Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 50 Bulan Madu 2


__ADS_3

Hari pertama dan kedua bulan madu di habiskan di sekitar hotel saja yaitu pantai Kuta, menyusuri pantai, menikmati hamparan pasir putih, deru ombak yang bergemuruh, melihat sunset pada senja hari, dan menghabiskan waktu berdua di kamar pada malam hari.



Hari ketiga Ken merencanakan mengajak Imma ke Bali Safari Marine Park, wisata kebun binatang yang di biarkan liar, dan pengunjung nya menaiki mobil safari yang disediakan oleh tempat wisata itu.


Di Bali Safari Marine Park memang cocok untuk orang orang yang kasmaran karena melihat binatang yang liar membuat sebagian pengunjung agak ngeri jika tidak memiliki nyali yang besar, Ken selalu memeluk Imma jika ada binatang yang buas mendekati mobil safari mereka.



"Duduknya sini umi jangan jauh-jauh, nanti di terkam binatang buas".


Ken selalu menggoda Imma agar tidak bisa lepas dari pelukan nya.


"Abi nichhh, modus aja dari tadi".


"Tidak apa-apa kan modus sama istri sendiri".


Tidak lupa disela sela wisata mereka mengambil spot foto untuk di upload di media sosial nya, menjelang sore mereka kembali ke hotel untuk istirahat, dan pada malam hari nya selalu di habiskan untuk bercinta dan bercumbu sampai menjelang pagi, dan tidur berpelukan Sampai fajar menyingsing dari balik gunung.


Hari ini rencananya ingin jalan-jalan di daerah The Keranjang Bali pada pagi hari nya, disana banyak spot foto yang sangat indah, dan sorenya ke Bali bird park, melihat bermacam-macam jenis burung yang berasal dari daerah Asia terutama.


Tidak terasa sudah hari kelima hari waktu fajar menyingsing dari ufuk timur, Imma merasa ada yang aneh, ada sedikit basah di seprai di tempat tidur, pinggang terasa nyeri dan perut sedikit mulas, Ken masih terlelap dalam tidurnya, Imma merintih lirih menahan perutnya yang sakit.


Mendengar rintihan Imma, Ken masih setengah sadar, meraba di sampingnya masih ada istrinya tercinta tetapi suara itu lirih masih terdengar, sehingga membuka matanya dengan cepat dan terbangun.


"Honey.... Honey... Ada apa, apanya yang sakit".


"Abi....perut umi sedikit mules.....ah...auh"


Ken mengelus perut Imma, dan memeriksa daerah sekitar perut dan melihat seprai itu ada noda darah yang lumayan banyak.


"In......ini kok ada darah banyak honey?"


"Em.....em.. itu umi lagi halangan Abi, maaf".


"Ooooo halangan, apa yang umi rasakan?, apa ada yang sakit?" coba sini Abi periksa".


Ken mencoba membuka matanya kaki Imma dan ingin melihat apakah ada yang terluka disana.


"Abi..... Jangan di lihat, umi malu, tidak luka Bi, cuma perut umi saja yang mules dan pinggang terasa sakit nyeri, ini sudah biasa terjadi setiap bulan nya, tidak usah khawatir".

__ADS_1


Tetap saja Ken begitu khawatir melihat wajah Imma yang sedikit pucat, dan panik apa yang harus di lakukan nya.


"Apa yang harus Abi lakukan agar mulasnya hilang honey?".


"biasanya umi beli jamu tradisional botol khusus untuk datang bulan, banyak di jual di supermarket"


"Baiklah Abi belikan ya"


"Bi..... Bi... bisakah sekalian belikan belikan......".


"Belikan apa honey, tidak usah malu, ayo ngomong?"


"Sekalian belikan pembalut bisa kah?"


"Baiklah.... Jangan khawatir, Abi berangkat sekarang ya, apalagi yang di perlukan?".


"Itu saja, tidak ada yang lain lagi".


Ken langsung menyambar celana panjang dan kaos yang terlempar di lantai, karena adegan panas tadi malam, dan mengambil dompet lalu berlari keluar kamar mencari supermarket terdekat dari hotel itu.


Ternyata hanya di samping hotel saja supermarket itu dengan jalan kaki saja cuma sepuluh menit.


Membeli perlengkapan wanita tidak semudah yang di bayangkan Ken saat berangkat tadi, pembalut saja ada banyak merk dan ukuran, Ken bingung harus ambil yang mana, dia hanya berdiri dan mondar-mandir di sekitar pembalut itu saja.


"Maaf mas ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau beli pembalut mbak tapi bingung yang mana?"


"Kok mas nya beli pembalut untuk siapa?" Pelayanan supermarket itu heran kok laki laki membeli pembalut.


"Untuk istri saya mbak"


"Oooo untuk istri nya, yang biasa atau yang bersayap mas?"


"Saya tidak tahu mbak, emang ada yang bersayap juga kah pembalut nya"


Ken tambah bingung dengan jenis jenis pembalut, dan si mbak pelayan supermarket itu tersenyum melihat Ken yang Bingung.


"Begini saja mas, belinya yang bersayap satu,dan yang biasa satu, biar istrinya nanti bisa milih sendiri" Pelayan supermarket itu memberi saran.


Akhirnya Ken mengikuti saran pelayan supermarket itu membeli dua bungkus besar pembalut dengan dua macam model.

__ADS_1


Setelah itu pindah di tempat minuman kaleng, mencari minuman untuk wanita haid, lagi lagi Ken bingung ternyata banyak merk yang fungsinya sama yaitu pereda nyeri saat haid.


Ken mengambil tiga botol dengan merk yang berbeda, tambah lagi Ken mencari beberapa camilan, kemudian membawa nya ke kasir.


Saat membayar belanjaan di kasir, ibu ibu di belakang nya ada yang berbisik bisik.


"Waaah senangnya istrinya, beli pembalut aja suami yang membelikan" kata ibu di belakang nya


"Kalau suamiku pasti sudah marah marah di suruh membeli membalut" jawab ibu satu lagi yang di samping nya.


Ken hanya tersenyum mendengar ocehan ibu ibu itu, membayar dengan uang kes dan berlari kecil menuju hotel masuk ke kamar.


"Honey....ini pembalut dan jamunya, apa dulu yang harus Abi lakukan?".


"Tidak usah repot-repot Bi, umi mandi dulu ya, Abi istirahat aja".


"Honey.... pembalut kok ada sayapnya, nanti kalau umi terbang bagaimana?".


"Abi ini macam macam aja, bukan sayap burung, ini sayap perekat biar tidak geser pembalut nya, sudah aaah.......umi mau mandi dulu"


"Eeee jangan jalan, Abi gendong aja".


"Abi...., Umi tidak sakit hanya halangan, tidak usah di gendong jalan sendiri aja"


"Sudah umi diam, ikutin aja kata Abi"


Ken menggendong Imma dengan bridal di bawa ke kamar mandi dan di letakkan pelan pelan di bath up.


"Abi keluar aja jangan mandi bareng, nanti Abi modus, kalau lagi halangan Abi tidak boleh minta dulu ya".


"Berapa lama honey, Abi harus puasa?".


"Paling seminggu Bi, sabar ya....".


"Waduh.... Mati aku".


Imma tersenyum mendengar ken yang menggerutu, kemudian Ken keluar kamar mandi dengan lesu, tidak bersemangat harus puasa satu Minggu padahal baru hangat hangat nya menjadi pengantin baru.


Ken duduk di ranjang dan menghubungi restauran memesan sarapan pagi untuk di antar kamar hotel saja.


Sudah datang pesanan sarapan pagi dari restauran tetapi Imma belum juga keluar kamar mandi, lalu Ken menghampiri nya.

__ADS_1


"Tok.....tok....tok..."


"Umi kenapa lama banget, apa yang terjadi, nanti Abi dobrak lho pintu nya"


__ADS_2