Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 53 Pindah Rumah Baru


__ADS_3

Hari ini Ken mulai menempati rumah baru nya, kamar Faro terlihat di samping kamar uminya.


rumah lama Imma ditempati oleh karyawan kafe, bekas kamar Imma di tempati uthi Marni dan akung Karno.


uthi Sumi pindah di rumah baru sebelahan dengan kamar Faro, dengan tujuan lebih mudah mengawasi Faro.


Kamar Imma dan Ken yang ditempati nya sangat luas, ada tempat tidur berukuran big size, lemari pakaian minimalis ada tiga berukuran besar, didalam sudah tertata rapi baju mereka berdua.


Di samping pintu ada meja rias dan kursi kecil, ada bermacam-macam jenis kosmetik yang sudah di persiapkan oleh Ken persis seperti kosmetik Imma yang ada di kamar rumah lama.


Ada sofa panjang dan meja di sebelah nya untuk bersantai serta televisi berukuran besar di samping sofa itu, televisi itu di apit oleh foto pernikahan mereka dan foto keluarga bertiga dengan Faro.


kamar mandi juga berukuran besar dan disebelah nya ada ruang ganti yang terdapat kaca cermin berdiri di dinding sebelah kamar mandi.


Imma mulai melakukan perannya sebagai seorang istri, memasak untuk suami dan keluarga nya, menyiapkan baju saat Ken mandi, membantu nya memakai dasi saat mau kerja, mengantarkan sampai pintu saat Ken mau berangkat kerja serta menyambutnya saat Ken pulang kerja.


Faro semakin besar bicaranya sudah mulai jelas hanya huruf R nya saja yang belum terlihat jelas.


Hobi Faro menembak semakin terasah setelah di buatkan ruangan khusus oleh Ken sebagai tempat menyalurkan hobi nya.


Hari ini hari Minggu rencana pertemuan antara Anton Sahroni dan keluarga Ken di Imma kafe, tetapi sebelum itu Anton di ajak oleh papi Bastian melihat Faro sedang bermain dengan tembakan mainan dan dengan cepat tepat sasaran setiap bidikannya tembakan yang dimainkan Faro.


Anton sampai memandangi Faro tanpa mengedipkan matanya, Anton kemudian mengingat bapak angkatnya yang sudah meninggal dunia yaitu Pak Wahono, beliau adalah sahabat papa Tomy Sanjaya saat remaja.


Kemudian Anton ke Imma kafe bersama Papi Bastian dan Ken untuk bertemu dengan Imma dan uthi Sumi yang kebetulan sudah menunggu nya disana.


Kemudian saat bertemu di Imma kafe itu mereka duduk berhadapan berempat di pojok kafe, Imma duduk di sebelah Ken, Ken memeluk nya dari samping dan menggenggam tangan nya dengan erat.



"Apa kabar Bu Sumi dan ......" kata Anton ragu ragu melihat Imma yang menatapnya sendu.


"Panggil umi saja asisten Anton... apa kabar?"


Imma mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Anton tanpa ragu.

__ADS_1


Justru uthi Sumi yang masih ragu-ragu menerima uluran tangan Anton setelah beberapa tahun tidak bertemu dengan nya.


"Baiklah ayo kita mulai" papi Bastian mengawali pembicaraan nya saat itu.


Kemudian Papi Bastian meminta Anton untuk menceritakan tentang ayah nya Faro dan mengapa harus melindungi nya dalam diam.


Anton menceritakan bahwa dia tahu dari bapak angkat nya yang sekarang sudah meninggal dunia namanya Bapak Wahono.


Bapak Wahono adalah teman papa Tomy saat remaja, mereka berteman berempat yaitu Tomy Sanjaya, Wahono, dan Baron Pranoto, yang satu lagi Anton tidak mengenal nya karena sudah meninggal dunia juga di tembak oleh pihak berwajib karena profesi mereka saat itu.


Anton menceritakan saat Faro lahir Baron Pranoto ada di Singapura menjadi bos mafia terbesar Asia tenggara.


Antara Baron dan Tommy memiliki dendam pribadi karena waktu dahulu Tommy pernah menembak adik kandung Baron yang satu profesi dengan mereka tetapi berbeda pimpinan.


Baron bersumpah akan membunuh setiap keturunan laki laki Tomy Sanjaya yang akan lahir ke dunia.


Hanya itu saja yang diceritakan bapak Wahono sebelum beliau meninggal dunia, selebihnya Anton tidak mengetahui apa profesi mereka sebelumnya saat itu.


Sudah ada titik terang mengapa selama ini Faro di sembunyikan oleh ibu Lestari, tetapi masih belum banyak yang terungkap latar belakang dari Tomy Sanjaya saat muda dulu mengapa harus berhubungan dengan mafia Asia tenggara.


"Ya umi... yang tahu masalah ini hanya keluarga Tomy Sanjaya saja orang luar tidak ada yang tahu" jawab Anton kepada Imma dengan menundukkan kepalanya.


Mereka menikmati hidangan yang di sediakan oleh kafe setelah pembicaraan itu selesai, Anton pamit pulang kerumahnya, papi Bastian menemui Faro dan bermain berdua di ruang latihan menembak itu.


Imma masuk ke kamar duduk di sofa panjang yang ada di kamar nya sambil melamun sendiri, memikirkan cerita Anton yang baru di ketahui nya


Ken masuk ke kamar dan melihat Imma sedang melamun mendekati dan duduk di sebelahnya dan memeluknya.


"Honey.... mengapa melamun?".


"Itu tentang Faro, umi masih tidak habis pikir dari mana Faro bisa memiliki kemampuan menembak sedangkan umurnya baru empat tahun lebih sedikit?".


"Honey...... dengar, semua kita hadapi bersama, tidak boleh ada yang di tutup tutupi sedikit pun, kita selidiki lagi nanti pelan pelan, tetapi umi juga harus rutin bertemu dengan psikiater seminggu sekali ya, agar semua berjalan dengan lancar Ok".


"Hhmm.... tapi jangan lupa temani lho ya"

__ADS_1


"Tentu honey.... semua akan Abi lakukan hanya untuk cintaku seorang".


Ken memeluk nya dengan erat sambil mulai bergerilya masuk di balik baju Imma tetapi ada yang membuka pintu dengan cepat.


"Umi...... Palo hali ini apa sekolah nya, kata uthi Sumi sudah mau sekolah?"


Faro duduk di antara Abi dan umi nya, justru Imma tersenyum karena Ken tidak bisa bebas bergerilya lagi.


"Iya sayang.... besok pagi Faro mulai sekolah TK nanti umi antar ya sekolah nya?"


"Kok umi saja.... Palo mau Abi dan umi yang mengantal nya"


"Siap.... ganteng besok Abi juga ikut ngantar Faro sekolah, senang sekarang?"


"Asikkkk .... asikkkk Palo sekolah... "


"Abi.... Palo mau mandi sama Abi lagi kayak dulu, mau ya Bi?".


"Baiklah... ayo kita mandi"


Ken menggendong Faro ke kamar nya Faro sendiri dan memandikan nya, sementara itu Imma menyiapkan baju Faro dan di letakkan di tempat tidur nya.


Di kamar mandi bukannya mandi mereka berdua malah main sabun dan saling memercikkan air sampai baju Ken basah semua.


"Ini mandi apa main air, cepat mandi nya Faro nanti kedinginan, kasihan Abi bajunya basah"


"Ya umi sebental....... sikat gigi dulu....".


Faro langsung sikat gigi kumur kumur dan memakai handuk dan di gendong lagi oleh Ken untuk memakai bajunya.


Sampai di tempat tidur Faro memakai baju sendiri, sedangkan Imma mengawasi nya saja dan Ken berdiri disamping Imma.


"Setelah ini gantian umi mandikan Abi ya, lihat ini baju Abi basah semua" Ken berbisik di telinga Imma sambil tersenyum.


"Jangan mulai modus lagi Bi".

__ADS_1


Imma mencubit lengan Ken dengan pelan dan tidak terasa sakit, selesai mandi Faro berlari ke arah Imma Kafe untuk mencari uthi Sumi, sedang kan Ken menggandeng Imma masuk kamar untuk mengajak nya mandi bersama.


__ADS_2