Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Rombongan putra mahkota 2


__ADS_3

Rombongan putra mahkota baru saja sampai di seperempat perjalanan, disana ia pun mendengar sebuah pertarungan yang samar di telinganya.


"Percepatlah langkah kalian, suara dentuman ledakan itu terdengar makin jelas... Jangan-jangan klan iblis mulai menyusun rencana baru, dan bukannya menyerang kerjaan Kui, tapi malah menyerang kerjaan Xi...!" Jelas Qiang Gu.


"Itu bisa saja terjadi, bukankah kerjaan Xi lebih menguntungkan untuk di kuasai, kau ingatkan adik? Disanalah tempat pusaka dan best spirt di jajahkan?" Tambah pangeran Tang Jhan jhu.


"Baner, Kita harus bergegas! Sebelum kita datang terlambat!" Imbuh Qiang Qia.


Syuut! Langkah rombongan Qiang Gu makin cepat. Iapun sampai di perbatasan hutan kematian, Saat ia hendak melompat ke batang pohon di depannya. Ia malah terpental "Bruuk!" Tubuh Qiang Gu seakan menabrak sesuatu.


Qiang Gu terpental ke belakang hingga membuat adiknya kaget "Kakak!" Pekik Qiang Qia seraya menggapai tubuh sang kakak lalu menangkapnya.


BRUK! mereka jatuh ke tanah "Apa yang kau lakukan!" Bentak Qiang Gu khawatir pada adiknya, sebab mereka jatuh bersamaan dan Qiang Gu menimpa tubuh adiknya.


"A-aduh... sakit, bo-bokongku... bokongku yang berharga" Rengek Qiang Qia terus menggumam. Qiang Gu membantu adiknya bangun, lalu Xing An dan juga Tang Jhan ju datang menghampiri mereka berdua.


"Hei, adik kau baik-baik saja?" Tanya Pangeran tang jhan jhu. Qiang Gu heran pada apa yang terjadi tadi.


"Pu-putra mahkota, apa yang terjadi? ke-kenapa anda bisa jatuh terhempas seperti itu? Apakah ada yang luka" Tanya Xing an dengan pertanyaannya yang bertubi. Hingga Qiang Gu bingung untuk menjawabnya "Aku baik-baik saja" Balas Qiang Gu. Sesaat saat mata mereka terpaut satu sama lain, Pipi Xing An mulai merona merah. Pssss! Begitulah, bagaikan udang di baringkan dalam wajan panas, pipi Xing An sangat merah hingga muncul kepulan asap di kepalanya.


Qiang Qia sedikit marah karna Xing An sama sekali tak menggubrisnya "Apakah kau tak ingin bertanya tentang ke adaanku?!" Bentak Qiang Qia menggulung tangannya si perut dan mengangkat wajahnya kelangit.


"Ah! Ma-maaf, putri Qiang Qia, apakah anda baik-baik saja... Maaf aku terlambat bertanya" Imbuhnya, Qiang Qia membuang wajahnya sebal "Heh! Aku takan memaafkanmu! Kau terlambat... Menyebalkan!" Marah Qiang Qia. Sedangkan Qiang Gu bersama Tang Jhan jhu mulai naik dan menyentuh udara di sekitar batang pohon yang membuat Qiang Gu terpental tadi


"Adik, nampaknya..." Ucap Tang Jhan jhu curiga. Ia belum menyelesaikannya, iapun melirik Qiang Gu seraya menggaruk dagunya yang tak gatal itu, Lalu mengerutkan alisnya ia sangat khawatir juga curiga.


"Benar..." Qiang Gu mengangguk, Iapun mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ladanya tadi "Ini adalah medan pembatas ruang. Jika seseorang membuat benteng kasat mata seperti ini... Belarti, di dalam sana sedang ada pertempuran besar yang tak bisa kita gangggu" Jelas Qiang Gu.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?'' Tanya Jhan ju.


"Yang harus kita lakukan adalah meledakan prisai ini... Jika kita berempat melemparkan jimat peledak secara bersamaan, Maka... yang terjadi berikutnya adalah kehancuran bukan?!"


"Kau benar adik, kalau begitu... tak ada salahnya jika kita mencobanya?" Tanya Jan ju seraya mundur dan hinggap di permukaan.


"Sekarang!"


"Tunggu, apa yang sedang kalian rencanakan?" Sela Qiang Qia mendekati ke dua pria muda itu.


"Cepat keluarkan jimat peledak, Xing an juga!" Pinta putra mahkota.


"Ba-baik" Xing an pun tergesa-gesa mengeluarkan jimat tersebut.

__ADS_1


"Apakah sekarang waktunya?" Tanya Qiang Qia.


"Lakukan sekarang!" Imbuh putra mahkota.


"Jimat peledak! Hancurkan! prisai dinding pembatas ruang itu!!" Teriak ke empatnya serentak seraya melempar jimat tersebut ke arah prisai pembatas ruang tersebut. Jimat menempal pas berjejer.


"Mundur!" Pekik Qiang Gu. Kini, Qiang Gu dan kawan-kawannya pun menyingkir dari kawasan berbahaya itu.


Syut! Syut! Syut! Keempatnya berhambur dan Booooaaam! Ledakan besar pun terjadi hingga meluluh lantakan dataran itu.


Asap tebal beserta material sisa ledakan itu berhamburan, pepohonan di sekitarnya pun terbakar habis.


Qiang Qia dan Xing An yang tertatih di dahan pohon yang sama hanya bisa bertanya "Apakah kita berhasil!" Tanya mereka berdua yakin dan saling berhadapan.


"Ungh! Semoga saja..." Balas Xing An mengangguk mantap.


Sssssshhhh... Asap mulai menipis, Qiang Gu dan pangeran tang Jhan ju pun melompat ke bawah lalu menggapai udara yang tadi telah menghalangi langkahnya.


"Kakak! bagai mana? Apakah kita berhasil!" Tanya Qiang Qia teriak di ketinggian.


Qiang Gu melangkah dan merasakan lagi "Adik! Nampaknya kita berhasil'' Ucap pangeran tang jhan ju, Qiang Gu pun mengangguk.


Qiang qia senang dan iapun mulai turun dari atas pohon, ia pun menghampiri sang kakak "Kakak! Kalau begitu, tunggu apa lagi... ayo lanjutkan langkah kita" Imbuh Qiang Qia.


"Kenapa kakak?! Jika kita tak bergegas! Maka kita akan terlambat... Kakak tahu kan waktu kita tak banyak?" Qiang Qia memaksa sang kakak, tapi Qiang Gu tetap melentangkan tangannya dan menghentikan langkah ceroboh sang adik.


"Tunggu! Ada sesuatu?! Ini... aura ini?" Tanya Jhan ju gelisah.


"Menghindar!" Pekik Qiang Gu menarik sang adik, lalu Tang Jhan ju menarik Xing an.


"Bahaya!" Teriak Tang Jhan ju menghindari dataran itu.


Dataran yang sedari tadi di pijak Qiang Gu dan kawan-kawan tiba-tiba saja bergerak, retakan pun mulai bermunculan.


Qiang Gu dkkpun mulai waspada "Keluarkan pusaka kalian... aku yakin, ada sesuatu di bawah sana! Aura hitam yang mengerihkan!" Jelas Qiang Gu memperingatkan.


"Baik!" Jawab rekan-rekannya serentak.


Ssssssh... dalam retakan itupun mulai keluar sebuah asap berwarna hijau dan berbau sangat busuk.


"Uugh! Bau apa ini?!"

__ADS_1


"Tahan penciuman kalian... dia mulai keluar!" Tang jhan ju waspada. Tentu saja ia lihat dengan jelas sebuah kepala mulai keluar dari dalam retakan itu.


"Kepala ular?!" Teriak Tang Jhan jhu melempar belati-belatinya dan menghujani kepala ular itu dengan belati miliknya.


Jlb! Jleb! Jleb! Belati-belati tajampun mendarat di kepala ular raksasa tersebut dan menbuatnya marah.


Gooaaaarrr!! Ular itupun lekas keluar dan menampakan dirinya.


"I-ini tidak mungkin!" Bathin Qiang Gu kaget. Sosok ular yang ada di depan mereka bukanlah ular biasa, ular itu punya lima kepala dan mata merahnya membuat Qiang Gu dan kawan-kawannya terbelalak takjub.


"Monster... ular dengan lima kepala?! Ini tidak mungkin!" Bathin Qiang Gu syok.


"Bast spirt level sepuluh! Jika bukan karna aura hitam klan iblis... aku ingin memilikinya!" Teriak Tang jhan ju.


"Ini... sangat mengerihkan!"


"Apakah kita bisa melawannya?!"


Ular itupun marah dan mulai menyerang ke arah Qiang Gu dan Kawan-kawanya, rombongan Qiang Gu pun mulai mendapat tekanan besar.


"Bahaya! Cepat berpencar?!" teriak Qiang Gu memperingatkan.


"Ah! Baik!" Jawab Xing An dan Qiang Qia.


Goooaaarrrr! Ular mulai mematuk ke arah pijakan rombongan itu.


Syyuuuttt!


Buak! Batang pohon yang mereka pijak pun mulai patah.


"Kita harus melawan monster ini di empat arah! Aku akan mengecoh monster ini! Dan kalian harus menyerangnya! Paham!" Teriak Qiang Gu.


"Baik! Kakak hati-hatilah!" Jawab Qiang Qia.


Qiang Gu mulai menjadi umpan sang monster yang ukurannya sepuluh kali lebih besar dari ukuran best spirt milik Qiang Gu yang bernama Bai Xin.


"Monster jahat! Terima ini!" Qiang Gu melompat ke arah kepala tengan sang ular. Namun saat ia ada di hadapan ular itu, sang ularpun membuka mulutnya dan Wuuussshhh! Asap hijau pun mulai di semburkan ke arah Qiang Gu.


Qiang Gu terbelalak "Apa?!"


Apa yang akan terjadi selanjutnya...

__ADS_1


Next episode...


Bersambung...


__ADS_2