Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 43 Mulai di Ketahui Rahasia Dona


__ADS_3

Sejak Konferensi Pers Ken waktu itu angin mulai berubah arah, yang awalnya negatif tentang berita Imma sekarang menjadi berita positif.


Sosok seorang gadis yang masih muda tetapi sudah mengambil keputusan yang sangat berat, menanggung kesalahan nya sendiri tidak minta pertanggungjawaban ayah dari anak nya padahal ayahnya adalah seorang laki-laki yang mempunyai nama besar dan kaya raya, itulah nilai positif dari Imma.


Justru banyak orang yang memuji keteguhan hati nya, gadis cantik yang tidak mempunyai ambisi untuk mengejar materi semata, mendahulukan kebahagiaan putra nya, walaupun dia juga salah, melakukan hal yang tidak boleh sebelum terjadinya pernikahan.


Banyak pemuda pemudi yang mengidolakan sosok seorang Imma Anjani dalam memperjuangkan hidup dan merawat putra nya.


Di kamar Ken membuka media sosial nya, melihat dan membaca komentar dari para netizen, rasa syukur saja yang ada di hati Ken karena seiring waktu berita di televisi nasional dan media sosial lainnya sudah sesuai harapan nya.


Sore ini ada berita di infotainment yang memberitakan tentang dua pasang kekasih yang tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan dan ada jagoan kecilnya bersama mereka.


___________________


Sementara di daerah penggunaan Jawa timur sedang memperhatikan berita infotainment itu dengan seksama, dialah salah satu pasangan suami istri yang pernah bertemu dengan Faro, Imma dan uthi Sumi yang bersembunyi dibalik food court es krim.


Dia adalah Nadia Sanjaya ibu kandung almarhum Dona Sanjaya, saat itu Mama Nadia sedang melihat foto-foto lama Dona Sanjaya masih seumuran Faro.


Mata Mama Nadia melihat dua arah yang bergantian, televisi dan album foto lama itu, wajah, rambut dan senyum nya sama persis, hati Mama Nadia bergetar hebat tanpa sebab, dengan berucap.


"Papa.....papa coba lihat itu"


Mama Nadia menunjuk berita televisi itu dan memperlihatkan album foto lama itu.


"Kok wajah nya bisa persis begitu, Pa?".


"Bukan nya dia yang pernah bertemu dengan kita di mall Jakarta saat makan es krim dan salim sama kita itu, Ma?"


Papa Tomy juga ikut memperhatikan foto lama dan berita infotainment itu, hati nya bergetar seperti ada yang aneh dengan perasaannya.


Mereka melihat acara itu sampai selesai, itu anaknya Kenzie Wiguna ternyata.


Setelah selesai acara itu papa Tomy masuk ke kamar Dona Sanjaya, kerinduan pada almarhum putra nya sangat menyesakkan hati.


Sudah empat tahun ini kamar Dona Sanjaya di biarkan begitu saja, tanpa di pindahkan barang nya sedikit pun, hanya di bersihkan sesekali aja oleh pembantu rumah tangga.

__ADS_1


"Mama....ma... coba dibersihkan kamar ini sepertinya debunya banyak, panggil si bibi saja"


Papa Tomy memperhatikan deretan buku yang berjejer rapi di rak buku, diantara buku itu ada buku yang terselip hampir tidak terlihat, ditarik nya buku itu dan ada yang terjatuh dari buku itu,


"Druuuuut" kertas itu mengenai kaki papa Tomy, diambil nya dua lembar kertas itu, ternyata yang satu foto pernikahan antara Dona dan seorang wanita, dan yang satu foto USG yang di bingkai dengan tulisan "Anak lelaki ku".


Tomy Sanjaya langsung terduduk di lantai lemas memegang dua buah foto yang berbeda warna itu.


Mama Nadia langsung menghampiri papa Tomy sambil berlari kecil.


"Papa kenapa, apa yang papa lihat?"


Papa Tomy memberikan dua buah lembar foto itu dengan berderai air mata.


"Ternyata Dona memang pernah menikah dengan wanita itu dan mempunyai anak laki-laki" kata papa Tomy langsung pingsan dilantai kamar Dona.


Mama Nadia langsung memanggil putri nya dengan suara yang terisak-isak dan panik.


"Dini...... Din.... panggil ambulance, papa mu pingsan"


Suara ambulance datang dengan membawa brankar tempat tidur, dibaringkan nya papa Tomy oleh suami Dini yang bernama Edi Darmawan.


Kedua foto itu sekarang di pegang oleh Edi Darmawan, sedangkan papa Tomy di temani Mama Nadia dan Dini kerumah sakit.


Edi Darmawan mengikuti ambulance itu dari belakang, kegundahan hati nya kalau kakak ipar nya mempunyai anak laki-laki membuat hati nya hancur.


Selama ini cucu dari Tomy Sanjaya adalah kedua putri Edi Darmawan saja, sekarang ada lagi pewaris dari Tomy Sanjaya apalagi seorang cucu laki-laki.


Setelah sampai di rumah sakit papa Tomy langsung di tangani oleh dokter di ruang UGD rumah sakit itu.


Di pindahkan di ruang rawat inap VVIP papa Tomy sudah mulai bisa menguasai hati nya, tidur dengan tenang sampai menjelang pagi hari.


Keesokan harinya papa Tomy memanggil anaknya Dini dan menantunya Edi Darmawan dan istrinya mama Nadia, untuk mencari tahu tentang pernikahan dan cucu laki-laki nya, sedangkan papa Tomy tidak memanggil Ameera Safitri istri Syah Dona, karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Dari mana kita cari jejak anak kandung mas Dona, papa?" tanya Dini kepada papa nya.

__ADS_1


'Itulah yang membuat papa bingung".


Papa Tomy langsung mengingat Anton Sahroni mantan asisten dan teman dekat Dona saat masih memegang perusahaan perkebunan teh dahulu.


"Dimana Anton Sahroni sekarang?" tanya papa Tomy.


Papa Tomy mengingat peristiwa saat Anton Sahroni pamit untuk bekerja di Jakarta dan ingin mengembangkan potensi di Jakarta.


Sudah hampir tiga hari papa Tomy di rawat di rumah sakit dan sudah di perbolehkan pulang, kemudian papa Tomy langsung bergerak cepat untuk mencari tahu tentang keberadaan anak dan istri Dona.


Bodyguard yang dahulu pernah mengawal Dona di panggil lagi oleh papa Tomy, memanggil asisten dan orang orang yang pernah bekerja sama dengan papa Tomy saat muda juga ikut di panggil oleh nya.


Papa Tomy menghubungi seluruh anggota kelompok nya waktu jaman muda dahulu untuk membantu nya.


Pertama tama papa Tomy mencari keberadaan Anton Sahroni di Jakarta, mencari lebih detail tentang istri Dona kepada karyawan pemetik teh di perusahaan nya.


Tetapi tidak mudah mencari seseorang yang tidak memiliki petunjuk sama sekali, bagai mencari jarum di dalam tumpukan jerami.


__________________________


Sementara yang di Jakarta sudah mendekati hari H pernikahan, persiapan sudah 100% tinggal pelaksanaan nya saja, hari Jum'at untuk akad nikah itu adalah permintaan Imma dan hari Sabtu untuk resensi nya adalah kemauan Ken.


Imma tidak mempermasalahkan dimana resepsi di laksanakan, Ken tidak menceritakan kepada Imma bahwa resepsi di laksanakan di samping Imma bakery, Ken sengaja ingin memberikan kejutan kepada Imma tentang hal itu, undangan sudah tersebar luas, hanya saja Imma Anjani tidak begitu memperhatikan alamatnya, karena Ken menggunakan jasa WO untuk acara resepsi dan mereka juga yang membagi undangan nya.


Tetapi tentang acara akad nikah keluarga Ken menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga Imma, di kediaman mempelai wanita sudah di hias ruang keluarga sebagai tempat prosesi ijab Kabul dan kamar Imma juga sudah di hias untuk pengantin baru.


_____________________________


Sudah pada menerima undangan belum.


tinggal besok looooo acaranya.


jangan lupa like vote dan komentar nya ya


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2