
Imma sudah pulih seperti sedia kala walaupun baru istirahat tiga hari setelah dari rumah sakit kemarin.
Hari ini keluarga papi Bastian mengajak dua keluarga untuk liburan di Ancol, dan sekalian melaksanakan kegiatan foto prewedding.
Berangkat hari Sabtu pagi dan pulang Minggu sore, sudah dari tiga hari yang lalu papi Bastian reservasi sebuah resort dipinggir pantai Ancol.
resort itu sangat mewah terdiri dari beberapa kamar di lantai dasar dan beberapa lagi dilantai atas.
Ada juga minibar di bagian belakang resort itu, dan disertai fasilitas yang lengkap.
Semua anggota keluarga Ken dan tiga pembantu nya diajak, sedangkan dari keluarga Imma Selain Faro ikut juga uthi Sumi, uthi Marni dan Akung Karno.
Pada Sabtu pagi acara bebas, ada yang jalan-jalan di pinggir pantai, ada juga yang melihat wahana yang ada di pantai Ancol.
Ken mengajak Imma dan Faro ke SeaWorld, disana banyak edukasi tentang macam satwa laut, Faro sangat bahagia melihat ikan ikan yang berenang kesana kemari dengan lincahnya.
"Abi.... itu ikan na gede banget, apa nama na?" tanya Faro kepada Ken.
"Itu namanya ikan paus" jawab Ken sambil menunjuk ikan paus itu.
Ken selalu menggenggam tangan Imma dengan erat, selalu memeluk nya dengan mesra, hatinya sangat bahagia.
"Abi..... Abi... Palo mau itu" ucap Faro sambil menunjuk balon bercorak Pororo.
Faro lari mendekati balon itu, tetapi Ken mengambil kesempatan mencium bibir Imma dengan cepat.
"muah.. I love you so much honey" rayu Ken dengan mesra.
Imma hanya tersenyum saja lalu berlari kecil menyusul Faro yang minta balon.
Ken mengikuti Imma berlari dan menangkap serta memeluknya dari belakang.
"Umi jangan lari, ketangkap" ucap Ken sambil memeluk nya dari belakang.
Sedangkan Faro mengambil satu balon Pororo yang warna biru.
"Lima belas ribu ya pak" pinta pedagang itu.
Ken langsung mengeluarkan uang membayar balon itu tanpa melepas pelukannya kepada Imma.
Pada siang hari nya, semua ngumpul untuk makan siang bersama, Ken justru tidak mau kalah dengan Faro minta di suapin oleh uminya.
"Gantian ya Abi yang di suapin, haaa" pinta Ken sambil membuka mulutnya.
__ADS_1
Imma dengan telaten menyuapi mereka berdua, yang melihat nya hanya tersenyum.
Setelah makan siang dan istirahat sebentar Faro mengantuk dan ingin tidur siang, Imma membawa Faro di kamar resort lantai atas.
Setelah Faro tertidur Imma berjalan menuju balkon resort dan duduk disana sambil memandangi deburan ombak pantai yang terlihat jelas dari balkon itu.
Ken langsung menyusul Imma dan duduk disampingnya.
"Lagi ngapain... kok melamun?" tanya Ken.
"Hhmm..... " jawab Imma singkat.
Karena Ken mendapat jawaban hanya deheman kecil, langsung menarik dan mencium bibir nya dengan penuh gairah, mengulum dan menghisap lidah yang saling bertautan sampai hampir kehabisan nafas nya.
Menjelang sore Ken dan Imma sudah mempersiapkan untuk foto prewedding itu.
Foto prewedding akan di lakukan dengan dua sesi, sesi pertama malam Minggu, dan pada sesi kedua Minggu pagi.
Saat foto prewedding sesi satu pada malam Minggu diadakan cuma berdua dilakukan saat sunset di pinggir pantai, dengan deburan ombak sangat syahdu suasananya, juga dengan tema duduk di minibar dengan memegang satu cangkir kopi dan dua tangan yang saling bertautan dengan mesra.
Pada sesi foto prewedding yang kedua Imma dan Ken mengajak Faro, bertema bermain pasir bersama keluarga.
Foto diambil beberapa kali karena tingkah Faro yang lucu, saat mau difoto selalu bergerak dan tidak bisa diam, berlari kesana-kemari tanpa henti.
Selesai melakukan foto prewedding, Imma kembali ke dalam resort untuk berganti baju, sedangkan masih asyik bermain dengan Faro, membuat rumah dari pasir, bermain bola sampai berenang berdua di pinggir pantai.
Sampai menjelang siang semua masih memanfaatkan kesempatan untuk bersantai, bercanda dan tertawa bersama-sama.
Imma sedang duduk di samping uthi Sumi berdua agak jauh dari semua yang sedang santai.
"Uthi.... nanti kalau sudah menikah boleh kah umi menceritakan semua tentang amanah ibu Lestari kepada Abi?" tanya Imma.
"Memang kenapa?" tanya uthi Sumi penasaran.
"Umi takut uthi, nanti kalau ditanya soal Faro lahir bagaimana?" Imma bertanya kembali.
"Ceritakan aja seperti apa kita merawat nya dulu umi, mengapa harus takut?" nasehat uthi Sumi.
"Kalau di tanya bagaimana proses lahirnya Faro, bagaimana?" tanya Imma kemudian.
"Maksudnya gimana sih umi, kok uthi Sumi tidak faham?" pertanyaan uthi Sumi lagi.
"Maksud umi tentang..... tentang...." Imma tidak melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Tentang kalau umi masih virgin, begitu aja malu, memangnya umi lagi mikirin apa to? malam pertama? ha ...ha....ha" goda uthi Sumi.
Imma hanya tertunduk malu karena digoda oleh uthi Sumi, sedangkan uthi Sumi hanya tersenyum saja.
"Cerita aja umi tidak apa-apa, memang sudah saatnya Abi tahu, karena uthi Sumi sudah percaya kok sama Abi, dengan ketulusan hati nya, mana ada laki laki yang mau mengakui perbuatan yang belum pernah dilakukan nya, mengakui Faro anak kandungnya jika tidak cinta, tetapi setelah malam pertama ya ceritanya" nasehat uthi Sumi.
"Uthi kenapa malah ngeres yang di pikirin" protes Imma sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ha... haaa, memang nya umi tidak memikirkan itu?" justru uthi Sumi menggoda lagi.
'Uthi... idih jangan gitu, umi malu tahu" jawab Imma sekenanya saja.
Karena asyik bercanda berdua tidak menyadari Ken yang sedang menggendong Faro datang menghampiri mereka.
"Umi.... umi ini untuk umi" kata Faro sambil mengulurkan tangannya yang sedang memegang buket bunga.
"Bunga yang tantik untuk umi yang tantik" celoteh Faro.
"Terima kasih, harum" jawab Imma sambil mencium bunga itu.
"Halum na tayak capa umi?" tanya Faro.
"kayak Faro kalau habis mandi" jawab Imma sambil tersenyum.
"Jadi Abi tidak harum dong kok cuma Faro aja?" ucap Ken sambil melirik Imma.
"Iya deeeeh Abi harum juga tapi beda harum nya" jawab Imma lagi.
"Apa bedanya?" tanya Ken penasaran.
"Kalau Abi harum nya hanya di hatiku" celetuk Imma.
"Ciek.......ciek.... di hatiku" goda uthi Sumi.
Dengan sepontan Ken memeluk Imma dengan erat dan tertawa senang.
"Terima kasih sudah membuat hati Abi bahagia, ternyata umi sudah mulai pintar merayu" ucap Ken dengan agak berbisik di telinga Imma.
"Uthi ke kamar mandi dulu deh" pamit uthi Sumi meninggalkan pasangan yang lagi kasmaran itu.
Ken memandang Imma dengan lekat seakan-akan hatinya terpaut tak ingin terpisah kan lagi, sedangkan Imma hanya tertunduk malu dengan hati yang berdebar-debar dan bahagia berada di samping orang yang membuat hati nya nyaman dan tenteram.
Disamping Ken membuat Imma seperti mendapatkan perlindungan yang selama ini tidak pernah dirasakan nya.
__ADS_1