
"Bos....di luar ada empat orang laki-laki yang sedang mengawasi kita, dimana keluarga bos Bastian sekarang?" tanya Hendra cemas.
Kebetulan mobil Ken dan Papi Bastian parkir di parkiran samping rumah sakit sehingga mereka tidak bertemu dengan orang orang yang sedang mengawasi Tomy Sanjaya di parkiran depan.
Setelah keluar dari ruang rawat inap itu ternyata Papi Bastian dan Mami Winda mengajak Fia dan Faro ke PRJ Kemayoran, yang paling antusias adalah Fia dia selalu senang jika melihat ondel-ondel Betawi yang sangat besar berjoget diiringi musik.
Ken pulang hanya berdua, hari ini adalah hari istimewa bagi Ken, mulai muncul ide nakal Ken yang aneh dan nyeleneh menurut Imma, Ken melajukan mobilnya ke Taman Buah Mekarsari Cileungsi Bogor, cuma hanya untuk menyewa rumah pohon disana.
Sesampainya di Taman Buah Mekarsari baru Imma menyadari pasti ada yang disembunyikan Ken yang tidak di ketahui nya,
"Ayo honey kita masuk?".
"Ini mau ngapain sayang.... mengapa anak-anak tidak di ajak, lho kok..kita ke rumah pohon, Abi nyewa penginapan rumah pohon?".
Ken hanya tersenyum nakal, dengan pertanyaan istrinya itu, rupanya Sebelum berangkat ke rumah sakit tadi Ken sudah merencanakan semuanya, reservasi, makan malam romantis dan tidak lupa pula menitipkan anak-anak ke Papi Bastian dan Mami Winda.
Ken menggandeng Imma naik ke rumah pohon itu dengan mesra, Imma hanya memandangi wajah Ken yang berseri-seri dengan hati yang bertanya tanya, di dalam rumah pohon itu sudah tersedia hidangan makan siang yang mungkin agak terlambat karena waktu menunjukkan pukul tiga sore, tetapi tidak mengurangi keromantisan suasana hati Ken.
"Silahkan duduk, honey" ucap Ken sambil menepuk bantal berbentuk love yang ada di atas karpet permadani.
Jika kebanyakan orang mengajak makan romantis menggunakan dua kursi dan satu meja di tengahnya dan ada bunga di mejanya dengan duduk berhadapan, tetapi romantis nya Ken berbeda, makan lesehan di karpet permadani dan dikelilingi bantal berbentuk love yang berwarna pink dan merah.
"Ini makan siang romantis kita Honey" kata Ken lembut.
"Ini mah bukan makan siang Bi, sudah sore, bukan romantis juga, makannya lesehan" protes Imma sambil mengerucutkan bibirnya.
"Yang kayak orang-orang itu sudah umum Honey.... justru ini spesial".
"Iya....iya... deh, tetapi ini ada acara apa?".
Ken belum menjawab pertanyaan Imma yang dari tadi penasaran malah mulai menyuapi Imma dengan mesranya, karena kesal Imma jadi merajuk tidak mau di suapi, ditutup nya rapat mulut Imma.
__ADS_1
"Tidak....makan aja sendiri, ini kan acaranya Abi sendiri, umi tidak tahu apa-apa".
"Baiklah... Abi cerita, umi ingat waktu di mall ada anak kecil lagi duduk di kursi sedang makan es krim yang belepotan sendirian?".
Imma hanya menggelengkan kepalanya karena memang belum ingat kejadian sekitar lima tahun yang lalu itu.
"Ada seorang gadis cantik yang sedang memilih kaos Pororo dan mengaku punya anak satu, dan diajak kenalan tidak menyebutkan namanya malah bilang uminya Faro?".
Imma tersenyum hanya membulatkan mulutnya ber-o ria dengan cerita Ken itu.
"Sudah ingat sekarang?.. ayo makan dulu Abi suapi....haaa".
"Berarti ini hari pertemuan pertama kita, kok Abi ingat sih tanggal nya?".
Sambil makan Imma mengingat peristiwa itu saat ada om ganteng kata Faro yang mendekati nya saat itu.
"Umi tahu....ini adalah hari yang spesial buat Abi, hari dimana Abi bertemu bidadari yang susah di dekati, bidadari yang sekarang ini membuat Abi jatuh cinta lagi dan lagi".
Sesuap demi sesuap Ken menyuapi Imma dan dirinya sendiri perlahan sesekali mengusap bibir Imma yang sedikit kotor terkena sayur membuat suasana semakin romantis.
Selesai makan Ken memanggil pelayan untuk membereskan bekas makanannya, sedangkan mereka berdiri di teras rumah pohon itu, Ken memeluk Imma dari belakang sambil memandangi pemandangan yang sangat indah, pemandangan pohon yang menghijau.
Pelayan selesai merapikan bekas makan siang, dan meninggalkan tempat, buru-buru mengajak Imma masuk ke dalam lagi, Ken akan melakukan pertempuran tiga sesi katanya defil.
"Apa maksudnya pertandingan tiga sesi?" tanya Imma penasaran.
"Sesi pertama sore, sesi kedua malam dan sesi ketiga pagi" kata Ken cepat.
"Maksudnya...?"
"Ini maksudnya sesi pertama dulu ya" ucap Ken sambil mulai mencium bibir Imma dengan rakusnya.
__ADS_1
Mulai mengabsen seluruh kepemilikan Ken disana, sesekali mengambil nafas saat hampir habis, sesekali dengan desahan kecil kedua membuat suasana panas sore itu menjadi lebih panas sampai keduanya puas dan sampai puncaknya.
Setelah tumbang dan mengatur nafas sejenak, keduanya bergegas ke kamar mandi berdua saling menggosok punggung nya, saat Ken mulai mencium bibir Imma di kamar mandi di dorong kecil olehnya.
"Katanya sesi kedua nanti malam....ini kenapa mau melakukan sesi kedua?" Protes Imma.
"Tidak jadi tiga sesi, Abi buat empat sesi sepertinya lebih asyik"
Kata Ken sambil mengulangi adegan panas itu di kamar mandi rumah pohon itu tanpa minta persetujuan dari Imma.
Kamar mandi di rumah pohon itu hanya berukuran 1 × 1,5 meter saja sehingga tidak begitu leluasa bergerak untuk dua orang.
"Sayang, disini sempit... nanti malam aja gin" protes Imma mencoba melepaskan dari lingkungan Ken yang kekar.
"Justru ini sensasinya luar biasa honey..umi ikuti aja ok".
Akhirnya Imma hanya mengikuti alur dari irama Ken sampai mencapai kenikmatan dunia yang mereka rasakan sore itu.
Keluar dari kamar mandi memakai baju kembali dan Ken juga sudah mempersiapkan baju hangat buat Imma di kenalannya agar hangat karena suasana malam hari di daerah itu dingin sekali.
Mereka berdua menghabiskan waktunya di dalam rumah pohon saja, tanpa keluar dari sana sama sekali, dengan menonton film atau televisi aja, mereka berdua menghabiskan waktu dengan bersantai di ruang tengah bagian dari rumah pohon itu
Sesi ketiga dan keempat tetap Ken melakukannya dengan penuh gairah tanpa lelah, sampai pagi menjelang keluar dari area Taman Buah Mekarsari Cileungsi Bogor Ken tidak langsung pulang, mengajak Imma ke kantor, karena Faro di antar sekolah oleh Mami Winda sedangkan tadi malam Fia merengek minta ikut ke kantor Papi Bastian, sehingga Imma akan bertemu putrinya disana.
Sampai di kantor, Papi Bastian belum tiba karena Fia belum bangun jadinya agak siang berangkatnya menunggu Fia bangun.
Sedangkan yang sudah duduk manis di kantornya adalah Sandi, melihat Ken datang dan memeluk Imma dengan mesra Sandi mulai berpikir entah kemana, karena istrinya sedang hamil muda Sandi dilarang berhubungan intim dengan istrinya sampai trimester pertama.
Ken semakin menggoda Sandi karena pandangan mata Sandi yang sendu melihat mereka berdua dengan mesra.
"Yaelah bos teganya dirimu.....aku lagi puasa, malah pamer mesra mesraan didepan mataku?" Protes Sandi
__ADS_1