Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
hacurnya Coi Hong


__ADS_3

Dendam Sang Putri


Part.#47 -Hancurkan Coi Hong-


Coi hong nam panik karna putri kesayangannya tak kunjung pulang. Ia mondar mandir di depan Paviliun milik permaisyuri Atara Sunian...


" Kemana sebenarnya putriku pergi! Kenapa para guru besar tak kunjung memberi kabar tentang keberadaan putriku"


" Tenanglah Anakku, Cucukku Go Eun adalah anak yang cerdas, Ia pasti akan baik-baik saja" Coi Moo Sha mulai menenagkan anaknya yang di landa gundah gulana.


" Ini pasti ada yang tak beres ayah" Ucap Xi Jai datang tiba-tiba.


" Apa maksudmu?"


" Setelah Go Eun pergi, Satsukipun ikut pergi, Aku yakin, Semua ini ada hubungannya dengan wanita itu"


" Benarkah?" Risau sang kakek.


" Ya, Satsuki dan Go Eun hilang bersamaan, Tapi kenapa hanya Satsuki yang di ketemukan, Jika dugaanku tepat, Maka orang di balik hilangnya Go Eun adalah wanita itu"


Coi Hong Nam dan Coi Moo sha sungguh marah, Mereka mulai berjalan menuju ke Aula istana, tempat Satsuki mengobrak-abrik catatan keuangan istana Kuai.


____ _____ _____


" Hmmm, Kerja yang bagus sekertaris Cha Woon,


Sekertaris Cha Woon Adalah sekertaris kepercayaan Coi Hong nam.


" Ji-jika begitu, hamba mohon pamit"


" Terimakasih, Aku akan menaikan gajimu sekarang juga... informasi yang kau bawa sungguh berguna.


Beberapa menit yang lalu, Satsuki menelusuri catatan keuangan kerajaan, dan hasilnya cukup mencengangkan...


Coi Hong Nam berhasil menyembunyikan dua puluh peti harta berisikan ratusan juta keping emas di dalam ruang bawah tanah.


Nampaknya infomasi dari sang sekertaris Cha Woo, membuat Satsuki tahu segala akal bulus sang ayah laknat itu. Akhirnya Satsuki menugaskan para pengawalnya untuk mengambil peti tersebut.


" Penjaga... ambil semua peti yang ada di sana, tak terkecuali barang berharga berupa batu dan perhiasan mewah" Pekik Satsuki. Seraya perintahnya terlontar, Coi Hong Nam dan Coi Moo Sha mulai tiba, Mereka heran pada para pengawal istana yang tergesa-gesa saat keluar aula istana Ratu Kuai .


" Ada apa ini?" Tanya Coi Moo Sha, Ia mulai masuk dan celingukan. Nampaknya pertayaan itu ia lontarkan untuk putri Satsuki yang saat ini duduk di singgah sananya.


" Hmmm, Apa kabar Coi Hong Nam? Apakah Permaisyurimu sudah siuman?" Tanya Satsuki dengan nada mencemooh.


" Kau! Bicaralah yang sopan pada ayahmu!" Bentak Coi Moo Sha menujuk ke arah Satsuki Terduduk.


" Ooh, Ayah? Apakah aku harus memanggil orang yang sudah membunuhku dengan panggilan itu?"


" Kaaauu!" Pekik Coi Moo Sha. Coi Hong nam hanya terdiam mengepalkan tangannya.


" Kau! Mana Putriku!" Teriak Coi Hong Nam. Mendengar kekhawatiran Coi Hong Nam, membuat Satsuki meruncingkan bibirnya.

__ADS_1


" Putri? Putri yang mana? Bukankah aku ini putrimu?" Ucapnya terkekeh. Coi Moo Sha makin marah pada kelakuan putri Satsuki yang saat ini ada di hadapannya. Penampilan dan keangkuhannya berubah drastis 360 drajat.


" Kau! Ayo katakan dimana kau sembunyikan Go Eun! Apakah dia masih hidup atau sudah mati!" Coi Hong Nam makin emosi, Ia makin tersulut oleh ocehan anak yang menurutnya kurang ajar itu.


" Akan ku beri tahu tapi ada satu Syarat ..."


Coi Hong Nam dan Coi Moo Sha mulai terdiam, Mereka kehilangan akalnya hingga mengambil sebuah pedang dan berusaha mengarahkan nya pada Satsuki.


Satsuki yang mendapatkan penyerangan tiba-tiba itu hanya bisa tersenyum seraya menyentilkan dua jarinya ke arah Coi Hong nam yang hendak menyerang.


PYANG!


Seketika saat satsuki menyentilkan jarinya, pedangpun terhempas dari tangan Coi Hong Nam.


Degh!


Apa! Pekik Coi Hong Nam dan Coi Moo sha.


" Hahahahaha... Kau bodoh ya? Apakah kalian Lupa? Aku... Bisa membunuh tanpa menyentuh, Seperti ini" Tangan Satsuki mulai menjarah ke leher Ayahnya dan mencengkarmanya ke atas. Seketika Coi Hong Nam tergantung di udara.


" Apa! Hentikan! Hentikan Satsuki! Jangan bunuh ayahmu' Satsuki mulai tersenyum kembali, Sementara lidah Coi Hong Nam sudah menjulur karna terlalu sesak saat napasnya tersendat sesuatu yang tak nampak.


" Baik, Akan ku lepaskan, Tapi ada Syaratnya..." Imbuh Satsuki. Coi Moo Shapun tak punya pilihan lain selain mengiakan kehendak wanita tersebut.


" Apapun! Aku akan lakukan apapun! Asalkan kau mau melepaskan Anakku" Ucap Coi Moo Sha.


Satsukipun melepas cengkaraman tangannya Seketika Coi Hong Nam mulai jatuh ke lantai dengan posisi tengkurab.


BRUUUK!!!


" HAHAHAHA!!! kalian sungguh ayah dan anak yang sangat menjijikan..."


Coi Moo Sha segera meraih anaknya dan membangunkannya " Kau baik-baik saja?" Voi Hong Nampun mengangguk seraya memegangi lehernya yang terasa patah.


Sial, ternyata anak sampah ini sungguh lebih kuat dari sebelumnya.


" Bagaimana Kalian sudah merasakannya?" Tanya Satsuki seraya terkekeh.


" Kau sudah puas, Sekarang katakan, Dimana Go Eun Berada?!"


" Jangan terburu-buru, Aku belum puas mempermainkan kalian"


" Anak kurang ajar!" Coi makin marah.


" Pertama aku akan menyembuhkan Permaisyurimu tercinta" Mendengar pernyataan itu, Coi hong nam mulai tersenyum " Benarkah?"


" Ya, Tapi sebelum ia sadar, Kau harus menikahi pelayanku, Yao... kemarilah"


" Apa!! Yang benar saja! Ini sama saja dengan kau ingin membunuhku"


" Kenapa? Apakah kau tidak ingin tahu di mana Go Eun? Atau bagai mana cara menyembuhkan Permaisyurimu?"

__ADS_1


Degh!


Coi Hong Nam mulai diam.


Saat semua terasa genting bagi Coi hong nam. Beberapa pengawal datang membawa peti yang satsuki inginkan.


" Maaf tuan, Mohon beri kami jalan' Ucap Sang pengawal yang mengarahkan para pasukan untuk masuk area aula.


Coi Hong Nam menoleh dan matanya terbelalak.


" A-apa ini?!" Pekik Coi hong nam kaget.


Sekertaris Woo hanya menunduk dan tak ingin melihat Exspresi dari Tuannya.


" Itu adalah harta yang kau pendam di ruang bawah tanah..." Pekik Satsuki.


" Apa!!" Kaki Coi Hong Nam merasa lemas. Seluruh kotak harta yang ia sembunyikan berhasil di ambil alih oleh anak yang dulu ia sia-siakan itu.


" Sekarang,,, Tak ada pilihan lain kan? Apa yang kau miliki? Harta mu adalah hartaku. Jika kau ingin kembalikan semua itu... Ceraikan permaisyurimu... dan nikahi Yao Shan. Bagai mana tawaranku?" Coi Hong Nam bingung, Ia tak bisa menjawab apa yang ankaknya minta.


" Jika tak ada jawaban, Aku akan anggap setuju saja..." Ucap Satsuki sambil berdiri...


" Tunggu...!" Pekik Coi Hong Nam berdiri menghampiri singgah sana Putri Satsuki.


" Berhenti, Jangan mendekat lagi ... ! Jikakau ingin bicara, bicaralah sekarang!"


" Aku akan menceraikan Permaisyuriku, Tapi... Aku mohon, jangan buat dia sadar" Penyataan nya membuat Satsuki ingin tertawa.


" Apa ! Hahahahahaha, Kau tahu... rencana pernikahan dan perceraianmu adalah bagian dari acara balas dendam ku... kenapa aku harus mendengarkanmu?"


" Apa!" Coi Hong nam lagi-lagi terbelalak.


" Setelah kau menghancurkan Kerajaan Zhi Sekarang kau berniat membuat kerajaan Sui Marah juga pada Anakku?" Tanya Coi Moo Sha marah.


" Ya, Pasti akan ada peperangan lain selain permusuhan, Mungkin juga... kalian akan mendapatkan penyerangan perang dari kerajaan tersebut. Apalagi kerjaan Coi Dan kerajaan Sui jaraknya sangat dekat, Benarkan ?"


" Kau! Anak macam apa! Kenapa kau memiliki hati iblis ssperti itu!"


" Haaah, Ini adalah aku yang sekarang, Jika aku lemah... maka aku akan jadi putri sampah. Dan Aku yang saat ini adalah putri yang menuntut balas atas perlakuan kalian yang tak terpuji di masa lalu, jangan salahkan aku jika aku berhati iblis... hahahahaha"


Seketika Coi Hong nam dan Coi Moo Sha terkesima pad ake angkuhan Nona sampah itu.


Selanjutnya, Nasib dan takdir kluarga Coi Hong Nam tergantung pada kehendak Satsuki.


Suasana hati satsuki mempengaruhi nasib apa yang akan Coi Hong Nam terima ...


.


.


.

__ADS_1


.


-hancurnya Coi Hong Nam The End-


__ADS_2