
"Eeeeee.... siapa yang mengijinkan memakai baju.....baru satu episode" kata Ken cepat.
Imma hanya diam saja, memejamkan matanya, menyelimuti seluruh tubuhnya sampai leher, bernafas dengan teratur dan terlengkap.
"Waduh....malah tertidur dianya".
Ken mengeratkan pelukannya ikut terlelap sampai pagi menjelang, pukul tiga pagi adik Fia terbangun karena haus, Imma bergerak bergeser pelan-pelan agar tidak membangunkan Ken.
Meraih baju dan ingin mengenakan nya, tetapi baju di tarik Ken dengan cepat.
"Mau ngapain.... cepat beri ASI Fia nanti tambah keras nangis nya?".
Imma tidak jadi mengenakan nya, buru-buru memberikan ASI kepada Fia sampai hampir setengah jam akhirnya terlelap kembali.
Imma menarik selimut perlahan melilitkan pada tubuhnya bangkit dari tempat tidur ingin buang air kecil ke kamar mandi.
"Honey....mau kemana?" kata Ken dengan suara beratnya karena setengah tertidur.
"Kamar mandi....., Abi tidur lagi aja belum pagi".
"Hhhhmmmm.....".
Setelah dari kamar mandi Imma mencari bajunya, ternyata ada di bawah bantal yang di tiduri Ken, di tariknya pelan-pelan agar tidak menggangu tidur nya Ken, tiba-tiba Ken menarik tangan nya membawanya ke dalam pelukannya.
"E......e.... apa-apaan ini?".
"Kenapa mau mencuri bajunya sendiri, ayo bersambung yang tadi malam?".
"Umi kira Abi tertidur pulas..... ini baju sendiri kenapa di bilang mencuri...enak aja?".
Ternyata sedari tadi Ken sudah terbangun, hanya pura-pura saja, modus Ken berhasil mengagetkan nya.
Ken mengulangi adegan panasnya seperti sebelum tertidur tadi, hanya saja kali ini Ken yang mengendalikan permainan.
Sampai dua kali dia mengulangi nya baru menggendong nya ke kamar mandi karena ini sudah menjelang pagi, seperti remuk redam badan Imma, berendam air hangat sejenak membuat nya sedikit rileks.
Baru berendam sebentar suara putri kecilnya menggema di seluruh ruang kamar wisma itu.
"Abi saja yang menenangkan Fia, umi lanjutkan berendam nya Abi keluar duluan ya.....".
Imma menganggukkan kepalanya, Ken mengambil handuk dan di lingkarkan di pinggang nya keluar kamar mandi menghampiri putrinya, memakai baju sambil berbincang dengan putrinya.
Adik Fia yang mengenali suara abinya ikut mengoceh girang sesekali terkekeh jika Ken menggelengkan kepalanya saat berbicara dari atas nya.
Hampir setengah jam selesai mandi Imma bergegas memakai baju dan meraih adik Fia untuk di beri ASI.
"Abi siapkan mandi untuk adik Fia ya....".
__ADS_1
Ken mempersiapkan keperluan Fia untuk mandi, setelah menyusu selesai Ken dengan telaten memandikan putri nya di kamar mandi, sedangkan Imma bergegas ingin keluar ke tenda Faro.
"Umi mau kemana?, biar nanti aja Abi yang ke tenda Faro, umi istirahat di sini saja jangan kemana-mana?".
Imma tidak jadi keluar kamar, membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tidak di pungkiri badan nya sangat lelah hanya ingin beristirahat sejenak.
Selesai memandikan putri kecilnya, diletakkan nya di samping Imma mengecup kening nya bergantian, dan keluar kamar menuju tenda Faro.
Faro masih terlelap di dalam tendanya dengan nyaman dan sangat pulas karena tidurnya agak larut keasyikan bermain dengan gembira.
"Bang....... bangun sudah siang.....".
"Aauh.....sudah siang kah Bi....masih ngantuk".
"Ayo..... bangun.... mandi dulu".
Ken mengajak Faro ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan berganti baju dengan rapi, baru kemudian ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama.
Di ruang makan ternyata sudah ramai, seluruh keluarga berkumpul disana tanpa kecuali.
"Ken dimana istrimu....ajak sarapan sini sekalian?" perintah Papi Bastian.
"Kecapean dia Pi, nanti aku bawa ke sana saja sarapan nya" jawab Ken.
Hanya Sandi saja yang memahami mengapa Imma kecapean, melirik Ken sebentar dengan tersenyum.
Ken mentoel tangan Sandi dengan sendok yang dipegang nya.
"Rahasia.... takutnya nanti kau praktekkan sama dia sebelum waktunya" jawab Ken dengan melirik Mely yang ada di samping Sandi.
"Yaelah bos...... gara-gara kau....otakku jadi ngeres terus dari kemarin".
Uthi Sumi yang baru datang dari dapur menghampiri Ken.
"Apakah adik Fia sudah bangun...... Abi?" tanya uthi Sumi.
"Sudah Uthi.....tadi selesai mandi, bermain sama uminya di kamar" jawab Ken.
"Biar sama uthi saja yang gendong kalau umi mau sarapan".
"Ya.... silahkan uthi...ke kamar aja".
Uthi Sumi berjalan ke depan menuju ke kamar Imma dengan mengetuk pintu terlebih dahulu, meminta ijin Imma, membawa nya keluar bergabung dengan keluarga yang lain.
Ken yang sudah selesai mengambil sarapan nya bergegas kembali ke kamar untuk sarapan bersama.
"Bos cepat sarapan nya, kita akan bersiap siap bakar ikan, jangan di tambah lagi capek nya" ucap Sandi.
__ADS_1
'Yeeeee..... bisanya syirik....., praktek sendiri sana" kata Ken sambil berlalu dari ruangan itu.
"Mana bisa bos...... aku akan di gantung nanti" jawab Sandi sambil melirik Mely.
"Itu derita lu.....".
Sampai di kamar Ken memandangi tubuh Imma yang sedang berbaring di tempat tidur sambil bermain handphone nya.
"Honey.....ayo sarapan dulu, biar tenaga nya pulih kembali, akan ada bakar ikan nanti di samping tenda Faro".
Ken menyuapi Imma dengan telaten, suapan demi suapan bergantian dengan mesra, sesekali Ken mengusap lembut bibir Imma yang terkena kuah yang menempel disana.
"Abi belikan vitamin ya biar badannya fit lagi, kasihan sekali istri cantik Abi ini lemes banget".
"Yang bikin siapa... Abi juga kan?".
"Istirahat aja dulu tunggu Abi ke apotek sebentar, nanti kita ke belakang bareng".
Ken keluar kamar mencari Sandi untuk minta di antar kan ke apotek terdekat.
"San.....antar aku sebentar ke apotek yok?" ajak Ken kepada Sandi yang lagi nunggu Mely membersihkan meja makan.
"Ngapain ke apotek bos?".
"Beli obat lah....masak mau beli sayur?".
"Aku lagi nunggu gadis cantik sedang bersih bersih nich" celoteh Sandi.
"Tidak bakal ngilang tuuuh gadis...tinggalin sebentar".
Ken berjalan kembali keluar wisma, diikuti Sandi tetapi sebelum pergi Sandi mencium diam diam pipi Nely dengan cepat.
"Cup......".
"Kakak...... jangan ketularan bos mesum itu idih" kata Mely sambil mengusap pipinya dengan tersenyum manis.
Mobil berjalan melaju di jalan raya sampai ke apotek, tetapi ada yang aneh di belakang seperti ada yang mengikuti sudah beberapa kali belok mobil itu tetap masih mengikuti nya.
Saat Sandi dan Ken berhenti di depan apotek, mereka melirik mobil itu terus berjalan melewati mereka.
"San.....kau disini saja...awasi mobil tadi, aku beli obat sebentar"
Sandi berdiam diri di mobil sambil melirik spion dengan seksama, badannya kaku tidak bergerak dengan tegang.
Ken masuk kembali ke dalam mobil dan Sandi kembali melakukan mobilnya kembali di jalan raya dengan sesekali melirik spion melihat ke belakang.
Ternyata kembali mobil yang dia curigai itu mengikuti nya kembali dengan jarak sekitar tiga sampai empat meteran jaraknya.
__ADS_1