
Qiang Gu bersama guru besar tengah berjibaku memusatakan pikiran dan hatinya di dalam sebuah Formasi bulat spiritual.

Mereka melakukan itu untuk menyiapkan kekuatan Spiritual energi alam yang masih murni, hingga energi tersebut akan berdampak efektif untuk melawan klan iblis.
Jika para guru besar dan tetua li sung juga Pangeran Qiang Gu, tengah bersemedi untuk menyiapkan energi untuk menghalau aura kegelapan klan iblis yang makin kuat, setelah kebengkitan Raja iblis kegelapan. Maka, Pangeran Tang Jan Jhu tengah berkutat bersama para medis untuk membangunkan pangeran Pertama dari mati surinya.
Para pihak kerajaan bersama para tabib tengah berusaha menyembuhkan pangeran Tang Yuan Cheng, Sebab hanya ia yang tahu kunci keberadaan putri Satsuki. Karna pangeran Tang Yuan Chenglah yang bisa memasuki tujuh pagoda suci.
"Bagai mana tabib?" Tanya Kaishar Tang. Sang tabib yang tengah berusaha itu belum bisa menjawab. Ia menekan-nekan sebuah benang transparan yang telah ia ikatkan di pergelangan tangan pangeran Tang Yuan Cheng.
"Belum ada tanda-tanda bahwa pangeran akan bangun lebih awal, detak jantungnya tetap saja lemah" Jelas Sang tabib, Kaishar tak puas dan mulai marah "Keterlaluan! Siapa yang menyebabkan putraku jadi seperti ini! Padahal seluruh kerajaan di daratan Monster sedang di pertaruhkan! Hanya Putri Satsuki yang bisa menyelamatkan kita!"
Pangeran Tang Jan Jhu pun mulai mendekati ayahnya yang tampak bimbang itu "Yang mulia, apakah saya bisa mencoba pergi ke sana?" Tanya Pangeran Tang Jan Jhu. Kaishar yang ragu pada kemampuan sang pangeran itu mulai melerainya "Tidak boleh! Aku tak mengijinkan mu untuk pergi! Jika saja ada Lee dong Feng, sudah pasti kita takan susah ini"
"Tapi Yang mulai, kenapa kau tak coba membiarkan ku untuk pergi, bukankan saat ini keadaan nya sedang genting? Kita harus bergegas mencari keberadaan putri Satsuki. Ibu suri bilang batu Mistis itu ada di genggamannya"
Kaishar menekan kepalanya yang terasa sangat sakit itu "Haisss. Ini adalah salah Coi hong nam dan Coi mo sha! Mereka sengaja membuka Segel Ratu Kuai dan menurunkannya pada bayi tak berdosa itu! Seandainya saja saat itu, Coi Mo Sha membiarkan Jiwa gelap Raja iblis mati bersama putri Kuai Sammoro, sudah pasti cetitanya tak akan serumit ini! Haiiis..."
"Tapi sekarang tak ada gunanya menyesali masa lalu. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mengambil batu mistis itu, lalu memancing sang Raja iblis untuk datang. Setelah itu, akan mudah bagi kita untuk menyerangnya. Apa lagi aku tahu... setelah bangkit dari kematian, kekuatannya akan berkurang, dan cenderung lemah... " Balas Pangeran Tang Jan Jhu.
__ADS_1
"Kau benar, tapi aku tak ingin kehilangan putraku lagi. Setelah kepulangan Pangeran peratama, aku tak ingin kepulangan putra keduaku dalam keadaaan yang sama, apa lagi salah satu anak lainnya entah berantah, Ia tak pernah kembali lagi(Lee dong feng)" Kaishar menekuk wajahnya pertanda sedih. Kemudian Tang Jan Jhu mulai bersimpuh di hadapan Ayahnya "Serahkan misi penting ini padaku. Yang mulia" Ucap Pangeran ke-2 penuh keyakinan.
Kaisharpun meraih pedang dari sarungnya dan menempelkan pedang tajam itu di bahu putranya. Wajahnya sedih mulai terlihat tegas "Aku akan memberkatimu!! Kelak, Setelah penobatan putra mahkota menjadi raja. Aku akan mengangkatmu menjadi wakil raja (putra mahkota)" Jelas sang Kaishar. Tang jan jhu mulai berdiri dan menunduk "Terimkasaih Yang mulia" Seraya memberi hormat.
"Pengawal! Bersipalah, kawal pangeran ke dua menuju menara tujuh pagoda suci! Pastikan, pangeran ke-2 pulang dalam keadaan baik-baik saja!" Ucap Sang kaishar.
"Baik yang mulia!" Sigap para pengawal mulai berjejer di delakang pangeran ke-2 dan bersiap mengawal.
Pangeranpun mulai beranjak dari istana kekaisaran Tang dan mulai keluar dari gerbang utama kerajaan tersebut di iringi beberapa puluh pengawal istana di belakangnya. Merekapun bergegas menuju menera tersebut menggunakan kuda tunggang.
DI TEMPAT LAIN...
"Hosh! Hosh! Hosh!" Suara nafas terengah dan langkah yang oleng. Ia melompat dari satu atap ke atap lainnya seraya memegangi dadanya yang terasa amat nyeri. Beberapa kali ia pun memuntahkan beberapa tegukan darah. Tapi meski ia tampak menderita, nyatanya pria buta itu enggan menghentikan langkahnya.
"Uhuk! Master, aku datang!" Ucapnya. Ia mulai rangkak menaiki menara tersebut hingga mulai tiba di sebuah kaca jendela yang pecah akibat leparan batu oleh Satsuki saat pertama kali ia masuk.
"Aku yakin, anda pasti ada disini" Ucap Hei lianhua yakin. Iapun melompat dari atas kaca jendela tersebut dan menarat di salah satu anak tangga teratas menara tersebut.
Tak lama setelah mendarat, iapun mulai menerobos dasar anak tangga dan melompat terjun bebas. Tak berfikir panjang, Hei lianhua memeprtaruhkan nyawanya hanya untuk seorang wanita yang ia juluki master itu. Meski sejak mencium baunya, ia tak menemukan tanda-tana adanya jiwa gelap raja iblis. Tapi nyatanya ia tak begitu perduli.
Tap! Sampailah Hei Lianhua di dasar menara tersebut "Hosh! Sial... kakiku terasa patah setelah terjun dari atas menara tadi! Uuggh... kakiku mati rasa" Bisiknya dengan kaki gemetaran. Beberapa saat ia pun terduduk. Setelah itu ia kembali bangkit dan mulai menyetabilkan langkahnya.
__ADS_1
Wangi parfum Satsuki makin menyeruat bercampur baudarah yang pekat "Master!" Ucap Hei Lianhua. Lalu Hei Lianhuapun mendekati sebongkah pintu yang amat besar. Pintu itu terlalu besar untuk di laluinya hingga ia harus memanggil bast spirtnya.
WHOOSSSH! bast spirtnya mulai muncul. Nampaknya Bast spirt miliknya terlihat lemah karna kekuatan Hei Lianhua belum pulih. Apa lagi kali ini Hei Lianhua mengalami cedera yang cukup parah.
Hei Lianhua mulai memasuki sebuah lubang yang cukup besar di pintu pagoda tersebut. Betapa kagetnya Ia saat menyimak isi di dalam pagoda tersebut. Pemandangan indah dan memanjakan matanya. Ketika ia masuk ke dalam pagoda suci ke tujuh itu. Matanya di suguhkan pemandangan yang sangat menarik, hamparan bunga satsuki mekar subur di sepanjang alas menara tersebut. Beberapa bunga sakura bermekaran hingga beberapa di antara bunga tersebut berjatuhan dan tampak sangat indah.
"Tempat apa ini?" Bisik Hei Lianhua terpana, tapi meski demikian, Ia tak hentikan best spirtnya untuk terus terbang mengarungi tempat yang menyisakan sisa parfum milik satsuki.
"Siapa di sana!" Pekik Seseorang. Hei lianhua mulai bersiap, ia meraih pedang dan menariknya terlepas dari sarungnya.
"Siapa itu! Tunjukan dirimu!" Pekik Hei Lianhua menjawab seruan dari seseorang. Suara teriakan seorang wanita itupun mulai menunjukan sosoknya. Hei Lianhua terkejut saat sosok wanita datang ke hadapannya "Lancang! Kau tak seharusnya memasuki area sakral ini!" Pekik Hong Shi.
"Kau! Kau ... bukankah kau adalah best spirt milik master Xitan?" Tanya Hei Lianhua mulai memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung yang ia ganggam.
"Heh! Siapa kau! Berani merendahkan ku seperti itu!" Bentak Hong Shi. Hei Lianhua mulai menyeringai "Heh! Aku tak datang kemari untuk bergulat! Tapi aku hanya ingin menjengenguk Masterku!" Jelas Hei Lianhua.
"Sebaiknya jika tak ada kepentingan lain, kau boleh pergi!" Hong Shi mulai mengusir maksud kedatangan Hei Lianhua ke pagoda tersebut.
"Aku tidak mau! Aku akan pastikan bahwa masterku baik-baik saja!" Hei lianhua mulai keras kepala dan terbang lebih jauh untuk menghindari Hong Shi.
"Kurang Ajar!" Pekiknya. Iapun berubah menjadi ular besar yang mengerihkan. WHOOOSSHH! siapapun tak akan bisa menghentikan kemarahan Hong Shi si ular merah bersisik Api.
__ADS_1
"Kau pikir dengan berubah wujud kau akan bisa menghentikanku? Meski tak ingin! Mari... kita bertarung!"
BERSAMBUNG...