Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 106 Cemburu yang Bersambung


__ADS_3

Di sebuah halte busway Marisa berlari kecil mendekati bus sedang berhenti itu, naik di bus dengan tergesa-gesa, dan tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang tampan tetapi penampilan yang sangat sederhana.


"Aduh.....kepalaku" kata Marisa sambil memegangi keningnya.


"Maaf....maaf sekali lagi aku tidak sengaja" ucap pemuda itu sambil melihat kening Marisa yang sedikit memar dan memerah.


"Silahkan duduk, namaku Heri nama anda?" ucap Heri mengulurkan tangannya mengajak perkenalkan.


"Terima kasih, aku Marisa" jawab Marisa sambil duduk di bangku bus.


Heri dan Marisa seperti sudah mengenal dekat, Marisa akan berkunjung ke Imma Kafe, Marisa mengajak Heri untuk kesana, ternyata Heri juga menyetujui nya, sehingga mereka berdua ke Imma kafe berdua.


Sampai di dalam Imma kafe barulah Marisa menghubungi Imma sahabatnya, mengetahui ada temannya bergegas Imma mendatangi mereka.


"Hallo Mar, apa kabar sudah lama kamu tidak berkunjung kesini" kata Imma mendekati Marisa dan cipika-cipiki dengan nya.


"Aku baik, kenalkan ini temanku Heri" jawab Marisa memperkenalkan Heri.


Heri mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Imma dan duduk bergabung dengan mereka.


Baru saja Imma duduk datang lagi dua orang teman lama mereka yang dulu pernah bertemu di bioskop saat selesai semester akhir saat di SMU waktu itu yaitu Reno dan Miko, dan Miko adalah mantan Marisa karena setelah pertemuan saat itu mereka saling jatuh cinta, tetapi setelah beberapa saat dan entah kenapa mereka putus.


Akhirnya mereka berlima bercengkerama dengan akrabnya, menceritakan tentang masa SMU yang pernah mereka alami.


Dari kejauhan Ken pulang dari kantor biasanya melihat istrinya di kamar, di ruang keluarga ataupun di dapur tetapi dia tidak menemukan nya, Ken mandi mempersiapkan baju sendiri biasanya di siapkan oleh Imma, karena merasa heran, Ken mencari orang yang ada dirumah ternyata juga tidak ada, adanya hanya Faro yang sedang berlatih menembak di ruang khususnya, di tanya kemana uminya Faro juga tidak tahu.


Ken berjalan ke arah kafe, ada suara tertawa lepas bercanda ria seolah-olah sangat akrab diantara mereka.


Mata Ken menatap tajam kearah mereka terutama Imma yang seolah tidak ada beban, bercanda dengan biasa saja, tetapi hati Ken terbakar cemburu, karena lupa waktunya suami pulang, dan tidak menyiapkan baju ganti saat dia mandi,


Marisa melihat Ken datang dari kejauhan langsung menyenggol kaki Imma dari bawah meja.


"Im....lakimu pulang tuh" ucap Marisa sedikit takut karena tatapan mata Ken yang tajam.


Imma menoleh ke arah Ken melihat mukanya yang merah, Imma berlari mendekati nya.

__ADS_1


"Sayang... sudah pulang, maaf umi lupa, ada teman teman SMU umi, maaf" rayu Imma.


"Ayo umi kenalkan pada mereka kalau umi punya suami ganteng sedunia" rayu Imma lagi.


Ken di tarik Imma mendekati orang orang yang sedang duduk bercengkerama itu dengan sopan.


"Teman teman kenalkan ini suamiku Kenzie Wiguna" ucap Imma kepada teman teman nya.


Terpaksa Ken menyalami mereka semua bergantian sambil tersenyum sedikit di paksakan.


"Silahkan lanjutkan aku tinggal dulu" Ken meninggalkan mereka termasuk Imma.


"Teman teman aku tinggal dulu ya" pamit Imma.


"Ok daaaaa " ucap mereka serentak.


Ken berjalan ke rumahnya dan masuk ke kamar dengan menutup pintu sedikit keras, Imma yang mengikuti Ken dari belakang menjadi kaget bukan kepalang.


Imma membuka kembali pintu itu dengan perlahan, melihat Ken sedang duduk di sofa sambil mengotak Atik remote televisi memindah canel televisi dengan raut wajah yang sedikit di tekuk.


"Maaf..... Abi, umi minta maaf please".


"Sana bercanda sama laki-laki itu, tidak usah memperdulikan Abi, sana pergi" Ken mendorong pelan Imma dan memunggungi Imma.


"Apa Abi cemburu?"


"Tidak.... siapa bilang Abi cemburu" bantah Ken sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sayang...itu tidak seperti yang Abi lihat, sebenarnya tadi Marisa cerita ada Miko mantan pacarnya dan ada Heri cowok yang dia taksir, makanya umi tertawa, Marisa berada di antara mantan dan masa depan" cerita Imma panjang lebar.


"Terserah....".


"Abi, kok begitu sih, umi tidak melakukan apapun dengan mereka, cemburu Abi itu tidak ada dasarnya".


"Dasar apa... undang undang dasar, alasan".

__ADS_1


Imma tersenyum mendengar jawaban Ken kalau sedang cemburu ternyata lucu juga, selama ini Ken jarang menunjukkan rasa cemburunya, memang Imma yang salah karena tidak mendengar jika Ken pulang dari kantor tidak menyebutnya seperti biasanya.


Ternyata agak susah merayu Ken yang sedang cemburu berat, tetapi Imma justru senang bukan kepalang.


"Ya sudah cemburu aja terus, nanti malam tidak umi kasih jatah" jawab Imma meninggalkan Ken yang masih duduk di sofa.


"E... kenapa begitu?".


Imma keluar kamar pura-pura merajuk tetapi dengan senyum yang mengembang, turun melalui tangga dan masuk ke dapur mempersiapkan makanan untuk makan malam.


Ken mengintip Imma dari lantai atas takut bergabung lagi dengan teman teman SMU nya itu, ternyata Imma masak sambil bersenandung kecil.


Masuk ke kamar kembali Ken setelah yakin Imma sedang masak di dapur, hatinya memang tidak bisa di pungkiri jika sedang cemburu, tetapi setelah di ancam tidak di berikan jatah Ken bergumam sendiri kenapa senjata makan tuan.


Tetapi gengsi Ken tetap besar sampai tiba waktu makan malam bersama Ken masih banyak diam, tidak banyak bicara, hanya jawaban anggukan atau gelengan kepala saja yang dia lakukan.


Uthi Sumi jadi merasa heran dengan tingkah laku Ken, setelah selesai makan malam Ken kembali ke kamar dengan diam seribu bahasa, uthi Sumi penasaran dengan tingkah laku Ken.


Imma bercerita jika Ken sedang cemburu, Imma menceritakan kejadian tadi sore, uthi Sumi menyalahkan Imma yang lupa melakukan kewajiban nya, Imma hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju jika memang dia yang salah.


Selesai makan malam Imma menemani Faro belajar sebentar, setelah selesai menemani putrinya tidur di kamarnya, membacakan dongeng baru Fia terlelap dengan tenang dan pulas, baru Imma masuk ke kamar tetapi Imma tidak mendekati Ken langsung ke kamar mandi.


Hampir setengah jam Imma di dalam sana, sengaja si lama-lamain berhenti baju tidur baru duduk di kursi depan meja rias.


Imma memakai krem malam sengaja tutupnya pura-pura jatuh, dan jongkok menghadap Ken, terlihat tonjolan dua gunung kembar Imma terlihat jelas sengaja Imma tidak menggunakan bra disana.


Mata Ken langsung tertuju kearah yang sangat menggoda itu, ditariknya tangan Imma dan dipeluknya dengan erat dengan mata yang nanar.


"Umi sengaja menggoda Abi ya?".


"Memang.. Abi sudah tidak cemburu lagi?" tanya Imma yang berada dalam Kungkungan Ken.


"Enak aja.. nanti bersambung lagi setelah ini, salah siapa membangunkan macan yang sedang tidur".


"Lho.... memang ada cemburu itu bersambung?".

__ADS_1


__ADS_2