
Selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan ke tempat wisata paintball yang berada di Eco Park Paintball Ancol.
Wahana ini merupakan wahana yang populer dikalangan anak muda ataupun tua, seluas 1,5 hektar area Eco Park Ancol, area permainan Paintball dibuat luas agar pemain dapat merasakan sensasi pertempuran seperti sungguhan, di bagi menjadi 3 zona dengan waktu bermain masing-masing 20 menit setiap zonanya.
Tim di bagi menjadi dua yaitu tim satu terdiri dari Faro, Ken, Anton dan papi Bastian.
Tim kedua terdiri dari Akung Letnan, Sandi, Rama, Akung Karno dan Samsul.
Setiap tim memakai seragam yang sama agar mudah mengenali siapa kawan atau lawan, di bekali senjata Laras panjang yang berisi cat untuk menebak, yang kalah adalah lawan terkena terkena banyak cat di seragam nya
Di zona pertama yaitu Battle Savana, dalam 20 menit pertama kedua tim akan diberi masa orientasi permainan, baru dilanjutkan dengan memasuki zona pertempuran yaitu berupa hamparan rumput seperti savana.
Kedua tim saling menyerang di area hamparan rumput seperti Savana sehingga lebih mudah menembak sasaran nya, di arena itu Faro belum terkena senjata tetapi yang lain dalam satu tim nya banyak terkena cat, kedua tim yang bermain dapat memanfaatkan fasilitas seperti rumput, semak, atau kayu sebagai kamuflase untuk melancarkan serangan, tim Faro memenangkan pertandingan pertama
Zona kedua yaitu Battle Village dengan lokasi pertempuran di reruntuhan bangunan,
disini pemain harus lebih berstrategi dan kerja sama, dibekali fasilitas seperti perkampungan sungguhan sehingga lebih mudah menghindari tembakan lawan, Faro berhasil menembakkan senjata nya kepada akung Letnan dua kali, tetapi tim Faro menang lagi karena tim nya tidak banyak terkena tembakan cat.
Yang ketiga adalah zona Battle Field, dengan sensasi pertempuran yang lebih menegangkan, berbagai atribut dengan konsep barikade seperti gerbong, pohon,dan danau menjadi lokasi tepat untuk keseruan pertempuran.
Di zona yang ke tiga banyak rintangan yang lebih sulit, bagi yang sudah besar badannya mungkin mudah, tetapi bagi Faro yang masih kecil, sedikit kesulitan untuk menyesuaikan diri.
Saat mendekati gerbong Faro mengalami kesulitan untuk memanjatnya, di gendong oleh Ken untuk melewati nya.
Dimanfaatkan oleh lawan karena Medan yang mendukung tim dari Akung Letnan menembaki Faro, yang dari tadi masih bersih akhirnya terkena satu cat.
Di zona ke tiga ini Faro dan timnya terpaksa mengakui kekalahan nya, tetapi dalam 60 menit ini di menangkan oleh tim nya Faro, karena dua zona Sebelum nya di menangkan nya.
Walaupun hanya dalam waktu 60 menit itu bermain tetapi membuat hati Faro sangat puas dan bahagia, selesai membersihkan diri dari cat di bantu oleh abinya Faro selalu mengucapkan terima kasih tiada henti.
Pulang dengan hati yang puas, dan sedikit kecapean Faro tertidur dengan pulas bersandar di samping Abi kesayangan nya, Sandi melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang sampai di Imma kafe.
Ken menggendong Faro dan di tempatkan di kamar nya dengan hati-hati, agar terbangun dan menyelimuti nya sampai pinggang nya.
Ken berjalan ke kamar ternyata melihat istri dan putri kecilnya juga tertidur dengan pulas di tempat tidur, tidak ingin membangun kan keduanya, Ken ikut berbaring di belakang Imma miring dengan tangan melingkar di pinggang nya dengan erat.
Merasa ada yang menyentuh pinggang nya Imma membuka perlahan matanya, di kedibkan sebentar, berbalik badan mendapati Ken sudah berbaring di belakang nya.
__ADS_1
"Sudah pulang sayang......" kata Imma dengan suara serak khas bangun tidur.
"Tidur aja lagi, kalau masih ngantuk....".
Imma memperhatikan wajah, rambut dan telinga nya dengan seksama ada sesuatu warna merah seperti lipstik.
"Bi....kok telinga dan rambutnya ada merah merah... apakah ini lipstik".
"Mana sih.... honey?" Kata Ken sambil mengusap telinganya ke pipi Imma.
"Tadi memangnya Abi main paintball sama perempuan ya" ucap Imma sambil mendorong tubuh Ken.
Karena refleks justru Ken mengusapkan telinga nya ke pipi Imma
"Sayang.... kenapa lipstik nya di usap di pipi sih...?".
Ken memperhatikan yang di bilang Imma lipstik tetapi ternyata cat sisa bermain paintball tadi siang.
"Ini bukan lipstik honey.....ini cat sisa main paintball tadi, sepertinya Abi mandinya kurang bersih".
"Oooooo tak kirain Abi main cewek, ternyata Abi jorok ya...".
Ken mengusapkan telinga nya lagi ke pipi Imma sebelahnya lagi, dan mencium bibir nya dengan cepat.
"Bi....... pipi umi jadi cemong semua nich iiiihh".
"Nanti setelah ini baru mandi".
Ken mulai bergerilya dengan nakal nya sambil tersenyum simpul, tangan nakalnya tidak berhenti.
"Bi.... awas ini masih siang kenapa usil tangannya".
"Memang ada yang melarang kalau siang usil, kita sering melakukan nya".
Ken mengulangi lagi tangannya bergerilya di sertai bibirnya juga tidak kalah gesitnya bergerilya.
Jika Ken sudah beraksi tidak dipungkiri Imma selalu terbawa suasana, mendesah kecil, mencengkeram punggung Ken dengan kuat.
__ADS_1
Siang itu terjadi pergumulan panas antara ke duanya, karena ada adik Fia ada di samping nya, Ken mengajak Imma pindah di sofa agar tidak menggangu Fia.
Di ulanginya lagi di sofa dengan pergumulan panas pada keduanya saling menghisap bibir, saling mengabsen gigi dan yang ada yang di dalam sana, sampai ke pada kenikmatan dunia dan tumbang di sofa itu juga.
"Ayo kita mandi, keburu adik Fia terbangun".
Ken menggendong Imma ke kamar mandi dan di dudukkan di bathup dengan pelan-pelan.
Saling menggosok punggung bergantian, kemudian mendengar adik Fia menangis kencang.
"Cepat Bi....adik Fia bangun".
Imma mempercepat mandinya dsn menarik handuk yang menggantung di belakang pintu kamar mandi.
"Honey...... target nya mau nambah..... kok malah mandi cepat sih...?.
"Sayang.......adik Fia bangun, waktunya dia mandi juga ayo cepat, tidak ada jadwal tambah sekarang".
"Ya sudah lah nambah nya nanti malam aja".
"Idiiih..... dasar genit" kata Imma sambil memukul lengan nya.
Setelah Imma keluar dari kamar mandi, Ken berendam lagi sejenak, membersihkan diri baru keluar kamar mandi dan berganti baju.
"Ayo sayang gantian adik Fia cantik yang mandi"
Ken memandikan Fia dengan telaten, Imma sudah menyiapkan baju dan peralatan nya untuk Fia.
"Umi . .. coba bangunkan Faro, mungkin belum bangun dia" teriak Ken dari kamar mandi.
Imma keluar kamar dan mendatangi kamar Faro, ternyata si ganteng Faro sudah di kamar mandi sambil bersenandung riang.
Imma tersenyum dan mendekati lemari mempersiapkan keperluan baju Faro di letakkan di atas tempat tidur.
Imma menunggu Faro keluar kamar mandi sambil merapikan tempat tidur, melipat selimut, dan meletakkan bantal dan guling yang berantakan tadi.
"Umi.....adik Fia mana?" tanya Faro saat keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Adik lagi di mandi mandikan Abi, ini pakai baju dulu... baru nanti main sama adik".