Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 76 Aqiqah


__ADS_3

Pukul tujuh pagi banyak ibu ibu pemetik teh yang sedang memetik teh sambil bercanda ria, tertawa bersama-sama dengan riang gembira.


Dini mendekati mereka, sebagian besar mengenal siapa Dini, mereka mengangguk hormat kepada nya, dan Dini mengajak nya berbincang bincang basa basi.


Berbincang dengan akrab dengan sesekali menanyakan nama mereka, tidak lupa memberikan sedikit uang untuk mereka.


Sampai pada seorang wanita paruh baya yang Dini cari, baru berbincang agak lama, dari bertanya nama, tempat tinggal, suami juga anak anak nya.


Baru Dini menanyakan tentang ibu Lestari, ibu itu menceritakan bahwa sekitar enam tahun yang lalu ibu Lestari dan keluarga nya pindah ke Jakarta mengikuti suami sirinya.


Sedangkan rumah ibu Lestari ditinggalkan begitu saja sampai sekarang tanpa ada yang menempati nya, Dini meminta alamat lengkap dimana ibu Lestari dulu tinggal.


Sudah mendapatkan informasi lengkap Dini memberikan sedikit uang untuk ibu itu dan berpamitan kepada mereka semua.


Tiba di rumah Dini bertemu dengan suaminya Edi Darmawan yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Mama....... Kau dari mana?".


"Pa.... tidak kerja kah?, mama dari jalan-jalan ke kebun melihat ibu ibu pemetik teh".


"Papa mau berangkat ke Jakarta hari ini ada training selama dua Minggu disana, mama bisa ikut kah?".


"Anak-anak bagaimana pa?"


"Ada Oma dan Opa, tidak usah khawatir, papa tidak biasa makan di luar, mama ikut ya kita tinggal di apartemen aja".


Kebetulan yang tidak di duga oleh Dini, rencana memenuhi undangan Imma untuk aqiqah kedua anaknya akan bisa Dini hadiri tanpa repot-repot minta ijin suami ataupun orang tuanya.


"Mama..... Kok malah melamun....."


"Eeeee....papa, mama sih mau aja bagaimana dengan anak-anak?".


"Tadi papa sudah bilang Oma dan Opa, juga anak-anak".


"Baiklah pa, sebentar mama packing baju sebentar".


"Ya ..... papa mau booking tiket pesawat online saja".


Sore hari nya Dini dan Edi Darmawan terbang ke Jakarta dengan pesawat terbang komersil menuju ke Jakarta.


Dini mengirim pesan pesan kepada Imma kalau hanya dirinya yang akan datang memenuhi undangan acara aqiqah nya.


__________________________

__ADS_1


Persiapan aqiqah adik Fia sudah hampir selesai, tinggal besok pelaksanaan nya, kambing di masak gulai dan sate, di tambah dengan menu buatan dari Imma Kafe.


Aqiqah di gabungkan dengan pembukaan konsep dan pimpinan manager yang baru Imma kafe.


Selain undangan dari teman dekat, keluarga, relasi bisnis dan tetangga dekat, pengunjung kafe itu juga di persilahkan untuk menikmati hidangan gratis khusus untuk hari ini.


Setelah selesai Ustad yang memberikan doa dan nama Adik Fia yang di saksikan oleh seluruh anggota keluarga dan teman dekat Ustad memberikan pesan agar rambut di cukur pertama kali nya untuk di timbang dan di hargai sesuai dengan harga emas untuk di sedekah kan kepada anak yatim-piatu.


Tamu mulai satu persatu datang, Mely dan Marisa yang datang pertama kali selain keluarga.


Saat Ken dan Sandi sedang bercengkerama berdua, Sandi selaku menatap Mely kemanapun dia bergerak.


"Cie...cie.... naksir nich ye" goda Ken kepada Sandi.


""Bos.... Tau aja, sudah akhir akhir ini aku ingin mendekati nya".


"Mau aku yang jadi mak comblang nya?"


"Mau banget...bos, sekarang bos please"


Ken berpikir sejenak apa yang bisa di lakukan untuk bisa mendekatkan Mely dan Sandi.


"Marisa.... bisa minta tolong sebentar?" panggil Ken.


"Ya kak.....ada yang bisa di bantu?".


"Baiklah......kak".


Marisa berlari ke kafe untuk memanggil pelayan kafe yang sedang berada di kitchen, sedangkan Sandi mengambil kesempatan untuk mendekati Mely dengan leluasa.


Saat Sandi mulai berstrategi mendekati Mely, di meja yang terletak agak berjauhan dengan mereka ternyata ada Kemmy yang sedang asyik berduaan dengan Rama Sahroni.


Ken berlari menyusul Marisa dan mengajaknya untuk bertemu dengan Imma dan putri kecilnya Fia dan Faro yang sedang duduk di kamar Fia yang sudah di dekor dengan warna pink yang cantik.


Di ruangan lain papi Bastian, Mami Winda, Anton Sahroni dan Intan Ariyani serta uthi Sumi sedang bercengkerama dengan akrabnya.


___________________


Di apartemen Dini sedang mempersiapkan keperluan suaminya yang akan berangkat ke tempat training di sebuah hotel bintang lima yang terletak di Jakarta pusat.


"Ma...... papa berangkat dulu ya.."


"Hati hati pa, hari ini mama ijin jalan ke mall atau kafe sebentar".

__ADS_1


"Ya.... yang penting tidak pulang malam, papa pulang mama sudah sampai apartemen lagi"


Dini bersiap siap untuk ke tempat Imma untuk menghindari undangan aqiqah Putri kecilnya.


Sudah dua hari ini Dini di Jakarta ada orang yang seperti nya memata-matai nya, dugaan Dini adalah anak buah dari Baron Pranoto.


Sehingga yang biasanya Dini menggunakan baju dress atau gaun dengan anggun dan rambut di sanggul, sekarang Dini harus sedikit mengubah penampilannya.


Dini menggunakan baju gamis modern warna biru dongker dan menggunakan jilbab pashmina dengan anggun dan masker yang menutupi wajahnya nya, serta tidak lupa menggunakan kaca mata hitam.


Turun lewat lift apartemen dan memperhatikan lobi dengan hati hati, Dini memesan taksi tanpa di ketahui oleh orang yang selalu mengikuti nya.


"Imma Kafe ya....pak" kata Dini setelah masuk ke taksi itu.


"Baik Bu....".


Taksi itu melaju membelah jalanan ibukota Jakarta dengan kecepatan sedang sampai ke tujuannya.


Sampai di depan parkiran Kafe Dini mengirim pesan dan mengirim foto selfi untuk bisa di kenali.


Baru masuk pintu Dini melihat sosok Anton Sahroni yang sedang duduk bersama dan bercengkerama dengan akrabnya.


"Dia.... Dia Anton asisten mas Dona" gumam Dini dalam hati.


Imma tersenyum melihat kehadiran Tante Dini, mencium punggung tangan nya dan memeluknya dengan erat.


Ken datang dengan menggendong adik Fia juga mendekati Tante Dini dan mencium punggung tangan nya juga.


"Ini putri kecilmu, cantik sekali, ini sedikit kado untuk si kecil".


"Terima kasih Tante" ucap Imma sambil menerima kado itu.


"Maaf ya nak, Tante Dini memakai masker, sedang pilek, takut menular pada si kecil"


"Tidak apa-apa Tante, mari menikmati hidangan dulu baru kita ngobrol lagi"


Imma menemani Tante Dini menikmati hidangan yang sudah di sediakan, sedangkan Ken mendekati mami Winda dan uthi Sumi.


Berbincang dengan hangat antara Imma dan Tante Dini, tetapi Dini sengaja menjauhi tempat duduk Anton dan uthi Sumi takut di kenali, agar rencananya tidak berantakan.


Setelah bertemu dengan Faro dan memeluknya erat dan berfoto Selfi bertiga, dini berpamitan pulang kepada Imma, Ken dan Faro.


Saat ingin keluar dari rumah Imma, Dini mengeluarkan kartu nama dan mendekati Anton Sahroni yang saat itu Anton sedang mengambil hidangan cuci mulut sendirian.

__ADS_1


"Mas Anton ini kartu namaku, semoga kau tidak lupa, aku tunggu di kafe HK di jalan Rasuna said besok jam sebelas siang" ucap Dini sambil membuka masker nya dan melihatkan wajah nya.


"Dini........ Dini Sanjaya......"


__ADS_2