Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 52 Pulang dari Bulan Madu


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Ken dan Imma bulan madu, dihabiskan untuk mencari oleh oleh untuk semua anggota keluarga, karyawan dan teman dekat.


Hadiah pesanan Faro juga sudah di dapatkan nya, semua di packing rapi oleh mereka, bersantai berdua duduk di sofa kamar hotel sambil berpegangan tangan selalu mereka lakukan.


Ken check out hotel pukul sembilan pagi karena pesawat akan take off dua jam setelah nya, langsung menuju bandara Ngurah Rai Bali.


Selama dalam pesawat Imma sangat antusias karena akan bertemu dengan Faro, sudah satu Minggu ini hanya vidio call rasanya tidak bisa menghilangkan rasa rindu nya.


Saat duduk di kursi dalam pesawat kelas bisnis itu.


"Honey.... sini tidur lah dulu, istirahat yang banyak".


Ken memeluk Imma dengan erat sambil sesekali mencium kening nya, akhirnya mereka tertidur sejenak sampai pesawat hampir landing di bandara Sukarno Hatta.


Sesampainya di bandara Sukarno Hatta Ken dan Imma sudah di jemput oleh sandi, dan pulang ke rumah Imma Kafe.


Baru sampai parkiran rupanya Faro sudah tidak sabar ingin bertemu dengan umi tercintanya.


"Umi.......umi...... Palo tangen...."


Faro merentangkan kedua tangannya sambil berlari menghampiri Imma juga ikut berlari kecil dan memeluknya dengan erat.


"Umi juga kangeeeeeeen sama Faro ganteng"


"Yaaaah... Kok Faro tidak kangen sama Abi, padahal Abi kangen banget sama Faro?"


Faro langsung mencium punggung tangan Ken dan Imma bergantian.


"Talim.... muuah... muaah"


Ken pura-pura merajuk karena tidak di peluk oleh Faro dan membelakangi mereka, seketika Faro mendekati Ken sambil tersenyum dan menatap nya dengan sendu.


"Maaf......Palo duga tangen Tama Abi, tapi banakan tangen tama umi tedikit".


Semua tertawa bersama-sama mendengar kejujuran Faro yang menggemaskan.


"Baiklah, ayo kita masuk dulu kasihan umi capek nanti".


Gantian Imma Salim dan mencium punggung tangan Uthi Sumi.


Ken menggendong Faro masuk kedalam rumah di ikuti oleh Imma Sandi dan pak Samsul yang membawakan koper mereka.


"Abi Bawa dua tembakan pesanan Faro lho, Faro mau nggak?".


"Iya.....ya Palo mau.... Palo mau, mana Bi?".


"Ada di dalam koper Abi".


Sesampainya di ruang keluarga Faro langsung turun dari gendongan Ken dan ikut mendorong koper yang dipegang oleh sandi.

__ADS_1


"Tepat Om Tandi..... Palo mau tembakan dua"


"Sabar dong, biar dibuka Abi dulu ya".


Akhirnya Ken membuka koper itu dan mengeluarkan pesanan Faro, yang satu model Laras pendek dan satu lagi model Laras panjang.


Faro sangat antusias melihat hadiah yang diterima nya itu, langsung mencoba nya, di lihat nya sebentar, seperti di pelajari model dan cara kerjanya.


Faro seperti sudah mengenali model dan cara menggunakan pistol mainan itu, dan langsung mencoba yang Laras pendek, terlebih dahulu mengisi enam peluru nya


"Dor......dor.....dor"


Faro mengarah gelas yang berada di nakas samping televisi, walaupun gelas itu tidak pecah tetapi bergoyang goyang terkena tembakan Faro yang tepat sasaran, padahal jaraknya hampir dua meter.


Ken dan Sandi yang baru pertama kali menyaksikan nya terheran heran dengan kemampuan Faro itu.


"Seperti ada bakat terpendam ada pada diri Faro bos" kata sandi sambil memperhatikan Faro.


Faro kemudian meletakkan pistol mainan Laras pendek, mengambil yang Laras panjang, dipelajari nya sebentar, mengambil peluru dan dimasukkan nya ke dalam tempat peluru itu dengan cepat, kemudian di kekang nya.


"Kelak....kelak.... Dooooor".


Tepat sasaran lagi, Faro tersenyum puas, diulangi nya lagi dan lagi tanpa memperdulikan orang di sekitar nya, seperti nya Faro menemukan dunia nya sendiri.


"Ini es krim gimana ganteng, tidak dimakan?".


"Nanti aja umi..... Makan es telim na, lagi atik banget"


Papi Bastian sekeluarga datang karena Ken datang dari Bali, Ken mengajak papi Bastian ke rumah baru nya yang belum ditempati nya, masih ada yang akan di tambahkan ruangan di belakang rumah yaitu rumah kecil khusus untuk Faro latihan menembak, karena melihat kemampuan Faro yang luar biasa.


Ken berniat mempertemukan antara Imma, uthi Sumi dan Anton Sahroni untuk membicarakan tentang kemungkinan siapa Faro sebenarnya, untuk mengurangi resiko Imma terkena depresi lagi, lebih baik terus terang dari awal untuk mengurangi resiko yang tidak di inginkan.


Pada malam hari saat di kamar berdua, Ken membicarakan untuk Imma bisa bertemu dengan psikiater rutin setiap Minggu sekali.


"Umi... mulai Minggu besok kita rutin bertemu dengan psikiater, seminggu sekali saja kok"


"Tapi....tapi... Bi, umi takut".


"Jangan takut, kan berdua sama Abi tenang saja setiap pertemuan pasti Abi temani kok".


"Janji ya Abi"


Imma mengangkat kelingking nya dan di kaitkan sebagai tanda ikatan janji yang sudah dibuat bersama Ken.


"Satu lagi, umi masih ingat Anton Sahroni?".


"Asisten nya ayah Dona kah?".


"Iya... dia sekarang jadi asisten papi Bastian".

__ADS_1


Imma kaget ternyata asisten Anton masih dekat dengan Imma, kemudian Ken menceritakan awal pertemuan dengan Anton sampai kemarin sebetulnya saat akad nikah dia juga hadir di sana.


"Dari Anton lah, Abi mengetahui kalau Faro itu harus dilindungi dari mafia terbesar di Asia tenggara"


"Sebesar itu kah Abi masalah nya, umi sendiri tidak tahu?"


"Ya umi... tetapi belum jelas betul bagaimana sebenarnya, maka dari itu jangan pendam sendiri jika ada masalah apapun, kita hadapi bersama ok"


Sambil berbicara berdua tangan Ken juga bergerilya membelai rambut memeluk serta menciumi seluruh tubuh Imma.


"Bi.... belum selesai membahas Faro kenapa tangannya modus terus"


"Kan sudah satu Minggu Abi puasa, sudah selesai kan halangan nya?"


"Sudah siih tapi......"


"Nanti aja dilanjutkan cerita tentang latar belakang Faro nya, Abi sudah mulai kangen sama yang ini"


Ken langsung mulai mencium bibir Imma dengan penuh gairah, mengulum dan menghisap lidah Imma, dan kedua nya saling membalas ciuman itu sampai hampir habis nafasnya.


"Hhhfff....."


Ken melanjutkan gerilya ke leher Imma memberi tanda merah di bagian depan dan belakang, dan ke seluruh tubuh Imma tidak lupa di absen nya pada setiap inci nya.


Ken membuka bajunya Imma dilempar kan ke bawah tempat tidur, dan membuka bajunya sendiri sama dilemparkan ke bawah juga, kemudian melanjutkan lagi bergerilya sampai penyatuan kedua menjadi satu ke puncak ******* nya.


Ken langsung merebahkan diri nya di samping Imma tersenyum puas dan memeluk nya erat.


"Mau bersambung membicarakan Faro atau lanjut ke ronde kedua?"


Ken menggoda Imma setelah adegan panas itu, Imma hanya tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ken.


"Lanjut tentang Faro Bi,... jangan mesum terus... kapan rencana bertemu dengan asisten Anton?"


"Dalam waktu dekat umi,.... rasanya selalu candu, boleh dong jadinya mesum.... eee...iya nanti ketemu Anton nya di Kafe, tunggu kabar dari Papi Bastian dulu".


Ken menjawab pertanyaan Imma sambil bergerilya lagi, akhirnya betul saja melanjutkan untuk ronde yang kedua, mengulangi adegan panas itu di tempat tidur yang sama.


____________


Selamat tahun baru untuk para pembaca


setia, semoga tahun baru ini menjadi


lebih baik dari tahun lalu Aamiin


jangan lupa like vote dan komentar nya ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2