Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 130 Jaga Dia Untukku


__ADS_3

Berita tentang Dona Sanjaya memiliki seorang putra sekarang sudah sampai di telinga Baron Pranoto melalui Leo Bardan dan anak buahnya.


Baron Pranoto langsung memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya baik di Jakarta ataupun di daerah perkebunan milik Tomy Sanjaya untuk bergerak sepat mencari siapa nama dan dimana keberadaan anak laki-laki dari Dona Sanjaya.


Leo Bardan bergerak cepat mencari informasi tentang keberadaan anak laki-laki Dona Sanjaya, dengan mengerahkan seluruh anak buahnya yang tersebar si seluruh Jakarta dan Jawa timur.


Leo Bardan mengawasi gerak-gerik Tomy Sanjaya dan seluruh anggota keluarganya, bahkan kolega, teman bisnis yang bekerja sama dengannya serta seluruh teman-teman tanpa terkecuali.


Selalu mengawasi Tomy Sanjaya dan keluarga yang sekarang ini dirawat di rumah sakit, mengawasi Edi Darmawan dan kedua anaknya di kampung, juga mengawasi Ameera Safitri tanpa terkecuali.


Karena saat anak buahnya mendengar pertemuannya dan percakapannya dengan Anton Sahroni saat di hotel itu mereka tidak menyebutkan nama anak dari Dona Sanjaya serta juga jarak mereka yang agak jauh sehingga hanya samar-samar mendengar percakapan itu, sehingga membuat mereka sedikit kesulitan mencari informasi itu.


Anak buah Leo Bardan sekarang juga mengawasi gerak-gerik keluarga Anton Sahroni dimana pun mereka berada, berharap mendapatkan informasi tentang dimana putra dari Dona Sanjaya berada.


Leo Bardan dilarang menggunakan kekerasan atau pemaksaan oleh Baron Pranoto, apalagi orang yang tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Tomy Sanjaya.


________________


Di rumah sakit Tomy Sanjaya sudah hampir satu Minggu ini di rawat, tinggal tunggu dua atau tiga hari lagi jika tidak ada kenaikan tensinya akan diperolehkan pulang.


Hendra asistennya yang sangat sibuk mencari informasi tentang keberadaan anak buah Leo Bardan yang selalu mengawasi gerak-gerik keluarga Tomy Sanjaya dan Anton Sahroni dan di laporkan kepada Tomy Sanjaya.


Tomy Sanjaya sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa mendekati putra dari Dona Sanjaya karena hampir satu Minggu ini mendapat laporan dari Hendra jika anak buah dari Leo Bardan selalu mengawasi keluarganya dan keluarga dari Anton Sahroni.


Tomy mengesampingkan egonya, sendiri demi keselamatan cucu laki-laki nya itu dan keluarganya yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Tomy Sanjaya hanya ingin tahu hubungan darah apa antara cucu laki-laki itu dengan keluarga yang melindunginya tanpa pamrih.


Tomy menanyakan soal itu kepada Dini, tetapi karena Dini mengetahui hanya intinya saja akhirnya Dini menanyakan tentang putra laki-laki Dona Sanjaya kepada Anton melalui pesan WA.

__ADS_1


Baru Anton menceritakan dari awal bos Dona menikah siri dengan ibunya Imma yaitu ibu Lestari, sampai Imma harus mengakui sebagai putranya tanpa tahu apa yang menjadi latar belakang dari keluarga kandung ayah Dona.


Anton juga menceritakan tentang perjuangan Imma sejak menganggap Adiknya menjadi putranya, menanggalkan semua cita-cita, cemoohan tetangga, masyarakat ataupun teman-temannya, dan depresi yang dialaminya juga.


Sampai pertemuannya dengan Ken dan mengakuinya sebagai putra kandung dan mengakui kesalahannya saat Imma masih duduk di SMU juga di ceritakan oleh Anton kepada Dini.


Dini yang membaca pesan dari Anton itu tanpa di sadari meneteskan air matanya tanpa bisa di kendalikan, karena Dini tidak sanggup menceritakan kembali kepada papanya, akhirnya Dini meminta papanya membaca sendiri pesan itu.


Perlahan lahan Tomy Sanjaya dan Mama Nadia duduk berdampingan membaca pesan itu satu persatu dengan perasaan yang sangat sedih, begitu penuh penderitaan dari seorang Imma yang masih usia belia.


Tanpa di sadari kedua pasangan suami-istri itu meneteskan air mata, bertahun tahun memperjuangkan anak laki-laki tanpa dosa itu dengan tulus dari kesalahan kakeknya di masa lalu.


Sampai tiga hari berlalu Tomy Sanjaya sehat kembali seperti sedia kala, pulang ke apartemen di jemput oleh asistennya Hendra.


Ada jadwal pertemuan seluruh pimpinan pengusaha seluruh Indonesia yang akan diadakan di hotel bintang lima yang akan di laksanakan hari Minggu dengan tertutup untuk media masa dan untuk umum.


Yang biasanya Tomy Sanjaya jarang mengikuti pertemuan itu acara itu tiap tahunnya, tahun ini dia akan mengikutinya, dengan harapan bisa bertemu dengan Kenzie Wiguna atau Bastian Wiguna tanpa di curigai oleh anak buah Leo Bardan ataupun Baron Pranoto.


Pertemuan para pengusaha di laksanakan pukul satu siang sampai tiga sore, dan dihadiri oleh pengusaha sukses dan handal dari seluruh Indonesia.


Asisten Hendra dan Sandi sudah mengatur pertemuan itu juga akan di lakukan pertemuan antara Tomy Sanjaya dan Kenzie Wiguna untuk membicarakan masalah pribadi karena waktu pertemuan itulah yang bisa mempertemukan mereka tanpa di curigai oleh Baron Pranoto ataupun Leo Bardan.


Hari yang sangat di tunggu Tomy Sanjaya akhirnya tiba juga, saat coffee break tiba Tomy Sanjaya langsung memeluk Kenzie dengan erat dan meneteskan air mata.


"Apakah Anton sudah menceritakan tentang keluarga kami, dan tentang Baron Pranoto?" tanya Tomy Sanjaya.


"Kami sudah lama tahu pak, malahan sejak saya akan menikahi uminya, karena itu syarat yang diajukan oleh Anton harus mengakui dia adalah putra kandung saya" jawab Ken tegas.


"Terima kasih, sudah mau menerima dia sebagai putramu" kata Tomy dengan berlinang air mata.

__ADS_1


Ken tersenyum dan membalas pelukan itu selayaknya memeluk ayah mertuanya sendiri.


"Kami sangat menyayangi dia, anda tidak usah khawatir, dia anak yang sangat istimewa" cerita Ken.


"Bisakah cerita lebih banyak tentang dia, sebagai obat rinduku padanya".


Ken membetulkan posisi duduknya, memejamkan matanya sambil mengingat awal pertemuan di sebuah mall ternama seorang gadis belia yang memiliki satu putra.


"Anda tahu, karena cucu anda lah aku kenal gadis cantik dan anggun yang sangat aku cintai, dia adalah yang menyatukan cinta kami" cerita Ken dengan tersenyum bahagia.


"Dia juga tahu, kalau Abi kandungnya adalah Abi Dona, tetapi tetap aja kami saling menyayangi" cerita Ken lagi.


Tomy Sanjaya membelalakkan matanya, tersenyum bahagia mendengar jika cucunya mengetahui ayah kandungnya yang tidak lain adalah putranya.


"Apakah dia tahu tentang kami?" tanya Tomy dengan antusias.


"Maaf pak, kami belum menceritakan tentang keluarga Abi Dona, karena dia masih terlalu kecil, takutnya nanti malah membahayakan keselamatan dia, tetapi mungkin suatu saat nanti pasti akan kami ceritakan yang sebenarnya" jawab Ken dengan menundukkan kepalanya.


"Aku mengerti nak, tolong jaga dia untukku" pinta Tomy Sanjaya.


"Oya...kami menemukan bakatnya seperti anda sejak dia berumur empat tahun saat aku menikahi uminya, tepatnya sih Papi Bastian yang menemukan bakat itu" kata Ken lagi.


"Aku juga tidak menyangka jika aku bisa dikalahkan oleh cucuku sendiri" jawab Tomy sambil tertawa lepas dengan mata yang berbinar antara bahagia dan sedih tidak bisa langsung memeluk cucu laki-laki nya itu.


_____________


Terima kasih telah setia menunggu up nya


jangan lupa like vote dan komentar nya

__ADS_1


shobat semoga selalu sehat


I love you all


__ADS_2