Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 91 Dikantor Ken


__ADS_3

Pada awal bulan ini Ken dan Bayu datang ke perkebunan teh yang di pimpin oleh Edi Darmawan untuk mengawali kerjasama dalam pembangunan destinasi pariwisata alam.


Sandi tidak bisa ikut ke perkebunan karena berbarengan dengan acara lamarannya ke rumah Mely.


Sandi di dampingi kedua orang tua nya kakak kandung dan iparnya, disertai oleh Papi Bastian dan asisten Anton.


Ken dan Bayu mengunjungi perkebunan itu berangkat hari Jum'at sore dan akan pulang kembali hari Minggu sore.


Imma yang semenjak ada Fia belum pernah di tinggal Ken, terpaksa harus meninggalkan nya selama dua hari.


Demi keluarga dan ribuan karyawan memang harus mulai terbiasa jika di tinggal ke luar kota untuk tugas kantor yang harus di selesaikan.


"Honey..... sudah selesai packing nya?" tanya Ken saat pagi hari sebelum sarapan.


"Sudah semua, tapi sebentar di cek sekali lagi takut ada yang ketinggalan".


Imma mengecek satu persatu barang bawaan Ken dengan teliti, tetapi Ken meneliti semua apa yang ada di badan Imma.


"Ini lagi ngapain.....?".


"Umi lagi mengecek kan?..... sama Abi juga, tetapi bedanya Abi lagi ngecek kepunyaan Abi".


Tangan nya bergerilya di balik baju tidur Imma dengan perlahan, tiba tiba Faro datang dengan pakaian lengkap seragam sekolah.


Ken buru-buru menarik tangan nya dari balik baju Imma dan tersenyum manis kepada Faro.


"Mau kemana Bi......kok ada koper?" tanya Faro penasaran.


"Abi mau keluar kota dua hari bang, jangan lupa Abang jaga umi dan adik Fia ya....?".


"Ya.....tentu, dimana sekarang adik Fia umi?"


"Masih di box tempat tidur nya, coba Abang cek sudah bangun belum?" perintah Imma.


Faro berjalan ke arah box bayi adik Fia, dan ternyata adik cantik nya itu sudah bermain memegangi kakinya dengan suara celotehan yang tidak bisa di fahami maksudnya.


Ken tersenyum melihat Imma sedang menutup koper Ken.


"Abi....sih pagi-pagi tangannya tidak bisa di kondisikan" ucap Imma sambil memukul lengan Ken pelan.


"Cup.....cup....".


Ken mencium pipi Imma kanan dan kiri sambil berlari mendekati adik Fia yang sedang bermain dengan Faro.

__ADS_1


"Sudah bangun kah adik Fia....bang?"


"Ya....nich dari tadi bermain sendiri dia,...ya adik cantik.... cantik..." celoteh Faro sambil menganggukkan kepalanya.


Adik Fia tersenyum senang melihat Abang nya berinteraksi dengan gembira, baru Faro meninggalkan mereka berdua turun ke lantai bawah untuk menemui uthi Sumi yang sedang duduk di ruang makan, dan sarapan bersama.


Ken menggendong adik Fia untuk di mandikan di bathup kecilnya, sedangkan Imma mempersiapkan keperluan adik Fia setelah mandi.


Sudah rapi adik Fia mandi dan berganti baju, turun bertiga untuk sarapan pagi, tetapi Faro dan uthi Sumi sudah selesai, Faro meraih tangan ketiganya bergantian mencium punggung tangan nya serta pamit untuk berangkat ke sekolah.


"Sini...adik Fia sama uthi....kalian sarapan dulu" ucap uthi Sumi sambil mengulurkan tangannya untuk menggendong adik Fia.


Ken dan Imma duduk di kursi meja makan, dan sarapan berdua, belum selesai sarapan datang mami Winda dan Papi Bastian dari luar ikut bergabung mereka sarapan.


"Ini piring nya...mami... papi.....ayo kita sarapan bareng" ucap Imma dengan sopan.


Sudah selesai sarapan pagi nya mereka bergabung dengan uthi Sumi dan adik Fia yang sedang bermain di ruang tamu.


"Kamu tidak kerja Ken?" tanya Papi Bastian.


"Sebentar lagi... Papi, nanti sekalian antar umi mencari sesuatu buat Tante Dini" jawab Ken sambil mengedipkan matanya ke Imma.


"E....eee Abi, itu" kata Imma gugup karena tidak tahu apa rencana Ken sebenarnya.


"Umi.....ayo kita siap siap terlebih dahulu".


Ken menarik tangan Imma naik ke kamar mereka dengan senyum yang tidak bisa di artikan.


Sesampainya di kamar Imma memeluk Ken dari belakang, dan menggelitiki nya dengan cepat.


"Apa maksudnya nya tadi, kenapa tidak bilang dulu kalau mau ngajak keluar, umi jadi gugup kan?"


"Sudah ikut aja...siap siap, jangan lupa bawa ganti baju"


Imma mengerutkan keningnya sejenak, berpikir, ada yang tidak beres sepertinya, karena sudah tahu kemana jalan pikiran Ken, Imma mengikuti saja, berganti baju dan mempersiapkan baju ganti nya.


Sebelum berangkat Imma memompa ASI nya, diletakkan di lemari pendingin khusus ASI, berpamitan sejenak dengan putri kecilnya.


Rasanya berat juga meninggalkan nya, tetapi demi mengikuti keinginan suami tercinta nya dia rela.


Dalam perjalanan Ken tersenyum sambil mengusap pipinya dengan lembut dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanannya menyetir mobil, sesekali menggenggam tangan Imma dengan erat.


Ternyata mobil mengarah ke kantor perusahaan PT WIGUNA GROUP bukan ke mall.

__ADS_1


"Kok ke kantor sayang?" tanya Imma heran.


"Sudah Abi pesan lewat online semua, nanti di kirim ke sini kita habiskan waktu di kantor saja"


Turun dari mobil di parkiran, masuk dengan menggandeng tangan nya Ken menekan lift khusus direktur, setiap bertemu dengan karyawan mereka menundukkan kepalanya dan mengusap selamat pagi.


"Honey.... masuk kantor duluan, tunggu Abi disana, Abi mau bicara dengan Sandi sebentar" perintah Ken.


Imma membuka pintu kantor Ken, ini baru kedua kalinya Imma memasuki kantor suaminya itu, dan duduk di sofa membuka handphone nya sambil menunggu Ken datang.


"San..... kosongkan jadwal ku hari ini, kalau tidak penting jangan masuk kantor ku, aku mau berdua saja sama istri ku" kata Ken.


"Baik bos..... tapi mengapa berdua nya harus di kantor, tidak kasihan aku jadi ngiler?" jawab Sandi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kau sebentar lagi juga merasakan nya, sabar jangan berpikiran jorok".


"Bos.... Bos bagaimana aku tidak berpikir begitu, kau melakukan di samping kantor ku".


"Terserah kau saja, Oya satu lagi, nanti kalau ada paket datang simpan dulu sampai aku keluar dari kantor, selamat berpikir yang tidak-tidak. ha...ha...ha..." ledek Ken sambil melenggang ke kantor menemui Imma.


"Dasar bucin...." Sandi menggerutu sendiri.


"Honey...... sudah siap?".


Ken langsung mendekati Imma, duduk di samping nya dan memeluknya dengan hangat.


"Siap ngapain sih.... sayang".


"Siap untuk kita habiskan waktu di sini sampai puas".


Ken mulai mencium bibir Imma dengan rakus, berpindah ke leher dan tengkuk nya juga di absen nya tanpa tertinggal.


"Kenapa kita melakukan di sini sih Bi?, bisa di rumah kan?".


"Mana bisa kalau di rumah, ada Papi, Mami dan sebentar lagi Faro pulang, sedang nanti sore Abi berangkat ke luar kota".


Ken mulai lagi mengulangi bergerilya, tetapi Ken mengajak ke dalam kamar di balik meja kantor Ken.


"Kok ada kamar disini sayang?".


"Ini baru jadi kemarin, memang sengaja Abi buat khusus untuk istri tercinta".


Terjadi pergumulan panas, mendesah kecil, saling menghisap bibir nya dan saling memberi tanda kepemilikan pada keduanya.

__ADS_1


Sampai mereka pada puncak kenikmatan surga dunia, dan mengulangi beberapa kali hingga menjelang siang.


__ADS_2