Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 44 Akad Nikah


__ADS_3

Hari ini hari Jum'at, pagi ini semua keluarga Imma disibukkan dengan kegiatan rencana acara akad nikah antara Imma dan Kenzie.


Semua dekorasi bernuansa putih tulang dan gold, di ruang keluarga di lantai di pasang karpet permadani warna gold, ada meja panjang di tengah permadani itu juga dipasangi taplak meja dengan warna senada.


Bunga bunga mawar putih juga menghiasi di ruang keluarga itu, menjadikan ruangan itu lebih hidup anggun dan romantis.


Di kamar pengantin juga tidak kalah cantik nya dengan nuansa putih tulang dan gold, bunga mawar putih juga menghiasi kamar itu dengan anggun dan romantis.


Semua karyawan Imma kafe juga tidak kalah sibuknya, hidangan untuk para tamu nanti di buat sendiri oleh karyawan, tidak menggunakan jasa catering karena yang hadir dalam acara itu hanya keluarga dan teman dekat saja.


Semua karyawan menggunakan seragam khusus hari ini, dengan warna senada yaitu putih tulang dan gold.


Di sebelah rumah Imma Kafe juga tidak kalah sibuknya, dengan nuansa yang sama putih tulang dan gold. pelaminan nya sederhana tetapi elegan, semua sesuai dengan minat Imma Anjani.


Ken merancang desain yang lebih unik hanya demi Imma seorang, untuk mengurangi depresi yang selama ini Imma alami.


Ketering, hiburan, pelaminan, dan kamar pengantin di buat dengan spesial dan sangat elegan.


setelah waktu menunjukkan pukul empat sore akad nikah akan segera di mulai, semua sudah mulai berkumpul di ruang keluarga.


Bapak penghulu juga sudah siap di depan meja panjang itu, jika menurut agama wali nikah Imma Anjani adalah Faro, tak banyak yang tahu tentang itu, tetapi karena Faro belum Akil balik wali nikah di wakilkan wali hakim.


Diawali pembacaan ayat suci Al Qur'an, pembukaan dan penyerahan untuk wali hakim, kemudian acara sakral itu di mulai.


"Kenzie Wiguna bin Bastian Wiguna saya nikah kan dan kawinkan engkau dengan Imma Anjani binti almarhum Hariyanto dengan mas kawin satu rumah beserta isinya dibayar tunai" kata penghulu.


"Saya terima nikah dan kawin nya Imma Anjani binti almarhum Hariyanto dengan mas kawin tersebut di atas dibayar tunai" ucap Ken dengan satu nafas dan mantap tanpa ragu.


"Bagaimana........sah"


"Saaaaaaaaaaaaaaaah"


"Alhamdulillah.... Alhamdulillah...."


semua mengucapkan sah dan Alhamdulillah dengan senang dan bahagia.


Langsung ada membaca doa dan diaminkan oleh semua yang hadir saat itu, yaitu keluarga Bastian Wiguna, keluarga Imma beserta karyawan dan diundang keluarga Anton Sahroni tetapi Anton menggunakan masker dan songkok sehingga tidak dikenali oleh Imma.


Ada juga teman Imma saat SMU yaitu Mely dan Marisa yang mendampinginya.


Sedangkan Anton yang menggunakan masker dan songkok hanya menatap tajam kepada Imma yang tersenyum bahagia setelah akad nikah itu.

__ADS_1


Ada rasa lega didalam hati Anton setelah melihat orang yang di lindungi nya dalam diam itu ada yang menjaga nya dan mencintainya dengan tulus.


Dalam hati Anton sedikit lega bahwa amanah yang di berikan oleh sahabat serta bosnya dulu Dona Sanjaya sedikit berkurang.


Anton tetap tidak berani menunjukkan wajah nya kepada Imma ataupun uthi Sumi, dia hanya memandangi dari kejauhan.


Semua bersalaman satu persatu dengan pengantin baru itu dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru semoga sakinah, mawadah wa Rohmah.


Saat Imma mendekati uthi Sumi dan mencium tangan nya tanpa terasa Imma langsung mengeluarkan air mata nya dan berpelukan dengan erat.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun yang terucap dari bibir mereka hanya pelukan erat yang sangat lama.


Ken langsung mendekati mereka dan mengusap pundak Imma dan uthi Sumi dengan lembut.


"Honey kendalikan dirimu, jangan sampai drop, besok kita masih mengadakan acara resepsi".


Ken langsung menarik dan memeluk Imma dengan erat agar emosi nya stabil, Imma langsung membalas pelukan itu dengan mesra, hatinya terasa damai dalam pelukan suami nya.


Uthi Sumi hanya tertunduk sambil menangis di dekat mami Winda dan diusap pundaknya, hati uthi Sumi tidak kalah lega seperti Anton Sahroni.


Seperti terlepas dari ikatan yang kuat saat melihat anak angkat kesayangan nya menikah dengan orang yang sangat mencintai dan menerima apa adanya.


Uthi Sumi yang selama ini tidak pernah meninggalkan anak angkat kesayangan nya dalam suka maupun duka, dari awal perjuangan pindah dari Jawa timur ke pinggiran kota Jakarta.


Beda lagi dengan Faro, karena di rumah banyak orang dan rumah yang di hias indah berlari kesana-kemari dengan bahagia, dikelilingi oleh yang sangat menyayangi nya membuat Faro senang.


Melihat Abi nya memeluk uminya Faro menghampiri nya ikut memeluknya dengan erat.


"Umi umi Palo tantik banget, Palo sayang umi dan Abi".


Ketiga nya langsung berpelukan dengan mesra, pemandangan yang sangat menyentuh hati membuat orang yang melihatnya berlinang air mata bahagia.


selesai prosesi akad nikah itu semua menikmati hidangan yang disajikan oleh pegawai Imma Kafe.


Ken dan Imma kemudian minta doa restu kepada papi Bastian dan Mami Winda, mencium punggung tangan keduanya.


Papi Bastian memberi wejangan kepada keduanya.


"Mulai sekarang kalian sudah menikah menjadi pasangan suami istri, papi harap saling dukung dan saling terbuka, jangan ada yang di tutupi tentang masalah sekecil apapun"


Setelah papi Bastian bergantian Mami Winda memberikan pesan kepada keduanya.

__ADS_1


"Jaga istrimu dengan baik ya Ken, jaga juga Faro ku, jangan menyakiti keduanya, nanti berhadapan langsung dengan mami, Sekarang kesayangan mami bukan Ken lagi tapi Faro"


Ken dan Imma hanya tersenyum mendengar nasehat mami Winda dan Ken langsung berkata.


"Mami kok Faro jadi kesayangan mami, umi dan Faro itu kesayangan Abi"


Semua tertawa riang melihat pemandangan yang sangat akrab antara semua keluarga.


Sampai menjelang senja dan matahari terbenam dalam peraduannya, para tamu berpamitan pulang.


Faro sudah mandi dan berganti baju, dipeluk oleh papi Bastian sambil berbisik.


"Faro mau tidur di rumah akunng papi?, ada es krim stroberi dan coklat banyak"


"Palo mau.....Palo mau"


Papi Bastian, Mami Winda dan Kemmy pamit pulang dengan mengajak Faro bersama mereka.


Semua karyawan membersihkan rumah dan kafe setelah para tamu pulang kerumah masing-masing.


Ken dan Imma masuk kamar pengantin yang dihiasi dengan nuansa romantis, Ken duduk di ranjang dan melihat handphone nya.


Imma langsung mengambil baju ganti dan membawa nya ke kamar mandi, dia mandi selama setengah jam dan memakai baju di kamar mandi juga.


"Bi.... mandi dulu sana ini bawa baju ganti nya ke kamar mandi".


"Tidak ah, Abi bawa handuk saja"


Ken hanya membawa handuk nya berjalan menuju kamar mandi sambil mengedipkan matanya.


Selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya saja, berjalan mendekati Imma sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri sehingga airnya terpercik kepada Imma.


"Abi........."


__________________


Hayo.....apa yang di lakukan Ken


jangan ngeres dulu ya....


jangan lupa like vote dan komentar nya

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2