
Dendam Sang Putri
Part #58-Balas Dendam #5-
" Siapa yang berani membangunkan Tidur panjangku?" Tanya sang naga yang sangat mengerihkan.
" A-aku ingin menyelamatkan semua orang yang di sandra oleh Klan para iblis...!" Lantang putri Kuai.
GROOAAAAARRR! erang Sang Naga...
" Kau hanya punya dua permitaan, Setelah itu biarkan aku kembali tidur..."
" Permintaan pertamaku! Kembalikan situasi seperti semula, Situasi dimana Klan Iblis tidak pernah menyerang klan manusia!"
" Permintaan pertama terkabul"
" Kau!! Berhentilah meminta permohonan!" Tangan Nae Jime mengumpulkan kekuatannya. Ia hendak menyerang Roh naga yang telah menetralkan bangunan Klan iblis itu.
" Permintaan keduaku! Segellah Jiwa Nae Jime dalam tubuhku! Agar kelak saat aku mati! Diapun ikut mati bersamaku!"
" Apa!!" Pekiknya, Tak terima dengan permintaan kedua nya. Nad jime segera melemparkan kesaktian yang ia genggam ke arah Roh Naga agung tersebut.
" Kedua... Permintaanmu, Terkabul "Ucap Sang Naga...
Pow! Roh Naga menghilang... dan Keanehan mulai muncul...
" Hahahhaaha, Ini tidak mungkin!" Pekik Nae jime, Ia merasa Aneh saat sebagian tubuhnya membiru.
Degh! Nae jime seperti tersiksa...
" AGGHH!" Tubuh Nae jime terjungkal dan tergeletak di singgah sananya, Sedangkan Jiwanya menderita saat tersedot oleh tubuh Putri Kuai.
Kiiiieeeeett! Blam! CREK! CREK! Seperti Pintu mulai tertutup dan mengunci sendirinya.
" Agghhhhhh! Keluarkan aku dari sini!" Teriak dan berontak Nae jime.
Putri Kuai mulai terduduk lemas, Jantungnya berdetak cepat dan nampak pucat.
Berat sekali, tubuhku tak cocok menanggung Raja iblis kegelapan yang berkekuatan besar ini'! Bathin putri Kuai.
Putri kuai berbaring sesaat karna meras lelah. Setelah itu ia mulai menatap adiknya yang tergeletak di lantai bersamanya.
" Adik ku yang malang, Apa yang harus kakakmu lakukan untuk menolongmu? Katakan padaku" Ucap Putri Kuai mulai mengecup kening adiknya.
" Jade Long, Datanglah, Bantu aku pulang ke istana Kuai" Bisik Putri Kuai lemas.
Whooooassh! Angin sejuk mulai berhembus dan Putri Kuai mulai pingsan di atas kepala Bast Spirtnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Kabar gembira datang saat kepulangan putri Kuai. Para Kaishar dari beberapa kerajaan berkumpul untuk memberi ucapan terimakasih pada sang putri.
" Putri Kuai anda telah tiba?" Para Kaishar mulai berkerumun.
" Ah, Ia tapi maaf, Saya sangat lelah" Balas putri Kuai.
" Kami terut berduka cita atas kematian Kaishar Khong Marui... Maaf kami tidak bisa banyak membantu" Sendu ketiga Kaishar yang baru selamat dari mautnya.
Oh tidak... Ayah! Putri Kuai berlari ke arah paviliun milik ibunya.
Setibanya di sana, Ia Saksikan tubuh Ayahnya yang sudah terbujur kaku di atas bantalan untuk segera kremasi.
" Ayah! Hisk!" Putri Kuai memeluk ayahnya seraya menangis histeris.
" Ibu... bagai mana ini terjadi pada ayahku!" Tanya Putri Kuai.
" Ayah!" Tangis Putri Kuai mulai histeris.
Ini salahku! Ini benar-benar salahku! Aku sungguh meminta maaf, Maafkan aku ayah! Bathin Putri Kuai.
" Aku sungguh benci padamu, Kau terlalu baik! Dan aku sangat membencimu!"
" Hiks, Maafkan aku, Maafkan aku ibu... Hiks Huhuhu" Penyesalan selalu datang terlambat, Tapi... Kesigapan dan kebaiikan Putri Kuai untuk mengabdikan dirinya pada aliansi perang membuatnya tak menyesal karna telah memegang Mandat dari Gurunya dan Dewa Yulau. Untuk mengemban Misi menjaga dan melindungi Kedua batu karajaan langit yang telah jatuh ke bumi karna keserakahan manusia itu.
faviliun Putra mahkota...
Terbaring Seorang pria yang sangat pucat, Wajahnya sedikit membiru dan nampak mengenaskan. Ratu Zhang menangis tak henti. Ia begitu menderita , Dalam waktu Satu malam ia harus kehilangan dua pria yang sangat berpengaruh untuk kelangsungan kerajaan Tersebut.
" Xio! Bangunlah... Aku tak tahu, Apa yang akan terjadi pada istana ini tanpa kalian... Huhuhu" Saat Ratu Zhang menangis penuh penyesalan. Putri Kuia mulai datang ke ruangan itu untuk mengurus Pangeran Xio. Ia ingin merawatnya sebisa mungkin sebelum pangeran benar-benar Tiada.
" Ibu, Izinkan aku memerikasa keadaan Putra mahkota" Ucap Putri Kuai. Ratu Zhang yang menangis sesegukan itu mulai berdiri. Tangannya mengepal erat-erat hingga tanpa sadar sudah berkeringat.
" Ibu... Maaf, Aku harus memeriksa adikku, Sebisa mungkin aku akan menolongnya" Ucap Putri Kuai .
" Pu...tri Kuai!" Ratu Zhang mendonggakan kepalanya dan menatap sinis anaknya.
PLAK! tangannya melayang dan mulai mendarat di pipi kiri putri tersebut kasar. Seketika akibat kerasnya pukulan tersebut membuat rahang Putri Kuai berdarah.
" Apakah itu sakit?" Tanya ratu Zhang. Putri Kuai menunduk. Ia tak berani menatap ibunya yang terlihat sangat kecewa pada nya.
__ADS_1
" Kau takan mungkin merasakan apa itu sakit! Kau hanya egois pada dirimu sendiri dam ingin menghancurkan kedamaian kerajaan Kui. Tidak bisakah kau menolak saat mendapat mandat berat itu! Inilah balasannya! Inilah balasan yang sangat menyakitkan saat kau mengabdikan dirimu sendiri pada aliansi perang dan kekaisaran Langit! Persetan dengan para Dewa yang ceroboh itu! Mereka sengaja menjatuhkan dua batu iblis itu untuk mengutuk kita!" Kemarahan yang tak terbendung membuat Ratu Zhang mengukir sumpah serapahnya. Ia amat marah hingga tak bisa menurunkan amarahnya.
Ratu Zhang mulai meninggalkan putra mahkota bersama Kakaknya yang sedikit Drop.
Hahahahaahaha, Kau sungguh menyedihkan! Nae jime bahagia dalam kerangkeng besi di dalam Jiwa putri Kuai.
" Diamlah! Sekarang! Ketakan apa penawar dari Racun mu ini!"
Sudah ku bilang, Tiduri adikmu dan lakukan itu! Hahahaha, Aku tak tahan ingin membinasakan mu. Nae jime terkekeh , meski ia tak punya Rag, Tapi tubuh Putri Kuai sangat luarbiasa, Dalam tubuh itu ada kekuatan yang tak terhingga, meski Nae jime menyedotnya tanpa henti.
" Cepat katakan atau aku akan membinasakanmu!"
Hahaha, Dengan cara apa kau akan membinasakanku, Lagipula... meski kau punya pilihan, Kau tetap takan bisa memulihkan adikmu yang sebentar lagi akan tewas .
" Cepat katakan caraku mendapatkan penawarnya!"
" Hahahaha, Baiklah... Kau bisa memintanya pada Saudaraku, Ia sama-sama terlahir dari bongkahan batu! Tapi dia tinggal di kayangan. Ia telah menempuh tahap dewa"
" Nae Jime, Jangan coba mempermainkanku!"
" Aky sungguh serius, Aku belum ingin kau mati! Jika kau mati, maka aku akan hidup saat berengkarnasi kembali"
" Kay pintar juga, Jangan Sampai kau berbohong"
Putri Kuai mulai bergegas terbang menuju langit ke tujuh, Tempat dimana Saudara kembar Nae jime menempuh tahap Dewa.
.
.
.
.
Saat cerita sedang berlangsung, Tiba-tiba Putra mahkota kerajaan Tang mulai tiba di tempat peristirahatan terakhir putri Kuai. Ia tampak lelah, Mungkin tenaganya habis setelah berbaku hantam dengan Bast Spirt Putri Satsuki yang bernama Beigh.
" Putri Satsuki keluarlah!" Pekik Pangeran Tang Yuan Cheng.
Ia teriak di kejauhan, Hingga matanya mulai terhenti di bawah pohon bunga satsuki dengan peti mati yang di penuhi bunga. Seketika, Saat Gema suara timbul, Pintu Ruang di mensipun terbuka, Hingga mengeluarkan Ibu suri dan Putri Satsuki,
WHOOOSSHHH!!
CLING! Putri Satsuki kaget saat ia dapati tubuhnya telah ada di tempat semula, Iapun bergegas memutar tubuhnya untuk segera masuk kembali kedalam ruang di mesi waktu tersebut. Namun seketika...
GREEEEP! langkahnya terhenti oleh Cengkarakaman kasar Pangeran Tang Yuan Cheng.
DEGH!
-Balas dendam #5 The End-
__ADS_1