
Belum selesai Edi Darmawan berbincang dengan asisten Budi, kedua orang laki-laki yang berpakaian hitam itu meninggalkan kafe tanpa melihat Edi dan asisten nya.
Edi dan asisten nya kembali apartemen setelah mereka pergi dari kafe itu, dan membeli camilan terlebih dahulu di supermarket di dekat lift.
Pagi harinya pukul sembilan pagi jadwal Edi dan asisten nya akan bertemu dengan Kenzie dan Sandi di perusahaan PT WIGUNA GROUP.
Sampai di lobi mereka menemui pegawai itu dan mengatakan bahwa sudah ada janji bertemu dengan Kenzie Wiguna dan asisten nya sandi.
Pegawai itu menunjukkan bahwa mereka harus naik ke lantai sebelas, baru mereka masuk lift dan menekan tombol nomor sebelas.
Sampai kantor yang mereka tuju baru mereka mengetok nya.
"Tok..... tok...tok.."
"Silahkan masuk" jawab Sandi.
"Selamat pagi pak, kenalkan namaku Edi Darmawan dan ini asisten Budi"
"Selamat pagi, saya Kenzie Wiguna dan asisten Sandi, silahkan duduk" .
"Terima kasih".
Mereka berempat duduk di sofa yang ada di kantor itu dengan berharap hadapan.
"Ini konsep dan proposal yang ingin kami ajukan untuk kerjasama dengan dengan perusahaan yang anda pimpin pak" ucap Edi sambil menyerahkan map kepada Ken.
Dalam konsep yang itu ajukan banyak destinasi pariwisata alam diantara nya adalah flying fox, sepeda terbang, jala berjalan, dan banyak lagi permainan outbound lainnya.
Juga akan di dirikan sebuah Kafe di tengah perkebunan teh yang sangat megah dengan bermacam-macam rasa teh.
Ken menyetujui konsep yang di tawarkan oleh Edi dan akan menambahkan hotel atau penginapan serta villa.
Ada juga usulan yang bagus juga dari Sandi yaitu pembuatan water park atau pemandian air panas buatan.
Setelah pertemuan di kantor selama satu jam, mereka ke Imma kafe sebagai tujuan ke dua tetapi akan di jadwalkan setelah istirahat makan siang.
Karena Ken dan Sandi akan ada meeting dengan klien di kantor juga pukul sebelas selama satu jam kedepan.
Akhirnya Edi dan asisten Budi beristirahat sejenak keluar menuju restauran yang dekat dengan WIGUNA GROUP sambil menunggu Ken selesai meeting.
Sebelum rapat Sandi mengusulkan agar berterus-terang kepada Imma siapa Dini sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak terjadi depresi pada Imma nanti nya.
Ken menerima usulan Sandi, setelah selesai meeting Ken pulang terlebih dahulu dan sandi menjemput tamunya tadi di restauran yang tidak jauh dari kantor nya.
Setibanya di rumah Ken makan siang bersama Imma dan uthi Sumi dan akan berterus terang siapa sebenarnya Tante Dini dan tamu yang akan datang sebentar lagi.
"Honey...... bagaimana kabar Tante Dini?" tanya Ken mengawali pembicaraan.
"Kemarin dia setuju kok Bi, jika melalui kantor saja yang akan mengurus pembuatan destinasi pariwisata dan pembuatan Kafe" jawab Imma langsung.
"Uthi Sumi dan umi tahu siapa sebenarnya Tante Dini?.
__ADS_1
"Siapa memangnya Abi?" tanya uthi Sumi.
"Beliau adalah adik kandung Dona Sanjaya" jawab Ken singkat.
"Haaah......" Jawab uthi Sumi dan Imma bersamaan.
Ken menggenggam tangan Imma dengan erat untuk memberikan dukungan supaya tidak terjadi hal yang mengawatirkan.
"Darimana Abi tahu...... kalau beliau adiknya ayah Dona?" tanya Imma kaget.
"Dari asisten Anton"
"Apakah mereka tahu tentang Faro Abi?" tanya uthi Sumi.
"Tenang masalah itu mereka belum tahu, sebentar lagi Edi Darmawan suami dari Tante Dini dan asisten nya kesini akan meninjau Imma kafe"
"Bagaimana menurut uthi sekarang?" tanya Ken kemudian.
Uthi Sumi menghembuskan nafas panjang dan berpikir sebentar sambil menundukkan kepalanya.
"Mungkin ini salah satu cara Tuhan untuk mendekatkan Faro dengan keluarganya tanda di curigai oleh ketua mafia itu Abi".
Imma tersenyum dan bernafas lega mendengar pendapat uthi Sumi.
"Ya betul juga kata uthi Sumi, sayang......tapi umi takut nanti kalau Faro meninggal kita bagaimana?".
"Honey...... jangan berpikir sejauh itu, Faro tetap putra kita sampai kapan pun."
"Umi..... jangan khawatir... seandainya mereka tahu, tetap tidak akan mengambil keputusan gegabah" kata uthi Sumi lagi.
"Betul juga umi, tidak mungkin mereka rela jika keturunan laki-laki satu-satunya di jadikan sasaran balas dendam dari masa lalu kakeknya" jelas Ken sambil mencium pipi Imma.
Saat mereka tegang dengan perbincangan nya adik Fia menangis kencang karena haus, Imma dan Ken berlari menuju kamar menghampiri nya.
"Haus kah nak?..... Ayo kita minum susu dulu ya cantik" ucap Imma sambil mengangkat adik Fia.
Imma membuka dua kancing bajunya dengan segera mulut kecil Fia menyedot dengan rakusnya.
"Waduuuh.... putri Abi ini ....tiap hari bikin ngiri aja sih, bagi dong?" goda Ken sambil mengelus pipi Fia.
Imma tersenyum tetapi sambil melototi Ken dengan tajam.
"Umi...... kenapa melotot.... Abi juga mau, lihat sampai ngiler nich?".
"Abi jorok....... iiiihh!".
Ken menciumi tengkuk dan leher Imma dari belakang sambil memeluknya dari belakang.
"Abi.... jangan mesum lihat adik Fia nya masih haus".
Ken malah cengar-cengir senang karena berhasil menggoda Imma agar tidak terlalu tegang memikirkan tentang pembicaraan tentang Tante Dini.
__ADS_1
Faro baru pulang dari sekolah nya bergegas berganti baju dan meletakkan tas serta sepatu nya di tempat nya masing-masing, kemudian mencuci tangan dan mukanya baru berlari menuju kamar uminya.
"Umi.......adik Fia.......Abang sudah pulang, adik Fia lagi ngapain?.
"Abang sudah pulang, nich adik lagi haus berat" jawab Imma singkat.
"Abi tumben sudah pulang, salim muuaah".
Iya.... sudah makan Abang Faro ganteng?".
"Belum Bi, cium adik dulu baru makan".
Setelah Faro mencium Adik Fia kemudian turun untuk makan siang di meja makan, Ken menunggu Imma menina bobokkan adik Fia terlebih dahulu, baru mereka turun berdua untuk menemui tamu nya di Imma kafe.
"Ayo honey..... kita temui mereka, umi siap?".
Imma hanya menganggukkan kepalanya tetapi hatinya tetap berdebar-debar dengan kencang.
"Sebentar honey akan Abi beri kekuatan sebentar ya....".
Ken langsung mencium bibir Imma dengan lembut dan mengabsen gigi dan mengisap nya dengan lembut pula.
"Sudah tenang sekarang?...ayo kita turun!"
Mereka turun sambil bergandengan tangan berjalan menuju Imma Kafe untuk menemui suami Tante Dini.
Sampai di ruang makan Ken dan Imma menghampiri uthi Sumi yang sedang menemani Faro makan siang.
"Uthi Sumi mau ikut bertemu mereka di Kafe?" tanya Ken.
Uthi Sumi hanya menggelengkan kepalanya, dia memilih menemani Faro makan siang, dia sudah tidak mau terlibat soal pekerjaan, hanya ingin menikmati kebersamaan dengan anak dan cucunya saja.
Ken dan Imma meninggalkan mereka berjalan ke Imma kafe menemui Edi Darmawan dan asisten Budi serta Sandi sudah menunggu nya disana.
"Maaf pak Edi lama menunggu kah?... ini kenalkan istriku Imma".
Edi dan asisten Budi berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Imma.
"Saya Edi dan dia Budi,......Oya salam dari istriku Dini dan ini titipkan dari istriku untuk anda" ucap Edi sambil memberikan paper bag kepada Imma.
"Ya.... terima kasih" kata Imma singkat.
________________________
Mohon dukungan nya ya......
like vote dan komentar nya....
agar bersemangat menulis....
terima kasih......I love you.....
__ADS_1