
TRANG!! Syuut! Buak! Begitulah bunyi yang di hasilkan antara pertarungan Satsuki dan Sakkon. Mau bagai mana pun, Satsuki mempertaruhkan segalanya saat bertarung dengan tangan kosong. Salah langkah saja nyawa Satsuki bisa saja melayang.
"Cih! Lawan aku! Kau sungguh pengecut!" Teriak Sakkon terobsesi, ia terus mengayunkan kampak raksasa itu ke arah Satsuki secara membabi buta.
"Cih. Sombong sekali kau ini! Padahal dari sekian banyak serangan mu. Satu saja tak ada yang mengenaiku sama sakali" Gumam Satsuki seraya menyerang Sakkon dan mencari titik kelemahannya.
"Kau!" marah Sakkon. Satsuki hanya tersenyum menyeringai. Kini Kecepatan serangan Satsuki lewat jurus telapak suci kian cepat dan tepat. Rupanya serangan tangan kosong yang di ajarkan jade long pada Satsuki sungguh berguna untuk melawan klan iblis itu.
Plak! Dak! Dak! Satsuki kini makin agresif, serangannya cukup akurat, ia telah menemukan titik lemah lawan bertarungnya. Sakkon? Nama itu sekarang hanya bisa menangkis beberapa serangan dari Satsuki.
***
"Ukkoni, lihat apa yang di lalukan si bodoh Sakkon?!" tanya Kallen. Ia tampak geram hingga giginya menggerigi dan tampak gemas saat menyaksikan pertarungan sengit itu.
"Abaikan mereka. Ayo lakukan tugas kita, jangan sampai buruan kita lepas!" Ucap Ukkoni. Tapi nampaknya Kallen sudah terpukau oleh serangan yang di lancarkan Satsuki. Hingga pandangannya tak luput dari pertarungan itu.
"Aku akan membereskan ancaman kecil itu!" Pekik Kallen. Mendengar pernyataan itu Ukkoni cukup kaget.
"Apa!!" Pekik Ukkoni. Akhirnya Kallen kembali membuka suaranya dan mulai melepas jaring mantra itu.
"Akan ku selesaikan semuanya, aku akan kembali kemari setelah obsesiku terlampiaskan. Urus lah tugasmu dengan baik!" Kallen melepas jaring mantranya, dan Ukkoni sedikit marah dengan pernyataan Kallen.
"Apa!! Kallen!!! Kembali, dasar bodoh! Apa yang akan kau lakukan?!" Teriak Ukkoni kalang kabut, hati Ukkoni risih. Ia sangat takut jika saat ini Kallen bertindak di luar logikanya. Ukkoni tahu jelas bagai mana sifat Kallen yang mau melakukan apapun demi ambisinya. Bahkan membunuh kawan sendiri pun bagi Kallen tak masalah.
Kallen tak hiraukan seruan Ukkoni. Ia hanya terus jalan terarah ke area pertarungan sengit antara Satsuki dan Sakkon.
"Sial, Kallen bodoh! aku tak bisa mengendalikan mahluk merepotkan ini sendirian. Kallen, kau sungguh bedebah!" Bathin Ukkoni menggumam. Ukkoni segera membuka kunci di telapak tangannya, ia pun mengeluarkan jurus membelah diri, hingga salah satu bayangan ukkoni memegang kendali jaring mantra bagian Kallen hingga untuk beberapa saat tugas Kallen sedikit terselesaikan.
"Kallen, cepatlah kembali. Jika tidak, kekuatanku akan terkuras habis, dan aku bisa mati hari ini juga!" Lenguh Ukkoni dengan suara parau nya.
***
Buak! Syuuut! DUAR...
Sakkon masih dalam mode bertahan, sedangkan Satsuki yang lincah itu menguasai ritme pertarungan.
"Sial, cepat juga dia, padahal aku sama sekali tak menyangka jika kecepatan serangan si kerdil ini akan secekatan ini!" Sakkon mulai memutar otak, ia tak bisa beranjak dari serangan Satsuki. Beberapa kali kaki ramping Satsuki menendang ke area vital Sakkon.
Saat pertarungan sedang panas-panasnya, tiba-tiba sebuah cahaya bah kilat menyambar ke arah Sakkon.
__ADS_1
CTAR! Kilat petir itu menyambar ke arah Sakkon, hingga Sakkon tersambar petir berprekuenzi tinggi, Sakkon tak sadar bahwa ia akan di bidik tiba-tiba, bahkan setelah itu tubuh Sakkon menghilang dalam dentuman cahaya yang menyilaukan mata.
Syut! Seiring datangnya kilat tiba-tiba itu. Reflek tubuh Satsuki menjauh dari Sakkon hingga Satsuki menghindar dan tak cedera sedikitpun.
Dap! Setelah mundur beberapa langkah, Satsuki sedikit menutup matanya yang terasa buta itu, oleh sebelah tangan kanannya. Ia mengintip perlahan di balik telapak tangan itu, Ia menyimak dengan seksama, hal apa yang menimpa lawan bertarungnya itu.
"Apa yang terjadi? Cahaya apa ini? Apakah teman atau lawan?!" Bathin Satsuki menggumam. Seraya merasa terancam, ia pun mulai waspada, ia segera menarik pedang Mendossa dari sarungnya dan menyembunyikannya di balik punggungnya.
Duar!! Cahaya itu mulai meledak, prekuenzi tinggi yang di hasilkan dari ledakan itu berhasil menyeret beberapa material seprti batu dan kerikil, Tubuh mungil Satsuki pun ikut terseret, namun Satsuki hanya mundur beberapa langkah ke belakang dengan posisi tangan menyilang, dan kepalanya sedikit bersembunyi di silangan kedua sikutnya.
Asap tebal sisa ledakan itu pun mulai menipis, perlahan penglihatan Satsukipun kian menjelas, Seseorang keluar dari sisa ledakan itu. Samar namun aura yang di bawa seseorang misterius itu cukup membuat bulu kuduk Satsuki berdiri.
"Apa ini? auranya berbeda dari lawanku tadi, jangan-jangan..." Bathin Satsuki meracau.
Cling... Sebuah cahaya kecil menyerupai bola kelereng berwarna hijau mulai muncul. Satsuki menduga bahwa itu adalah Roh permata pisis.
"Jangan-jangan lawanku di bunuh nya?" Gumam bathin Satsuki.
Syuuut... Asap mulai hilang. Ternyata Kallen muncul dengan jantannya di hadapan Satsuki.
"Hahahahahaha, kau sungguh beruntung karna Sakkon telah tiada, lawanmu sekarang adalah aku..." Ucap Kallen terkekeh. Satsuki kaget dan mulai jijik pada pria tampan bertubuh atletis itu. Rupanya di antara klan iblis, Hanya Kallenlah klan iblis yang paling tampan. Tugasnya menggoda kaum wanita, lalu mencuri permata roh pisis dari mereka. Dengan demikian, Kallen menjadi kandidat perang klan iblis yang tak terkalahkan.
"Picik? Kata-kata tak sopan itu tak pantas kau ucap untukku, aku adalah mahluk paling cantik... apapun yang aku lakukan, aku melakukannya dengan sangat indah..." Jelasnya, matanya memandang Satsuki dengan seksama. Meski Saat ini Satsuki tertutupi oleh topi bercadar.
"Heh, apa maumu?! Jika kau ingin membunuhku! Jangan salahkan aku jika serius melawanmu" Ucap Satsuki, Satsuki berlari terarah ke arah Kallen seraya mengayun pedang di lengan kanannya. Satsuki siap mencabik musuh di hadapannya.
"Hahahaha... gesit juga kau ini, tapi aku bukanlah lawan mu yang tadi kau serang, dia terlalu lemah! Aku adalah kandidat perang klan iblis... aku adalah Kallen! Kallen dari klan iblis...Hahahahaha" Tawa girang kallen nampak sangat Ringan, dan tawa itu membuat Satsuki sangat marah.
"Berhenti Omong kosong! Hyaaat!" Satsuki meloncat dan menggengam pedang mendossa itu dengan kedua tangannya hendak membelah tubuh pria tampan di hadapannya itu.
SUUUT! pedang di hempaskan ke arah kepala Kallen. Namun satu jentikan jemari Kallen mulai terdengar nyentrik "Clik" Bunyinya.
"Eh" Degup Satsuki, beberapa mili lagi pedang Satsuki hendak menebas Kallen. Namun setelah jentikan itu terdengar, tiba-tiba saja ribuan kelalawar besar berwarna hitam, dan berukuran seukuran ayam betina bergerombol menyerang Satsuki.
Plak! Plak! Plak! Kepakan sayap mereka cukup merepotkan Satsuki. akhirnya, sebelum melawan Kallen Satsuki hanya bisa menebas puluhan ribu kelalawar itu.
"Cih. Sial, merepotkan sekali dia..." Bathin Satsuki. Lama Satsuki berkutat melawan ribuan kelalawar itu hingga tak di sangka, kallen tengah mengulur waktu.
__ADS_1
"Hahahaha, seranglah mereka, sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa menang. Sebab itu adalah bagian dari hati gelapmu sendiri" Ucap Kallen.
Syut! Cruat! Beberapa tebasan membelah para kelalawar itu, tapi nampaknya tak satupun dari jumlah mereka yang berkurang sedikitpun. Kini Satsuki hanya harus memutar otak untuk melawan ilusi yang di lancarkan Kallen. Sementara Satsuki masih berkuta, Kallen bersiap membunuhnya diam-diam. Ia bersembunyi di atas pohon dan tertutupi rindangnya dedaunan. Panah emas daun persik milik nya telah siap membidik sang gadis malang itu.
"Aku tahu... cebol, kau memiliki benda-benda pusaka yang bernilai sangat malah, oleh karna itu, jangan salahkan aku jika kau mati saat ini juga. Hahahahahah,,," Panah di arahkan ke jantung Satsuki. Kini hanya tinggal menunggu waktu yang tepat bagi Kallen untuk mencabut nyawa Satsuki.
***
Di tempat lain...
Whuuuuusssshhh...
Angin berbau mawar meliuk di sekitaran singgah sana Raja iblis Nae Jime. Syuuut... Nae Jime pun mulai menampakan wujudnya dan mendengus kesal. Hanbu yang bersujud di bawah singgah sana Raja iblis Nae Jime pun mulai mendonggakan kepalanya.
"Ada apa? Kenapa tubuhmu tercabik-cabik?!" Tanya Raja Iblis Nae Jime.
"Ampun yang mulia, saya tak berani menyampaikannya" Elak Hanbu masih bersimpuh.
"Ayo katakan apa yang mau kau sampaikan, jangan bertele-tele lagi. Suasana hatiku sedang tak baik" Ucap Raja iblis Nae Jime, bibir sang raja iblis mengkrucut dan ia terlihat sangat kesal.
"Ampun yang mulia... hamba tak sengaja menemukan Huli Jing di hutan kematian, dan juga sebuah ancaman untuk kelanjutan tahta singgah sana anda sedang di exsekusi para prajurit perang klan kita..." Jelas Hanbu.
"Ancaman? Apakah itu Huli Jing?!" Tanya Raja iblis Nae Jime, ia tampak ke heranan dan juga tertarik hingga ia mngelus-elus dagunya berulang.
"Bukan hanya Huli jing, tapi juga pendekar bertubuh kerdil..." Hanbu yakin, jika buruannya itu akan membuat Raja iblis Nae Jime senang.
"Menarik. Sekuat apa pendekar bertubuh kerdil itu. Bawa aku ke sana, akan ku selesaikan semuanya. Tak ada yang boleh menggeser tahta klan iblis yang baru saja berjaya ini" Ucap Nae Jime penuh penasaran dalam hatinya. Ia merasa sedikit lebih baik, saat hendak membunuh. Lagi pula, hatinya saat ini di penuhi kekesalan.
"Bawa aku ke sana... Tempat dimana aku bisa bersenang-senang" Ucap raja Iblis Nae Jime. Hanbu oun merasa senang.
"Baik yang mulia, saya akan membawa anda kesana, suatu kehormatan bagi hamba..." Hanbu mulai mempersilahkan raja iblis itu. Lalu mereka pun menghilang menggunakan ilmu telepatty.
WHUUUUSSHHH...
"Bagai mana kelanjutannya, pertarungannya makin rumit, apakah Satsuki akan terbunuh? Apakah Huli Jing akan mati?" Yuk simak kelanjutannya...
Next Episode...
Minal aidzin walfa idzin ya para pembaca, maafkan autor receh yang selalu menggantung cerita ini.Soalnya autor kehilangan akun autor, jadi nggak bisa long in.Tpi untung masih ada di hp yang lama... sekali lagi mohon maafkan segala kekurangan autor...
__ADS_1
Bersambung...