Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 114 Suara Tempat Tidur


__ADS_3

Pagi ini Ken dan Imma bangun tidur kesiangan, uthi Sumi masuk ke kamar Imma tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Umi...Abi... apa-apaan ini, kamarnya seperti kapal pecah" tanya uthi Sumi heran.


Ken dan Imma justru tertawa bersama-sama, mengingat peristiwa tadi malam ada suara yang seragam antara tempat tidur dan bangku panjang.


"Eee malah tertawa bersama, ada apa?" tanya uthi Sumi lagi.


Ken yang hanya memakai celana pendek dan kaos oblong duduk di dekat tempat tidur dan menggoyangkan tempat tidur itu berbunyi "kret... kret... kret".


Dan berpindah lagi Ken berpindah ke bangku kayu panjang itu menggoyangkan lagi suaranya lebih keras dari tempat tidur itu "kreeeet.... kreeeet.... kreeeet".


Ken hanya tersenyum mengedipkan matanya kepada Imma sedangkan Imma tertawa terbahak bahak melihat ulah Ken itu.


"Kalian ini.... memangnya seperti apa gayamu olah raga malam sampai tempat tidur dan bangku mau roboh, mandi sana biar nanti anaknya Bu Yati yang baikin!" jawab uthi Sumi sambil memukul lengan Ken yang cengar-cengir dengan sindiran nya.


Ken bergegas bangkit keluar kamar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, cengar-cengir mengingat peristiwa yang lucu itu, Imma bergegas memakai baju, yang sedari tadi tidak sadar hanya menggunakan selimut saja.


"Umi...kamu dari tadi belum memakai baju, cepat pakai bajunya, dasar kau ini!" celoteh uthi Sumi sambil menggelengkan kepalanya.


Imma tertawa lepas lagi, sambil memakai bajunya dengan cepat, dan membantu uthi Sumi membereskan tempat tidur baru mempersiapkan keperluan baju Ken.


Uthi Sumi keluar dari kamar setelah rapi kamar itu, dan Ken masuk kamar dengan hanya handuk yang melingkar di pinggangnya dan rambut yang basah sedikit menetes pada pundaknya.


"Bi....ini bajunya, sini umi bantu" rayu Imma sambil menelan ludahnya memandangi dada Ken yang bidang.


Ken malah menarik tangan Imma dan di peluknya dari belakang, di tempelkan badannya lebih rapat, di gedek gesekkan di paha Imma


"Bangun lagi dianya, kita main kret....kret kret....lagi yok?" goda Ken berbisik di telinga Imma.


Imma tertawa terbahak bahak lagi sambil mendorong perlahan tubuh Ken, berlari keluar kamar sambil sedikit mengedipkan matanya.


"Ogah...malu nanti roboh tempat tidurnya, di marahin lagi sama uthi Sumi".


"Awas ya.. nanti sampai hotel, Abi akan balas dendam, tidak akan Abi biarkan umi tidur semalaman penuh".

__ADS_1


Imma berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri di kamar mandi yang dulu selalu di pakainya jika akan berangkat sekolah ataupun sore hari saat masih tinggal di kampung.


Selesai sarapan hari ini Ken mengantar Imma dan uthi Sumi ke makam almarhum ayah Hariyanto dengan membawa bunga, sesampainya di makam itu Ken membersihkan makam itu dari rumput yang mulai panjang, selesai rumputnya di hilang disiramkan bunga diatas nisan yang tertuliskan ayah Hariyanto.


Membaca surat Yassin dan doa khusus sampai selesai baru berpindah ke desa sebelah untuk gantian ke makam almarhum suami dan putranya, disana juga sama, Ken membersihkan nisan itu dari rumput yang mulai panjang, menyiramkan bunga dan membacakan surat Yassin serta doa.


Menjelang siang baru pulang ke rumah lagi, baru setengah hari rasanya uthi Sumi sudah mulai lelah luar biasa, sesekali berhenti sebentar untuk beristirahat sejenak, Imma dan Ken membantu uthi Sumi dengan telaten menuntun uthi Sumi dengan penuh kasih sayang, terkadang Uthi Sumi terkekeh mendengar celotehan Ken yang menggoda uthi Sumi.


Sesampainya di rumah mereka di sambut oleh bu Yati dan putranya di depan pintu masuk rumah.


"Mas Ken, bibi Sumi tempat tidur dan bangku panjang nya sudah saya perbaiki silahkan di coba" ucap anak laki-laki bu Yati.


Mereka bertiga yang baru datang justru malah tertawa terbahak bahak dengan ucapan yang anaknya bu Yati barusan.


"Honey....ayo kita coba" celoteh Ken sambil tertawa terbahak-bahak tetapi menggandeng tangan Uthi Sumi.


"Enak aja, jangan ngajak uthi juga kenapa menggandeng tangan Uthi?" Protes uthi Sumi sambil tersenyum memukul lengan Ken.


"Kalian sedang menertawakan apa sih?" tanya bu Yati heran.


Mereka masuk kamar masing-masing untuk istirahat, Ken langsung mencoba menggoyangkan tempat tidur itu tidak ada suara sama sekali kemudian berpindah ke bangku kayu panjang itu dan ternyata juga sudah kokoh dan tidak ada suara sama sekali, Imma hanya melirik Ken dan sesekali terkekeh dengan tingkah Ken seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.


"Ayo kita coba honey?" ucap Ken sambil berbisik.


Imma menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya, takut di dengar uthi Sumi yang berada di kamar sebelah.


"Tidak ah.. nanti umi tertawa terus, jangan sekarang ya please?".


"Terus kapan, nanti malam aja berarti di hotel, ingat harus membayar sampai pagi kalau perlu?".


"Kenapa harus begitu, memang tidak capek apa?"


Akhirnya Ken dan Imma tidur sambil berpelukan saja sampai sore, setelah bangun dan sore harinya mereka berpamitan untuk menemui Faro, Fia dan keluarga nya di hotel.


Melajukan mobilnya perlahan ke arah hotel dimana keluarga nya berada saat ini, tetapi sampai Ken melihat kafe yang di di buat mirip Imma kafe yang ada di Jakarta, tidak jadi ke hotel Ken membelokkan mobilnya ke kafe itu, memakirkan mobilnya di parkiran, bergegas turun berlari memutari mobil membukakan pintu mobil, membantu Imma turun dan menggandeng dengan mesra.

__ADS_1


"Idih.... romantis banget!" Celetuk Imma berjalan beriringan menuju kafe.


"Honey.... Abi sedang menciptakan suasana romantis, biar peristiwa yang tadi malam tidak di ingat lagi sama umi".


Imma hanya terkekeh, ditariknya kursi kafe itu, Ken mempersilahkan duduk, memesan makanan kesukaan Imma dan memulai menyuapi Imma perlahan.


"I love you.. honey, so much" rayu Ken sambil mengusap lembut bibir Imma yang terkena saos dan tersenyum manis.


"I love you to, terima kasih, membuat umi bahagia".


Banyak pengunjung yang memandangi kemesraan mereka berdua, Ken hanya tersenyum dan tidak memperdulikan ocehan orang orang yang memandangi kemesraan mereka.


Menjelang petang Ken dan Imma baru saja tiba di hotel dan mendatangi kedua putra dan putrinya itu di kamar sedang bercengkerama dengan Papi Bastian dan Mami Winda.


"Umi.... Abi... Kenapa lama banget, kangen?" tanya Faro sambil memeluk mereka berdua.


"Umi... Abi Fia tangen uda?" Celoteh Fia mengikuti abangnya.


"Iya... Umi dan Abi kangen juga sama Abang dan Fia yang cantik" jawab Ken sambil memeluk mereka berdua.


Saat bersamaan dengan mereka saling berpelukan ada pintu di ketuk dari luar perlahan lahan.


"Tok....tok....tok...".


"Bi, siapa yang mengetuk pintu?" tanya Imma kaget.


Ken berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu itu perlahan.


"Selamat malam nak Ken apa kabar, boleh kami masuk?" Kata mereka bertiga.


"OOO silahkan......silahkan masuk" ucap Ken tersenyum.


"Honey...ada tamu!" teriak Ken memanggil Imma sedikit keras.


"Siapa sayang? Jawab Imma berlari mendekati tamunya itu.

__ADS_1


__ADS_2