Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Usai balas dendam


__ADS_3

Dendam Sang Putri


Part #61 -Usai balas dendam-


* * *


HIKS... Tangisan masih terdengar di tempat gelap yang jadi tempat persembunyian putri Satsuki.


" Grrrrhhhhhhhh" Erang Nae Jime.


" Hiks,,, Ibu... " Tangisan masih terdengar merengek, Setelah pertemuan pertama dan terakhir, Entah kenapa Satsuki menjadi wanita yang lemah, Ia seakan tak punya tujuan hidupnya, Kali ini ia benar-benar drop.


" Hentikan tangisan mu! Kau terdengar berlebihan! Kau sungguh Cengeng, Aku sangat tak suka" Ucap Nae Jime.


" Hiks, Jika kau tak suka, Cepat keluarlah dari tibuhku, Lagipula aku tidak membutuhkanmu! Jika dari awal aku tahu, kau adalah penyebab segala kemalangan hidupku, kau sudah ku bunuh dan ku musnahkan, Hik Huhuhu" Tangisan kembali terdengar di sela-sela amarah yang mulai mengapi-api.


" Haisss... Itukan cerita lama... Untuk apa kau menangis, Lagi pula... Tangisanmu takan membawa ibumu kembali kesisimu"


" Hentikan Ocehan mu itu! Kau takan pernah mengerti bagai mana rasanya hidup tanpa kluarga! Huhuhu. Lagi pula kau bukan manusia! Kau adalah Raja iblis yang tanpa sengaja terkurung dalam tubuh manusia"


" Hahahaha, Siapa bilang... Aku juga tidak terlahir langsung menjadi Raja iblis, Sebelum menjadi Raja iblis, Aku pun terlahir dari bongkahan batu istimewa. Hanya aku yang terjatuh di Pulau iblis kegelapan hingga aku dilantik menjadi kandidat iblis kejam yang harus memusnahkan klan manusia... Aku memang tak tahu bagai mana rasanya punya kluarga , Tapi bagiku... kebangkitan Klan ku adalah kebahagiaan besar untuk Para pengikutku... hahahaha, Jika saja kau tak memiliki batu istumewa itu. Maka aku akan senang masuk kembali kedalam ragaku, Meski harus melawati berbagai ritual yang terlarang" Jelas Nae Jime.


" Terkutuk! Gara-gara kau! Ibuku meninggal! Seandainya ibuku tidak pernah mengandungku! Dia mungkin akan hidup bahagia"


" Hahahahaha, Kau sungguh bodoh, Jika ibumu tidak mengandungmu, Kau juga takan pernah terlahir kedunia ini dasar bodoh!'


" Nae Jime! Kau keterlaluan! Kau sangat menyebalkan! Aku sungguh benci sekali padamu!"


" Sudahlah, berhenti merengek, Jika kau mau, Aku akan mengantarmu menuju Istana Langit, Tempat dimana ayahmu berada" Jelas Nae Jime. Tiba-tiba rasa sedih di hati Satsuki mulai berubah menjadi rasa penasaran yang cukup besar.


" A-ayah?"


" Yah, Ayah... apakah kau heran dengan nama itu?"


" Kenapa ayahku ada di istana Langit? khayangankah?" Tanya Satsuki Ragu.


" Hais... aku sebal jika harus mendetailkan masalah ini, Cukup kau tahu sajalah, Ayahmu adalah seorang petapa tahap dewa, Ia telah di tetapkan sebagai Dewa kebijaksanaan yang telah membuang hasrat duniawi. Dan kini ia tinggal di istana lagit"

__ADS_1


" Ibuku sungguh hebat, Ia memiliki suami seorang dewa, Cih, Aku hebat juga... Ternyata aku adalah keturunan Dewa..."


" Dia adalah kakakku! Jadi kau harus memanggilku paman!" Jelas Nae jime.


" Cih. Menyedihkan, Aku terlahir sebagai anak dari seorang dewa, Dan kau adalah Raja Iblis. Kau harus tunduk padaku . Iblis bodoh!"


" Kau sangat sombong! Berhentilah berargen denganku! Ayo segera berangkat, Aku ingin tahu kabar Kakakku, Bagaimana nasibnya seakarang, Apakah dia tetap bodoh seperti dulu?"


" Benarkah? Cih, Berhenti menjelek-jelakan ayahku! Jika bicara lagi, Maka aku akan memusnahkanmu sekarang juga!"


" Hahahahaha, Akhirnya... Kau kembali pada dirimu yang dulu, Meski kau tak memiliki ibu, Tapi kau juga masih memiliki Seorang ayah kan" Bujuk Nae Jime.


" Benar juga... Setidaknya aku tidak terlahir sebatangkara, Rasa kesepian itu cukup kurasakan di abad dua satu saja, Didunia ini ... Aku hanya harus memperbaiki nasibku sendiri" Jelas putri Satsuki ia mulai berdiri dan segera berbenah.



" Ayo kita pergi!" Ucapnya.


Putri satsuki mulai bangkit, Jenazah ibunya masih tertata rapi di menara tujuh pagoda suci dan masih di jaga Naga Agung Jade Long, Kini Satsuki mulai mengeluarkan Spirt Nya untuk segera terbang menuju Ke Kahayangan.


" ICE! Keluarlah!" Pekik Satsuki.


KOAAAAKKKKK!!!


" Master, Kau sudah baik-baik saja?" Tanya Ice khawatir.


" Ya, Mari kita berangkat"


" Baik, Kemana kita akan pergi?" Tanya Ice Ragu.


" Kita akan pergi ke kayangan, Aku ingin bertemu dengan kaiskar langit dan menemui pria yang jadi ayahku" Jelas Satsuki.


" Apa!! Koaaaakkkk! Ampun master! Aku sungguh tidak berani..." Ucap Ice Seraya mulai turun dan menapaki tanah kembali.


" Hei! kenapa? Kenapa kau malah turun! Ayo berangkat! Apakah ucapanku kurang jelas untukmu?!" Satsuki mulai marah, Alisnya terangkat dan amarahnya kembali memuncak.


Ice menekuk wajahnya. Penuh rasa takut melikupi hatinya " Ampuni aku... Ampuni aku master, Aku sungguh tidak sanggup untuk Naik ke kayangan, Aku adalah mahluk kotor, Aku belum menempuh tahap dewa, Sebaiknya aku tinggal dalam cincin ruangmu dan menerima hukuman berat dari mu master!" Keluh sang Best.

__ADS_1


" Bodoh! Siapa yang kau takuti! Aku ada di sampingmu!"


" Sekali lagi ampuni aku master!" Ucap Ice merengut.


" Haaiiisshhh! Kau sungguh tak berguna, Kalau begitu... Masuklah, Terima hukumanmu, Jangan sampai menyedot energiku selama satu pekan!" Jelas Satsuki seraya memperingatkan.


" Ap! Ahk! Ba-baik ma-master!" Ice terbata-bata, Ada rasa kecewa di hatinya


Hiks, Master kejam, Bagaimana aku bisa bertahan tanpa makan? Energimu sangat berharga untuk regenerasi sel di tubuhku untuk selalu menyimpan cadangan makaanan hiks! Tangis Ice.


Whoooossshh! Ice mulai masuk ke dalam cincin ruang sang master dengan hati kecewa, Sedangkan Satsuki yang mulai ada di bibir Goa persembunyian mulai merasa bingung.


" Nae jime, Apakah kau mendengarku?" Tanya putri Satsuki.


" Hmmmm, Aku dengar jelas, Sekalipun kau bicara di dalam hatimu sendiri"


" Katakan! Bagaimana caraku untuk bisa berangkat menuju Khayangan tempat ayahku tinggal?" Tanya Satsuki seraya mendonggakan wajahnya ke arah langit cerah di pagi itu.


" Hmmmm, Biarkan aku berpikir sejenak" Balas Nae Jime.


" Nae jime, Apakah ayahku tampan? Apakah dia kuat? Atau malah dia berwibawa sepeti mendiang ibuku?"


" Haiiissh! Bisakah kau dia sebentar, Aku sedang berfikir cara bagaimana kita bisa berangkat menuju istana itu. Haaah... Diamlah, Biarkan aku berfikir Oke!" Pinta Nae Jime.


" Cepatlah, Jangan Lama-lama"Balas Satsuki.


Seraya matanya menyorot ke langit cerah pangi itu, Hatinya terus bergemuruh. Ada rasa rindu di dalam benak satsuki.


Ayah...Apakah kau akan mengakui ku sebagai anakmu? Kenapa aku sangat khawatir, Kenapa aku merasa bahwa aku takan bisa bertemu denganmu, Perasaan ini sama dengan perasaan ku saat aku ada di abad Duapuluh satu, Perasaan tersiksa saat aku tahu bahwa orang tuaku membuangku bgitu saja. Meski kenyataannya adalah sebaliknya. Mereka membuangku hanya untuk menyelamtkanku...


" Hahahaha, jika Best Spirtmu tak berguna, Aku sarankan pakai bast sprit milik ibumu saja? Jade long akan sangat berguna, Kau adalah anak dari tuannya, Dia akan sangat berguna bagimu"


" Begitukah?"


" Tentu saja, Aku sangat Yakin, dan aku berani bertaruh jika dia akan sangat membantumu"


" Kalau begitu, Secepatnya kita pergi menuju Menara Tujuh pagoda suci itu, Aku sungguh tak sabar ingin tahu siapa ayahku yang sebenrnya, Dia pasti sangat tampan"

__ADS_1


" Hais, Tapi dia tak setampan aku " Jelas Nae jime. Akhirnya, Satsuki kembali memanggilIce dan segera terbang menuju tempat yang di inginkan satsuki.


* Usai Balas dendam The End-


__ADS_2