Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 88 Vedio


__ADS_3

Pagi ini sandi mendapatkan informasi dari asisten Budi untuk merealisasikan kesepakatan yang telah di tandatangani kontrak kerja sama kemarin.


Jam sembilan pagi akan di adakan rapat dengan cara online antara keduanya, akan di adakan di Imma kafe saja.


Sebelum jam tujuh pagi Sandi sudah tiba di Imma kafe dengan senang, dengan tujuan ingin bertemu si ganteng Faro dan menunjukkan vedio dari Tomy Sanjaya kemarin.


Tiba di kediaman Ken, Sandi menemui Faro yang berada di meja makan sedang sarapan pagi bersama keluarga.


"Aku ikut sarapan ya....bos" pinta Sandi tanpa rasa malu.


"Pagi pagi kesini sengaja cuma minta sarapan aja memangnya?" ledek Ken.


Imma memukul tangan suaminya itu dengan tatapan yang tajam.


"Abi tidak boleh begitu,... silahkan duduk Om Sandi".


Imma mengambilkan piring dan sendok di letakkan nya di depan Sandi, serta memberikan satu gelas air putih.


Mereka sarapan dengan menikmati nasi goreng yang di buat oleh Imma sarapan kesukaan Faro dengan lahap.


Sandi menunjukkan vedio kepada Faro setelah selesai sarapan karena Faro akan berangkat sekolah seperempat jam lagi.


"Wow.....wow.....dimana itu Om Sandi, Faro boleh dong lihat kesana?"


Faro begitu antusias hanya melihat tayangan vedio itu ada berbagai macam dan model senjata dan peluru disana.


"Abi.....Abi......Faro mau seperti itu, coba lihat sini.....".


Ken dan Imma ikut melihat tayangan vedio itu dengan seksama, sesekali Imma dan Ken bertatap mata sekejap.


"Darimana kamu dapat vedio itu San?" tanya Ken penasaran.


"Itu ruang khusus nya pak Tomy Sanjaya" jawab Sandi jujur.


Mendengar nama Tomy Sanjaya di sebut Uthi Sumi ikut melihat tayangan vedio itu dengan seksama.


""Faro mau kesana Bi,...... mau lihat kesana...." ucap Faro merengek sambil memegang kedua tangan Ken.


"Itu jauh nak rumahnya, harus naik pesawat terlebih dahulu, mungkin suatu saat nanti pasti Faro bisa kesana, tetapi untuk sekarang belum bisa" jawab Ken lembut.


"Yaaaaah....., tapi nanti Faro pingin tahu nama dan modelnya ya Bi?".


"Tentu sayang... Sandi kirim vedio itu ke handphone ku" perintah Ken.


"Siap... bos".


Faro bergegas meraih tas sekolah nya salim dengan mereka semua dan berangkat di antar oleh pak Sardi.


Uthi Sumi mendekati mereka setelah Faro berangkat ke sekolah.


"Berarti bakat Faro itu dari kakek nya langsung ya umi?".

__ADS_1


"Seperti nya begitu Uthi" jawab umi dengan singkat.


Sandi kemudian menceritakan kepada mereka bertiga tentang rencana pernikahan nya dengan Mely dalam waktu dekat.


"Kepada cepat sekali bukan nya tadi malam baru kamu menyatakan cintanya?" tanya Ken penasaran.


"Darimana kau tahu bos?" tanya Sandi.


"Dari Bayu tadi malam mengirimkan vedio saat kau lagi di panggung.


Sandi menceritakan kepada mereka yang rencana menembak cewek justru di todong orang tua nya untuk langsung menikahinya.


"Terlanjur basah jadi saya nyebur sekalian" ucap Sandi sambil cengar-cengir.


"Waaah sebentar lagi aku jadi lihat pengantin baru" ucap Imma senang.


Sandi ke Imma Kafe untuk menemui Bayu dan mempersiapkan keperluan untuk meeting bersama pihak perkebunan teh melalui online.


Imma berjalan ke lantai dua melihat putri kecilnya yang dari tadi masih terlelap dalam tidurnya.


Fia masih terlelap dalam mimpi indahnya, Imma menyibukkan diri dengan merapikan kamarnya sampai Ken datang dan mengganggu nya.


"Hayo......lagi ngapain....." kata Ken sambil mengagetkan Imma.


"Aduh..... Abi bikin kaget aja".


Ken memeluk Imma dari belakang mulai menciumi punggung dan tengkuk nya perlahan.


"Entah lah perasaan kurang terus.... memanfaatkan waktu luang aja ini sebelum Fia bangun" rayu Ken.


"Nanti kalau setengah main terputus jangan manyun lo ya.....".


"Tidak mungkin... sebelum Fia bangun....ya honey..... pagi pagi kayaknya asyik".


Imma yang masih ingat dengan vedio yang di tunjukkan Sandi tadi memberikan saran kepada Ken.


"Sayang.... jangan suka janjikan sesuatu pada Faro, nanti kalau di tanyakan terus bagaimana?" kata Imma mengalihkan perhatian Ken.


"Iya juga....ya, nanti bagaimana kalau dia nagih mi?".


"Kan Abi yang janjiin".


"Nanti Abi hubungi Om Letnan Agung aja minta bantuan kalau Faro tanya lagi".


Tiba tiba handphone Ken berbunyi, Ken membuka langsung dan menjawab nya.


"Ya San,..... sebentar aku turun..... tunggu".


"Umi.....tidak jadi deh pagi-pagi asyiknya".


Imma hanya tersenyum sambil merapikan meja riasnya.

__ADS_1


"Sini.... nyicil dulu...".


Ken mencium Imma dengan lembut, memeluknya sebentar dan berganti baju, sudah rapi mengulangi lagi nyicilnya pada Imma.


"Hhhhmmmm.....sayang sudah, nanti terlambat" ucap Imma sambil mendorong Ken dengan pelan.


Ken, Sandi dan Bayu meeting bersama Edi Darmawan dan asisten Budi lewat online sampai waktu istirahat.


Disepakati awal bulan depan mereka sudah mulai mengawali pembangunan pembuatan destinasi pariwisata alam nya.


Setelah istirahat siang Ken dan Sandi kembali ke kantor untuk melaporkan hasil meeting kepada Papi Bastian.


Selesai laporan itu Anton berbincang sebentar dengan Sandi tentang keluarga Tomy Sanjaya sekarang.


"Apakah kamu bertemu dengan Ameera Safitri, San?".


"Tidak pak, siapa dia?" tanya Sandi penasaran.


"Dia istri almarhum bos Dona Sanjaya".


"Aku cuma bertemu Bu Dini dan Bu Nadia serta kedua putrinya"


"Kemana dia sekarang?" kata Anton penasaran.


Di rumah Faro yang baru pulang dari sekolah nya, mencari abinya di kamar, tetapi yang ada hanya uminya dan adik Fia yang sedang bermain di atas tempat tidur.


"Umi....adik cantik lagi ngapain?" tanya Faro.


"Sedang bermain bang" jawab Imma.


Abi kemana umi....?".


"Kerja dong sayang.... kenapa memang nya?".


Imma sudah menduga bahwa Faro akan mencari abinya untuk menanyakan tentang vedio yang di tunjukkan Sandi tadi pagi.


Imma sebenarnya merasa sangat khawatir tentang minat dan bakat Faro yang tidak di miliki oleh sembarang anak seumuran nya.


Anak yang baru menginjak sekolah dasar tetapi minatnya tentang senjata sangat lah tinggi.


"Umi..... apakah umi punya vedio yang di tunjukkan Om Sandi tadi pagi?" kata Faro mengagetkan lamunan Imma.


"Tidak....bang.... tunggu Abi aja nanti sore".


Faro menganggukkan kepalanya, bermain dengan adik Fia sebentar, kemudian turun ke ruang favorit nya dan berlatih tembakan disana.


Tidak lama Akung letnan datang bergabung dengan Faro untuk latihan sebentar.


Faro menceritakan dengan antusias tentang vedio yang di tunjukkan Om Sandi tadi pagi, Faro merengek kepada letnan Agung meminta ingin melihat koleksi senjata api seperti yang dia lihat tadi pagi.


Letnan Agung mengerutkan keningnya, merasa heran dengan minat anak didik kecilnya itu, sebegitu besarnya minatnya tentang senjata otomatis.

__ADS_1


Dengan terpaksa letnan Agung menunggu Ken pulang, penasaran ingin melihat vedio yang di ceritakan Faro, Letnan Agung menunjukkan nama dan ukuran senjata otomatis kepada Faro di handphone nya untuk mengurangi penasaran Faro yang begitu besar dengan vedio yang belum di lihat nya itu.


__ADS_2