Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 41 Pulang ke Rumah


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Ken bangun pagi dengan hati yang bahagia, rencananya semua sesuai jadwal.


Hari ini mendengar kabar bahwa Anton Sahroni sudah boleh pulang kerumahnya, kemarin Papi Bastian sudah membesuknya dan meminta maaf atas nama Ken.


Rumah baru Ken yang berada di samping Imma kafe juga sudah siap huni, perabotan sudah di lengkapi oleh mami Winda, jika masalah mengisi perabotan rumah memang harus di serahkan kepada ahlinya.


Setelah mandi berpakaian rapi Ken langsung pamit kepada mami Winda dan Papi Bastian akan ke rumah sakit.


"Sarapan pagi dulu Ken tidak usah buru-buru, tidak akan menolak lagi tuh wanita mu" goda papi Bastian sambil tersenyum.


Ken hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya saja.


"Ken di bawa saja, nanti sarapan pagi berdua di rumah sakit, mami bungkus kan ya" titah mami Winda.


"Ide bagus Mami, Ken tunggu" jawab Ken senang.


"Yang lagi bucin, sudah seperti dunia hanya milik berdua saja, Kemmy tidak mau ngontrak lo" goda Kemmy.


"Biarin aja, sana ngontrak nya yang jauh sekalian" celoteh Ken sambil mengacak rambut Kemmy.


Ken membawa bekal sarapan pagi yang di buat oleh Mami Winda ke rumah sakit dimana Imma dirawat.


Saat Ken sampai di ruangan itu Uthi Sumi sedang dikamar mandi, Ken langsung meletakkan bekal nya diatas nakas samping brankar itu.


Imma masih malas turun dari tempat tidur itu, tetap berselimut walaupun mata sudah terjaga dan sedikit melamun serta tidak menyadari jika Ken hadir di situ.


"cup....cup..." Ken mencium pipi Imma dengan cepat.


"Abi... bikin kaget saja" ucap Imma kaget.


"Lagi mikirin Abi kah, kok serius begitu?" goda Ken.


"Mandi, sarapan dan minum obat, sudah belum?" tanya Abi lagi sambil membuka selimut Imma.


"Hmmm belum, masih dingin" jawab Imma.


"Jangan malas ayo Abi antar mandi dulu, baru nanti sarapan, jangan telat minum obat nya" perintah Ken sambil duduk di brankar tempat tidur itu.


"Masih ada uthi Sumi" jawab Imma singkat.


"Kalau gitu dipeluk dulu aja deh" kata Ken langsung memeluk Imma dari samping.


"Abi....awas nanti di lihat sama uthi Sumi, malu" ucap Imma sambil mendorong tubuh Ken.


"Uthi sudah melihat nya dari tadi" jawab uthi Sumi dari kamar mandi.


"Bi kemungkinan hari ini boleh pulang ,Abi ya yang mengurus nya, uthi mau pulang sudah habis baju ganti nya nich, risih dari kemarin tidak ganti baju" jelas uthi Sumi.


"Ya Uthi nanti Abi yang urus semua nya" kata Ken kemudian.


Uthi Sumi pulang menggunakan mobil online menuju ke Imma kafe.


"Mandi atau..... " Ken merayu lagi.

__ADS_1


Imma langsung lari ke kamar mandi sambil tersenyum dan memukul lengan Ken, Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat Imma sampai masuk ke dalam kamar mandi.


Karena terburu-buru Imma lupa bawa ganti baju, sedangkan handuk sudah menggantung di kamar mandi.


Hampir satu jam Imma di kamar mandi, Ken jadi terheran heran, dan khawatir, karena tidak sabar akhirnya Ken mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Mi..... honey.. mengapa lama banget mandi nya?" tanya Ken khawatir.


"Itu Bi,...e...e umi lupa bawa ganti baju" jawab Imma gugup.


"Pakai handuk aja keluar, cepat nanti kedinginan" perintah Ken usil.


"Tidak Bi, malu ah bisa tolong ambilkan ya?" titah Imma ragu.


"Kenapa harus malu, kemarin Abi sudah melihat nya" Ken menggoda lagi.


"Umi di sini aja ah" Imma merajuk.


"Honey buka pintunya, ini sudah Abi ambilkan bajunya, ayo di buka" perintah Ken lagi


"Letakkan di depan pintu aja Bi, nanti umi ambil, Abi jauh tapi" perintah Imma kemudian.


"Umi... nggak asyik ah" gantian Ken yang merajuk tapi pura pura.


Ken berjalan ke ruang rawat inap, selang beberapa menit karena terdengar sudah sepi, Imma membuka pintu kamar mandi pelan pelan dan mengeluarkan kepalanya saja mencari sosok Ken, setelah tidak ada baru Imma mengambil baju yang terletak di depan pintu kamar mandi dengan cepat.


Selesai berpakaian Imma keluar dari kamar mandi dan mendekati Ken yang duduk tertunduk dan duduk di sofa ruang rawat inap itu.


"Abi..... Abi marah, maaf" ucap Imma sendu dan duduk di sambil Ken.


Di sofa itu kemudian mereka sarapan bersama, saling suap suapan dengan penuh cinta.


"Ayo minum obat dulu" Ken menyodorkan obat dan satu gelas air putih.


"Terima kasih" jawab Imma sambil tersenyum.


Satu jam kemudian dokter visit beserta beberapa suster.


"Hari ini boleh pulang ya, jaga hati istrinya pak, jangan sampai drop lagi" perintah dokter itu.


"Istri......!" ucap Imma heran.


Ken menggenggam tangan Imma dengan erat kemudian merangkul pinggang Imma.


"Pasti Dok" jawab Ken singkat.


Dokter keluar dari ruangan itu bersamaan dengan datangnya Sandi.


"Sudah beres semua bos, tinggal tanda tangan baru pulang" kata Sandi Sebelum di perintah Ken.


Ternyata Sandi sangat cekatan dalam pekerjaan nya, Ken hanya tersenyum dan mengacungkan jempol nya.


Nada dering handphone sandi berbunyi kemudian mengangkat nya.

__ADS_1


"Ya bos sudah siap siap untuk pulang" jawab Sandi.


Ternyata papi Bastian yang menelpon Sandi menanyakan kapan Imma pulang.


Imma yang melihat handphone sandi retak heran dan bertanya.


"Kenapa handphone mu retak begitu?" tanya Imma.


"Di banting sama bos kemarin, gara gara takut kehilangan calon istri tercinta nya" jawab Sandi sambil menunjuk ke arah Ken.


"Bi.... kok gitu sih, tega banget, di ganti kasihan?" perintah Imma.


"Perintah tuan putri dilaksanakan segera" rayu Ken.


"Belinya sekarang jangan nanti nanti" perintah Imma kembali.


"Beli dua San, sekarang" perintah Ken lagi.


"Tidak usah bos, satu aja cukup" ucap Sandi.


"Jangan GR San, yang satu untuk istri ku" jawab Ken lagi.


"Ooooooo" ucap Sandi membulatkan mulutnya.


"Umi tidak usah Bi, yang lama aja masih bagus kok" larang Imma.


"Tidak boleh pakai handphone yang lama, masak istrinya Kenzie Wiguna handphone nya jadul" protes Ken sambil memeluk Imma.


"Bos... jiwa jomblo ku meronta ronta nich... mesra banget" celoteh Sandi sambil keluar ruangan itu.


Ken justru malah memeluk lebih erat karena celoteh nya Sandi tadi, dan lagi lagi mencium bibir Imma dengan penuh cinta.


Menjelang sore Imma keluar dari rumah sakit, pulang ke rumah dengan hati yang bahagia.


Sampai di depan rumah di sambut oleh Faro sambil berlari kecil.


"Umi tantik puyang, talim muuuah, muuuah" ucap Faro sambil mencium punggung tangan Ken dan Imma bergantian.


Ken langsung menggendong Faro karena gemes dengan kepintaran nya


"Anak ganteng Abi, pintar sekali gemes" kata Ken sambil menggelitiki pinggang Faro.


"Abi.... deyi.......deyi....." kata Faro sambil tertawa riang.


________________


Ternyata bahagia itu sederhana ya


Dengan kebersamaan aja sudah


cukup.


jangan lupa like vote dan komentar nya

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2