
"Apa.... mantan pacar?" tanya Imma dengan tatapan mata yang tajam dan marah.
"Dia itu sudah menikah umi, setelah lulus kuliah dengan sahabat karib Abi sendiri, kalau umi diam begini terus, abi jadi bingung".
"Umi sudah selesai mandi, awas".
Imma berdiri dari bathub itu membilas tubuhnya cepat menyambar handuk dan keluar dari kamar mandi meninggalkan Ken sendiri, bergegas memakai baju, mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dengan kembali diam, tetapi tetap menyiapkan baju Ken diletakkan di tempat tidur.
Imma mencari putrinya ke kamar dan melihat ternyata dia sudah mandi dan berdandan cantik di bantu oleh bibi pengasuh yang selama ini merawat gadis cantik itu dan bermain dengan riang di ruang keluarga bersama Faro.
Ken bergabung dengan mereka bermain tetapi Imma selalu cuek dan mendiamkan Ken, Imma hanya bercanda ria dengan Faro dan Fia.
Dari sore Imma merasa tidak enak badan tetapi berusaha menyembunyikan dari Ken karena masih marah gara-gara Gina Suryani yang memeluk Ken dengan erat.
Malam harinya saat Ken menemani Fia tidur dan membacakan dongeng, badan Imma semakin panas, berbaring miring menyelimuti seluruh tubuhnya sampai ke leher.
Setelah Fia tertidur pulas, bergegas Ken menuju kamar, melihat Imma Sudah berbaring di tempat tidur, Ken menyusul Imma berbaring miring memeluk pinggang Imma, tetapi saat menyentuh tangannya terasa panas, Ken bangkit duduk dan memeriksa suhu tubuh Imma dengan memegang keningnya ternyata badannya sangat panas.
"Honey.... badannya panas, kenapa tidak bilang, umi boleh marah sama Abi, atau pukul Abi sekuat umi mau, jangan diam aja, Sekarang badannya panas juga diam saja, kita ke rumah sakit saja ya?" kata Ken cemas.
"Tidak usah Bi, umi cuma tidak enak badan saja" jawab Imma lemah sambil kembali menutup tubuhnya dengan selimut.
"Honey please... jangan begini terus, Abi sangat mencintai umi" kata Ken cemas.
Ken duduk bersandar di tempat tidur menatap sendu Imma yang berbaring dengan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Karena merasa tidak tega Imma bangun, bersandar di dada Ken yang bidang dan memeluknya dengan erat.
"Umi tidak marah sayang, cuma sedikit kesal aja, memang dari siang umi sudah tidak enak badan, tidak usah khawatir, umi minum obat penurun panas saja, paling besok sudah baikan" kata Imma lemah.
"Syukurlah, tapi lain kali jangan diam terus begitu, Abi jadi tidak tahan kalau umi seperti itu, baiklah Abi ambilkan obat penurun panas dulu ya".
Hampir satu Minggu ini Ken sering masih merasa mudah lelah, tidak nafsu makan, banyak tertidur jika siang hari saat istirahat di kantor, ataupun saat sedang bekerja pun sering mengantuk tanpa bisa di tahan.
__ADS_1
Hari eniversery perusahaan PT WIGUNA GROUP dan pengangkatan Ken dan Rama tinggal satu Minggu lagi, tetapi karena Ken kurang begitu sehat, sehingga semua acara eniversery perusahaan itu di kerjakan oleh Sandi dan Heri.
"Bos ada apa dengan mu?, apakah lama tidak di berikan jatah oleh istrimu, kenapa akhir-akhir ini bos sering mengantuk?".
"Entahlah San, aku juga bingung, kalau masalah jatah, aku tidak pernah kekurangan, tetapi, ada apa dengan tubuhku, aku juga bingung, nanti coba aku ke dokter".
"Apakah perlu aku buatkan janji ketemu dokter, tetapi bisanya hari Senin soalnya besok sudah week end?".
"Hari ini karena bos banyak tidur terpaksa meeting aku undur satu jam lagi baru mulai"
"Baiklah..maaf mataku tidak bisa di ajak kompromi" jawab Ken sambil terkekeh dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sabtu pagi Faro melakukan kegiatan karate, Ken jam sembilan pagi setelah sarapan kembali di balik selimut terlelap dalam mimpi indahnya.
Mami Winda dan Papi Bastian hari ini mengajak cucu cantiknya untuk bermain
Timezone di mall.
"Fia Abi mana kok tidak kelihatan?" tanya Papi Bastian saat hanya melihat Imma di dapur tetapi Ken sama sekali tidak terlihat.
Mami Winda yang merasa heran mendengar Ken yang baru jam sembilan pagi masih tidur, padahal dia tidak pernah tidur di pagi hari seperti ini sebelumnya, Mami Winda dekati Imma yang sedang membantu bibi memasak di dapur.
"Sayang, suamimu kenapa jam segini tidur lagi, apakah dia sakit?" tanya Mami Winda heran.
"Tidak Mami, hanya ngantuk saja katanya, Sandi kemarin juga cerita sudah hampir dua Minggu ini Abi sering tertidur di kantor, apalagi saat istirahat tiba" cerita Imma.
"Kok aneh, apakah kamu masih KB, tanggal berapa biasanya halangan?".
"Sejak pulang liburan tempat wisata itu sudah tidak KB lagi, kalau halangan akhir akhir ini tidak teratur Mami, jadi tidak tahu".
Mami Winda merasa aneh yang terjadi pada Ken, karena waktu Imma hamil Fia, Ken juga ikut ngidam seperti istrinya.
"Apakah akhir akhir ini kamu tidak merasa mual atau pusing gitu?" tanya Mami Winda lagi
__ADS_1
"Mual tidak sih Mami, cuma kadang mudah lelah aja, dan terkadang pusing tetapi pusingnya gara-gara kemarin Abi ketemu mantan pacarnya saat kuliah yang namanya Gina" cerita Imma sedikit kesal.
"Gina...tidak usah cemburu sayang, dia itu sudah menikah sejak baru lulus kuliah".
"Mami tahu tentang Gina itu?.
"Tahu sih sayang, tetapi tidak banyak, setahu Mami, Gina itu menikah dengan teman akrab Ken setelah selesai wisuda".
Imma hanya mengangguk, biasanya kecurigaan Mami Winda tepat, apakah sudah tercetak Kenzo seperti keinginan suami tercinta gumam Imma dalam hati.
"Coba sayang beli taspek sayang, siapa tahu Fia akan mempunyai adik lagi, atau langsung ke dokter sajalah!" Perintah Mami Winda.
Papi Bastian tadi sedari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua ikut memberikan saran.
"Biar Papi saja yang membuatkan janji dengan dokter, sebentar Abi hubungi dokter Jaka".
Papi Bastian menghubungi temannya dokter Jaka untuk menanyakan jadwal dokter Tanti, ternyata hari ini dokter Tanti praktek pagi sehingga dokter Jaka mendaftarkan pukul sepuluh pagi.
Karena waktu kurang dari satu jam harus sudah bertemu dengan dokter Tanti, setelah Papi Bastian dan Mami Winda pamit dan membawa Fia juga, bergegas Imma membangunkan Ken yang sedang tidur lelap dalam tidurnya.
"Sayang bangun.... Bi...ayo cepat waktunya mepet ini, cepat bangun" perintah Imma.
"Ada apa honey....Abi ngantuk nich, waktu apa yang mepet?" tanya Ken dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
"Abi ayo cepat bangun, antar umi ke rumah sakit!".
Mendengar kata rumah sakit Ken langsung membuka matanya, takut terjadi apa-apa dengan istri tercintanya itu.
"Umi sakitkah?, apanya yang sakit honey?" Jawab Ken dengan memeriksa suhu tubuh Imma sambil memegang kening, telapak tangan serta tengkuknya.
"Tidak sayang, pokoknya cepat ganti baju, umi sudah janjian sama dokter jam sepuluh pagi ini" jawab Imma tanpa memberitahu dengan siapa dokter yang akan ditemuinya.
Ken bergegas berganti baju, mengambil dompet kunci mobil dan menggandeng Imma turun ke lantai bawah dan menuju ke garasi dengan cepat.
__ADS_1
"Kita mau ketemu dokter siapa honey, kenapa tidak bilang Abi, biar Abi yang membuat janji dengan dokter?" tanya Ken penasaran.