila' Lepas kan aku, Atau aku tak akan segan, Aku takkan tahu apa yang akan aku lakukan padamu!" Bentak Satsuki.
" Hahahaha, Kenapa harus dirimu ya? Aku sungguh tertarik padamu? Apakah kau mau jadi permaisyuriku!" Tanya Lee dong Feng Lirih, Ia membisikannya mesra di telinga Satsuki. Hingga hembusan napasnya terasa hangat dan sedikit mengelitik.
BUAK!!!
UGGH! Erang Lee dong Feng.
Tak di sangka, Ditengah kuncian rapat tubuh Lee dong Feng, Satsuki masih bisa membebaskan dirinya. Ia mengangkat lututnya kuat-kuat hingga menghancurkan telur emas dalam sangkar burung Lee Dong Feng.
Pyang! Suara pecahan sesuatu.
" Aggh! Ma-ma-masa depanku! Kau memecahkan masa depanku?" Rintih Lee dong Feng memegangi area vitalnya.
" Rasakan! Itulah Balasan Nya jika kau kurang ajar padaku!" Ucap Satsuki dingin , Ia segera berlalu meninggalkan Lee Dong Feng yang merintih. Satsuki mulai berkerumun lagi bersama beberapa tamu terhormat.
__ADS_1
" Putri Satsuki!" Seru Pangeran Tang Yuan Cheng. Ia berdiri di samping Pangeran Tang Jan Jhu.
Pangeran Tang Yuan Cheng Visual
Pangeran Tang Jan Jhu Visual.
" Kemarilah, apakah kau ingin pil pemulih Sel? Atau Pil awet muda?" Tanya Pangeran Tang Jan Jhu. Satsuki mendekat.
" Aku ingin Pil pemulihan Sel, Juga pil penyerapan energi alam" Jelas Satsuki.
" Wah-wah , Kau sungguh serakah sekali ya" Pekik Lee Dong Feng yang baru kembali setelah memulihkan luka di area Piiip.
Cih dia lagi, Cepat sekali dia datang. Sungguh menyebalkan. Bathin Satsuki.
" Ini, Xuang yuem yang kau inginkan, Dengan ini ... Kau bisa membuat Pil tingkat tinggi sesuai ke inginanmu" Jelas Lee Domg Feng.
Satsuki mulai tersenyum dan meraih Tungku pusaka tersebut .
" Wah, Ada perjanjian apa di antara kalian? Jangan-jangan putri Satsuki adalah Calon Permaisyuri di kerajaan Tang? Bagai mana? Apakah tebakanku benar?" Tanya Tang Yuan Cheng.
" Sudahlah kak, Biarkanlah mereka berduaan. Kita sebaiknya melihat pameran lainya" Ucap Tang Jan Jhu pada Tang Yuan Cheng.
" Hei... Tunggu! Lee Jangan sembunyikan apa pun dengan kakakmu ini atau Bla Bal bala..." Suaranya menghilang seiring hirup pikuk terdengar riuh.
" Ini..." Ucap Lee Dong Feng. Selain mengembalikan Xuang Yuem. Leepun memberikan sebuah kotak perhiasan mungil ke arah telapak tangan Satsuki.
" Apa ini?"
" Aku tal tahu warna apa yang kau suka... jadi aku sembarangan memilih, Lalu meleburnya... jika kau tak suka, kau bisa membuangnya" Lee nampak malu-malu.
" Ini..." Satsuki membuka Kotak perhiasan tersebut. Di lihatnya sebuah cincin Ruang untuk penyimpanan.
" Kau... Bagai mana kau tahu? Aku sungguh tak menyangka akan mendapatkan Cincin mahal dan antik ini"
" Kau suka?"
" Ya, Aku membutuhkannya, Tunggu! Bagai mana kau tahu aku membutuhkan ini?" Satsuki Keheranan hingga Satu Alisnya terangkat.
" Hem, Saat kau menumbangkan Best Spirt Milik Master Ruan Ming, Kulihat Batu Monster milikmu telah retak"
*penjelasan Autor Master Ruan Ming Adalah Lawan Xing An di Esp Semi pinal. Monsternya adalah Zyan Zhe. Moga bermanfaat infonya.
" Oh, Kau cekatan juga ya. Matamu sungguh jeli" Ucap Satsuki datar.
" Sebuah ketertarikanlah yang membuatku ingin memperhatikanmu terus menerus" Rayu Lee .
Cih, Pria ini ingin mencoba memancing ikan rupanya. Maaf , Tapi Rayuanmu takan mempan padaku. Bathin Satsuki.
" Sudahlah. Kau membuatku muak, Tingkahmu nampak seperti seorang pria tua yang meminta permen dari anak bocah"
Degh " Apa?!" Kaget Lee Dong Feng.
" Ya, Sebaiknya jangan simpatk padaku. Atau kau akan tertegun melihat ke busukanku" Jelas satsuki beelalu pergi . Bahkan ia tak ucapkan sebuah kalimat terimkasih pada Lee yang sudah berbaik hati padanya.
" Tunggu putri Satsuki, Pilihlah pil tingkat tinggi Grai ku ini, Setidaknya berikan pil-pil ini untuk Ibu Suri, Ratu Zhang di hari ulang tahunnya" Jelas Lee Dong Feng. Satsuki yang hendak pulang mulai memutar kakinya dan meminta penjelasan.
" Hari ulang tahun Ratu Zhang?"
" Ya, Ibu suri akan berulang tahun dua hari lagi. Apakah kau tak tahu?" Satsuki menggeleng.
" Ini , Pil keabadian... kau akan memberikan pil ini saja. Beliau akan sangat membutuhkannya"
" Pil keabadian ya? " Bisik Satsuki seraya mengambil sekotak pil tersebut.
Hari ulang tahun Ratu Zhang Mei? Akan sebanyak apa tamu terhormat yang akan hadir di sana? Heh. Ternyata tuhan sungguh berlaku adil padaku. Akhirnya tiba juga hari itu. Bathin Satsuki.
____ ____ ____
__ADS_1
- Pil tingkat Tinggi The End-