Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 86 Lagu Buat Mely


__ADS_3

"Apakah anda tahu Bu?" tanya Sandi penasaran.


"Ya saya tahu semua nya" jawab Dini cepat.


"Tapi......tapi Bu.....dari mana anda tahu tentang......."


"Aku tahu dari asisten Anton, tenang aja mas hanya aku yang tahu masalah Faro, aku akan mengikuti jejaknya, hanya akan melindungi nya dengan diam, hanya dengan cara ini, mereka akan aman" jawab Dini dengan raut wajah sedih.


"Kau tahu mas.... setiap aku ke Jakarta, orangnya Baron Pranoto selalu mengawasi ku setiap saat"


"Ya kah Bu?".


"Itulah sebabnya suamiku jarang ikut ke Jakarta, karena yang mereka incar adalah anak laki-laki, baru sekali ke sana sudah mendapatkan insiden seperti kemarin".


"Apakah sampai sekarang mereka belum tahu tentang Faro Bu?" tanya Sandi lagi.


"Belum.... karena papa juga tidak berani mencari keberadaan nya, terlalu berbahaya, makanya aku lebih baik diam, aku mohon titip dia ya mas".


"Tentu Bu, kami sangat menyayangi nya, apalagi abinya menyayangi nya seperti putra nya sendiri".


"Terima kasih".


Tanpa di sadari mata Dini mengeluarkan air mata nya tanpa bisa di kendalikan, hati terasa sakit hanya bisa mengawasi nya dari jauh.


"Sabar Bu...." kata Sandi dengan mengusap punggung nya.


Sabtu pagi acara ulang tahun perusahaan akan mengadakan family gathering, akan ada banyak lomba disana.


Sandi dan Bayu hanya menyaksikan dari kursi tamu, saat lomba dimulai semua tertawa lepas karena tingkah laku mereka.


Lomba itu diawali pasangan suami istri yang mengikuti lomba merias wajah, suami harus merias istrinya tetapi dengan mata tertutup, ada yang mengoles lipstik sampai di pipinya, ada yang mengoles eyeliner di dahinya, ada juga bedak menutupi rambut poni sehingga rambut itu berwarna putih.


Mayoritas bukannya cantik malahan seperti badut muka Ibu ibu itu, suasana sangat riuh rendah tepuk tangan dan tawa mereka begitu membahana.


Sandi dan Bayu tertawa sampai mengeluarkan air matanya, sangat konyol dan menghibur.


Lomba ke dua tidak kalah lucunya, yaitu lomba mengambil tepung dengan menggunakan centong nasi tetapi tidak boleh menggunakan tangan harus menggunakan mulut nya, suami mengambil tepung dan di letakkan di baskom kecil yang ada di atas kepala nya.


Sebagian besar muka pasangan suami istri itu penuh dengan tepung, putih semua sampai dengan rambut dan lehernya, tidak ada yang tidak tertawa, semua terbahak bahak melihat tingkah mereka.


Masih banyak lagi lomba sampai menjelang sore, lomba joget berpasangan menggunakan balon di dahi, sepakbola menggunakan daster dan masih banyak lagi.


Menu makanan sengaja dari perusahaan mengundang para pedagang kecil, dari bakso, Mi ayam, sate, nasi goreng, gado gado, soto, rawon semua di sediakan dengan membayar menggunakan kupon yang di dapat dari perusahaan.


Setelah dagangan habis para pedagang itu menukarkan kupon mereka dengan uang yang sudah di persiapkan oleh pegawai perusahaan perkebunan.


Kebahagiaan mereka begitu nyata apalagi disertai dengan berbagai macam hadiah yang beraneka rupa.


Tidak hanya karyawan yang merasa bahagia karena mendapatkan hadiah ataupun door prize, pedagang kecil juga ketiban rejeki yang berlimpah.

__ADS_1


Malam harinya mengadakan puncak acara makan malam dan pentas seni yang diadakan di lapangan terbuka.


Pada malam itu juga di umumkan akan di bangun destinasi pariwisata alam, sehingga akan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja khususnya bagi masyarakat daerah sekitar perkebunan itu.


Kabar itu di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dan di perkenalkan juga sandi serta Bayu sebagai wakil dari pengembang.


Setelah pidato dari pimpinan perkebunan Tomy Sanjaya seorang MC meminta perwakilan dari PT WIGUNA GROUP menyumbangkan sesuatu di atas panggung.


Sandi yang dari kemarin sangat merindukan pujaan hatinya Mely yang sampai sekarang belum berani mengutarakan cintanya berniat menyanyikan sebuah lagu khusus untuk menyatakan cintanya dengan menggunakan sebuah gitar.


Sudah di panggil beberapa kali Sandi menuju panggung dan berbisik kepada MC untuk meminta sebuah gitar, ada seorang karyawan naik panggung mengantarkan gitar padanya.


Sebelum naik panggung Sandi meminta Bayu untuk merekam nya dari awal sampai akhir.


"Baiklah terima kasih telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut memeriahkan acara hari ulang tahun perusahaan perkebunan ini, Sebelum saya menampilkan sebuah lagu saya sebagai wakil dari PT WIGUNA GROUP mengucapkan selamat hari jadi untuk perusahaan dan seluruh karyawan selalu sejahtera Aamiin"


Sandi mulai memetik gitar itu perlahan dengan melihat senar gitar dan menunduk.


"Satu lagi....lagu ini khusus saya persembahkan untuk pujaan hati yang jauh di sana..... spesial for you Mely......"


"Jreng.... Jreng...".


Alunan musik gitar melantun sendu seperti hati nya yang merindu, serta suara Sandi yang berat dan sedikit serak menambah syahdu suasananya.


Waktu pertama kali


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia

__ADS_1


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Sandi menyanyikan lagu cinta luar biasa dari ANDMESH KAMALANG"


Tepuk tangan bergemuruh dari semua pengunjung yang hadir saat itu seakan terhipnotis oleh suara Sandi.


Banyak yang berteriak histeris dari pengunjung dan mengucapkan"lagi.....lagi...lagi...".


Bayu ternyata jahil juga rekaman video yang di ambilnya di kirim Ken dengan cepat, baru handphone nya di kembalikan ke sandi setelah dihapus terlebih dahulu chat nya.


_______________


Ken sedang di ruang kerja memeriksa dokumen yang akan di persiapkan untuk meeting besok di kantor saat mendapatkan WA dari Sandi yang sedang bernyanyi di panggung.


Ada lagi WA kedua dari Bayu


"Bos yang ngirimin vedio aku bukan Sandi, dia lagi di panggung" tulisan Bayu kepada Ken.


Selesai memeriksa dokumen dan menandatanganinya, Ken berlari menuju kamar menyusul Imma yang sedang bermain dengan Faro dan Fia di kamar adik Fia.


"Umi lihat...." kata Ken sambil melihatkan video Sandi yang bernyanyi khusus untuk Mely.


"Waaah.... romantis juga dia ...sini gantian umi kirim ke Mely biar klepek-klepek dia nanti"


Imma mengirim vedio langsung dari handphone Ken ke Mely.


____________________


untuk shobat semua terima kasih atas like


vote dan komentar nya......


menjadi lebih semangat nich....

__ADS_1


__ADS_2