
"Kita menghadiri acara eniversery perusahaan PT WIGUNA GROUP Minggu depan, pasti akan bertemu dengan dia" jawab Dini dengan antusias.
Rona bahagia terpancar pada semua anggota keluarga Tomy Sanjaya, berharap bertemu dengan keturunan dari orang yang sangat di cintainya yang telah lama meninggal dunia karena kesalahan masa lalu.
"Baiklah aku akan mempersiapkan tiket pesawat untuk semua anggota keluarga kita" kata Edi Darmawan.
"Aku juga ikut, tetapi tidak bisa lama, yang penting bisa melihat sorot mata yang tajam itu aku akan sangat bahagia" ucap Ameera lirih.
"Maafkan aku Meera, karena aku suamimu dulu menikah lagi tanpa sepengetahuanku" kata Papa Tomy dengan hati yang sangat menyesal.
"Ini bukan murni kesalahan Papa saja, dulu saja juga---!" jawab Meera belum sempat melanjutkan perkataannya.
"Sudahlah ini bukan saatnya menghakimi siapa yang salah, seharusnya kita introspeksi diri saja, lebih baik bagaimana kita bisa melindungi keluarga dan keturunan kita" potong Mama Nadia dengan bijak.
Kata bijak Mama Nadia memang yang paling tepat saat ini, kesalahan masa lalu tidak perlu harus saling menyalahkan, yang penting kita bisa menyadari dan memperbaiki kesalahan itu.
Semua orang memiliki pengalaman masa lalu dan masing-masing, hanya bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari masa lalu itu untuk masa depan yang lebih baik.
Sepertinya itu juga yang dialami Ameera Safitri saat ini, dia sedang melamun sendiri di kamarnya setelah semua terungkap tentang adanya keturunan dari almarhum suaminya yang dulu pernah dia khianati berkali-kali.
Ameera Safitri hanya bisa menyesali apa yang pernah dia lakukan di masa lalu, karena kekecewaannya tidak bisa memiliki keturunan dia sempat berpetualang menjalin cinta di belakang suaminya.
Setelah sekarang umurnya tidak muda lagi, baru sekarang merasa kehilangan yang sangat menyesakkan hati dan dada Ameera, sungguh membuatnya merasa kesepian menjalani sisa waktunya tanpa ada pendamping ataupun keturunannya sendiri.
Lebih perih lagi mengetahui jika almarhum suaminya mempunyai keturunan tetapi Ameera sama sekali tidak bisa mendekati ataupun hanya sekedar menyayangi anak itu membuat hati semakin menjerit tidak berdaya, terkadang berpikir untuk apa bekerja keras jika tidak ada yang bisa di perjuangkan untuk kedepannya nanti.
__ADS_1
**************
,
Di kantor terpaksa Sandi membuat jadwal ulang untuk akhir akhir ini karena Ken sering mengantuk karena bawaan bayi yang mengajaknya selalu tidur tanpa bisa di tahannya.
Sedangkan Imma tidak pernah mengalami ngidam, sepertinya uminya Kenzo malah santai dan banyak makan tanpa mengalami mual ataupun muntah, hanya sedikit lelah saja jika benyak kegiatan.
Sandi dan Heri sekarang mempunyai tugas ganda yaitu selain memang tugas sebagai asisten mereka juga sedang mempersiapkan acara eniversery perusahaan dan acara pelantikan Ken dan Rama, sedangkan Papi Bastian dan asisten Anton sudah mulai melepaskan pekerjaan sedikit demi sedikit.
Sandi juga menambahkan ruangan kantor Papi Bastian yang akan di tempati Ken sebuah kamar pribadi yang dikerjakan tukang sudah hampir satu Minggu ini.
Karena jadwal pekerjaan yang begitu padat Ken sering pulang terlambat, pulang ke rumah anak-anak sudah tidur, jarang membacakan dongeng kepada Fia, terkadang Fia ngambek tidak mau tidur karena tidak ada abinya yang membacakan dongeng.
Padahal Ken memiliki ketakutan tersendiri karena pengalaman tidak sempat mendampingi saat Imma melahirkan Fia tanpa ada dia di sampingnya, tetapi karena ini baru trimester pertama kehamilan Imma, Ken membuang jauh-jauh pikiran yang negatif yang selama ini mengganggunya.
Persiapan pelantikan dan eniversery perusahaan PT WIGUNA GROUP hari Sabtu ini sudah hampir 100%, tinggal menunggu hari H besok, hari Sabtu ini juga di manfaatkan Ken untuk beristirahat di rumah bercengkerama dengan istri tercintanya dan Fia, sedangkan Faro pagi harinya tetap berlatih karate di sekolahannya di antar jemput oleh pak Sardi.
Sebenarnya ingin memanjakan istri memenuhi apa keinginan yang belum terpenuhi, rencana jam sepuluh pagi ini ke mall Imma ingin makan seafood, Fia sudah siap dandan cantik tinggal menunggu abinya berganti baju, sedangkan Imma berada di dapur sebentar untuk melihat bibi masak apa hari ini.
Menunggu hampir seperempat jam tidak turun Fia sudah menangis karena menunggu abinya tidak turun dari lantai atas, akhirnya Imma dan Fia menyusul ke atas, ternyata Ken sedang tidur terlelap di sofa panjang samping televisi hanya menggunakan celana pendek tanpa menggunakan baju.
Imma tersenyum melihat tingkah Ken yang sekarang mudah tertidur di manapun dia berada, sedangkan Fia sangat kesal, janji ngajak jalan ke mall ditunggu justru tertidur dengan nyenyak tanpa merasa bersalah.
"Abi....dangan tidul, katana mau dalan ke mall?" Celoteh Fia sambil menggoyangkan badan dengan kesal.
__ADS_1
Mata Ken perlahan terbuka, melihat tingkah laku putrinya yang kesal dan merasa bersalah, Ken bergegas mencuci muka, berganti baju dengan cepat dan menemui mereka berdua yang sudah menunggunya dari tadi.
"Maaf honey... Abi tertidur, rasanya tidak bisa di tahan lagi ngantuk nya, apakah Kenzo baik-baik saja?" tanya Ken sambil mengusap perut Imma yang masih rata.
"Ya sayang tidak apa-apa, sepertinya Kenzo pengertian, dia anteng aja tidak minta macam macam, tahu abinya sibuk dan juga ngantuk terus" jawab Imma sambil tersenyum.
Ini sudah hampir jam sebelas waktunya Faro selesai berlatih karate, dan kebetulan posisi dekat dengan sekolahan Faro, akhirnya Ken menghubungi pak Sardi untuk tidak usah menjemput Faro, karena mereka akan mengajak Faro makan seafood di mall yang biasa mereka datangi.
Sesampainya di mall itu Faro langsung berlari di daerah food court yang menjual es krim kesukaan Faro sedari kecil yaitu rasa strawberry dan coklat.
"Abi... Abang minta dua rasa ya, strawberry dan coklat boleh kan?".
"Fia duga dua lasa...fanila dan tobeli" ucap Fia dengan berjingkrak-jingkrak kegirangan.
"Iya nak tapi tidak usah berlari, hati-hati" jawab Imma lembut.
Ken dan Imma duduk di bangku yang sama saat pertama kali bertemu Faro duduk makan es krim sendirian dan melihat berkasnya jatuh di tabrak anak muda tujuh tahun yang lalu.
"Honey ingat di bangku inilah pertama kali abi Bertemu anak kecil makan es krim sendirian belepotan dan memanggil Abi om ganteng".
Imma hanya tersenyum dan mengangguk sambil mengingat saat itu ada om ganteng yang di tolong oleh Faro karena berkas yang terjatuh tanpa sengaja.
"Ternyata umi dari anak itu sekarang sudah menjadi belahan jiwa, sudah mengisi hidup Abi dengan kebahagiaan yang begitu besar, terima kasih" rayu Ken dengan memeluk Imma erat.
"Sama sama, terima kasih juga telah mencintai umi dan mau menerima umi bersama Faro dengan ikhlas".
__ADS_1
"I love you so much... honey, terima kasih telah mau menjadi ibu dari anak-anakku".