Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 59 Calon Adik Bayi Pipi Tembem


__ADS_3

Mami Winda curiga sepertinya Imma sedang berbadan dua, tetapi belum begitu yakin karena selama ini hampir harapan nya selalu pupus ketika Imma tidak positif hamil sudah hampir satu tahun pernikahan mereka.


Sudah hampir satu Minggu ini setiap pagi ataupun malam Imma dan Ken mual dan muntah muntah, terkadang berdua merebutkan makanan yang sama, keduanya sering menginginkan sesuatu yang sama, seperti hari ini, sudah pukul sepuluh malam Imma dan Ken menginginkan makan bubur Bandung, yang biasa nya di jual di pagi hari untuk sarapan.


"Honey.... Abi ingin bubur Bandung, kita jalan jalan yok?, Siapa tahu ada yang jual"


"Umi juga pingin bubur Bandung Abi, kok akhir akhir ini sama ya selera kita"


"Namanya kita sehati honey"


Ken dan Imma memutari daerah daerah kuliner terkenal di pinggiran kota Jakarta itu, terapi tidak menemukan bubur Bandung, yang di dapat nya hanya bubur kacang hijau dan ketan hitam.


Menjelang tengah malam mereka pulang dengan hati yang kecewa, tidak mendapatkan apa yang diinginkan keduanya.


Sesampainya di rumah ternyata Uthi Sumi belum tidur, dan sangat khawatir menunggu anak dan menantunya belum pulang.


"Ini dari mana jam segini baru pulang?, Jangan membuat uthi khawatir".


"Maaf uthi kami pingin bubur Bandung, tetapi muter-muter tidak dapat menemukan nya"


"Kalian ini seperti lagi sedang ngi......." Uthi Sumi tidak jadi melanjutkan ucapannya karena berpikir, tanda tanda orang lagi hamil, dan berkata lagi.


"Umi kapan terakhir haid bulan lalu?".


"Biasanya sih umi haid tanggal dua uthi, sekarang tanggal berapa?".


"Sekarang tanggal 25 honey..., Berarti sudah telat dua Minggu ya Uthi".


"Coba sana ke apotek, biasanya ada tuh apotek yang buka 24 jam, umi tidak usah ikut istirahat aja dirumah, beli test pack, jangan cuma satu belinya".


"Ya Uthi ..... Abi berangkat dulu".


Ken keluar rumah kembali ke garasi dan mengeluarkan mobil nya melaju membelah jalanan ibukota Jakarta dengan kecepatan sedang menuju apotek.


Ken membeli tiga buah test pack, dari apotek yang tidak jauh dari rumah itu, dan kembali ke rumah, sudah di tunggu oleh Imma dan uthi Sumi.


"Uthi ini....., Abi sudah tidak sabar boleh di coba sekarang?".


"Sebenarnya lebih baik pagi, Tetapi boleh coba hari ini satu dulu sana, uthi tunggu di sini, uthi Sumi juga penasaran he he he".


"Baiklah, ayo honey.... Eee bagaimana caranya uthi?"


"Sini.... Umi bisa, uthi Sumi dan Abi tunggu disini".

__ADS_1


Imma langsung masuk kamar mandi samping dapur, membuka test pack dan meneteskan air seni nya sedikit, baru membawa nya keluar kamar mandi tanpa melihat nya.


"Abi.... Uthi Sumi.... Ini coba lihat sendiri, umi takut". Imma duduk di kursi sendiri, sedangkan Ken dan uthi Sumi berdiri.


Ken dan uthi Sumi memandangi test pack yang di pegang oleh Ken sampai beberapa menit, garis nya awalnya samar samar lama lama terlihat ada dua garis biru disana.


Dengan sepontan Ken dan uthi Sumi berpelukan dengan erat, lalu menarik Imma dan memeluknya juga, mereka berpelukan bertiga.


"Honey.... Akhirnya harapan Faro terkabul juga, dia akan memiliki adik pipi tembem".


"Ya sudah sana istirahat, harus di jaga kandungan Umi nya, jangan banyak olahraga malam dulu, besok ke rumah sakit saja biar lebih jelas dan akurat pemeriksaan nya".


Uthi Sumi masuk ke kamar untuk istirahat, Ken langsung mencium kening Imma.


"Terima kasih honey.... sudah memberikan Abi seorang bayi pipi tembem".


Saat berjalan masuk kamar, Ken memeriksa handphone Mami Winda atau Papi Bastian, siapa tahu masih ada yang online, Ken ingin memberikan kabar bahagia itu.


Ternyata Papi Bastian lah yang masih online WA nya padahal waktu menunjukkan pukul satu malam


"Ada apa jam segini telpon Ken?" ucap Papi Bastian saat menjawab telepon Ken dengan heran.


"Papi.....Ken bahagia sekali, Papi sebentar lagi akan mendapatkan cucu lagi".


"Selamat ya nak, jaga istrimu dengan baik".


"Ya Papi... terima kasih".


Ken berbaring miring memeluk Imma dari belakang tidur sampai menjelang fajar menyingsing dari ufuk timur.


Pagi hari nya dengan antusias Ken bangun tidur, setelah mandi langsung masuk kamar Faro membangunkan nya.


"Ganteng.... Faro... bangun nak".


"Masih ngantuk Bi, ini kan tanggal melah, Palo mau tidul lagi".


"Katanya kemarin minta adik bayi pipi tembem".


Mendengar abinya menyebutkan adik bayi pipi tembem Faro langsung terbangun dan membelalakkan matanya dengan cepat.


"Sudah jadi kah Abi adik bayi nya pipi tembem, kok Palo tidak diajak buatnya"


Ken langsung tertawa mendengar protes Faro yang tidak diajak membuat adik bayi pipi tembem nya.

__ADS_1


"Yang penting sudah jadi adik pipi tembem nya, mungkin umi lupa kali ya tidak mengajak Faro, ayo mandi dulu nanti kita baru temui Umi".


karena Ken mulai merasa mual langsung pamit kepada Faro dan minta bantuan uthi Sumi untuk menemani mandi.


Ken langsung lari menuju kamarnya melihat Imma sudah di kamar mandi.


"Huek...... huek....huek..."


Ken juga ikut jongkok di samping Imma sambil memijit tengkuk Imma dan mual mual juga.


"Huek....huek...huek".


Saat uthi Sumi menemani Faro mandi, mendengar Imma dan Ken muntah muntah di kamar mandi karena pintu kamar tidak tertutup langsung memanggil Uthi Marni untuk membuatkan teh herbal.


"Faro uthi tinggal sebentar ya untuk memanggil uthi Marni, jangan lupa sikat gigi?.


"Ya Uthi.."


Uthi Sumi dan uthi Marni membawa dua cangkir teh herbal dari dapur langsung berlari menuju lantai atas, uthi Sumi ke kamar Imma sedangkan uhti Marni ke kamar Faro.


Uthi Marni menyiapkan baju Faro, selesai mandi Faro langsung memakai baju sendiri, uthi Marni hanya mengawasi nya saja.


Ken memapah Imma ke tempat tidur, keduanya lemas dan mengeluarkan keringat dingin setelah muntah muntah pagi itu.


"Ayo minum teh herbal nya dahulu untuk mengurangi mual nya"


"Terima kasih uthi, maaf jadi merepotkan"


Keduanya langsung minum teh herbal itu pelan pelan, tenggorokan yang mahir terasa lega setelah meminum nya.


"Apakah sudah buat janji hari ini bertemu dokter kandungan Abi?".


"Oya lupa .... sebentar uthi Abi telp dokter nya papi aja minta tolong dia".


Ken langsung menelepon dokter rumah sakit teman papi Bastian bernama dokter Jaka untuk di daftarkan ke dokter kandungan.


Dokter Jaka merekomendasikan dokter kandungan terbaik di rumah sakit itu bernama dokter Tanti.


Faro yang sudah rapi langsung masuk ke kamar Imma, dan duduk di antara Ken Imma.


"Umi nggak asyik..... Palo tidak di ajak buat adik bayi pipi tembem, jangan di buat dali tepung.... umi, nanti adik bayi nya ada Jamul nya".


Semua tertawa bersama-sama dengan kepolosan Faro, Imma dan Ken yang mual jadi berkurang mual nya.

__ADS_1


"Maaf sayang adik pipi tembem nya sudah ada di dalam perut Umi" umi berkata dengan lembut.


__ADS_2