
Sudah empat bulan lebih umur kehamilan Imma, dia juga sudah melewati trisemester pertama nya, rasa mual nya pun sudah mulai hilang, tetapi Imma semakin banyak selera makannya.
Setiap hari ada saja yang di bawanya ke kamar, dari makanan berat, makanan ringan atau pun buah buahan.
Terutama macam macam ikan adalah favorit makanan Imma setiap hari, baik ikan laut, ikan air tawar atau ikan payau.
Hampir setiap malam Imma dan Ken hunting kuliner seafood di daerah Jakarta dan sekitarnya nya, pernah Imma dan Ken pergi ke Bogor untuk mencari menu ikan gabus Pucung.
Hari ini jadwal Imma periksa dokter, sudah reservasi dengan dokter Tanti, janji pukul sepuluh pagi.
Hari ini Ken mengosongkan jadwal kerja nya, hanya ingin menemani istri tercinta nya periksa kandungan.
Pagi mengantarkan sekolah Faro terlebih dahulu, bekerja di ruang kerja yang ada di lantai atas samping kamar mereka, sampai pukul sembilan pagi.
"Abi........ ayo berangkat ke rumah sakit sekarang".
"Baru pukul sembilan honey.....".
"Umi mau mampir di taman kota sebentar cepat lah"
"Baiklah.... baiklah....mau cari apa disana?".
"Umi mau beli toge goreng biasanya mangkal di pojok taman kota itu".
Ken berganti baju dengan cepat, tidak ingin anaknya nanti ileran kata orang, karena ingin toge goreng tidak kesampaian.
Berpamitan dengan uthi Sumi dan anggota keluarga Imma dan Ken berangkat ke rumah sakit tetapi berbelok sebentar di taman kota.
Ken memakirkan mobilnya di pinggir taman, memandangi area taman tetapi tidak ada sosok pedagang toge goreng yang dia cari.
Pedagang paruh baya itu biasanya memikul dagangannya di pundaknya nya.
Ken turun dari mobil dan bertanya kepada pedagang di sekitar taman itu.
"Pak... boleh tanya... apakah pedagang toge goreng itu tidak berjualan hari ini?".
"Dia datang jam sebelas pak jika hari biasa".
"Terima kasih pak"
.
Ken kembali masuk mobil nya setelah mendapat informasi dari pedagang itu.
"Honey...... jam sebelas baru datang pedagang toge goreng nya".
Raut wajah Imma langsung masam mendengarkan ucapan Ken.
"Padahal umi sudah membayangkan kesegaran toge goreng itu".
"Honey.... kita cuma menundanya saja, setelah dari rumah sakit kita bisa kembali lagi ke sini".
Imma hanya mengangguk lemas dan tidak bersemangat, di peluknya dengan erat dan mencium kening nya dan di usapnya perut Imma.
"Nak... sabar ya... nanti beli toge goreng nya"
Mobil melaju kembali ke arah rumah sakit dengan kecepatan sedang, sesekali Ken mengusap perut Imma dan menautkan jari jemari nya dengan erat.
__ADS_1
Sampai di parkiran rumah sakit Ken langsung membantu Imma turun dari mobil nya.
"Perlu di gendong honey?".
"Tidak usah genit.......ayo jalan".
Mereka menuju ruang praktek dokter Tanti, dan menunggu giliran di panggil oleh suster yang bertugas.
Sudah sekitar lima orang wanita hamil di panggil saat itu baru Imma di panggil.
"Ibu Imma Anjani"
Ken dan Imma masuk ruangan itu dan duduk di depan dokter Tanti.
"Selamat pagi dokter"
"Selamat pagi, bagaimana ada keluhan selama ini?"
"Tidak dok, mual nya juga sudah mulai berkurang" jelas Imma singkat.
"Baiklah mari kita periksa janinnya ya, silahkan naik ke brankar".
Imma naik ke brankar itu dibantu oleh Ken dan suster yang bertugas, dioleskan jell pada perut Imma dan menempelkan alat USG di perutnya.
"Bayinya sudah berukuran 23cm, beratnya mencapai 210 gram,. semua sudah tumbuh dengan normal kaki, tangan kepala semua sudah sempurna" dokter Tanti menerangkan dengan jelas.
Ken dan Imma memperhatikan layar monitor USG itu dengan seksama, gerakan gerakan dalam monitor USG itu tidak lepas dari pandangan nya.
"Tetapi maaf jenis kelamin bayi belum bisa terlihat karena tertutup oleh gerakan tangan sang bayi".
""Tidak apa-apa dok, untuk kejutan nanti" jawab Ken cepat.
"Baik dok".
"Saya buatkan resep vitamin nya, jangan lupa diminum dengan rutin, dan ini foto USG nya".
"Terima kasih dok, kami pamit dulu"
Keluar dari ruangan dokter Tanti Imma dan Ken langsung menuju apotek untuk menebus obat nya, dan melanjutkan perjalanan ke taman kota untuk membeli toge goreng yang belum ada pagi tadi.
"Umi... ini sudah hampir jam sebelas, mau jemput Faro terlebih dahulu atau ke taman kota dulu?".
"Hhhhmmmm...... Faro aja dulu deh".
"Yakin.....?.
"Iya... Abi".
Dibelokkan nya mobil menuju sekolah TK Faro dan menunggu selama sepuluh menit, Faro keluar kelas mencari keberadaan orang yang akan menjemputnya, rupanya Faro melihat sosok abinya yang di atas mobil di depan pintu pagar sekolah TK itu.
"Abiii....... kok Abi yang jemput, umi mana?".
"Umi sini sayang.... ayo masuk".
"Abi libur kah.... ?".
"Iya... Abi mau antar umi beli toge goreng di taman kota, adik bayi pipi tembem pingin toge goreng katanya".
Faro langsung mencium perut dengan lembut dan mengusap menggunakan tangan kanan dengan cepat.
__ADS_1
"Apa itu toge goreng? buat adik bayi pipi tembem kah?".
"Itu makanan khas suku Betawi sayang..." nanti kita beli ya di taman kota" Imma menjawab pertanyaan Faro sambil memeluk nya.
Sampai di taman kota Imma turun dari mobil dengan cepat, air liur nya sudah hampir menetes membayangkan kenikmatan toge goreng yang masih mengepul asap nya karena baru selesai di masak.
Karena perjalanan cepat Imma tersandung batu kecil di pinggiran taman itu.
"Auh.... aduh...."
"Umiiiii.... pelan-pelan, tidak usah terburu-buru, mana yang sakit?".
Ken dan Faro berjongkok bersamaan melihat kaki Imma yang lecet karena batu kecil itu.
"Sakit kah umi, Faro tiup ya... uf......uf.....uf..., sudah sembuh"
"Iya Faro pintar.... ayo langsung kesana umi tidak sabar lagi".
"Umi dan Faro kesana dulu, tapi pelan pelan saja, Abi ambil obat merah dulu".
Ken kembali ke mobilnya, Imma dan Faro ke tempat berdagang toge goreng di salah satu pojokan taman kota itu.
Ternyata lumayan antri pembelinya, Imma hanya memandangi pedagang itu meracik toge goreng dengan cepat.
"Pak buatkan umi ku dua piring ya, adik bayi pipi tembem yang ada di perut umi lagi pingin makan toge goreng"
Pedagang itu langsung menengok ke arah Faro dan uminya yang sedang hamil.
"Baik pintar.... sabar ya".
Tidak lama Ken datang dengan berlari kecil mendekati Imma dan duduk berjongkok mendekati kakinya.
"Sini honey.... diberikan obat merah dulu".
"Kenzie.... Kenzie....?
Ken menengok kearah suara bas seorang laki-laki yang ada di belakang nya.
"Bayu..... sebentar".
Setelah memberikan obat merah ke kaki Imma Ken bangun dan mengulurkan tangannya kepada Bayu.
"Apa kabar Bayu, kamu disini aku kira pulang ke Kalimantan timur".
"Aku baru pindah kesini bulan lalu".
"Oya perkenalkan ini Istri ku Imma dan putra pertama ku Faro"
________________________________
Bertemu teman lama nich.....
Tetapi tenang cowok kok.......
Tidak cemburu kan.....
jangan lupa like vote dan komentar nya ya
__ADS_1
terima kasih