Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 62 Ulang Tahun Faro ke 5


__ADS_3

Minggu ini tepatnya hari Jum'at Faro akan berulang tahun yang ke lima, bertepatan dengan empat bulan umur kehamilan Imma, semua acara di persiapkan.


Ulang tahun Faro akan di adakan di sekolah atas permintaan Faro, sedang kan malam hari nya akan di laksanakan pengajian empat bulan dengan memanggil Ustad.


Hari Minggu ini Ken, Imma, Faro dan di temani oleh uthi Sumi dan Mami Winda belanja pernak-pernik ulang tahun Faro, semua dengan tema Power Rangers.


Ken tersenyum manis memandangi Imma yang ceria ikut berbelanja keperluan ulang tahun.


Tahun lalu hati Ken tidak seperti ini, khawatir karena trauma Imma yang belum terpecahkan, sekarang semua sudah berlalu dan siap menyongsong masa depan yang cerah.


Semua berbelanja dengan ceria, tanpa terasa kaki terasa pegal terutama Imma yang perutnya sudah mulai terlihat membuncit.


Imma terduduk di kursi samping toko pernak-pernik ulang tahun dengan memijat kakinya yang pegal.


""Honey....capek kah? sini Abi pijitin ya".


Ken duduk di bawah kaki Imma dan memijat kakinya dengan lembut.


"Tidak usah Bi, umi bisa sendiri".


"Sstt..... Jangan digerakkan kakinya, biar Abi yang pijit sebentar".


Melihat abinya memijit kaki umi, Faro mendekat dan mengusap perutnya.


"Apakah adik bayi pipi tembem capek umi?".


"Cuma sedikit sayang".


"Adik....sini Abang Palo juga ikut mijitin ya"


Faro dengan lembut ikut memijat kaki Imma dan duduk di samping Ken.


"Abang Faro memang pintar dan sayang sama adik pipi tembem, Abi bangga sekali"


"Tapi ada satu yang harus anak ganteng lakukan sebelum jadi Abang yang pintar".


"Apa itu Abi?.


"Faro sebentar lagi sudah mau lima tahun, sudah mau menjadi Abang, kenapa belum bisa mengucapkan huruf R sih?".


"Huruf L ya Abi?".


"Bukan L tapi R .... R.. lihat mulut umi... R...R agak bergetar sedikit lidah nya sayang".


"Nanti deh... Agak susah sampai di lumah Palo belajal lagi".

__ADS_1


Mereka tertawa bersama-sama, tidak memaksakan Faro dalam mengucapkan huruf yang belum bisa dia lakukan.


Sudah hampir persiapan keperluan ulang tahun Faro di buat, hanya tinggal menunggu hari H saja, sudah beberapa hari ini juga selain berlatih menembak Faro belajar huruf R, karena semangat yang di berikan oleh Ken yaitu ingin menjadi Abang yang pintar.


Parsel, balon, topi ulang tahun, dan menu nasi dengan ayam goreng kesukaan Faro sudah siap di bawa ke sekolah, karena hari ini hari Jum'at, tepat hari ulang tahun Faro.


Semua di masukkan ke dalam tiga mobil yaitu mobil Ken, mobil Imma dan mobil Mami Winda.


Berangkat beriringan berangkat ke sekolah TK Faro yang letaknya hanya setengah jam dari kediaman mereka.


Acara ulang tahun anak diadakan pukul sepuluh pagi setelah Faro belajar terlebih dahulu.


Hati Faro sangat bahagia, tersenyum sendiri mengingat akan berulang ulang dan sebentar lagi juga mendapatkan adik bayi pipi tembem yang di inginkan nya selama ini.


Jam sembilan tiga puluh pagi rombongan Ken sudah sampai di sekolah TK Faro, semua di persiapkan di aula sekolah sehingga tidak menggangu pelajaran.


"Umi duduk saja di sini, jangan terlalu capek ya, ini sudah banyak tenaga yang mempersiapkan nya" ucap Ken sambil mengecup kening Imma dengan lembut.


"Iya Bi, terima kasih".


"Aduhhh mulai lagi ini bucin nya, ayo kak bantuin" Kemmy proses melihat kemesraan Ken dan Imma.


"Iya.. iya punya adik satu aja bawel, makanya jangan jomblo dong".


"Kak geli hi..hi..hi, kak Imma pissman, kak Imma tolong".


Kemmy mengajukan dua jarinya tanda minta bantuan karena di gelitiki oleh Ken.


Saat anak-anak keluar dari dalam kelas dan duduk di aula itu persiapan Ken sudah selesai.



"Selamat pagi Abi dan umi nya Faro"


Anak- anak mengucapkan salam kepada orang tua Faro dengan kompak.


"Selamat pagi anak- anak" gantian Imma dan Ken menjawab mereka.


"Baiklah anak-anak kita mulai ya acaranya".


"Ya ibu guru".


Acara itu di mulai oleh ibu guru dengan meriah, bernyanyi, dengan lagu ulang tahun, meniup lilin, memotong kue dan tidak lupa juga Faro menyuapi kue ulang tahun untuk umi, Abi, Tante Kemmy, uthi Sumi dan uthi mami, dan tidak lupa juga ibu guru.


Sayang nya hari ini Papi Bastian sedang di luar kota tidak bisa ikut merayakan ulang tahun Faro yang ke lima.

__ADS_1


Setelah itu acara di lanjutkan dengan teman teman Faro yang maju untuk bernyanyi dan memberikan kado juga dengan ucapan selamat ulang tahun, panjang umur dan sehat selalu.


Tidak lupa juga acara itu di liput oleh infotainment yang sering mencari berita tentang keluarga Kenzie Wiguna.


Betul saja acara itu di siarkan langsung saat infotainment itu sedang ada acara infotainment pagi.


Di sinilah Mama Nadia dan Dini sedang berada di salah apartemen mewah di kawasan ibukota Jakarta, menyaksikan siaran langsung tentang ulang tahun Faro.


Mereka datang satu Minggu yang lalu di apartemen itu bersama papa Tomy, tetapi saat siaran langsung ulang tahun itu papa Tomy sedang rapat bersama dengan dua detektif swasta beserta asisten nya Hendra.


Dalam wawancara singkat antara Ken dan infotainment itu Ken menjelaskan bahwa nanti malam juga akan diadakan acara empat bulan usia kehamilan uminya Faro dengan mengadakan pengajian keluarga dan tetangga dekat.


"Mama.... nanti malam kita berdua ke Imma kafe aja ya mengunjungi kafe itu"


"Tapi Dini....mama takut bagaimana dengan papa mu nak?".


"Sudah nanti Dini yang minta ijin papa, mama tenang aja".


"Baiklah..... yang penting tidak, jangan buat papamu khawatir ya....".


"Baik ma.....".


Mereka berdua masih memperhatikan siaran langsung itu sampai adanya iklan yang mengakhiri nya.


Mama Nadia seperti mendapatkan vitamin dalam tubuhnya, segar dan fit kembali setelah akhir akhir ini waktu dihabiskan untuk berbaring di tempat tidur saja.


"Hanya dengan melihat tayangan Faro ulang tahun sudah membuat hati ini bahagia dan bersemangat lagi, bagaimana jika bertemu langsung" gumam Mama Nadia dalam hati.


Ikatan batin memang tidak bisa dipungkiri, tetapi kenyataan hidup memang harus diterima dengan ikhlas dengan jalan takdir dari Tuhan.


Dini dan Mama Nadia mulai bersiap siap untuk berangkat ke Imma kafe dari sore sambil menunggu kedatangan papa Tomy yang belum datang.


Melihat pintu terbuka ada dua sosok laki-laki yang datang bersamaan membuat hati Dini lega, papa dan asisten nya sampai dengan selamat setelah seharian penuh tidak di rumah.


Mama Nadia juga tersenyum bahagia setelah kedatangan suami dan asisten nya itu, Mama Nadia mengambil tas papa Tomy dan meletakkan di atas meja, dan membuat kan kopi pahit kesukaan nya.


 ____________________


jangan lupa kadonya ya......


di tunggu Faro......... teman....teman


ayo like vote dan komentar nya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2