
Waduh .... bagaimana dong?" tanya Uthi Sumi sambil mengangkat bahunya.
Karena Imma belum bangun dan masih dalam pengaruh obat bius, akhirnya diputuskan Faro tidak di ajak.
Faro di rayu sama Kemmy diajak ke mall untuk membeli es krim dan ayam goreng kesukaan nya, kemudian Kemmy dan Faro berangkat ke mall ditemani oleh uthi Marni dengan menggunakan mobil online.
Barulah setelah Kemmy berangkat ke mall uthi Sumi dan Mami Winda berangkat juga ke rumah sakit dengan menggunakan mobil mami Winda.
Sesampainya di rumah sakit uthi Sumi dan Mami Winda menemui Ken yang duduk melamun di samping Imma dengan memegang erat tangan nya.
"Bagaimana Ken perkembangan nya?" tanya Mami Winda.
"Belum tahu Mi, Ken juga bingung apa yang harus Ken lakukan" ucap Ken sambil menunduk sedih.
Uthi Sumi mendekati Imma dan membelai rambutnya sambil berlinang air mata kembali.
"Maafkan uthi sumi umi, Abi dan anak ku Tari, belum bisa menjaga amanah mu hu hu huuu" uthi Sumi menangis di samping Imma.
"Sudah lah uthi jangan menyalakan diri sendiri terus" nasehat Ken.
Uthi Sumi hanya menangis karena merasa bersalah, tetapi tidak berani mengatakan apapun kepada Ken ataupun Mami Winda.
Ken juga tidak berani menanyakan kepada uthi Sumi karena sepertinya hatinya juga sangat tertekan.
Ada seorang suster datang mendekati mereka.
"Permisi.... anda di panggil dokter pak sekarang ya" kata suster itu.
"Baiklah, terima kasih, Ken tinggal dulu mami, uthi" kata Ken sambil berjalan keluar ruangan menuju ke ruang dokter.
"Selamat malam dok" kata Ken sambil duduk di depan dokter itu.
"Malam, silahkan duduk" titah dokter.
"Begini, sebetulnya pemicu Depresi istri anda sepertinya belum terpecahkan, tetapi dukungan dari orang terdekat lah yang bisa membantu penyembuhan nya" kata dokter itu mengawali pembicaraan.
"Nah.... kata anda biasanya dengan di peluk emosi nya akan stabil, karena ini disertai dengan panas pada suhu tubuhnya, obat yang paling ampuh adalah anda sendiri" kelas dokter lagi.
"Maksudnya gimana dok saya kurang faham?" tanya Ken heran.
__ADS_1
"Maksudnya lebih baik dengan di peluk skin to skin akan lebih cepat menurunkan panas dan tekanan batin nya" penjelasan dokter itu.
"Baiklah lah dok, ada lagi dok yang harus saya lakukan?" tanya Ken lagi.
"Tidak, untuk sementara itu saja dulu, baru besok pagi kita lihat perkembangan nya" ucap dokter.
'Terima kasih dok" kata Ken sambil keluar meninggalkan ruangan dokter.
Sambil berjalan Ken berpikir harus di peluk skin to skin, sesampainya di ruang rawat inap Ken berterus-terang kepada uthi Sumi.
"Uthi... Ken mau bicara sebentar, mami ikut juga" ajak Ken sambil keluar ruangan.
"Ada apa?" tanya uthi Sumi dan Mami Winda.
"Begini uthi, biasanya jika umi sakit itu Abi peluk langsung sembuh, naah tadi dokter bilang karena ini kondisi umi sangat tertekan disertai suhu panas tinggi, lebih baik penyembuhannya tetap dengan cara dipeluk aja tetapi bedanya harus skin to skin" cerita Ken panjang dan lebar.
"Maksudnya gimana Abi?" tanya uthi Sumi.
"Skin to skin itu dengan cara menempelkan kulit tanpa memakai pakaian, karena itu Abi ijin dulu sama uthi Sumi, tapi Ken janji tidak akan melakukan apapun, Abi hanya ingin menyembuhkan umi saja" lanjut Ken menerangkan.
"Uthi Sumi, Abi sangat mencintai umi, Abi ingin tetap melanjutkan pernikahan ini, Abi mohon ijin ya Uthi" pinta Ken lagi.
"Kalau itu yang terbaik silahkan Abi, tetapi uthi mohon hanya demi kesembuhan umi saja ya tidak ada tujuan lain?" pesan Uthi Sumi.
Kemudian uthi Sumi dan Mami Winda pulang dan berpamitan kepada Ken, karena harus pulang sebelum Faro sampai rumah agar Faro tidak menangis.
Ken mengusap lembut rambut Imma sambil berucap "Maaf honey, bukan bermaksud macam macam, Abi hanya ingin umi sembuh, Abi akan menahan dengan sekuat tenaga agar tidak terjadi apa-apa"
Ken membuka baju dan celana nya, hanya menyisakan pakaian dalam saja yang Ken kenakan.
Kemudian Ken juga membuka baju dan rok Imma juga menyisakan pakaian dalam nya juga.
Ken berbaring masuk dalam satu selimut dan memeluk Imma dengan erat, satu jam,dua jam tiga jam Ken tidak dilepaskan pelukannya.
Yang awalnya tubuh Imma kaku dan dingin lama lama tubuh itu rileks dan menghangat, sampai hampir menjelang pagi Ken tidak tidur sama sekali, hanya memeluk dengan eratnya.
Tubuh Imma seperti sudah benar benar normal kembali menjelang pagi, Ken bangun dan turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.
Ken adalah laki-laki normal, memeluk Imma semalaman tetap saja hati dan Ken junior nya tidak bisa di kondisikan.
__ADS_1
Demi pujaan hatinya Ken mengendalikan hasrat nya dengan sekuat tenaga, akhirnya menjelang pagi Ken berendam di kamar mandi rumah sakit.
Menjelang pagi Imma membuka matanya, badannya seperti sudah pulih kembali.
"Sepertinya Abi memeluk ku semalaman, tapi tidak ada orang apakah ini hanya mimpi, hatiku nyaman sekali seperti biasanya dalam pelukan Abi" gumam Imma dalam hati.
Suster datang memeriksa keadaan Imma.
"Selamat pagi Bu, diperiksa dulu ya" ucap suster.
"Tensi sudah normal, suhu tubuh juga sudah normal, bagus" kata suster itu.
Pintu kamar mandi terbuka dan Ken keluar kamar mandi sudah memakai baju lengkap, mendekati Imma.
Seketika Imma menjerit melihat Ken datang.
"Suster tolong jangan boleh masuk dulu dia, tolong keluar, aku tidak mau bertemu dengan nya" ucap Imma sambil menutup wajahnya dengan selimut.
Ken kaget dan terbengong bengong, Imma meminta nya keluar, Imma tidak mau bertemu dengan Ken, padahal semalaman Ken memeluknya dengan erat.
"Pak, maaf bisa keluar sebentar, demi kebaikan ibunya ya" perintah suster itu.
Ken keluar ruangan itu dengan hati yang bertanya tanya mengapa umi masih menolak Ken, sesekali dia menengok Imma di tempat tidur tetapi tidak dibukanya selimut itu.
Ken duduk di bangku depan ruangan rawat inap, memukul dinding dengan frustasi, lalu menelfon uthi Sumi.
" Uthi cepet kesini, umi sudah bangun" perintah Ken cepat.
"Ya Abi uthi kesana sekarang" jawab uthi Sumi.
Uthi Sumi memanggil uthi Marni dan berpamitan dengan nya untuk pergi kerumah sakit karena di panggil Ken.
Faro kebetulan belum bangun masih tertidur pulas di kamar yang di temani oleh Kemmy, sedangkan mami Winda pulang ke rumahnya.
Uthi Sumi ke rumah sakit naik mobil online, sesampainya disana bertemu Ken di luar ruangan rawat inap.
Ken menceritakan tentang kejadian tadi pagi bahwa Imma tidak mau bertemu dengan Ken.
"Sabar ya Abi, biar uthi Sumi yang bicara" ucap uthi Sumi sambil masuk ruangan.
__ADS_1
Saat Uthi Sumi masuk ruangan, Imma membuka selimut dan tersenyum melihat uthi Sumi, dan membuka selimut lagi melihat tubuhnya tanpa mengenakan baju.
"Aaaaaaaaaaaaaaa" teriak Imma