
"Umi kenapa lama banget, apa yang terjadi?, nanti Abi dobrak lho pintu nya".
"Sebentar lagi Bi......, jangan di dobrak, umi tidak apa-apa".
Ken tetap di depan pintu kamar mandi menunggu Imma membuka pintu dengan khawatir, Ken belum pernah tahu bagaimana seorang wanita yang sedang menstruasi itu.
Imma membuka pintu kamar mandi dengan pelan, melihat Imma masih pucat, langsung menggendong lagi, di baringkan nya dengan penuh kasih sayang di atas tempat tidur.
"Ayo sarapan dulu, baru nanti di minum jamu pereda haidnya, berbaring aja, biar Abi suapin"
"Abi... sayang.... jangan berlebihan umi tidak apa-apa".
"Eeeee lagi dong.... panggil sayang"
Imma tersenyum melihat Ken begitu bahagia hanya dengan di panggil sayang saja.
"Sayang.... sudah ayo kita sarapan dulu, keburu dingin sarapan nya".
Imma bangun dari tempat tidur itu dan duduk di samping Ken, kemudian Ken dan Imma sarapan sambil suap suapan, setelah selesai Imma meminum jamu tradisional botol khusus untuk pereda haid, untuk mengurangi mulesnya.
"Hari ini kita di kamar aja ya... sampai umi tidak pucat lagi".
Di sofa panjang Imma memijat pinggangnya pelan pelan untuk mengurangi nyeri nya, Ken melihat itu langsung jongkok di depan Imma ikut membantu memijat pinggang Imma.
"Honey coba berbaring aja yok di tempat tidur biar Abi yang memijatnya".
Dengan lembut Ken memijat pinggang Imma setelah berbaring tengkurap di tempat tidur.
"Biasanya kalau lagi halangan begini apa lagi yang umi lakukan?".
"Umi mengompres perut dan pinggang untuk mengurangi nyeri nya Bi, tetapi di pijat pelan berkurang juga kok".
"Sudah.... sudah enakan Bi, sini istirahat, berbaring dekat umi sini".
Berdua berbaring, Ken miring menghadap Imma dan memeluknya, Imma menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ken dengan manja, sampai keduanya tertidur lagi.
Menjelang siang baru bangun dari peraduannya, Imma sudah tidak pucat lagi.
"Bi..... kita ke pasar Sukowati ya... mencari oleh oleh khas Bali"
"Ya baiklah honey, Abi ganti baju dulu".
Berangkat ke pasar Sukowati menggunakan mobil online, Imma hanya mengenakan celana jeans tiga perempat dan kaos berkerah berwarna krem, Ken juga menggunakan celana pendek jeans dan berkaos kapel dengan istri tercinta.
Imma sangat antusias melihat keramaian pasar Sukowati itu, semua dagangan tampak bagus dan indah, Imma menyusuri los demi los pasar itu, sampai menemukan kaos dengan desain khas Bali dengan berbagai ukuran.
__ADS_1
Imma langsung membeli lumayan banyak untuk semua keluarga dan karyawan Imma kafe, saat Ken sibuk membawa belanjaan yang di bawanya ada yang memanggil dari sebelah toko itu.
"Kenzie..... kamu Kenzie kan?".
Belum sempat menjawab wanita seksi itu langsung memeluk Kenzie dengan erat sehingga belanjaan terjatuh, Imma yang melihat itu langsung menunduk mengambil belanjaan dengan muka cemberut.
Kenzie dengan sepontan mendorong perlahan wanita seksi itu terhuyung ke belakang dan kaget.
"Kamu........".
"Ini aku...... Miranti teman kuliah mu, yang dulu nembak kamu, tapi yang suka sama aku teman akrab mu Bayu".
Wanita itu bercerita sambil memegang tangan Ken bergelayut manja.
Ken melepaskan tangannya, dan menatap sendu ke arah Imma yang sedang cemberut dan mengambil belanjaan yang terjatuh.
"Aku masih suka sama kamu lho Kenzie".
Miranti berterus terang tanpa malu-malu mengucapkan rasa suka nya kepada Ken.
"Maaf Miranti kenalkan dia istri ku".
Ken langsung menarik tangan Imma dan memeluknya dengan erat sambil berbisik di telinga Imma.
"Honey jangan marah ya.....".
Imma menggerutu, mengambil belanjaan dan ingin meninggalkan tempat itu.
"Honey..... cemburu ya...., iiiih jadi gemes, tambah cantik kalau lagi cemburu, Abi suka"
Ken merayu Imma sambil mengambil belanjaan dari tangan Imma tanpa memperdulikan keberadaan Miranti yang bengong melihat adegan keduanya yang mesra.
"Maaf Miranti kami permisi dulu ya"
Ken berpamitan kepada Miranti dan berlari menyusul Imma yang berjalan duluan, Miranti langsung berwajah pias dan berkaca kaca melihat orang yang selama ini disukai nya ternyata sudah menikah.
"Honey.... tunggu please".
"Honey.....jangan marah....aduh....auw...auw"
Ken tersandung batu kecil karena jalan tergesa-gesa.
"Kenapa Abi, mana yang sakit?" Imma langsung berbalik badan mendengar Ken kesakitan.
Ken tersenyum melihat perhatian Imma walaupun sedang marah tetap saja hatinya tidak tega melihat Ken meringis menahan kasih di kakinya yang tergores batu kecil.
"Tuuu kan jadi terluka kakinya, fu....Fu,. Fu"
__ADS_1
Imma meniup kaki Ken sambil berjongkok di pinggir jalan.
"Tidak apa-apa honey, sudah tidak sakit kok".
Mereka kemudian menuju deretan food court yang ada di sekitar pasar Sukawati Gianyar Bali.
"Honey mau makan apa?"
"Coba ayam betutu itu yang disana"
Imma menunjuk restauran kecil di samping food court itu, dan mereka pun masuk memesan ayam betutu makanan ciri khas Bali.
"Bi..... boleh tanya kah?"
"Mau tanya apa honey, tanya saja jangan dipendam sendiri?".
"Siapa wanita seksi yang di pasar tadi".
"Dia itu teman Abi waktu kuliah, suka sama Abi, tapi Abi tidak suka kok sama dia jangan cemburu lho ya".
"Dia itu terlalu agresif orangnya, Abi aja ilfill melihat nya saja, waktu dulu sih yang suka sama dia teman Abi namanya Bayu, tetapi sekarang Abi juga tidak tahu dimana Bayu sekarang"
Ken bercerita sambil menggenggam tangan Imma dan melanjutkan lagi cerita nya.
"Dahulu sih mereka sempat jadian, tetapi Abi tidak tahu bagaimana kelanjutan nya setelah kami lulus Abi dengar Bayu pulang ke kampung halaman nya Kalimantan timur".
"Oooo...jadi Abi tidak pernah jadian kan sama wanita seksi itu?".
"Tidak honey...., Abi hanya cinta umi seorang, jangan cemburu lagi yaaa".
Imma akhirnya tersenyum bahagia, hatinya merasa lega, Ken yang tambah berbunga bunga melihat Imma yang sudah mulai terbuka, dan bisa menceritakan apa yang ada dalam pikirannya.
Malam ini Ken berpuasa dalam artian bukan puasa yang sebenarnya, dia hanya bisa memeluk dan membelai Imma saja, tidak boleh lebih.
"Bi..... besok kita cari oleh oleh lagi ya"
"Untuk siapa lagi honey, kan tadi sudah?".
"Pesanan Faro belum Bi, tapi umi tidak mau di pasar Sukowati lagi ya".
"Idih ternyata istri tercinta Abi ini cemburuan banget ya..., Abi jadi lebih cinta banget"
Ken lebih erat lagi memeluk Imma, dan Imma membalas pelukan Ken juga.
"Terima kasih ya sayang mau menerima umi apa adanya, tolong jangan pernah tinggalkan umi".
"Tidak akan honey.... jangan sekali kali menolak Abi lagi ya, apapun yang terjadi kita hadapi bersama.....ok".
__ADS_1
Imma menganggukkan kepalanya, seolah-olah sudah musnah semua cobaan berat yang di alami selama ini, Imma mengingat ibu Lestari ternyata benar ada seorang laki-laki yang mau menerima Imma dengan ikhlas.