Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Bekerja sama


__ADS_3

Putra mahkota, putri Qiang Qia dan Xing An mulai berkutat melawan para tentara boneka milik Lon ge bersaudara. Mereka turun ke medan perang untuk mencari manusia yang masih tersisa.


Bagai mana pun juga, saat para perajurit terkuat klan iblis pergi dari area itu. Itu lah waktu yang tepat untuk melawan dan memusnahkan ribuan tentara boneka yang hampir tak bisa mati.


"Adik! bisakah aku ikut bertarung dalam kelompokmu?!" tanya seeorang, Ia berlari dan melewati mantra pelindung milik para tetua. Qiang Gu yang sibuk menebas para tentara boneka itu pun menyeru "Ayo! Kita tumpas mereka! Aku yakin! Para klan iblis pergi karna mereka, akan merencanakan sesuatu! Inilah waktu yang tepat untuk bersatu! Dan menyerang mereka!!" Balas Qiang gu. Kesatria baru yang ikut turun ke medan perang itu adalah Tang Jhan Ju. Adik dari Tang Yuan Cheng (Kondisi Tang Yuan Cheng sangatlah memperihatinkan, ia belum sadarkan diri, dari serangan balas dendam satsuki di masa lampau).


"Baik! Aku akan ikut membantu kalian! Aku adalah pangeran dari kerajaan Tang. Akulah perwakilan dari kerjaanku!" Ucap pangeran Tang Jan jhu.


"Selamat bergabung kakak!" Balas Qiang gu. Mereka tak henti mengibas-ngibas pedang mereka. Apa lagi Qiang Qia dan Xing An sangat bersemangat dalam membasmi jasad-jasad jahat yang telah dirasuki mantra sihir Lon ge bersaudara, hingga mereka jadi boneka hidup itu yang hampir tak bisa mati.


Pertarungan itu membuat Qiang Gu berselera, sesekali ia lihat batang pohon besar di depan istana kerajaan Kui. ia sangat berharap, seseorang akan datang dan melihat pertarungan itu di kejauhan. Seorang pendekar berjubah putih yang sungguh hebat itu telah membuat Qiang Gu jatuh hati, ia berharap suatu saat bisa bertemu tatap muka dengan orang tersebut dan memintanya menjadi gurunya.


"Heh! Semoga saja aku beruntung dan bisa bertemu lagi dengan pendekar misterius yang telah melemparkan panahnya untuk menolongku, aku sangat berharap untuk bisa bertemu lagi dengannya" Bathin Qiang Gu.


"Hya! Rasakan ini! Aku takan memaafkan kalian yang telah merenggut nonaku dari tanganku! Hujan panah api!" Teriak Xing An seraya menarik satu anak panah dari busurnya, dan setelah panah itu terlepas lalu melesat cepat ke udara, panah-panah itu mulai berubah. Panah-panah itupun menjadi sangat banyak bah hujan di musim semi.


Jleb! Jleb! Jleb! Para prajurit boneka pun terpanah dan mulai tumbang hingga berjatuhan.


"Kerja bagus Xing an! Pertahankan staminamu!" Ucap Qiang Gu memuji. Tiba-tiba Xing an teripu saat mendengar kata-kata itu.


"Terimakasih putra mahkota" Ucap Xiang an. Xing an tersipu malu, karna terpesona oleh tatapan semangat Qiang Gu yang menurutnya sangat keren dan tampan. Xing An pun sedikit lalai hingga ia hampir tergigit boneka-boneka itu.


SRANG! Hampir tergigit dan tiba-tiba Qiang Qia datang di waktu yang tepat.


Srang! Srang! Trang! Qiang Qia terus menebasi musuh yang hendak menyerang Xing An dengan pedangnya.


"Xing An! Apa yang kau lakukan! Dasar ceroboh! Lihat lawan di depanmu! Ini adalah medan pertempuran! Sekali kau lalai, nyawalah taruhannya!" bentak Qiang Qia. Ia tampak marah atas kecerobohan Xing an. Maklum, Xing an belum bisa beradaptasi dengan medan perang itu. Hingga ia tak bisa menyetabilkan emosinya.


"Maafkan aku!" Imbuh Xing An. Qiang Gu yang hawatirpun mulai memperingatkan hal yang sama pada Xing An.

__ADS_1


"Berhati-hatilah Xing An, fokus pada apa yang ada di depanmu! Jangan melamun!" Teriak Qiang Gu. Xing An sungguh malu karna ia telah melakukan kesalahan yang membahayakan kelompoknya.


"Baiklah! Sekali lagi! Maafkan aku" Xing An kembali menyerang. Kini empat pendekar itu sibuk berkutat membuat sebuah jalan menuju kota Xi (pelelangan). Tujuan mereka adalah menyatukan kekuatan untuk melawan klan iblis. Perlawanan takan maksimal jika setiap kerajaan di tumbangkan satu persatu, tapi jika mereka bersatu... meski sedikit, tapi mereka pasti akan memenangkan pertempuran itu.


Selamat berjuang para pendekar! Lakukanlah sebuah keajaiban untuk menyelamatkan dataran ini. Bathin para tetua.


***


Jika para kerajaan memutar otak untuk melakukan strategi penyerangan balik. Maka berbeda dengan klan iblis, mereka sedang diskusi tentang hal yang tak terpuji, yakni melakukan sebuah pemberontakan besar-besaran terhadap Raja yang mereka bangga-banggakan itu.


Whuussshhh...


Raja iblis baru saja tiba, ia berjalan sedikit tertatih-tatih. Nampaknya ia terkena racun dari pedang medossa milik Satsuki, pedang kembar yang terkenal beracun itu telah berhasil melukai bahu sang Raja iblis. Lantas saja tak heran jika sang Raja iblis bersusah payah untuk sampai ke kastilnya (Istana kegelapan).


"Sial! Aku lupa, jika putri satsuki punya banyak pusaka yang tak bisa di duga. Aku yakin, dalam pedang itu mengandung racun yang mematikan!" Bathin Nae Jime. Ia sungguh menderita, saat ia bersandar di depan kamarnya. Ukkoni datang dan menyetabilkan tubuh sang raja.


"Oh kau... Ukkoni, tolong bawa aku ke kamar... aku perlu mandi darah agar aku bisa mengeluarkan racun dari tubuhku. Lakukan ritual pemandian untukku" Ucap sang Raja, Ukkoni mengangguk dan segera memapahnya kekamar yang di maksud sang raja.


Ukkoni merebahkan sang raja dan mulai membuat sebuah formasi, ia melakukan ritual pemandian berdarah separti apa yang di minta sang raja.


Ciiiing... Cahaya muncul di pemandian megah milik sang raja, dan akhirnya darah segar dengan ciri khasnya pun muncul.


Cuuurrr...


"Yang mulia... kamar pemandian anda telah siap di gunakan. Anda bisa menggunakannya sekarang" Seru Ukkoni menyarankan sang raja itu.


"Baik... aku akan segera datang" Balas sang raja iblis. Raja iblis yang berjalan tertatih-tatih itu pun mulai memasuki area pemandian. Bau amis dari darah tersebut menyeruat pekat dan memicu rasa mual saipa pun yang menciumnya "Hahahahaha, sungguh merepotkan, seandainya bukan dia yang melukaiku... Mungkin saja, dia takan ku biarkan hidup, tapi nyatanya cuma dia yang bisa melukaiku. Hingga aku harus memulihkan tubuhku ini" Gumam sang raja, ia mulai menaiki tangga dan menyibat tirai tipis berwarna merah, lilin-lilin kecil yang menerangi pemandian itupun cukup remang dan sedikit terang. Hingga saat sang raja iblis melucuti pakaiannya satu persatu hingga telanjang bulat, Ukkoni bisa lihat semua itu dengan jelas.


Dug! Dug! Dug! Begitulah, bunyi jantung ukkoni yang terdengar mendidih saat ini. Apa lagi, ukkoni tak sengaja melihat semua itu.

__ADS_1


Byur! Sang raja mulai berendam.


"Ukkoni, jangan lupa... setelah ini siapkan kain putih untuk membalut tubuhku dan membersihkan sisa darah yang nantinya terserap ke tubuhku ini" Ucap sang raja iblis itu. Dengan wajah memerah ukkoni pun mengangguk diam.


"Ung" Balasnya.


"Bagus..." Selagi sang raja menikmati pemandian itu. Ukkoni hanya bisa diam dan menunggu dengan jantung yang berdetak cepat tak teratur.


***


Di tempat lain, masih di kastil tersebut...


"Bau darah..." Ucap Long Ge bersaudara.


"Ini bukankah...." Pekik Lon Ce. Mereka celingukan mencari sang raja iblis. Hanbu mulai mendekat, ia berusaha menyakinkan kedua iblis itu agar mereka mau bergabung dengan jendral tersebut.


"Ini tidaklah masuk akal?! Bagai mana bisa kau berfikir untuk membunuh raja kita?! Bukankah ini hal yang gila?!" Tanya Cang un sinis pada hanbu.


"Tapi ini adalah jalan yang baik! Kita harus lakukan ini, sebelum kita mendapatkan penghiantan besar darinya!!" Bantah Hanbu berusaha menyakinkan ke tiga iblis itu.


"Lelucon macam apa ini! Kau memanggilku hanya untuk membahas hal yang tak penting ini denganku! Kau... Jangan sampai kau memberontak Hanbu! Kami memilihmu sebagai jendral kami, itu karna kluarga mu adalah petinggi di masa lalu. Mereka mengabdikan diri mereka di bawah kaki raja iblis. Dan kami harus hormati pilihan tetua terdahulu klan iblis!" Bentak Cang Un menjelaskan dengan nada sangat marah.


Nampaknya Hanbu murka "Baiklah, kita bongkar topeng apa yang telah sang raja pakai di belakang kita. Besok, pergilah ke hutan kematian... lalu bunuhlah pendekar kerdil berjubah hitam! Jika kalian bisa membunuhnya, maka aku akan setia pada raja ku. Tapi jika dalam misi kalian, kalian mendapatkan sebuah kejanggalan besar. Maka, kalian tak boleh menolak ambisiku ini. Kalian harus patuh dan tak menolak lagi, Keinginanku untuk membangun kembali klan klan sangat besar. Akan ku bangkitkan kejayaan klan kita" Pinta Hanbu. Cang un dan Lon ge bersaudara pun sedikit bingung. Namun nyatanya mereka sepakat.


Kini ancaman bagi hidup satsuki mulai bertambah lagi. Akankah mereka bisa menumbangkan Satsuki atas perintah hanbu?"


Next episode...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2