
"Apa yang ku lakukan?!" Tanya permaisuri lingling terbelalak tak percaya pada apa yang baru saja ia katakan. Begitupun Kaisar Zhang, respon tak biasa mulai tampak saat kata-kata itu lolos dari mulut permaisuri lingling "Apa katamu?! Jadi... bayi yang sering aku gendong itu tidaklah mati melainkan di asingkan? Keterlaluan!" Bentak Raja Zhang dengan nada yang tinggi melenting.
"A-aku... aku" Elak permaisuri dengan suara yang parau. Permaisuri lingling masih terbata-bata, ia memutar otak dan mencari celah untuk menyembunyikan dosa-dosanya. Saat itu pun ibu suri datang untuk meredam ke gentingan yang mulai terjadi di antara raja dan permaisuri nya.
Terlambat sedikit saja, sang ibu suri datang ke singgahsana putranya, sudah pasti akan terjadi hal yang memalukan hingga di saksikan puluhan tamu undangan terhormat dari lima kerajaan.
"Kaisar zhang... anakku, bersikaplah yang wajar dan semestinya" Jelas Ibu suri menengangkan situasi. Raja Kui Xio zhang hanya bisa mengepalkan tangannya. Lalu ia menghempaskan pakaiannya sebelum duduk di singgahsana tersebut
"Aku bertanya?! Siapa yang ada di balik semua ini. Kalian bilang bawa Putri Satsuki mati saat penculikan malam itu. tapi kenapa tiba-tiba anak itu ada di sini dalam ke adaan memprihatinkan?!" Tanya Raja Kui Xio Zhang marah.
Ibu suri nampak dingin ia hanya menjawab seperlunya saja "Kita bahas itu nanti saja. Sekarang mari selesai jamuan ini, Jangan membuat kegaduhan lagi. Ibu tak pernah ingin kerajaan Kui terlihat jelek di mata rakyatnya. Apa lagi jika harus di cibir gara-gara masalah sepele ini! Apa kata raja-raja tetangga nantinya" lerai sang Ibu suri acuh. Sementara permaisuri lingling nampak seperti mati kutu saat itu juga. Wajah sang permaisuri lingling sangat pucat dengan peluh lebat mengguyur jidaknya.
Raja Zhang merasa di tipu, ia pun memalingkan wajahnya dan mengabaikan ibu suri juga permaisuri nya "Heh! Aku tak tahu apa yang kalian inginkan sebenarnya. Tapi... Aku juga tak ingin menunggu lagi, seseorang di sana telah mempermalukan Putri Satsuki seenaknya. Maka aku akan pastikan! Anak dari pria itu harus menanggung akibatnya!" Jelas raja Kui Xio Zhang lantang. Ibu suripun kaget hingga terbelalak dan mulai tak mengerti pada apa yang di katakan anaknya.
"Apa maksudmu?! Apa yang akan kau lakukan?!" Tanya ibu suri khawatir pada keputusan anaknya yang tiba-tiba itu.
"Baiklah! perdana mentri!" Seru raja Zhang pada sang perdana mentari kepercayaannya.
"Hamba menghadap yang mulia" Ucap perdana mentri mulai melangkah ke hadapan sang raja lalu bersujud.
"Bangunlah... ada yang ingin ku sampaikan padamu" Jelas raja Zhang.
"Baik yang mulia..." Perdana mentri mulai bangun dan menyimak hal apa yang akan rajanya itu sampaikan.
"Tulislah... aku ingin menyampaikan sebuah pengumuman. Tapi sebelum itu, aku ingin menugaskanmu mendandani anak perempuan kecil yang saat ini sedang makan bersama anakku itu secantik mungkin, pakaiankan pakaian yang mahal dan hiasan yang indah untuk nya " Pinta raja Zhang Tegas.
Sang perdana mentri mulai menoleh ke arah telunjuk sang raja mengarahkan. Mata sang perdana mentri pun terhenti di sebuah meja makan, disana ia lihat pangeran Qiang Gu tengah menemani anak perempuan yang kucel dan dekil makan di meja tersebut.
"A-anak berambut hitam legam itulah?" Tanya sang perdana mentri. Raja Zhang pun mengangguk "Ya. anak itu, Perlakukanlah dia sebaik mungkin, karna dia adalah anak dari ratu perang Kuai samoro"Jelas sang raja, perdana mentri pun kaget.
Degh!
Perdana mentri hanya bisa terbelalak "A-apa? be-benarkah? Bukankah anak ratu perang telah di culik lalu di bunuh sewaktu bayi? Apakah isu itu salah?" Bisik perdana mentri bingung.
"Tak usah mempermasalahkan hal itu, lakukan saja apa yang ku perintahkan. Raja Xi Zhi harus menerima akibatnya. Dia seenaknya melukai dan mempermalukan anak itu di muka umum. Kelakuannya yang tak berwibawa itu harus ku balas dengan impas" Jelas Raja Zhang menatap permaisuri lingling beserta ibu suri dengan sorot mata tajamnya.
__ADS_1
Degh! Keduanya tertegun dan saling menatap "Apa yang akan raja lakukan?" Bathin ke duanya.
"Baik yang mulai... Hamba paham, hamba akan melakukan tugas Hamba sesuai yang anda perintahkan" Jelas sang perdana mentri itu, Iapun pamit undur diri dan pergi ke arah Satsuki yang baru saja selesai mengisi perutnya sampai ia kekenyang hingga ia berdawa.
"Eggghhhhkkkkk!" Suara sendawa yang sedikit menjijikan, Qiang gu yang mendengar itu hanya bisa tertawa. Ia sama sekali tak bisa melakukan apa yang Satsuki lakukan. Aturan kerajaan amat ketat dan ia harus sopan di manapun ia berada.
***
Perdana mentri tiba dan mengarahkan para dayang untuk mendandani Putri Satsuki sesuai yang diperintahkan rajanya.
"Nak ayo ikuti kami" Ucap para dayang menyeret Satsuki, Satsuki kecil amat sangat ketakutan. Qiang Gu pun mulai melerai perdana mentri.
"Perdana mentri. Apa yang anda lakukan, Dia sangat ketakutan hingga ia tak Berhenti menangis" Ucap Qiang Gu menghentikan seretan para dayang.
"Maaf pangeran. Tapi ini perintah raja, anak ini adalah putri dari kerajaan Kuai sammoro. Nmanya putri Satsuki, ia harus di dandani selayaknya seorang putri" Jelas Perdana mentri. Qiang Gu paham dan mulai melepas Satsuki.
Apa? putri? Apakah benar? anak ini adalah seorang putri?" Umpat Qiang Gu mengumam.
Qiang Gu mulai menenagkan Satsuki untuk melepasnya agar ia nyaman "Jangan menangis, mereka adalah orang baik... kamu akan di perlakukan dengan lembut" Jelas Qiang Gu. Satsuki pun mengangguk, ia mulai menyeka air matanya dan melangkah mengikuti arahan dari perdana mentri.
Para dayang dan perdana mentri mulai menghilang di kejauhan, qiang Gu yang tak mengerti apapun hanya bisa diam dan menunggu.
Beberapa saat kemudian...
Kemudian saat rasa resah melanda, sebuah gong pun mulai di berbunyi pertanda datangnya putri Satsuki.
"Gong! Gong! Bunyi dentuman gong yang di pukul para pengawal pun mulai membuyarkan rasa gelisah di hati para tamu itu.
Sebuah goong mengiringi arak-arakan tandu istana. Para tamu berdegug keheranan dengan apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" Tanya mereka saling menatap dan mengulang pertanyaan yang sama pada setiap orang yang ada di samping mereka.
Lalu sebuah gulungan surat di buka sang perdana mentri. "Ada apa? Apakah raja akan membuat sebuah sayembara?" Tanya para tamu undangan.
Perdana mentripun menghirup napas panjangnya dan mulai membacakan isi dari gulungan surat itu "Pengumumam! Menurut ramalan bintang, hari ini adalah hari yang tepat dan penuh berkat. Bulan purnama malam ini akan membawa sebuah keselarasan dan keharmonisan. Dewi bulan akan turun dan mengitari daratan kita, maka Kaishar akan membuat sebuah permintaan. Dan juga Kaishar ingin mengenalkan seseorang yang sangat berharga bagi kerlanjutan kerjaan Kuai kelak. Ia baru saja kembali ke pelukan istana... Kaishar ingin kehadirannya di akui oleh Kaisar dari negara-negara lain yang dulu pernah di selamatkan oleh Dewi perang Kuai Sammoro. Kaishar Kui Xio Zhang, secara resmi mengumumkan perjodohan putri Satsuki dengan anak laki-laki dari kerajaan Xi Zhi untuk jadi calon suami sang putri kelak! Acara perjodohan akan di lakukan secepatnya..." Jelas Perdana mentri. para tamu pun sedikit syok dan hampir tak percaya pada isi dari gulungan itu.
__ADS_1
"Apa? perjodohan?! Lalu bukankah putri anak dari dewi perang itu sudah tewas saat insiden penculikan?!" Tanya para tamu saling berspekulasi.
A-apa?! kenapa tiba-tiba dalam acara penobatan putra mahkota malah jadi acara pernikahan?! Bathin Kaisar Xi Zhi.
"Ayah? Apa yang terjadi, kenapa namamu ada di dalam surat gulungan itu?" Tanya Xi yu yan menarik-narik gaun ayahnya.
"Ssst! Jangan banyak bertanya, ayahpun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi... jadi, diam dan lihatlah. Apa yang mereka rencanakan sebenarnya" Imbuh Kaisar Xi Zhi curiga, ia mengangkat satu alisnya lalu mengelua janggut putihnya berkali-kali seraya menatap intrens area singgahsana sang raja.
Perdana mentri mulai melanjutkan acaranya "Kami akan mempersilahkan putri Satsuki untuk keluar tandu dan mulai menaiki singahsana raja Zhang" Pinta sang perdana mentri.
Tirai tipis warna merah dari tandu istana pun di buka, putri Satsuki pun turun di bantu oleh para dayang istana. Para tamu sedikit kaget atas kedatangan putri Satsuki yang sangat mendadak itu. Apa lagi, menurut isu yang beredar, putri Satsuki telah tewas saat insiden penculikan.
Qiang gu bangun dari tempatnya dan memastikan apa yang terjadi di sana. Putri melangkah pelan, Ia terlihat sangat gugup, apa lagi pakaian yang di kenakannya sangat mengganggu karna cukup kebesaran.
"Ah!" Pekik putri Satsuki terpeleset, para dayang pun segera menangkap putri Satsuki.Sementara Qiang gu kecil tersenyum seraya berkata "Dasar anak ceroboh dan cengeng..." Bathin Qiang Gu.
Beberapa saat kemudian... Putri Satsuki sampai di atas singgahsana, Raja pun mempersilahkan putri Satsuki untuk duduk di sampingnya. Qiang Gu kecil juga berlari dan duduk di samping Kaishar Zhang. Qiang Gu menatap dengan seksama dari atas hingga ke bawah "Wah. ini ajaib sekali ya... kamu sangat cantik" ucap Qiang Gu lugas. Satsuki merunduk, bibirnya gemetar seperti ingin menangis saja. Tapi pipinya merona merah dan tampak menggemaskan.
Sementara orang dewasa habya sibuk memperdebatkan perjodohan putri Satsuki dan Xi Yu yan. Akhirnya setelah di laksana mediasi antara dua kerjaan itu. Kaisar Xi Zhi pun meminta maaf dan mengabulkan permintaan sang raja untuk menjodohkan Satsuki dan Xi Yu Yan, meski Xi Yu Yan yang dua tahun lebih tua dari Satsuki menolak, tapi ayahnya bersikeras menjodohkannya atas alasan malu.
Sebongkah gelang giok hijau dan surat resmi pernikahan pun mulai menjadi sebuah bukti. Bukti bahwa Satsuki adalah calon istri dari Xi Yu Yan kelak.
Usai perjodohan itu... Satsuki tinggal di istana Kui dengan sangat baik. Para dayang mencukupi segala kebutuhan putri Satsuki dengan sangat telaten. Makanan, pakaian dan segala kebutuhan putri Satsuki pun tercukupi dengan baik.
Hari-hari Satsuki di habiskan dengan belajar, Satsuki terbilang anak yang pintar. Apa lagi Qiang Gu yang satu tahun lebih muda darinya itu selalu membantu kesusahan sang putri.
Usai belajar, putri Satsuki, Qiang Gu juga Qiang Qia selalu bermain petak umpet bersama. Hari-hari menyenangkan putri Satsuki berakhir di usianya yang ke tujuh tahun.Pengasuhnya yang bernama Xing Yan itu meninggal akibat keracunan, lalu pihak istana Kui mulai memulangkannya ke Istana Kuai, meski Qiang Gu memohon pada ayahnya. Tapi, nampaknya semua cara yang ia lakukan untuk membuat putri Satsuki tinggal di istana itu lebih lama tidak ada yang berhasila sama sekali. Setelah di pulangkan Qiang Gu tak pernah bertemu lagi dengan Satsuki. Bahkan, jika ia pergi ke istana Kuai Sammoro pun, pihak istana selalu menyembunyikan putri Satsuki dengan berbagai alasan.
Qiang Gu, hanya bisa mengingat kenangan menyenangkannya bersama sang putri di masa kecil. Dan pertemuan berikutnya... ia tak pernah menyangka, jika gadiss kecil cengeng, lemah dan polos itu akan tumbuh menjadi seorang pendekar kuat seperti saat ini.
Flasback Off...
"Putri! Bangulah!" Teriaknya. Saat teriakan itu terdengar menggelegar. Tiba-tiba angin pun mulai berhembus.
BLAAARRR! sebuah ledakan pun mulai terdengar.
__ADS_1
Next episode...
Bersambung...