Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 81 Rencana Kerjasama


__ADS_3

Karena pergumulan panas malam itu Ken lupa menyampaikan rencana kerjasama yang diusulkan asisten Anton, demikian juga Imma lupa menyampaikan kerjasama kafe yang di usulkan Tante Dini.


Pagi harinya di meja makan, setelah sarapan pagi Ken dan Imma bergantian memberitahukan usulan itu di depan Uthi Sumi.


Uthi Sumi menyetujui semua rencana mereka, karena uthi Sumi dan Imma belum tahu siapa sebenarnya Tante Dini yang di maksud Ken


Uthi Sumi mengusulkan sebaiknya kerjasama itu dilakukan antara perusahaan bukan dengan pribadi, sehingga lebih mudah menangani nya.


"Ya Uthi... nanti Abi sampaikan ke asisten Anton" jawab Ken.


Ken bersiap untuk berangkat ke kantor, Imma membantunya memakaikan baju, dasi dan jasnya dengan rapi.


Berpamitan dengan putri kecilnya dan mencium kening nya, Ken berjalan menuju garasi rumah dan melajukan mobilnya ke kantor dengan kecepatan sedang.


Di kantor Sandi sudah menunggu nya, membacakan agenda hari ini di dalam ruang kantor nya.


"Tok....tok....tok".


"Silahkan masuk" jawab Sandi dari dalam ruangan.


"Oh.... asisten Anton, ada apa pagi pagi sudah kesini?".


"Saya di suruh ke sini sama bos besar, ini mengenai usulan yang di ajukan Dini kemarin" jawab asisten Anton.


"Baiklah silahkan duduk" perintah Ken.


"Yang akan mengajukan kerjasama rencananya suaminya Dini bernama Edi Darmawan" kata asisten Anton.


"Kapan rencana bertemu dengan nya?" tanya Sandi.


"Minggu depan dia akan berkunjung kesini dan kafe, bos besar meminta anda yang menangani nya"


"Baiklah.....akan aku tangani" jawab Ken singkat.


Setelah pertemuan itu Ken mengirim pesan kepada Imma jika kerjasama sesuai dengan saran dari Uthi Sumi, kerjasama akan di lakukan oleh Ken, sandi dan Bayu dari pihak kita dan Edi Darmawan dan asisten nya dari pihak Tante Dini.


______________


Mendapatkan informasi dari Imma, Dini sangat bahagia, dengan tidak sabar Dini berangkat ke kantor dimana suami dan papa nya bekerja.


Dini memasuki kantor suaminya dengan tergesa-gesa, ingin cepat mengabarkan berita bahagia itu.

__ADS_1


"Pa.... apakah sedang sibuk?".


"Mama kok tidak telepon dulu kalau mau kesini?".


Dini duduk di sofa kantor suaminya itu dan diikuti oleh Edi Darmawan mendekati nya.


"Ada apa ma?..... Kok semangat banget".


"Itu pa.... mereka setuju untuk membantu kita membuat destinasi pariwisata dan pembuatan Kafe di tengah perkebunan teh kita".


"Waaaah bagus itu, sudah waktunya kampung kita menjadi destinasi pariwisata baru, kapan itu bisa di realisasikan?".


"Minggu depan papa temui mereka ya?".


"Baiklah...... akan papa persiapan proposal dan keperluan lainnya secepatnya Sebelum berangkat nanti".


Sepulang dari kantor suaminya, Dini menuju desa yang kemarin di data masyarakat nya yang kurang mampu untuk memberikan sumbangan.


Dini juga minta ijin kepada RT setempat untuk membersihkan rumah yang sudah di tinggalkan ibu Lestari hampir tujuh tahun terakhir ini.


Dini bisa meyakinkan RT setempat dengan menunjukkan foto Ibu Lestari dan mendatangi teman akrab nya ibu Lestari yang bernama ibu Yati yang di temui saat memetik teh waktu pagi itu untuk mengijinkan dan merawat rumah itu, sekalian mencari informasi atau bukti yang lain tentang pernikahan mas Dona kakak kandungnya.


Sudah hampir satu Minggu ini Dini bolak balik ke kediaman yang dulu di tinggali oleh keluarga ibu Lestari untuk mencari informasi tentang mereka.


Mereka menemukan album foto lama yang isinya tentang pernikahan Ibu Lestari dan Ayah Dona Sanjaya beserta Imma waktu masih SMP.


Mata Dini mengeluarkan air mata tanpa bisa di kendalikan lagi, hanya memikirkan nasib saudara kandung nya yang menjadi korban balas dendam karena masa lalu papa kandungnya.


Dini tidak berani membawa album foto lama itu untuk di bawa pulang karena takut terjadi apa-apa yang tidak diinginkan nya, dikembalikan lagi album foto itu ke tempat semula.


Dini mendapatkan pesan dari asisten Anton pada handphone dengan adanya notifikasi yang berbunyi.


"Tringgg..... tringgg... tringgg".


"Hari Kamis besok apakah suami mu sudah siap bertamu dengan Kenzie Wiguna?" tanya asisten Anton.


Dini membaca pesan itu tersenyum, dan buru buru jawab nya dengan cepat.


"Ya mas.... dengan penerbangan sore nanti suamiku berangkat dari sini".


"Apakah kau ikut ke Jakarta?".

__ADS_1


"Tidak mas.... Suamiku bersama asisten nya yang bernama Budi saja, sebab hari Jum'at suamiku sudah harus sampai di rumah kembali".


"Apakah menyangkut dengan ulang tahun perusahaan perkebunan?".


"Mas masih ingat ulang tahun perkebunan kami?.


"Tentu saja, aku hanya bisa mengucapkan selamat, semoga keluarga dan semua karyawan sejahtera dan bahagia".


"Aamiin.... terima kasih".


Dini kembali ke kediaman nya dengan terburu-buru, sebenarnya dialah yang lupa ulang tahun perkebunan nya sendiri.


Di sore hari nya Sebelum Edi berangkat ke Jakarta, Dini berkumpul dengan semua keluarga di ruang keluarga membicarakan tentang ulang tahun perusahaan perkebunan.


Acara ulang tahun perusahaan perkebunan teh itu akan di adakan hari Sabtu dan Minggu, akan diadakan dengan acara yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya.


Acara ulang tahun kali ini akan melibatkan seluruh keluarga besar beserta keluarga nya yang akan di libatkan untuk acara nanti.


Khusus untuk bagian staf akan di adakan jamuan makan malam bersama yang akan di lakukan di kediaman Papa Tomy Sanjaya.


Akan mengadakan family gathering, perlombaan ataupun hadiah door prize untuk seluruh karyawan dan keluarga nya.


Seluruh karyawan juga akan mendapatkan bonus tahunan yang akan di berikan oleh perusahaan sesuai dengan masa kerja yang mereka masing masing.


Bonus ini lah yang di tunggu tunggu oleh seluruh karyawan tanpa kecuali, apalagi sekarang ada door prize akan membuat mereka lebih bersemangat dalam bekerja nya.


Semua persiapan acara ulang tahun itu sudah di susun rapi oleh asisten Hendra dan asisten Budi, sehingga para panitia tinggal melaksanakan dengan cepat dan mudah.


Pukul lima sore Edi Darmawan dan asisten Budi berangkat melalui bandara internasional Juanda Surabaya menuju bandara internasional Soekarno Hatta untuk menemui partner bisnis barunya Kenzie Wiguna.


Tiba di Jakarta dan di apartemen, Edi Darmawan dan asisten Budi beristirahat sejenak, dan mempersiapkan keperluan yang akan bawa besok bertemu dengan Kenzie Wiguna.


Edi Darmawan juga memperhatikan daerah sekitar kompleks apartemen mewah di tengah kota itu, dengan cara duduk di sebuah kafe bersama dengan asisten Budi lantai bawah apartemen mewah nya.


Saat minum kopi dan bersantai dengan asisten Budi, Edi Darmawan melihat sosok dua orang laki-laki yang berpakaian hitam yang duduk di pojok kanan kafe itu.


Mereka memperhatikan Edi Darmawan dengan seksama, tetapi Edi Darmawan pura pura tidak mengetahui nya, justru Edi sengaja mengeraskan suara nya membahas pertemuan bisnis nya dengan pengusaha terkenal di Jakarta.


__________________


jangan lupa like vote dan komentar nya

__ADS_1


agar semangat nulisnya


terima kasih


__ADS_2