Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 55 Latar Belakang Tomy Sanjaya


__ADS_3

flashback on


Pada era Tahun 80-an banyak tumbuh kelompok preman atau bandit yang cukup di segani di seluruh wilayah Indonesia.


Pada saat itu termasuk papa Tomy adalah preman intelektual yang malang melintang di daerah Jawa timur.


Sering disebut bandit, preman atau pengawal pribadi para petinggi pada tahun itu tumbuh subur dan memiliki kemampuan yang sangat handal baik dari ilmu bela diri, Karate ataupun menembak.


Tomy Sanjaya adalah salah satu penembak handal pada masanya mungkin sekarang sering di sebut sniper, bidikannya jarang sekali meleset meskipun dalam jarak jauh.


Teman teman seangkatan papa Tomy memberikan julukan SI MATA ELANG, karena kemampuan nya itulah sering di panggil dan di sewa oleh orang orang penting untuk melakukan pembunuhan para musuhnya pada saat itu, baik pengusaha pejabat ataupun juragan tanah.


Dalam kelompok papa Tomy terdiri dari empat orang Baron Pranoto, Tomy Sanjaya, Wahono dan Sukirman, yang menjadi pimpinan nya adalah Baron Pranoto.


Dalam kelompok itu masing-masing mempunyai anak buah sendiri sendiri dalam mengamankan wilayah mereka.


Papa Tomy memiliki banyak anak buah yang sangat handal karena sering dilatih oleh nya, setiap kelompok itu semua anak buahnya sangat loyal kepada pimpinan nya, jika ada yang berkhianat akan mereka tembak di tempat tanpa ampun.


Dalam setiap kelompok memiliki wilayah masing masing, sering juga mereka perang antar kelompok merebutkan wilayah yang strategis.


Banyak wilayah yang sering mereka kuasai diantara nya pasar, terminal, tempat wisata alun-alun ataupun jalan raya serta masih banyak lagi.


Kehidupan sehari-hari mereka sangat keras, identik dengan kehidupan malam, kekerasan narkoba dan alkohol merupakan salah satu bagian dari mereka sehari-hari.


Tetapi ada juga yang tidak menggunakan narkoba atau alkohol, termasuk papa Tomy, dia sering menembak orang tanpa ampun tetapi tidak pernah pergi ke klub malam, minum alkohol ataupun narkoba.


Teman teman papa Tomy juga banyak yang bertato bertampang garang, galak dan cenderung keras, dan berbadan tegap serta berkulit gelap.


Tetapi beda dengan papa Tomy tampangnya perlente, rambutnya klimis, tinggi besar, berkulit putih, seperti pebisnis tidak seperti bandit pada umumnya.


Baron Pranoto memiliki adik laki-laki yang memiliki profesi yang sama dengan nya bernama Badrun Pranoto, tetapi tidak satu kelompok.


Pada suatu saat papa Tomy mendapatkan pekerjaan untuk menembak seseorang yang di perintahkan oleh pengusaha sukses, itupun di Ketahui oleh Baron siapa pengusaha nya, tetapi Baron dan papa Tomy tidak tahu siapa target nya.

__ADS_1


Setelah target tertembak baru di ketahui ternyata yang di tembak oleh papa Tomy adalah adik kandung Baron Pranoto yaitu Badrun Pranoto karena saat itu Baron tidak ikut dalam misi itu.


Dari situlah awal mula perpecahan di antara mereka, ketidak sengajaan papa Tomy membuat Baron Pranoto meradang, dan menghajar papa Tomy sampai babak belur, sedangkan papa Tomy tidak membalasnya saat itu.


Akhirnya kelompok itu terpecah, dendam Baron Pranoto kepada papa Tomy tidak pernah padam sampai kapan pun.


Saat ada kekacauan di wilayah Indonesia waktu tahun 80-an itu, ada perintah tembak di tempat para preman dan bandit tanpa adanya pengadilan, banyak yang menjadi target saat itu.


Salah satu nya adalah teman dekat papa Tomy yaitu Sukirman yang tertembak di salah satu pasar di daerah Malang Jawa timur, peluru panas itu menembus perut dan dada Sukirman, saat jenazah itu dimandikan oleh masyarakat saat itu darah masih mengalir deras dari bekas peluru yang menembus perutnya.


Semua para anggota itu banyak yang menyingkir mencari aman, Baron Pranoto pergi ke Singapura karena neneknya orang asli sana.


Wahono pergi ke Surabaya bekerja di suatu perusahaan swasta nasional disana menikah dengan gadis suku Tengger.


Sedangkan papa Tomy pergi ke daerah pegunungan gunung Bromo dan bertemu dengan anak gadis memilik perkebunan teh dan menikahinya yaitu mama Nadia.


Mama Nadia adalah putri tunggal dari pemilik perkebunan teh itu, sehingga warisan orang tua Mama Nadia jatuh pada nya.


Setelah menikah Wahono dipanggil oleh papa Tomy untuk menjadi asisten nya sampai meninggal dunia.


Papa Tomy di karuniai dua anak yaitu Dona Sanjaya dan Dini Sanjaya, saat masih muda papa Tomy masih bisa melindungi putra kesayangannya Dona agar tidak menjadi target dendam dari Baron Pranoto.


Tetapi Baron berhasil merusak kandungan Ameera Safitri menantu papa Tomy sehingga tidak bisa memiliki keturunan.


Tetapi antara Dona dan Ameera tidak mengetahui masalah ini, yang tahu hanya Wahono, Papa Tomy dan Baron saja yang tahu


Dini Sanjaya memiliki dua putri yang pertama berumur sepuluh tahun bernama Laila Sanjaya dan adiknya tujuh tahun bernama Dania Sanjaya.


Baron Pranoto tidak mengusik keturunan papa Tomy yang perempuan, tetapi keturunan laki laki saja yang dia incar.


Saat Dona Sanjaya meninggal saat itu papa Tomy sebenarnya mencurigai Baron Pranoto tetapi papa Tomy tidak memiliki bukti untuk menuduh nya,


flashback off

__ADS_1


Saat papa Tomy mendengar bahwa Baron Pranoto ada di Jakarta, papa Tomy langsung memesan tiket pesawat ke Jakarta, mama Nadia juga ikut mendampingi nya.


Semua penyelidikan mengenai anak laki laki Dona di hentikan oleh papa Tomy, dia ingin menyelidiki kasus itu sendiri tanpa meminta bantuan siapapun untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan oleh papa Tomy.


Papa Tomy mengerahkan anak buah nya untuk mencari informasi tentang keberadaan Baron Pranoto di Jakarta.


Hari itu juga papa Tomy dan mama Nadia terbang ke Jakarta di temani oleh asisten Hendra.


Semua urusan perusahaan perkebunan di serahkan kepada menantunya yaitu suami Dini Sanjaya.


Di Jakarta papa Tomy tinggal di apartemen mewah yang berada di tengah tengah Ibu kota Jakarta, sebetulnya papa Tomy mempunyai rumah mewah di perumahan elite di Jakarta tetapi karena jarang di pakai akhirnya rumah itu di sekawan.


"Pa... apakah Baron sudah tahu keberadaan anak laki-laki Dona?".


"Papa juga belum tahu kabar tentang itu ma, kita tunggu informasi dari orang kita dahulu".


"Mama harap tidak terjadi apa-apa pada anak itu pa"


"Ya papa berharap juga begitu, Oya ma... atau kita tidak usah mencari cucu laki-laki kita saja agar aman dari Baron Pranoto".


"jangan begitu Pa... hu...hu...hu... bagaimana pun juga cucu laki-laki mama juga berhak mendapatkan kasih sayang dan hak waris dari kita pa".


Mama Nadia menangis sejadi jadinya mendengar papa Tomy berniat tidak akan mencari keberadaan cucu laki-laki yang belum pernah di lihatnya itu.


"Sabar ma....yang sabar ya... pasti nanti akan ada jalan keluar terbaik untuk masalah ini".


__________________


Sudah mulai terungkap ya siapa Faro dan bakat nya.


ayo dukung Faro dengan memberikan


dukungan dengan like vote dan komentar

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2