
Andri Pranoto POV
Semenjak terungkapnya penculikan terhadap Jasson putra pertamanya Andri Pranoto sudah hampir satu setengah bulan ini berada di Indonesia, tepatnya berada di apartemen yang ada di Jakarta barat bersama istri dan kedua anaknya.
Andri Pranoto berusaha keras memulihkan kondisi psikis putranya itu dari trauma yang pernah di alami saat mengalami penculikan yang di lakukan oleh rival dari papanya yaitu Theo Thanapon yang ingin menguasai dunia mafia yang sudah bertahun tahun di pegang oleh Baron Pranoto.
Anak laki-laki itu menjadi sangat pendiam sangat takut saat bertemu dengan orang asing terutama seorang laki-laki yang berbadan kekar dan berwajah sangar akan mendekatinya, badan menjadi menggigil, keringat bercucuran, muka pucat, sehingga dalam satu Minggu Andri Pranoto rutin mengunjungi psikiater wanita di rumah sakit ternama di Jakarta.
Tetapi setelah Jasson lebih nyaman tinggal bersama nenek Sarah di Bekasi, Andri sering mengajaknya kesana setelah selesai terapi, anak itu lebih nyaman dalam pelukan nenek Sarah daripada dekat dengan papa ataupun mamanya sendiri.
"Biarkan Jasson tinggal disini saja nak, aku yang akan merawat dia" kata Sarah saat mereka mengunjungi keluarga yang tinggal di Bekasi saat itu.
"Apakah tidak akan merepotkan bu?" tanya Andri dengan menatap sendu ibu tirinya itu.
"Tidak akan merepotkan, cuma kamu harus memindahkan sekolah Jasson disini" jawab Ibu Sarah dengan tegas.
Andri Pranoto hanya melamun menunduk mengingat peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini sangat menyita fikirannya.
"Dari awal aku sudah pesan nak, carilah nafkah dengan cara halal, ketentraman keluarga itu berasal dari nafkah yang halal dari kepala keluarga, mungkin kejadian itu teguran dari Allah untukmu" nasehat ibu Sarah lagi.
"Nenek tolong peluk aku" kata Jasson yang duduk di samping ibu Sarah.
Ibu Sarah memeluk Jasson dengan erat sambil bersenandung kecil sholawat nabi di dekat telinga Jasson, hati anak kecil itu begitu nyaman dalam pelukan nenek dan suara senandung sholawat nabi itu.
Jasson semakin mengeratkan pelukannya pada nenek yang jarang di temui jika tidak peristiwa penculikan itu.
__ADS_1
Ibu Sarah banyak menasehati Andri dari harus pindah ke Indonesia, membeli rumah baru di dekat rumahnya di Bekasi, berbisnis dengan cara halal, meninggalkan dunia hitam, dan memulai mendekatkan kepada yang maha kuasa.
Istrinya Andri yaitu Trisya Hamsah juga tidak kalah syok dengan adanya peristiwa penculikan yang di lakukan oleh rival dari papa mertuanya itu, sehingga dia menurut saja ketika di ajak tinggal di Jakarta baginya Jakarta sudah seperti kampung halaman kedua setelah Malaysia tanah kelahirannya.
Trisya Hamsah juga menyetujui usulan dari ibu Sarah memintanya pindah ke Jakarta mengingat di Malaysia hanya memiliki saudara kandung sedangkan kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia.
Apalagi melihat Jasson begitu nyaman dan dekat dengan neneknya, dan sepertinya Jasson akan lebih terarah pendidikan dan agamanya sehingga Trisya setuju jika putranya itu akan di asuh oleh neneknya saja daripada di lingkungan keluarganya yang tidak begitu memperhatikan masalah agama yang kuat.
Setelah sepakat antara Andri Pranoto dan Trisya Hamsah mengenai putranya Jasson, mereka memutuskan jika Trisya lah yang akan mengurus dokumen perpindahan mereka baik kependudukan ataupun pendidikan.
Hampir satu bulan juga Andri Pranoto jarang berkomunikasi dengan papanya, masih ada rasa trauma tentang penculikan itu, sehingga untuk sementara dia lebih menghindari kontak baik melalui handphone ataupun bertemu langsung.
Andri lebih memilih merenung dan bertukar pikiran dengan ibu tirinya itu daripada meminta bantuan kepada papa kandungnya, sesekali Andri juga menghubungi Leo Bardan untuk mencari informasi tentang papanya ataupun Tomy Sanjaya rival papanya untuk berjaga-jaga terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Dari Bandara internasional Soekarno Hatta Baron di jemput oleh Leo Bardan dan Lewi Cervantes, Lewi adalah ketua dan orang yang di tarik dari wilayah Indonesia bagian timur yang posisinya di gantikan oleh Ramos Sandara.
Baron Pranoto ke Jakarta karena sudah mendapatkan titik terang tentang keberadaan cucu laki-laki Tomy Sanjaya berkat kecerdasan dari Lewi Cervantes karena hampir satu bulan terakhir ini Lewi menyelidiki tentang kedekatan antara Ken dan Tomy Sanjaya.
Langsung ke markas yang terletak di daerah pasar induk Kramat jati Jakarta timur, Baron menuju ke kantornya dan duduk di kursi kerjanya.
"Ini bos laporan penelitian selama satu bulan ini mengenahi Tomy Sanjaya" kata Lewi dengan penuh kebanggaan.
Baron Pranoto membolak-balik kertas laporan itu, Foto anak berumur sekitar sebelas tahun bernama Faro Sanjaya Wiguna yang di akui anak kandung oleh Kenzie Wiguna ternyata anak dari ibu kandungnya istri Kenzie bernama ibu Lestari dan menikah siri dengan Dona Sanjaya secara diam-diam, hanya saja Lewi Belum mendapatkan informasi yang akurat mengenai tes DNA yang dia dapatkan secara diam-diam dengan mengambil sample rambut Faro saat latihan karate di sekolah.
Ternyata Lewi adalah mantan atlet karate yang sengaja mengajar di sekolah Faro selama satu bulan ini, sehingga memudahkan Lewi mengambil contoh rambut dari Faro tanpa di ketahui oleh siapapun.
__ADS_1
"Kita tunggu tes DNA terlebih dahulu sebelum bertindak, berapa hari hasil tes itu akan keluar?" tanya Baron kepada Lewi.
"Sekitar satu Minggu lagi bos akan keluar tes DNA itu" jawab Lewi dengan menganggukkan badannya.
"Baiklah kita tunggu waktu yang tepat untuk menangani masalah ini" setelah mengatakan itu Baron mengabari putranya Andri jika dia ada di markas besar di Kramat jati Jakarta.
Setelah selesai melihat laporan dari Lewi Cervantes, Baron bersama Lewi mengunjungi markas yang berada di Tangerang karena yang baru selesai di bangun gedungnya.
Andri Pranoto yang mendapat pesan dari papanya langsung menyusul Baron ke Kramat jati untuk menemuinya, tetapi sayangnya Andri tidak menemuinya karena harus ke Tangerang.
Andri masuk ke kantor papanya itu hanya Bertemu dengan Leo Bardan, saat di kantor Baron Pranoto, Andri melihat laporan yang tergeletak di meja kerja papanya itu.
Matanya Andri terbelalak lebar melihat laporan dan foto foto yang ada di meja kerja papanya itu.
"Bang Leo.....bang!" panggil Andri kepada Leo dengan suara yang sangat keras.
"Bos....ada apa teriak-teriak?" Jawab Leo penasaran.
"Ini siapa kok ada laporan anak kecil, memang papa sedang merencanakan apa dengan anak kecil ini?"
"Oooo itu, katanya cucu kandung dari Tomy Sanjaya" jawab Leo singkat.
Dalam hati Andri akan segera bertindak dengan melindungi anak laki-laki itu karena anak kecil itulah yang sudah menyelamatkan nyawanya waktu itu, tetapi harus dari mana juga menjadi bingung.
Andri ingin menunggu papanya kembali tetapi baru saja, putranya Jasson menghubungi jika minta untuk segera pulang, sehingga buru-buru Andri pamit pulang kepada Leo dan berpesan jika dia mencari papanya.
__ADS_1