Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 39 Konferensi Pers Ken


__ADS_3

Suasana hening tanpa adanya suara sesaat, hanya nafas Ken yang tidak beraturan karena menahan emosi.


"Kemungkinan kalau kau mengakui Faro sebagai putra kandungmu, umi nya juga akan mau kembali padamu, karena dari awal tujuan nya hanya melindungi Faro" pendapat Anton.


"Kau tahu, kau tidak akan menyesal jika bisa mengambil keputusan mengakui Faro sebagai putra mu, aku bisa jamin dengan nyawaku" kata Anton lagi dengan yakin.


Ken dan papi Bastian saling pandang dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau kau masih yakin Ken ayo kita teruskan, kau mencintai umi kan?" tanya Papi Bastian.


"Sangat papi, Ken sangat mencintai umi" jawab Ken yang mulai mereda emosi nya.


"Baiklah, sandi siapkan konferensi pers di Imma kafe nanti jam empat sore" perintah Ken mantap.


Anton merasa lega, seperti satu masalah terlepas dari beban di pundak nya yang dia tanggung hampir empat tahun terakhir ini.


"Bos... jangan lupa, usahakan umi melihat dengan mata kepalanya sendiri konferensi pers yang akan kau lakukan" perintah Anton lagi.


Akhirnya Ken pulang ke rumah, masih ada waktu untuk mempersiapkan kata yang akan dikatakan saat konferensi pers nanti sore.


Sandi membawa Anton ke rumah sakit untuk mengobati luka yang karena di pukuli Ken, awalnya Anton menolak, tetapi papi Bastian memaksa nya.


Tidak lupa Sandi menelpon istri nya Anton yaitu Intan Ariyani, saat istri dan putranya Rama datang ke rumah sakit Anton sudah di tempatkan di ruang rawat inap VVIP.


"Kenapa ayah, kok bisa babak belur begini" tanya Rama pada Anton.


"Tidak apa-apa nak, tadi ada orang yang menyerang ayah, salah sasaran katanya" Anton berbohong.


"Terus orangnya kemana sekarang yah?" gantian ibu Intan.


"Sudah lari orangnya bu, biarkan saja yang penting ayah sudah tidak apa-apa" kata Anton sambil tersenyum.


"Dilaporkan polisi saja Bu?" kata Rama kepada ibu Intan.


"Tidak usah diperpanjang, ayah tidak apa-apa kok" perintah Anton lagi.


"Terus siapa yang membawa ayah kemari?" tanya ibu intan.


"Itu asisten anak nya bos Bastian" jawab Anton jujur.

__ADS_1


Sementara Imma yang di rumah sakit, suhu tubuhnya masih naik turun, saat dia teringat akan berita di televisi itu badan nya akan menggigil lagi tanpa bisa di kendalikan.


Hatinya terasa sakit, tidak bisa di pungkiri sebetulnya rasa nyaman yang di dapatkan dari pelukan Ken sangat membuat hati Imma merasa sangat bahagia.


Tetapi Imma tidak boleh egois, karena amanah dari ibu Lestari dia mau tidak mau memilih melindungi Faro dari pada memilih pujaan hatinya.


"Umi... ayo makan dulu, baru nanti minum obat" kata uthi Sumi.


Tetapi Imma masih melamun dan tidak mendengar perkataan uthi Sumi.


"Umi..... umi... kok melamun, pasti sedang mikirin Abi Ken ya?" goda uthi Sumi.


"E.... a...ada apa uthi?" tanya Imma gugup.


"Makan lah dulu nanti baru minum obat" perintah uthi Sumi.


Kemudian Imma makan dan minum obatnya, dan tidak lama tertidur dengan lelap karena pengaruh obat nya membuat Imma mengantuk.


Saat Imma sudah tertidur lelap Ken menelpon uthi Sumi untuk mengabarkan bahwa nanti sore Ken akan mengadakan konferensi pers.


Ken menceritakan kepada uthi umi rencananya seperti permintaan Anton Sahroni nanti sore.


Ken juga meminta uthi Sumi agar Imma bisa melihat saat konferensi pers nanti sore yang akan di siarkan secara langsung oleh televisi nasional.


Sudah menjelang sore sandi menghubungi televisi nasional, juga menghubungi wartawan infotainment ataupun wartawan media cetak.


Sandi juga mengabarkan kepada mereka tempat konferensi pers itu di adakan di Imma kafe pukul empat sore.


Ken sudah rapi dengan penampilan nya, kemudian memanggil mami, papi dan Kemmy untuk menuju ke Imma kafe.


Ken harus tiba di sana sebelum para wartawan wartawan itu datang ke Imma kafe, Ken juga akan mempersiapkan Faro untuk di ajak nya mengikuti konferensi pers itu.


Ken datang lebih awal bersama keluarga nya, pertama tama Ken dan Sandi menyiapkan meja panjang untuk konferensi pers nya.


setelah selesai Ken mencari Faro yang sedang duduk di ruang keluarga diam dan memandangi foto uminya.


"Faro.... kenapa nak, kok foto umi yang pandangi?" tanya Ken.


"Abi... Palo tangen umi, kapan umi pulang?" tanya Faro sendu.

__ADS_1


"Faro kangen umi?" tanya Ken sambil memeluk nya


"Ho...o" jawab Faro singkat.


"Kalau gitu Faro mandi, pakai baju baru, kalau sudah ganteng, kita bertemu dengan orang banyak sebentar lalu kita ke rumah sakit menjenguk umi, Faro mau?" rayu Ken.


"Iya Abi.... Palo mau" jawab Faro senang.


Waktu sudah pukul tiga sore, Ken bergegas ke kamar mandi membantu Faro mandi dan berganti baju baru yang di belikan mami Winda tadi pagi.


Yang di rumah sakit baik uthi Sumi ataupun pun Anton sudah menyalakan televisi nasional yang akan menyiarkan konferensi pers yang akan di lakukan oleh Ken.


uthi Sumi duduk di samping Imma, Imma sedang bermain handphone nya, berdua hanya diam saja.


Dan di Imma Kafe Ken memangku Faro dan didampingi oleh semua keluarga duduk di kursi yang sudah di persiapkan tadi.


Saat sudah mulai konferensi pers itu tetapi Ken belum memberikan pernyataan nya. uthi Sumi menunjuk ke televisi.


"Umi.... umi ada Faro di televisi" kata uthi Sumi menunjuk ke televisi itu, dan Imma melihat ke arah televisi itu.


Baru Ken mulai memberikan pernyataan nya.


"Selamat sore, saya Kenzie Wiguna dan di dampingi oleh keluarga mengadakan konferensi pers ini dengan tujuan akan meluruskan berita yang beredar dalam Minggu ini, benar Minggu depan saya akan menikah, benar juga wanitaku itu adalah seorang gadis yang sudah memiliki satu putra, ini putra nya saya pangku.


Perlu anda tahu bahwa putra wanitaku ini adalah hasil kesalahan ku, hasil kebodohan ku empat tahun yang lalu, aku memilih melanjutkan kuliah S2 ku tanpa melihat kebelakang, sedangkan wanitaku itu mengandung tanpa memberitahu ku, aku terlalu egois karena demi masa depan meninggalkan nya sendiri.


Dia berjuang sendiri, mengubur masa mudanya, tidak mengejar cita-cita nya hanya demi menjaga buah hati kami" kata Ken sambil mengusap air matanya yang menetes di pipi.


Sudah hampir setahun ini aku mengetahui kalau wanitaku tinggal disini di kafe ini dan aku mengejar nya kembali, seandainya wanitaku itu hanya mengejar harta keluarga ku sudah dari dulu dia mendatangi dan meminta pertanggung jawaban ku, justru dia malah bersembunyi di sini di pinggiran kota Jakarta jauh dari ku" cerita Ken kembali.


Sedangkan di rumah sakit Imma menangis sejadi jadinya melihat pernyataan Ken di televisi itu.


________________


Sudah di siapkan tisu belum


ayo ambil kan tisu.


terima kasih jangan lupa

__ADS_1


like vote dan komentar nya


__ADS_2