Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Berjuang bersama


__ADS_3

Satsuki dan kawan-kawannya berkutat melawan para klan iblis yang mulai menyerang. Pertarungan besar di hutan iblis itu telah berlangsung beberapa saat yang lalu. Mereka mempertahankan nyawa dan kemampuan yang ada pada diri mereka hanya untuk menukarnya dengan sebuah kemenangan.


Suasana genting saat ini terjadi di setiap bagian hutan kematian itu, terutama di hutan bagian barat. Dimana di sana ada Qiang Gu yang usai di keroyok oleh ke tiga klan iblis merepotkan itu. Untung saja sang pria buta datang tepat waktu hingga nyawa Qiang Gu bisa terselamatkan.


Sakkon, Kallen dan Hong Lian bukanlah lawan yang mudah di hadapi, Apa lagi oleh seorang pria buta yang baru saja tiba, ia tertatih di samping Putra mahkota yang bernama Qiang Gu. Pria buta itu nampak sangat serius saat menghadang lawannya, ia pun memegang pedangnya erat, Sembari menyiapkan kuda-kuda yang paten.


GRAP! Pria itu mulai membagi tugasnya, ia memilih melawan Sakkon dan Kallen. Sedangkan Qiang Gu... Mulai melangkah ke arah Hong Lian dengan sorot mata tajamnya.


"Hati-hatilah... lawan kita bukanlah klan iblis sembarangan, mereka adalah jelmaan dari jurus pemanggil jiwa milik Cang Un. Jika kita tahu tempat Cang Un yang telah menggendalikannya mereka, maka kita bisa saja menghentikan serangan mereka" jelas Pria itu. Qiang Gu pun mengangguk diam. Ia masih sangat ragu pada pria di sampingnya itu.


Nampaknya ada yang geram oleh kata-kata pria buta itu hingga ia pun mulai menyerang ke arah salah seorang pria itu "Berhenti mengoceh! Hyaaaah!" Sakkon meloncat dan mengarahkan ujung pedang itu ke arah Qiang Gu, tapi pria buta itu sigap menangkis serangannya dan menyeret pedang Sakkon lalu menghempaskannya kuat "Zrrrrrttttt!" Sakkon terhempas dan mundur beberapa langkah ke belakang, Pria buta itu kembali melompat bersalto dan mendarat di samping Qiang Gu lagi.


"Paman! Anda baik-baik saja!" tanya Qiang Gu. Pria buta itu menoleh ke arahnya dan ia pun mengangguk.


Paman katanya? Heh... apa yang ku harapkan? Mana mungkin, ia mengakuiku sebagai ayahnya... hal itu takan pernah terjadi bukan? Sungguh! Apa yang ku pikirkan?" bathin pria itu.


"Ya. Aku baik-baik saja!" Balas Pria itu tersenyum mengembangkan pipinya seraya menghempaskan pedangnya.


"Keterlaluan!" Teriak Sakkon kembali meloncat dan mengarahkan pedangnya ke wajah sang pria buta.


Syut! Satu tangannya menepis kembali serangan Sakkon dengan sangat enteng bahkan terlihat tanpa tenaga.


Trang! Pedang itu menangkis serangan Sakkon yang bertubi dan tiada henti. Qiang Gu sungguh terpana pada pertarungan pria itu. Meski pria itu buta, tapi nyatanya setiap tangisan yang di lesatkannya mengenai pas ke arah musuh dan tepat sasaran. Bahkan ia tak terlihat kewalahan sedikit pun.


"Paman yang hebat!" Ucap Qiang Gu. Hong lian tersenyum menatap Qiang Gu dan mulai menggumam "Jangan lengah! Lawanmu adalah aku sayang..." Bisik Hong Lian nyaris tak terdengar. Lalu Hong Lian tiba-tiba merubah dirinya menjadi ribuan kelopak bunga lotus merah, dan hilang tertiup angin, lalu kemudian. Tubuh Hong Lian pun mulai kembali utuh dan menghadang Qiang Gu dengan pedangnya.


Syuut! Pedang itu di tusukkan begitu saja ke arah dada Qiang Gu, "Apa?!" Qiang Gu kageya hingga terbelalak, namun Qiang Gu secepatnya menghindar mundur menggeserkan dadanya ke belakang sigap "Sreeet!" Sebagian pakaiannya terpotong pedang "Akh!" Lenguh Qiang Gu terperanjat. Hong Lian tersenyum menyeringai, "Wah wah... dadamu bagus juga, putih dan berotot, aku sangat menyukai gayamu" Ucap Hong Lian, Qiang Gu segera menutupi dadanya dengan kelima jarinya seraya menggigit bibir bawahnya geram. Hong Lian pun mulai memutar tubuhnya ke arah samping Qiang Gu lalu ia kembali menyerang Qiang Gu.


Trang! Arahan pedang yang di lesatkan Hong lian terbaca dengan jelas oleh mata Qiang gu hingga serangan itu berhasil di tangkis oleh Qiang Gu dengan kepiawaiannya dalam melakukan teknik pedang.


"Keterlaluan!" Pekik Qiang Gu marah besar.

__ADS_1


"Sruuppt,,, Pria seperti mu yang aku cari selama ini... putra mahkota kerjaan kui yang tampan, aku... sungguh menyukaimu!" Hong Lian menjulurkan lidahnya dan menjilati satu jari telunjuknya, matanya berbinar di iringi senyuman manis. Ia menatap Qiang Gu penuh ke hausan.


"Kau sungguh menjijikan!" Teriak Qiang Gu menyerang ke bagian vital Hong lian yaitu jantungnya.


Jleb! Qiang Gu menusuknya "Berhasil!" Bisik Qiang Gu, tapi nyatanya sepeti biasa, tubuh Hong Lian kembali berubah menjadi ribuan kelopak lotus merah dan berpindah tempat seraya angin berhembus.


"Hahahaha, sayang sekali... wajah tampanmu itu rupanya memiliki hati yang cukup garang juga... Tapi, entah kenapa aku sangat menyukaimu, wahai pria tampan yang menggairahkan" Tawa hong lian mengiringi kegagalan Qiang Gu yang hampir tak bisa menyentuh Hong Lian.


Mahluk menjijikan! Dia berusaha mempermainkanku!" Batih Qiang Gu marah.


Whuuuassshhhh! Angin kembali berhembus menerbangkan kelopak bunga lotus merah milik Hong lian "Hahahahaha, Kita lihat... apakah pesona ku ini masih saja tak bisa membuyarkan lamuanmu... Hohoho, sayang aku datang!" Bisiknya tiba-tiba, dalam pertarungan Hong Lian melawan Qiang Gu.


Hujan kelopak lotus merah mulai memenuhi arena perang di hutan kematian itu.


"Apa ini" Qiang Gu siaga menelisik sekeliling "Hutan persik?!" Tanya Qiang Gu. Sihir Hong Lian membawanya ke sebuah tempat yang indah. Tempat itu di penuhi dengan ribuan lotus merah yang indah. Bunga pesik yang tengah bermekaran menambah indah suasana hutan itu.


"Tunggu! Bagai mana bisa aku ada di sini! Bukan kah saat ini aku sedang ada dalam sebuah pertarungan besar?!" Bathin Qiang Gu.


"Hiks... Hiks..." Suara tangisan yang menyentuh mulai terdengar di hutan tersebut. Qiang Gu mulai membuka matanya lebar-lebar.


"Siapa?! Siapa di sana?" Tanya Qiang Gu, ia mulai memasukkan pedangnya ke dalam sarung pedang dan melangkah pelan seraya mencermati, dimana suara itu terhenti.


"Hiks... jangan pergi, aku tak bisa hidup tanpamu, kembali..." suara indah yang terdengar mengiris hati itu sangat Qiang Gu kenali.


"Putri... putri Satsuki?! Kau kah itu?!" Tanya Qiang Gu berlari menghampiri sosok wanita berambut merah ke emasan, ia memegangi perutnya yang di penuhi darah merah yang segar.


"Ah! Putri!" Teriak Qiang Gu terbelalak, matanya membulat sempurna bak hendak keluar dari tempatnya.


"Jangan! Jangan pergi!"Teriaknya meraihkan satu tangannya ke arah atas. Qiang Gu pun menghampirinya" Putri! Apa yang terjadi?" Tanya Qiang Gu gelagapan.


"Ah! Pangeran... tolong, kembalikan... jiwa gelap itu dalam tubuhku!" Balas Satsuki tak berdaya, ia tampak lemas dan sangat pucat.

__ADS_1


"Be-bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu! Kenapa kamu bisa terluka separah ini!" Tanya Qiang Gu gelagapan, ia tampak syok dan panik.


"Aku, Uhuk! Aku tak sanggup lagi... aku tak bisa bertahan lebih lama lagi! Uhuk!" Satsuki muntah darah beberapa teguk, dan itu membuat Qiang Gu makin panik dan sangat gelisah.


"Bertahanlah! Aku pasti akan menyelamatkan nyawamu! Aku akan menghentikan pendarahanmu! Tunggulah!" Pinta Qiang Gu sedih, matanya berkata bahwa ia sungguh khawatir pada gadis di depannya itu. Hingga ia tak bisa membendung air matanya.


"Hik! Kenapa ini terjadi lagi padamu! Aku tak akan membiarkan mu pergi untuk kedua kalinya. Aku tak akan membiarkan semua itu terjadi! Bertahanlah!" Teriak Qiang Gu berusaha menyadarkan Satsuki agar ia tak tertidur


"Ke-kenapa? Kenapa kamu menangis untukku..." tanya Satsuki menatap sayu Qiang Gu. Lengan lentik yang penuh darah itu mulai meraih pelipis Qiang Gu dan mengusap air mata Qiang Gu lembut.


"Hiks..." Seguk Qiang Gu saat ia tak bisa menahan emosinya.


"Kenapa? Kenapa kamu mau menangisi wanita sepertiku...?" Tanya Satsuki lagi.


"Itu karna... karna kau adalah kakakku... Maka! Bertahanlah..." Jelas Qiang Gu menekan luka di perut Satsuki.


Satsuki menurunkan atensinya dan meraih lengan Qiang Gu yang sedari tadi menekan lukanya "Maafkan aku karna sangat merepotkanmu... tapi, aku harap... Kamu bisa tersenyum dan menghapus air matamu itu. Tangisilah, wanita yang kamu kagumi... Karna itu akan sangat berharga untukmu!" Jelas Satsuki dengan suara parau yang hampir hilang.


"Putri! Bertahanlah! Aku! Aku tak ingin kehilanganmu lagi..." Qiang Gu tak bisa menyembunyikan emosinya, ia amat takut saat kehilangan Satsuki.


"Aku hanyalah kakakmu....kepergianku takan membuat luka dalam di hatimu! Qiang Gu... selamat tinggal, semoga kita bisa bertemu lagi di kehidupan berikutnya" Ucap Satsuki seraya melemah dan tak sadarkan diri.


"Tidak! Tidak putri... tidak! Tidaaakkkkk! Aku tidak akan membiarkan mu pergi! Kembali! Kembali... Hiksss... Ahhhhhh! Aghhhhh!!!" Jerit Qiang Gu memeluk tubuh lesu penuh darah yang tak berdaya itu.


"Aku, aku... aku tak bisa membiarkan mu pergi putri, bangunlah... Aku tak bisa hidup tanpamu... Aku sungguh menyukaimu! Bangunlah putri! Bangun! Hikss... Hikss! Aggh!" Ungkapan Qiang Gu yang tak seharusnya itu mulai terlontar, saat ia dapati tubuh Satsuki yang sudah terkulai tak berdaya.


Qiang Gu terpuruk dalam sebuah tangisan yang tak bisa reda begitu saja...


Next episode...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2