
"Hahahaha! Hal itu tak akan mungkin terjadi, karna pria di sampingmu itu adalah bagian dari kami!" Jelas seseorang. Satsuki yang tahu gema suara itu pun terperanjat dan segera mengeluarkan pedangnya yang sedari tadi bersembunyi di dalam sarung pedangnya.
"Cang Un! Tunjukan dirimu! Cih, aku tahu kemampuanmu yang payah itu! Tapi meski begitu, aku tak akan mengijinkanmu bersembunyi dan diam-diam menyerang kami!" Teriak Satsuki waspada. Lalu suara Cang Un pun terdengar kembali.
"Hahahaha, kau memang sangat hebat, tapi aku juga tak bisa membiarkan mu meremehkan hasil karya seni ku semudah itukan?!" Balas Cang Un. Satsuki sedikit tertegun atas kata-kata Cang Un dan ia pun mulai memperingatkan rekan-rekannya agar lebih waspada.
"Xi Zhau zhua! Xing An! Qiang Qia! Dan kau Tang Jhan jhu! Bersiaplah berdekatan! Jangan sampai berpencar. Aku yakin... dia sudah kembali dengan serangan yang tak bisa kita duga! Aku tahu, Cang un takan melakukan trik yang sama untuk menyerang kita!" Jelas satsuki. Merekapun mengangguk.
Whuuuash! Huli Jing kembali merubah dirinya ke sosok aslinya.
"Huli jing! Kali ini aku akan menaiki pundakmu! Aku harus menyerang tempat persembunyian cang un!" Imbuh Satsuki.
"Baik tuan! Aku akan menjadi kendaraan mu!" Balas Huli jing. Satsuki pun mengangguk.
"Hahahahha, percuma kalian wapada seperti itu, karna lawan kalian bukan hanya aku!" Ucap Cang Un menggema.
"Cih, apa maksudmu! Sebaiknya turun dan hadapi aku, dasar merepotkan!" Teriak Satsuki mulai mencari.
"Baiklah... karna kalian telah bersiap dengan seranganku! Sekarang hadapilah mereka!" teriak Cang Un di iringi tawa menggelitik khas nya.
"Apa! Cih... dia sungguh merepotkan!" Pekik Satsuki mulai mengacungkan pedangnya dan waspada.
BOOAAAMMM! Cang Un melempar bom asap dan meledak tepat di antara kumpulan Satsuki dan rekan-rekannya.
"Master! Asap ini adalah asap yang sama saat ribuan prajurit itu tiba-tiba keluar dan menghadang kita!" Teriak Xi Zhau Zhau. Satsukipun membalas peringatan Xi Xhau Zhau "Benar! Sebaiknya, lebih waspada lagi, karna aku sangat yakin, ia takan melakukan hal yang sama untuk ke dua kalinya!" Jelas Satsuki.
Ssssshhhh...
__ADS_1
Asap mulai menipis, pandangan Satsuki mulai menjelas. Dan benar saja, cara yang sama rupanya di lakukan kembali oleh Cang Un.
"Apa!!" Teriak Qiang Qia, bulu kuduknya mulai merinding setelah melihat apa yang ada di hadapannya setelah asap itu menipis.
"Hahahahaha, kalian takan mungkin bisa mengalahkan kami" Tawa Cang Un kembali menggema setelah ia melihat exsperesi apa yang di tujukan Satsuki dan yang lainnya.
JREEENG! Saat asap itu menipis, tentu saja mata Xing An dan yang lainnya terbelalak. Bagai mana tidak, Cang un membangkitkan semua orang yang telah tewas termasuk ibu Satsuki dan Tetua Ge.
"Cang Un! Kau sungguh! Kau sungguh keterlaluan!" Mata Satsuki mulai memerah saat ia lihat di depannya telah berdiri sang ibu dan Hei lian hua.
"Bukankah itu Lon Ge bersaudara?! Kenapa dia bisa ada di sini lagi!" Ucap Qiang Qia terbata-bata, sedangkan Qiang Gu ia hanya bisa diam dan tak bicara. Dia sungguh sangat kaget di buatnya, sebab selain Hei lianhua, Kallen, Sakkon dan Hong lian, semuanya ada di sana dan berdiri menatap tajam penuh dendam ke arah kawanan Satsuki yang waspada itu.
"I-ini, pertarungan ini akan sangat melelahkan. Mereka adalah klan iblis terkuat, jika mereka bersatu" Bisik XI Zhau Zhau.
"Ini sangat mengerihkan!" Bathin Xing An.Tangannya gemetar dan iapun mundur ke belakang dan sedikit bersembunyi di balik tubuh Satsuki.
"Xing An. Sebaiknya kau lebih berhati-hati, karna lawan yang akan kita hadapi, akan lebih kuat dari sebelumnya" Jelas Satsuki, Xing an mengguk. Mata Xing An pun memerah saat ia lihat di depan sana ada Anho juga ibu dari Xing An telah berdiri dan siap menyerang.
Sementara sedang tegang-tegangnya di medan perang... Tentu saja itu mengganggu titik pokus Jade Long yang saat itu telah bersemedi untuk memulihkan kekuatannya.
Degh! Jade Long terbangun, matanya membelalak "Yang mulia... tuan ku, apa ada yang anda perlukan?" Tanya Hong She (Red velvet) Kaget atas apa yang ia lihat. Baru kali ini Jade Long membuka matanya setelah kepergian Satsuki dari tempat itu.
"Tidak, aku baru saja mendapatkan sebuah penglihatan... Akan segera tiba!" Jelas Jade Long. Hong She sama sekali tak paham pada apa yang di katakan Jade Long.
"Tuan apa maksudmu... apa yang akan datang?" Tanya Hong She mengerutkan alisnya.
"Aku punya pirasat buruk... Aku melihat kobaran api yang sangat besar hingga meluluh lantakan seluruh daratan ini. Tak ada satupun yang tersisa di sana... Hong She... Aku tak bisa meninggalkan pagoda ini, sebab kekuatanku telah hilang setelah aku memberikan pil penyatuan jiwa ku pada anak ingusan itu" Jelas jade Long.
__ADS_1
"Apakah mimpi tuan adalah sebuah tanda?" Tanya Hong She curiga.
"Laksanakanlah permintaanku ini, pergilah... lihat muridku di tempat yang jauh, lalu perhatikan dia... setelah itu, laporkan apa yang kau lihat itu padaku" Jelas Jade Long.
"Baik tuan..." Hong She mulai tertunduk di depan Jade Long.
"Aku akan menyusulmu, setelah kekuatanku kembali pulih, semoga bayanganku itu hanyalah mimpi... karna aku tak ingin hal yang aku takutkan itu terjadi, aku tak bisa membiarkan anak ingusan itu mati sebelum bertemu ayahnya..." Imbuh Jade Long. Hong She mengangguk dan ia pun bersiap pergi.
"Jika demikian! Aku akan pamit undur diri... Akan ku pastikan, setelah aku sampai, aku akan segera mengabari apapun" Jelas Hong She. Jade Long pun mengangguk dan kembali meringkuk di dalam kobaran api miliknya.
Whuuuusssh! Ice pun datang dan menghadap Jade Long "Hei naga agung! Bisakah aku pergi dengan Red velvet ke tempat masterku?!" Tanya Ice mulai turun dan menghadap Jade Long. Jade Long pun kembali mengangkat kepalanya dan menatap Ice di kejauhan, ice tak bisa lebih dekat lagi dengan Jade Long sebab ia takut meleleh karna kobaran api abadi milik Jade Long.
"Gggggrrrhhh..." Erang Jade Long "Apa alasanmu hingga kau ingin keluar dari pagoda milikku?!" Tanya Jade Long. Ice menggumam "Aku merasa bosan, tahukah kamu... pil energi yang kamu beri sungguh tak enak! Aku lebih suka menyerap energi milik tuanku saja" Jelas Ice mengeluh. Lalu Beigh dan pip pun turun dan duduk di samping Ice lalu mereka pun berkata "Benar! Aku ingin energi masterku! Pil energi yang kau beri sungguh tal enak!" Keluh mereka berdua.
"Goaaarrrhhh!" Jade Long menyemburkan api abadinya ke segala arah dan membuat Ice dan kawan-kawannya ketakutan "Ah! Ah! Maaf, kami hanya ber-bercanda!" Gagap Ice ketakutan.
"Goooaaaarrr! Alasan yang kalian beri sama sekali tidak membuatku puas. Dan kalian sama sekali tak ku izinkan keluar dari pagoda ini!" Jelas Jade Long.
"Haaaahhhh..." Helan napas panjang terdengar dari mulut ketiga best spirt kesayangan Saatsuki.
"Sekarang! Bubarkan diri kalian! Pergilah... atau aku akan membuat tubuhmu segosong ayam bakar dari bara api!" Jelas Jade Long. ice dan yang lainnya mulai kabur tak beraturan.
"Maafkan kami! Kami mengerti!" Oceh Ice seraya kabur terbirit birit.
Jade Long mulai melamun, rupanya bukan hanya dia yang rindu sekaligus Khawatir pada Satsuki, tapi juga binatang kontrak miliknya pun merasakan hal yang sama.
Perasaanku sungguh tidak enak. Aku melihat mimpi yang sangat mengerihkan. Dalam mimpi itu, bukan hanya kerajan Kui, tapi... para raja akan mati, dan Satsuki... diapun mati di tangan Raja iblis Cupacabra... Tapi, mana mungkin, Raja iblis Cupacabra akan bangkit, sementara... semua itu hanyalah mimpi atas ke khawatiranku sendiri. Satsuki... berjuanglah, karna perjalananmu masih sangat jauh. Bathin Jade Long gelisah.
__ADS_1
Next episode...
Bersambung