Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 75 Air Mata Bahagia


__ADS_3

Dokter Tanti keluar ruang rawat inap beserta suster yang mengikuti nya dari belakang.


Ken tidak sabar lagi memutar rekaman video saat putri kecilnya mengenal dunia, mengenal siapa orang tuanya.


Digeser nya handphone itu dan mulai memperhatikan dengan seksama, baru dari awal Mulai berdoa Ken sudah mengeluarkan tetesan air matanya.


Di belakang Ken mulai menyusul melihat rekaman itu dari Mami Winda, Uthi Sumi, Papi Bastian, dan asisten Anton.


Ken yang tidak henti hentinya meneteskan air mata jadi menular di belakangnya, Papi Bastian orang tegas dan garang pun ikut meneteskan air matanya.


"Ken di lap tuhhh, ingus sudah jadi ayah masih ingusan" ucap Mami Winda sambil mengusap air matanya nya sendiri.


Ken mengambil tisu yang ada di atas meja dan mengelapnya dengan keras suara ingus itu.


"Kenzie Wiguna ......jorok" celoteh Papi Bastian juga ikut menepis air matanya.


"Kenapa semua ikut menangis, apa ada yang salah dengan rekaman itu?" tanya Imma heran.


"Banyak yang salah umi..... terutama Abi, Apa yang umi rasakan saat masuk kamar operasi sendirian?".


"Umi seperti masuk pemakaman dan liang lahat sendiri tidak ada yang menemani".


Semua orang yang ada di ruang rawat inap itu semakin menangis tersedu-sedu mendengarkan ucapan Imma.


"Abi akan menebus dan mengganti semua nya umi,.....Abi janji"


"Semua baik baik saja Abi tidak usah khawatir".


Sudah hampir tiga hari setelah operasi Caesar, Imma semakin banyak perkembangan, bisa berjalan dengan perlahan, hanya saja terkadang masih nyeri bekas jahitan bekas operasi nya.


Saat melihat Imma terkadang meringis kesakitan selalu menggendong nya, tidak boleh melakukan ini ataupun itu.


Sore ini Imma dan putri kecilnya Fia boleh pulang, Ken sudah sibuk mempersiapkan semua, barang barang sudah mulai di masukkan ke dalam kopernya.


Dibantu uthi Sumi yang menggendong adik Fia dan Imma duduk di kursi roda rumah sakit di antar oleh suster sampai parkiran.


Di rumah kamar adik Fia sudah di hiasi dengan warna pink dan gold yang sangat indah, Faro juga mempersiapkan mainan yang akan di berikan kepada adik cantik nya.


Kamar adik Fia berada di antara kamar Imma dan Faro, tetapi ada pintu tembus di antara kamar Imma dan Fia.


Betul saja sampai di rumah Ken membayar apa yang di tinggalkan nya, semua keperluan adik Fia Ken yang mengerjakan nya dari mengganti popok, memandikan Fia pun di lakukan oleh Ken.


Sebelum berangkat bekerja Ken mempersiapkan keperluan putri kecilnya nya, memandikan nya baru berangkat kerja.

__ADS_1


Di sore hari pulang kerja, Ken selalu menyempatkan berbelanja keperluan putri kecilnya sendiri, membeli bedak, popok bayi dan susu untuk ibu menyusui.


Dirumah Ken setelah pulang kerja mulai sibuk untuk mempersiapkan mandi sore nya.


"Ayo kita mandi dulu, jangan mau kalah cantik nya sama umi ya".


"Mana ada umi sama putri nya harus bersaing karena cantik?" Jawab Imma sambil melihat Ken memandikan putri nya.


Bayi yang baru lahir belum bisa di pastikan jam tidur nya, seperti Fia jika siang hari akan anteng tidur nya, tetapi di malam hari akan begadang sampai menjelang pagi.


"Sudah sini umi tidur, biar Abi yang menemani Fia bermain".


"Abi aja yang tidur, besok harus kerja sama istirahat".


"Kalau begitu kita berdua yang menjaganya"


Ken mengangkat Fia dari box bayi dan meletakkan di tengah tempat tidur nya, Ken berbaring di samping nya memegang mainan yang berbunyi, mata Fia mengikuti setiap gerakan tangan Ken ke kanan dan ke kiri.


Terkadang karena ngantuk mainan itu terjatuh dari tangan Ken, dan Fia menangis karena kehilangan suara nya.


Imma tersenyum melihat Ken sudah terlelap, meraih mainan itu dan menggoyangkan mainannya lagi dan Fia mulai tersenyum kembali.


Menjelang pagi Fia tertidur pulas dan kembali ke box bayi nya, Imma juga mulai tertidur di samping Ken.


Ken menarik tangan Imma dan jatuh dalam pelukannya, menghirup tubuh wanginya yang membuat candu Ken setiap saat.


"Sebentar lagi... Selama ada Fia, Abi di nomor duakan".


"Mana ada cemburu sama anak sendiri, perasaan Abi yang selalu berdua dengan Fia, umi di cuekin"


"Aaaaa berarti yang cemburu bukan Abi tetapi umi.... Hayo ngaku!"


Dari jauh Faro datang tanpa mengetuk pintu masuk kamar mencari adik cantik nya yang dia lakukan setiap pagi.


"Adik Fia....... Abang Faro datang".


Imma kaget dan mendorong Ken merapikan rambut yang berantakan.


"Adik Fia belum bangun sayang.... Masih di box bayi, coba di lihat sana...... sudah bangun belum?".


"Umi.... Ini adik Fia sudah bangun".


"Adik cantik.... Abang mau berangkat sekolah dulu ya".

__ADS_1


Imma berjalan mendekati Faro dan mengangkat Fia lembut.


"Cium dulu bang......adik Fia nya" pinta Imma.


"Muaaah.... Abang sayang sama adik Fia".


"Adik Fia juga sayang Abang Faro" ucap Imma menirukan suara anak kecil.


Kegiatan pagi hari dari kedua putra dan putri nya membuat keluarga kecil ini semakin lengkap.


Tujuh hari setelah kelahiran Fia nanti, Ken akan mengadakan acara aqiqah untuk putri kesayangan nya.


Saat Faro lahir juga belum pernah di aqiqah kan, sehingga Ken membeli tiga kambing untuk aqiqah keduanya.


Imma mengabari Tante Dini dan memberikan undangan secara resmi kepada nya beserta keluarga nya untuk hadir di aqiqah Faro dan Fia.


Dini terasa sangat gamang apa yang harus di lakukan nya, meminta ijin kepada papa Tomy adalah hal yang sangat sulit.


Dini mengetahui betul latar belakang dari papa Tomy, dan hampir beberapa bulan ini sedikit tenang tidak ada konflik dengan pimpinan mafia Asia tenggara itu.


Dini sudah mempunyai firasat bahwa Faro adalah putra dari kakaknya, tetapi belum berani memberi tahukan baik kepada suami ataupun kedua orang tuanya.


Dini sebenarnya tidak tinggal diam tentang putra dari kakaknya Dona, saat Dini pertama kali datang ke Imma kafe bersama kedua putrinya saat itu, dengan berbekal foto dari ibu Lestari dan ayah Hariyanto, Dini menyelidiki nya diam diam.


Dini mendapatkan sedikit informasi bahwa ibu kandung Imma berasal dari daerah yang sama dengan nya, sehingga semakin yakin bahwa Faro adalah keponakan nya.


Penyelidikan diam diam oleh Dini sudah hampir dua bulan ini, tanpa melibatkan orang lain, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


Hari ini Dini berkunjung ke desa bekas Ibu lestari tinggal, dengan alasan akan mendata orang tua jompo dan anak yatim-piatu Dini mendatangi RT.


Dini menggali informasi tentang Ibu lestari dari RT, dari sana dia mendapatkan informasi orang yang dekat dengan ibu Lestari saat masih bekerja sebagai pemetik teh masih bekerja di perusahaan itu.


"Besok pagi aku akan menemui ibu-ibu pemetik teh, siapa tau ada informasi titik terang mengenai putranya mas Dona" gumam Dini dalam hati.


__________________________


teman teman..... hadir ya.....


di acara aqiqah Fia.....


jangan lupa like vote dan komentar nya


terima kasih........

__ADS_1


__ADS_2