Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Hutan Iblis Kematian#3


__ADS_3

Dendam sang putri


Part #42-Hutan Iblis kematian-



* * *


Go Eun menemukan sungai jernih yang belum terjamah sama sekali. Aliran air yang lembut membuatnya hanyut seakan ingin membuka pakaian dan menceburkan dirinya ke dasar sungai tersebut.


" Waaah! Sungguh menyenangkan, Air ini segar sekali...sebaiknya aku masukannya ke guci mini ini, Aku akan memberikannya pada Xi Jai nanti... Kyaaa senangnya" Go Eun kegirangan melihat air tersebut, Setelah ia mengisi gucinya , iapun berdiri dan segera berbalik untuk kembali ke area rombongannya.


Saat kakinya melangkah beberapa meter dari sungai tersebut. Seseorang melompat dari atas pohon dan mendarat tepat di hadapan Go Eun.


Degh! Go Eun berdegug. Seseorang itu membelakanginya dan membuatnya kaget.


Rambut hitam pekat bah malam tak berbintang, dengan kunciran kepang sederhana membuat Go Eun teringat sesuatu.


" Kau!" Pekik Go Eun.


" Hai, Berapa lama kita tak jumpa? Go Eun?" Satsuki berbalik. Go Eunpun membelalakkan matanya dan mundur hingga terpeleset dan jatuh .


Bruk!


" Wah, Apakah kau kaget?"


" Kau! Bagaimana kau bisa lolos dengan mudah dari penyerangan itu!" Go Eun berusaha berdiri .


" Aku Bukanlah... tandingan orang-orang yang lemah!"


Degh!


" Mahluk seperti apa sebenarnya kau ini!" Pekik Go Eun sedikit gemetaran . Ia berusaha berdiri dan menghadap Saudaranya yang kini sangat menakutkan.


" Mahluk...? Aku adalah manusia yang kalian sia-siakan! kalian abaikan bahkan kalian kucilkan!"


Go Eun Yang salah kaprah mulai menghentakan tangannya yang gemetaran itu.


" An Fu!! Keluarlah!" Pekik Go Eun.


WHOOOOOSSSSHHH! An Fu seketika keluar dari cincin ruang sang majikan dan melompat , Ia siaga berdiri di hadapan tuannya seakan membuat benteng pelindung.


" An Fu, Hajar dia!!"


An Fu melompat untuk mengigit satsuki. Namun tubuh Satsuki yang ringan itu menghidar dari serangan dengan mudah.


Syuuut!!


Kini Ia melompat dan seketika berpijak di ranting pohon.


Tap!!


" Oh, Kamu... ingin melakukan cara yang sama untuk menyerangku? Cara yang sama Takan mempan melawanku dasar... bodoh! "


" Kau ! Ayo turunlah dan hadapi aku!" Ucap Go Eun dengan nada menantang. Satsuki mulai membuka ikat rambutnya dan ...


Go Eun terbelalak lagi ...


WHOOOOOSSSHHH


Angin menghempas rambut Sang master di udara...

__ADS_1


Rambut kuning keemasan dengan bola mata merah pekat. Go Eun mulai merinding saat menyaksikan perubahan yang terjadi pada diri Kakaknya.


" Mu-mustahil..." Lagi-lagi Go Eun jatuh, karna ia tak sanggup menopang berat tubuhnya , Sebab, Kakinya lemas dan gemeratan.


" Ya... Aku adalah Xitan. Aku datang ke dunia ini, Untuk membalaskan dendam pada kalian semua! Red Velvet, Keluarlah!"


Whhhhooooossh!


Red Velvet mulai keluar dari cincin monster Satsuki.


Hamba siap mendengar titah sang Master.


" Bunuh! Kucing Bodoh Itu!" Ucap Xitan menunjuk. Go Eun segera mendelik searah dengan tangan Xitan Menunjuk.


" Tidak!! Jangan bunuh An Fu!" Go Eun berusaha bangkit dan berlari ke arah An Fu yang mulai di lilit Ular raksasa itu.


" Jangan!" Teriak Go Eun histeris .


Saat melihat drama antara tuan dan majikan yang sedang berlangsung, Xitan Segera menghampiri Go Eun dan seketika memotong jalan Go Eun.


" Lawanmu sekarang, Adalah aku..." Ucap Xitan tersenyum menyringai.


" Minggir! Biarkan Aku menyelamatkan An Fu!"


" HAHAHAHAHA, Kau ingin menyelamatkan An Fu! Apakah kau bisa menghindar dari ke marahanku! ICE!! keluarlah!"


WHHHOOOOOSSS!


ICE mulai mengepakan sayapnya, Ia meliuk-liuk di udara.


Master, kau memanggilku di hutan iblis kematian?! Kau sungguh cari musuh.


" ICE, mari kita mulai aksi balas dendamku di hutan ini!" Mendengar ungkapan itu Go Eun merinding, Ia berusaha kabur.


Xitan melompat ke punggung Ice. Dan Icepun mengarahkan Kakinya yang runcing itu untuk menerkam Go Eun.


GRRAAAP!!


" KYAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriakan Go Eun melenting di sekitaran Hutan Iblis Kematian itu. Hingga membuat siapapun sadar dan merinding di buatnya.


* * * *


Para senior mulai mendengar teriakan tersebut di Lokasi pencarian ...


" Lee Dong Feng! Arah jam Dua belas!" Ucap Rekannya Sesama Senior.


" Baik! Ayo! Sebagian berpencar!"


" Siap Ketua!"


SYUUT! SYUUUT! mereka mulai melompat dan berlari secepat Kilat untuk mencari pusat suara.


Beberapa menit kemudian, Saat para senior tiba di lokasi. Mereka tak temukan apapun selain sebuah Gucci yang terjatuh dan menghamburkan Air di dalamnya.


" Hanya ini yang kita temukan! Ketua" Lee dong Feng menoleh, Dan di lihatnya darah yang berceceran. Juga beberapa helaian bulu beku.


Lee dong Feng mulai meraih bulu tersebut dan menyimpannya.


Xitan, Apa yang kau lakukan?Bathin Lee dong Feng. Matanya trus menatap langit Sekitaran Area Hutan Iblis kematian.


" Kembali! Jangan Biarkan kecerobohan Seseorang, membuat kita semua celaka!"

__ADS_1


" Baik!" Sahut semua rekan-rekannya.


Merekapun berhamburan menuju para pelajar yang saat ini Ada dalam lingkaran prisai suci.


* * *


Beberapa menit kemudian, Lee dong Feng dkk sampai di tempat mereka memasang lingkaran prisai .


Benar saja, Aura hitam pekat mulai terasa dan mengelilingi lingkaran tersebut, Sebagian siluman, Dan monster tergeletak di sekitaran lingkaran tersebut karna menghantam prisai yang di buat oleh Lee dong feng dan senior-senior lain.


" Bagai mana ini!" Para Senior terpekik karna melihat pemandangan yang mengerihkan.


Sial! Apa yang membuat mereka menyerbu area ini? Bukankah , Yang memanggil Spirt Adalah Satsuki, Kenapa mereka malah menyerbu anak-anak yang tak berdosa ini?! Bathin Lee Dong Feng.


" PANGERAN!! ayo cepat masuk! Kita akan buat Prisai baru! Jika kita tidak membuat peisai untuk diri kita sendiri. Maka kita akan mati.di makan oleh mereka!" Seru senior lainnya.


" Mantra pembuat prisai Suci! "


CLIIIIING!


Sebuah cahaya berbentuk lingkaran mulai bersinar terang dan memberi efek silau di area tersebut. Hingga beberapa siluman, dan monster yang ada di sekitaran lingkaran tersebut mulai terbakar dan sebagian lagi berhasil kabur karna takut, Untuk beberapa waktu, Mereka akan aman dari serangan para monster.


" Pangeran, Selanjutnya kita harus apa? Kita tidak mungkin terus menerus mengurung diri di lingkaran ini " Lee dong Feng mulai merenung, Sungguh situasi ini sangat tak terpikirkan sebelumnya .


" Kita akan tunggu. Jika Putri Satsuki dan putri Go eun kembali... maka sebaiknya kita kembali ke kota, Dan pelatihan kali ini di nyatakan gagal. Aku tak ingin ambil resiko, Nyawa para pelajar yang terdiri dari para putra dan putri kerajaan sangat berharga untuk kelangsungan kerajaan mereka.... Jika mereka sampai tewas di tempat ini, Maka aku takan tahu apa konsekuensi yang akan di berikan pada perguruan kita" Jelas Lee dong feng memikirkan keputusan tersebut matang-matang. Ia mulai mendonggakan wajahnya ke lagit hutan terssbut yang di penuhi Rindangnya pepohonan yang masih perawan.


Putri satsuki, kau sebenarnya kemana? Apa yang kau lakukan...? Semoga kau tidak melakukan hal yang aku bayangkan.Bathin Lee dong feng.


Lee Fong Feng berfikir Satsuki membunuh puti Go Eun dan membuangnya di sekitaran hutan tersebut.


____ ____ ____


Tempat lain...


" Kyaaaaa!! Lepaskan aku!! Kau mau membunuhku ya!" Teriak Go Eun meronta-ronta.


Satsuki berhasil membawa Go eun keluar dari hutan Iblis kematian, Dia membawanya ke pulai iblis kegelapan bersemayam.


" Satsuki! Lepaskan aku!!" Go Eun tak henti meronta, Hingga Satsuki mulai masuk lebih jauh ke pulau tersebut.


Master, aku tak bisa terbang lebih jauh dari ini. Kita buang saja adikmu di sini! Pekik Ice.


" Kenapa, Ayo lanjutkan, Aku harus pastikan jika Go Eun tak pulang lagi ke istana Kuai Samoro. Dia harus menderita, dan berusaha bertahan hidup sendirian!" icepun tak bisa mengelak, Ia pun memilh menuruti kehendak tuannya .


Di sebarang jurang pulau iblis kegelapan. Satsuki lihat dengan jelas , Sekelompok manusia ssdang bertarung mati-matian, Mereka membawa persenjataan lengkap di jaman tersebut.


" Aku sudah menemukan tempat yang tepar untuk membuang Go Eun, Ayo... terbang lebih cepat" Ucap Satsuki. Akhirnya... Satsuki mulai melempar Go Eun di antara para manusia yang tampak menakutkan. Mereka sibuk memperebutkan , entah apa itu.


" Kyaaaaaa!" Go Eun terjatuh dari cengkraman kaki kekar Ice.


Ia mendarat tepat di sungai kecil yang ada di tempat tersebut.


" Go Eun, Semoga kau beruntung... Aku berharap kau tidak mati, Agar Hidupmu segan, matipun tak mau... ahahahahahhaha" Itulah kata terakhir yang menghiasi kemalangan Nasib Go Eun.


Go Eum segera mencuat ke permukaan. Ia lihat dengan jelas olokan Satsuki mulai hilang bersama kepergiannya.


Go Eunpun berusaha keluar dari sungai dan terduduk di daratan.


Saat ini... Go Eun terdiam di tengah peperangan dua kubu yang entah berantah. Darah mulai menghiasi kaeadaan di tempat trsebut. Go Eunpun berusaha mencari tempat yang aman, Diapun bersembunyi di celah-celah pepohonan.


Tangisannya mulai menghiasi rasa takut di hatinya...

__ADS_1


Setelah itu, Nasib Go Eun tergantung pada keberuntungannya.


- Hutan Iblis Kematian#3 The End-


__ADS_2