
Sebelum istirahat makan siang Tomy Sanjaya dan asisten Hendra duduk di sebuah Kafe lantai dasar apartemen nya menunggu tiga orang perwakilan agen perusahaan teh yang masih dalam perjalanan menuju ke sana.
Datang dengan tergopoh-gopoh tiga orang laki-laki itu dari parkiran apartemen menuju kafe itu menemui bos dan asisten nya itu.
Di Kafe itu mereka mengadakan rapat sejenak Tentang apa yang akan di ajukan di PT WIGUNA GROUP, rapat itu sepertinya sengaja agar orang yang mengawasi nya bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan.
Maksudnya di Kafe itu seperti biasa ada orang orang nya Leo Bardan tangan kanan dari Baron Pranoto itu yang mengawasi gerak-gerik Tomy Sanjaya dan rombongan.
"Ini kunjungan kerjanya di mana saja pak?" tanya salah seorang agen itu kepada Tomy Sanjaya.
"Kita akan mengunjungi dua tempat, yaitu PT WIGUNA GROUP dan kafe Imma" jawab Tomy cepat.
" Kok.....kafe pak?...... ada apa disana?" tanya salah satu orang agen itu lagi.
"Kita akan membuka kafe di pertengahan perkebunan teh di samping destinasi pariwisata alam yang pembangunan nya di kerjakan oleh PT WIGUNA GROUP" jawab asisten Hendra dengan jelas.
"Baiklah.... sudah siap ayo kita berangkat" pinta Tomy Sanjaya.
Mereka berangkat dengan dua mobil, yang satu mobil Tomy Sanjaya yang di sopiri oleh Hendra dan satu lagi mobil ketiga orang agen itu dalam satu mobil.
Sedangkan ada dua orang yang memperhatikan dari kejauhan rapat dari keempat rombongan Tomy Sanjaya itu langsung menghubungi bosnya.
"Mereka akan mengadakan kunjungan kerja di dua tempat bos" kata salah satu orang yang mengawasi gerak-gerik Tomy dan rombongan itu.
"Pantau terus jangan sampai lengah" perintah lawan bicara dari handphone itu.
"Baik bos...".
Setengah jam kemudian rombongan Tomy Sanjaya tiba di PT WIGUNA GROUP di sambut langsung oleh Ken, asisten Sandi dan Bastian Wiguna, sedangkan Anton tidak berani menemui nya, dia hanya ada di dalam kantor belakang kantor Bastian Wiguna tanpa perlihatkan batang hidungnya sedikitpun.
"Selamat datang di group kami pak" ucap Bastian sambil menjabat tangan mereka satu persatu bergantian.
"Terima kasih.....".
Saling memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum melanjutkan pertemuan yang sudah di agendakan itu, meeting di laksanakan selama hampir dua jam sampai mencapai kesepakatan.
Jam tiga sore mereka keluar dari PT WIGUNA GROUP beriringan menuju Imma kafe bersama Ken dan Sandi dengan membawa mobil sendiri sendiri diikuti oleh mobil Henda dan tiga orang agen itu membawa satu mobil.
Parkir dengan sempurna masuk Imma Kafe di sambut langsung oleh Bayu sebagai manager Kafe itu bersama staf dan karyawan lainnya.
Dalam kafe itu yang pertama Bayu lakukan adalah mengajak nya keliling melihat area kafe, kantor, kitchen, pantry sampai mes tempat karyawan menginap tidak luput mereka perhatikan dengan seksama.
__ADS_1
Selesai berkeliling baru dipersilahkan untuk beristirahat duduk di salah satu sudut kafe itu menikmati hidangan andalan kafe itu dengan hangat.
Diam diam Hendra memperhatikan sekeliling kafe itu untuk mencari ada atau tidaknya kemungkinan anak buah dari Leo Bardan ataupun Baron Pranoto.
Hampir sekitar setengah jam Hendra memperhatikan sekeliling tidak ada yang mencurigakan baru bergabung lagi dengan mereka dengan tenang.
"Aman bos... tenang aja" kata Hendra berbisik di telinga Tomy Sanjaya.
Tomy hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda jika dia faham yang di maksud, barulah Tomy mulai bersikap wajar dan tidak bersikap wajar dan banyak tertawa.
"Mas Ken....aku bisa bertemu dengan keluarga mu?" tanya Tomy sambil mengeluarkan paper bag dari tas kerja nya.
Ken tersenyum setelah melihat perubahan sikap Tomy Sanjaya yang terlihat drastis, tetapi sangat faham apa yang terjadi.
"Baik pak mari kita ke rumah Kami" ajak Ken sambil berdiri.
Tetapi karena kunjungan kerja dirasa sudah selesai ketiga orang agen itu minta ijin pamit pulang terlebih dahulu dengan bos nya dan tuan rumah Imma Kafe.
Tomy Sanjaya dan Hendra di ajak Ken ke rumah pribadinya, di persilahkan duduk di ruang tamu, Ken bergegas lari ke lantai atas mencari Imma ataupun Faro, ternyata Imma sedang menemani Fia bermain air saat mau mandi, dan Faro berada ruang latihan tembak.
"Honey.... cepat mandinya ada pak Tomy Sanjaya di bawah..Abi tunggu ya..."
"Tenang aja beliau belum tahu masalah Faro, ini hanya kunjungan bisnis".
Imma bernafas lega mendengar penjelasan Ken, kekhawatiran Imma tidak bisa di pungkiri jika dia sangat takut terjadi sesuatu pada Faro ataupun keluarga nya.
Ken mencium lembut kening Imma, dan meninggalkan mereka yang sedang asyik bermain di kamar mandi.
"Abi ke ruangan tembak Faro dulu ya honey..... nanti kalau sudah selesai cepat turun, pak Tomy ingin kenalkan katanya".
"Ya .... sayang tunggu sebentar".
Ken kembali turun melalui tangga dan berlari kecil menuju ruang tamu kembali.
"Pak..... istriku lagi mandi...kita keruangan putraku dulu mari......?".
Ken berjalan ke rumah bagian belakang diikuti oleh Tomy Sanjaya, Hendra dan Sandi dari belakang, sampai di ruang yang dituju di buka pintu itu perlahan disana ada Faro yang mengenakan peredam suara si telinga, memegang senjata Laras panjang sedang membidik sasaran beberapa balon kecil yang di biarkan bergerak bebas dengan jarak tiga meter dengan tepat sasaran.
"Dor....dor.... dor.... dor....dor.....dor".
Mata Tomy Sanjaya terbuka lebar, mulut sedikit terbuka dan spontan bertepuk tangan, berdecak kagum dengan kemampuan Faro yang sangat mumpuni.
__ADS_1
Hendra juga tidak kalah kagumnya, baru kali ini melihat anak kecil yang mempunyai kemampuan yang tidak biasa, bidikannya sangat akurat seperti bos nya.
"Waow...... waow..... sepertinya aku betul betul akan mendapatkan lawan yang tangguh ini" ucap Tomy mendekati Faro.
Faro yang melihat Abi nya datang bersama beberapa orang laki-laki yang tidak di kenali bergegas berlari mengambil tangan Ken mencium punggung tangan nya, dan bergantian dengan mereka satu persatu.
"Abi..... sudah dari tadi pulang lah?" tanya Faro.
"Iya bang.....ini kenalkan opa Tomy, yang dulu memiliki ruang yang isinya bermacam-macam jenis pistol yang om sandi vedio kan?" cerita Ken dengan antusias.
"Betulkah......bolehkah Abang lihat langsung suatu saat nanti opa?" tanya Faro gembira.
"Tentu.... dengan satu syarat" kata Tomy Sanjaya sambil tersenyum.
"Apa itu..... syarat nya?" tanya Faro lagi.
"Kamu harus bisa mengalahkan aku dalam bertanding menembak sekarang" tantang Tomy Sanjaya.
Merasa mendapat tantangan dari orang yang ahli Faro sangat antusias menerima tantangan itu.
Ken, Sandi dan Hendra sibuk mempersiapkan peralatan yang akan di pergunakan untuk bertanding antara Faro dan Tomy Sanjaya.
"Ayo.... kita bertanding.....?" tantang Faro.
_________________________________
Ini bonus....ku... spesial....
Khusus untuk membaca setia ku.....
Doble up hari ini..........
Tetapi jangan lupa ya.......
Like vote dan komentar nya.....
Agar lebih semangat lagi......
I love..... love.... love you all
Trims
__ADS_1