
Saat itu seseorang terlelap tak sadarkan diri, itu adalah putra mahkota yang tergeletak di samping jasad seseorang yang paling ia hargai. Tetua Li sung telah tewas secara tragis di medan pertempuran. Sedangkan Huan Lan dan Guru besar Young tengah berkutat melawan dua klan iblis yang cukup merepotkan, ia adalah Sakkon san Hong Lian. Pertarungan besar terjadi di hadapannya hingga membuat ia tersadar "Nghh..." Lenguhnya memegangi kepalanya. Sesaat pandangan kabur mulai membuatnya bingung.
"Adaa apa dengan ku..." Tanya putra mahkota menyimak keadaan. Dengan tubuh lemas lunglai, ia pun berusaha berdiri.
"Ini..." Matanya benar-benar menyimak setelah menelisik area hutan itu.
Ini... bukankah ini adalah medan perang? Rupanya ini bukan mimpi... kami belum benar-benar memenangkan peperang ini. Bathin Qiang Gu menggumam.
Mata Qiang Gu menatap dua punggung tegap yang berkutat menyerang masing-masing lawan. Sementara tak sengaja matanya teralihkan ke bawah kakinya. Ia pun membuka matanya lebar-lebar.
"Tetua Li... Sung..." Bisik Qiang Gu tak percaya, entah kenapa matanya mulai berkaca-kaca ketika ia menyimak bahwa tetua Li sung memang telah tewas.
"Tidak... apa yang terjadi pada mu tetua?!" Tanya Qiang gu menurunkan tubuhnya untuk berjongkok dan meraih tubuh sang tetua.
"Bangunlah... tetua bangunlah, perjuangan kita belum berakhir. Ayo bangun! Banguuuuuu! Aku memerintahkan mu untuk bangun sekarang! Tetuaaaa! Hiks... kenapa klan iblis harus bangkit dan merenggut semua nyawa. Kenapa kita tak pernah hidup saling berdampingan. Hiksss.. Aagghh! Aku janji... tetua, tenanglah di sana, Aku janji padamu. Aku akan mengalahkan klan iblis dan merenggut kemenangan agar kita bisa tentram kembali!" Imbuh Qiang Gu. Ia mulai bangun dari keterpurukannya lalu berdiri menantang dunia.
__ADS_1
Pria buta, guru besar Young. Berjuanglah... maaf!! aku akan pergi tanpa memberi tahu kalian. Sebab aku tak mau membuat kalian khawatir hingga membuat kalian tak pokus dalam menyerang. Kakak Lee dong feng pasti tahu. Dimana kelemahan iblis pembangkit jiwa itu. Aku akan mencarinya sekarang! Bathin Qiang Gu. Ia mulai melompat kabur dari pandangan Huanlan juga guru besar Young.
Sementara pertarungan Guru besar Young melawan Sakkon berlangsung sengit. Huan Lan telah berhasil membunuh Hong Lian hanya dengan satu kali tebasan pedang miliknya.
"Hosh! Hosh! Akhirnya, aku berhasil membunuh wanita sial yang hampir saja membunuh anakku" Pekik Huan Lan. Ia mulai menurunkan pedangnya dan segera menyetabilkan napasnya.
Trang! Trang! Pedang yang saling beradu di udara itu masih terdengar antara pertarungan Sakkon dan Guru besar Young.
"Payah! Akan ku bantu!" Ucap Huan Lan menyerang Sakkon dari belakang.
Syuut! Ia menjauhi pertarungan itu dan memilih beralih ke batang pohon berikutnya.
"Heh! Jangan kabur kau! Aku tak akan pernah memaafkan kau Sakkon sang klan iblis!" Ucap guru besar Young mengehempaskan telapak tangannya hingga bongkahan batu es pun mulai menghujani tubuh Sakkon.
"Apa!! Sial!" Sakkon berusaha kabur namun... Pletek! Pleerttrkkk... pohon yang ia pijak mulai berubah menjadi es. Dan es itu merambat ke kaki Sakkon.
__ADS_1
"Apa!!" Pekik Sakkon panik saat es di kakinya merambat ke pinggang hingga tubuhnya begitu cepat, bahkan ia tak bisa kabur.
"Kau harus membayar mahal kematian Li sung sahabatku!" Bentak Guru besar Young. Ia mulai meraih kertas mantra di balik pakaiannya.
Kertas mantra kuning mulaindi ambilnya, sang guru segera menggit jemarinya lalu menuliskan sebuah mana Sakkon! Di kertas mantra itu.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sakkon panik, ia berontak sekuat tenaga untuk kabur. Namun langkah guru besar Young kian dekat dan dekat saja. Hingga membuat Sakkon tak berdaya. Kini... Guru besar Young hanya bisa menekan kertas mantra itu di jidak pria itu. Dan akhirnya, Sakkon pun tersegel di dalam kertas tersebut setelah guru besar Young mengucapkan mantra penyegelan klan iblis.
"Tidaaaaakkkkkkkkkkkkk! Kata terakhir yang terdengar setelah Roh Sakkon masuk ke dalam kertas itu. Huan Lan tersenyum di kejauhan "Heh, tak ku sangka... semakin tua kemampuanmu bukannya semakin minim... tapi malah semakin kuat dan berkembang pesat. Aku sampai terpana... tak ku sangka, aku akan bertemu lagi dengan guru masa kecilku ini" Imbuh Huan lan tersnyum dengan mata berbinar.
"Hentikan lah ocehanmu. Sebaiknya bantu aku memakamkan Li sung dengan layak" Pinta Guru besar Young. huan Lan mengangguk dan mereka mulai melangkah ke arah dimana Li sung juga putra mahkota tergeletak. Namun saat mata mereka menyimak, tak di sangka seseorang telah hilang hingga membuat Huan Lan terbelalak.
"Apa! Kemana putraku! Jangan-jangan dua iblis itu hanyalah jebakan saja?!" Tanya Huan Lan kaget. Begitupun guru besar Young...
Bersambung...
__ADS_1