Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 40 Kembali Bersama


__ADS_3

Setelah pernyataan dari Ken tadi banyak wartawan yang mengangkat tangan nya untuk bertanya.


"Ya silahkan jika ada yang mau bertanya aku beri waktu 5 menit.


"Dimanakah gadis istimewa anda sekarang?" tanya salah satu wartawan itu.


"Gadisku ada di suatu tempat, nanti setelah akad nikah baru aku perkenalkan kepada anda semua" jawab Ken.


"Apakah anda mencintai nya?" tanya wartawan wanita.


"Sangat.... aku sangat mencintai gadisku" Jawab Ken mantap sambil tersenyum.


"Apa yang membuat anda tertarik padanya?" ada lagi wartawan yang bertanya.


"Gadisku itu sederhana, mandiri, dan memiliki prinsip yang kuat, tetapi agak tertutup orang nya" jawab Ken lagi.


"Maaf satu lagi pertanyaan ya" kata Ken sambil melipat kedua tangannya.


"Seandainya gadis anda melihat tayangan ini apa yang akan anda katakan" tanya wartawan paruh baya selanjutnya.


"Umi.... maafkan Abi, Tolong jangan pernah pergi dari Abi lagi, ayo kita hadapi semua bersama, bukan berdua Tetapi bertiga bersama Faro, Abi tahu umi sedang melihat tayangan ini, Abi sangat mencintai umi, letakkan lah beban yang ada pada umi di pundak Abi, letakkan lah semua kegundahan hati umi di dada Abi, umi jangan kau pikul sendiri beban itu, Abi ingin mengganti waktu empat tahun ini dengan kebahagiaan, Abi ingin mengembalikan masa masa yang sangat sulit itu dengan ceria bersama Abi, please honey come back to me, I love you so much" kata Ken dengan linangan air mata.


Bukan hanya wartawan yang ikut menangis dengan ucapan Ken sebagian besar pemirsa melihat dengan derai air mata.


Ucapan Ken yang sangat menyentuh hati dan tulus itu, juga membuat Imma menangis sejadi jadinya nya.


Uthi Sumi pun tidak kalah histeris nya menangis tersedu-sedu dengan memanggil ibu Lestari.


"Tari..... ternyata benar katamu, ada seorang laki-laki baik untuk putri mu, ada laki-laki yang tulus dan ikhlas mencintai putrimu menerima apa adanya Putri mu hu.....hu....hu..." gumam uthi Sumi di dengar jelas oleh Imma.


"Uthi.... uthi... tolong bawa Faro ke sini, tolong ajak Abi Ken kesini, umi ingin menemui mereka hu....hu...hu...?" pinta Imma sambil menangis tersedu-sedu.


Akhirnya uthi Sumi dan Imma berpelukan erat sampai mereda tangisannya.


Setelah agak tenang uthi Sumi menggoda Imma karena teringat kemarin waktu Imma tidak mengenakan pakaian nya.


"Umi... umi sudah ingat belum kemarin hanya memakai bra dan CD aja?" tanya uthi Sumi.


"Hhmmmm" jawab Imma sambil menggelengkan kepalanya.


""Dalam mimpi umi sedang di pelukan Abi kan?" tanya uthi Sumi.


"Iya uthi" jawab Imma singkat.

__ADS_1


"Itu tidak mimpi, memang semalaman Abi Ken dan umi skin to skin agar umi cepat turun suhu tubuh umi, itu karena anjuran dokter" cerita uthi Sumi.


"Jadi Abi juga ti....ti.... tidak memakai...?" tanya Imma tidak dilanjutkan.


"Ya betul, tapi percayalah Abi cuma memelukmu saja tidak lebih dari itu" langsung uthi Sumi menjelaskan.


"Tetapi benar saja dalam waktu semalam umi sembuh kan" ucap uthi Sumi lagi.


Imma hanya terdiam berarti waktu pagi itu Abi keluar dari kamar mandi baru turun dari tempat tidur, benar saja perasaan semalaman hatinya tenang, seperti ada melindungi nya dari kegundahan hati selama ini.


"Umi mengapa melamun?" uthi Sumi memanggil Imma.


"Uthi....umi malu" kata Imma sambil tersenyum simpul.


"Sudahlah mengapa harus malu sih, dua Minggu lagi umi akan menikah dengannya, wanitaku" goda uthi sambil mengedipkan matanya.


"Uthi.... jangan menggoda umi terus" kata Imma lagi.


Di lain tempat Ken masih berdebar-debar bagaimana jika nanti Imma masih menolaknya lagi, seperti tidak ada kepastian di hati Ken membuat nya gelisah.


Tetapi lain lagi dengan Faro yang duduk disebelah Ken menyetir mobil nya hatinya sangat bahagia karena akan bertemu dengan umi tercintanya.


Sesampainya di parkiran hati Ken semakin berkecamuk antara di tolak ataupun di terima lagi, Ken turun dari mobil menggendong Faro dan menggenggam cincin tunangannya.


"Umi.... umi... Palo tangen, talim muuuah" ucap Faro senang sambil mencium punggung tangan Imma dan mencium pipinya.


Sedangkan Ken hanya berdiri di depan pintu tidak berani mendekati Imma dan Faro yang sedang berpelukan.


Lalu Imma memandang Ken dengan sendu nya, saling menatap tanpa kata tetapi seolah berkata aku mencintaimu.


Kemudian Faro lah yang mengajak abinya mendekati umi.


"Abi... Abi tini, ayo peyuk umi dan Palo" pinta Faro.


Ken langsung mendekati mereka dan memeluknya dengan erat, karena Imma menerima pelukan Ken, akhirnya Ken mendekati telinga Imma tetap memeluknya dan berkata


"I love you so much honey" dan mencium bibi dan dahinya.


Uthi Sumi mengetahui situasi yang ada di ruang itu langsung berinisiatif mengajak Faro.


"Faro.... uthi mau ke kantin, beli kopi dan es krim, ikut yok" ajak uthi Sumi.


"Iya Palo mau beli es telim tobeli" Faro langsung turun dari tempat tidur dan berlari mengikuti uthi Sumi.

__ADS_1


Setelah mereka keluar ruangan dan menutup pintu, Ken kembali memeluk Imma dan mencium bibir nya dengan penuh cinta.


"Hhmmmm Abi apa apaan ini ah, nanti kalau ada yang masuk bagaimana?" kata Imma sambil mencoba lepas dari pelukan Ken.


"Umi.... Abi kangen banget sebentar nah Abi ingin peluk umi lagi" rayu Ken dan memeluk nya lagi.


"I love you honey, ini di pakai lagi ya" titah Ken sambil memakaikan cincin tunangannya.


"Umi juga ...." jawab Imma singkat.


"Juga apa.... ayo di teruskan umi?" ucap Ken manja.


"Iiiih genit" kata Imma sambil tersenyum malu-malu.


"Ayo... juga apa, kalau tidak Abi....?" tidak melanjutkan perkataan nya Ken langsung mencium bibir Imma lagi.


"Umi juga cinta sama Abi" jawab Imma sambil menyusup kedalam dada Ken yang bidang.


Seperti nya dua hati sudah bersatu, hati sudah bertaut, sepertinya dunia hanya milik berdua saja yang lain ngontrak dulu.


Tidak henti hentinya Ken memeluk dan memeluk Imma lagi, sampai uthi Sumi dan Faro datang baru melepaskan pelukannya.


"Umi.... ini buat umi tantik, ini buat Abi danteng" kata Faro sambil memberikan es krim.


"Terima kasih ganteng" jawab Ken sambil memeluk Faro.


Faro duduk tenang dan maka es krim dengan hati yang bahagia, di dampingi uthi Sumi yang tidak kalah bahagia melihat pasangan yang baru saja bersatu kembali.


"Umi...Palo ngantuk, mau bobok" ucap Faro sambil mengucek matanya.


"Faro pulang sama Abi ya nak" titah Imma.


"Abi mau disini umi... please" pinta Ken berbisik di telinga Imma.


"Abi kan tadi malam sudah di sini, waduh up keceplosan" ucap Imma sambil menutup mulutnya sendiri.


"Berarti tadi malam umi merasakan kah siapa yang ada di samping umi?" goda Ken.


"Hhhhmmmm" jawab Imma sambil menunduk malu.


"Malam ini boleh lagi di sini ya" pinta Ken.


"Ngawur.... belum boleh.. " Imma melarang.

__ADS_1


__ADS_2