
Imma sedang di rias oleh MUA terkenal rekomendasi dari Ken, karena mereka dari suku Jawa, prosesi pernikahan akan dilaksanakan dengan adat Jawa.
waktu tinggal satu jam lagi akan diadakan upacara prosesi temu manten dengan adat jawa.
Imma menggunakan dua model baju pengantin yang pertama baju adat Jawa dan gaun pengantin modern yang dibelikan Ken waktu itu.
Saat tinggal satu jam acara resepsi pernikahan akan di langsungkan, Ken dan Papi Bastian memanggil Akung Karno.
Menceritakan tentang semua prosesinya dan tempat nya, Akung Karno kaget bukan kepalang ternyata acara di laksanakan hanya di sebelah rumah.
Akung Karno juga baru tahu bahwa rumah itulah yang di buat sebagai mas kawin Ken dengan Imma kemarin.
Imma pun juga belum tahu dimana rumah yang di buat sebagai mas kawin itu, karena Ken masih merahasiakan nya.
Setelah selesai dengan Akung Karno, kemudian Ken bersiap siap untuk mengenakan baju pengantin adat Jawa juga di bantu oleh Asisten MUA yang sudah siap di kamar pengantin di rumah yang di beli Ken.
Inilah saatnya Imma sudah selesai di rias oleh MUA, wajah nya cantik, anggun serta bersinar cerah, semua yang memandangnya akan berdecak kagum dengan kecantikan nya.
Akung Karno yang bertugas mengatur posisi Imma dan rombongan, pengantin wanita di apit oleh uthi Sumi dan uthi Marni, dibelakang nya ada empat gadis sebagai pagar ayu dan dua pemuda sebagai petugas pembawa kembar mayang.
Posisi Imma dan rombongan di samping Imma kafe menghadap ke terpal besar yang membatasi kedua rumah itu.
Di balik terpal itu sudah ada rombongan pengantin pria dengan posisi yang sama menghadap terpal besar juga.
Dipandu oleh seorang MC atau jika adat Jawa disebut kebo giro dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Ada petugas yang membuka terpal itu dengan di pandu oleh kebo giro dan menghitung mundur.
"Tiga.....dua.... satu...."
Terpal itu tergulung ke samping sedikit demi sedikit sampai akhirnya terlihat Ken dan rombongan itu terlihat sedang tersenyum melihat kearah pengantin wanita.
Rombongan dari Imma lah yang kaget bukan kepalang ternyata acara resepsi di laksanakan di samping Imma kafe saja.
Imma juga tidak kalah kagetnya, melihat sosok laki laki yang dicintai nya berada di balik terpal besar itu, wajahnya terlihat tampan dengan balutan baju adat Jawa dan menggunakan blangkon.
Apalagi Ken lebih kaget lagi melihat wajah Imma yang sangat sempurna cantik nya, mengenakan baju pengantin adat Jawa dan riasan wajah yang sempurna, membuat Ken tanpa berkedip dan membuka mulutnya tanpa sadar.
__ADS_1
Setelah terbuka sempurna penutup terpal itu barulah prosesi temu manten dilaksanakan yang di pimpin oleh kebo giro itu.
Yang pertama adalah melempar sirih, pengantin wanita harus melempar kearah kaki pengantin pria yang artinya sebagai bakti istri kepada suami, sedangkan pengantin pria melempar sirih ke arah dada pengantin wanita yang artinya bahwa suami sudah mengambil hati istrinya.
Acara yang kedua adalah menginjak telur yang di lakukan oleh pengantin pria yang artinya bahwa kedua pengantin mengharapkan adanya keturunan yang Soleh dan Solehah, membasuh kaki yang dilakukan oleh pengantin wanita yang artinya bahwa suami adalah imam yang harus dipatuhi oleh istrinya.
Acara yang ketiga adalah sinduran, ini melibatkan orang tua atau wali dari pengantin wanita dan pria, yaitu kain panjang merah putih yang di putarkan ke seluruh orang tua dan pengantin, di depan Akung Karno dan uthi Sumi dibelakang nya Ken dan Imma sedangkan paling belakang adalah Papi Bastian dan Mami Winda yang melambangkan orang tua mengantarkan putra Putrinya menempuh hidup baru dengan semangat.
acara yang ke empat adalah Kacar kucur, adalah pengantin pria memberikan beras dan biji bijian kepada pengantin wanita yang artinya bahwa suami memberikan nafkah kepada istrinya.
Acara yang ke lima adalah dulangan, yaitu suap suapan antara Ken dan Imma sebanyak tiga kali ini artinya bahwa kedua nya saling terbuka dan saling sayang sampai tua.
Dan acara terakhir adalah sungkeman, acara inilah yang membuat semua berlinang air mata nya, karena Imma dan diikuti oleh Ken duduk bersimpuh menyembah uthi Sumi dan Akung Karno yang di anggap sebagai orang tua kandung nya sendiri.
Dan duduk bersimpuh menyembah kepada Papi Bastian dan Mami Winda juga tidak kalah menangis nya pengantin itu.
Walaupun tidak semua prosesi adat Jawa itu di laksanakan tetapi tetap hikmat dan penuh keharuan bagi siapa saja yang menyaksikan nya.
Ken menggenggam tangan Imma untuk menguatkan hati nya agar tidak berpikir macam-macam dan drop lagi.
Hampir dua jam prosesi temu manten berlangsung, baru kedua pengantin duduk di pelaminan bersanding berdua bagai raja dan ratu sehari.
Saat duduk di pelaminan keduanya merasa sangat bahagia apalagi di tengah tengah mereka duduk Faro dengan gagahnya.
"Umi tantiiiiiiik banget, Abi duga ganteng, Palo tayang umi dan Abi"
Ken tersenyum melihat Faro yang sangat bahagia melihat uminya cantik juga bahagia.
Menjelang senja para tamu mulai sedikit dan akan di lanjutkan untuk acara nanti malam lagi, Faro di bawa uthi Sumi untuk mandi.
Ken mengajak Imma masuk ke kamar pengantin di rumah besar itu.
"Kenapa Abi tidak cerita kalau rumah ini Abi yang beli?"
"Suprise honey, Do you like it ?"
"Hmmmm ....."
__ADS_1
"Jawab yang betul dong, Abi jadi gemes nich"
Ken langsung menarik Imma dalam pelukan nya dan mencium bibir nya dengan penuh gairah.
"Hmm.... Abi itu pintunya terbuka, akan ada MUA yang akan merias lagi untuk acara nanti malam".
Ternyata benar, datang MUA yang akan merias Imma kembali, Tetapi Ken minta waktu satu jam untuk istirahat dan makan dulu, akhirnya MUA itu berpamitan dan akan datang satu jam lagi.
Imma segera membuka semua aksesoris yang menempel di tubuhnya, setelah itu Imma bergegas ke kamar mandi, tetapi Ken ikut masuk ke kamar mandi.
"Bi.... gantian ya mandi nya, sana dulu".
"Tidak bisa umi, waktunya cuma satu jam, bareng saja ya please".
Imma hanya pasrah karena permintaan Ken yang memelas, ternyata betul saja mandi nya hanya alasan Ken saja, awalnya Ken hanya menggosok punggung, kemudian tangannya bergerilya kemana mana.
Tanpa disadari Imma pun merespon apa yang dilakukan Ken di tambah desahan kecil Imma, membuat semakin panas adegan di kamar mandi itu sampai pada klimaksnya.
Hampir tiga perempat jam mereka berdua bergumul di kamar mandi, dan bergegas keluar untuk mengeringkan badan dan rambutnya.
Sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil Imma di suapin oleh Ken.
"Makan dulu honey, keburu MUA nya datang, ayo haaaaa"
"Abi sih..... di kamar mandi nya pakai modus"
Imma protes tetapi sambil membuka mulutnya menerima suapan nasi dari Ken.
"Tapi umi juga suka kan......?"
________________
Selamat menempuh hidup baru ya
Ken dan Imma
Semoga samawa
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komentar nya ya
terima kasih