
"Aaaaaaaa...... " Imma berteriak kencang sambil menutup mukanya dengan selimut.
Serentak semua mendatangi kamar Imma, melihat apa yang terjadi.
"Ada apa Umi?" tanya uthi Sumi khawatir.
"Itu..... itu...... Abi tidak..." ucap Imma sambil masih menutup muka dengan selimut.
"Abi jangan membuat pertunjukan pornografi di rumah ya" protes uthi Marni sambil tersenyum.
Semua tertawa bersama dan kembali ke ruang keluarga sambil menggelengkan kepalanya.
Tetapi justru Ken malah menggoda Imma dengan sengaja.
"Umi.... mengapa harus malu sih, harus nya umi senang, karena hanya umi yang pertama kali lihat Abi begini" goda Ken.
"Cepat Bi, sana pakai baju di kamar mandi" perintah Imma kemudian.
"Ayolah buka selimut nya umi" kata Ken sambil memakai baju dan celana nya dengan cepat.
"Abi..... cepat sana" titah Imma lagi.
"Tidak mau, kalau umi belum buka juga Abi tarik ya selimutnya" perintah Ken tetapi sudah selesai memakai baju.
Pelan pelan Ken menarik selimut Imma tetapi Imma memejamkan matanya, takut Ken belum pakai baju.
Karena Imma tidak mau membuka matanya kemudian Ken duduk di tempat tidur, menarik Imma dan mencium bibir Imma sambil memeluk nya.
Ken mencium dengan lembut baru Imma membuka mata nya.
"Ayo gantian sana mandi, atau kalau perlu Abi gendong dan Abi mandikan" goda kan lagi.
"Hhhhhmmm..…." Imma hanya menjawab deheman saja, tetapi tidak segera menuju kamar mandi.
"Honey.... ayo lah cepat, kita ke makam ibu Lestari setelah ini, Ken mau minta doa restu ibu" perintah Ken gemes.
"Masih malas Abi, sebentar lagi ya" pinta Imma lagi.
"Umi... kenapa malas sih, mau Abi gendong betulan ya" ucap Abi sambil menggendong bridal umi ke kamar mandi.
"Abi.... Abi ... turunkan umi... iya iya umi mau mandi" protes Imma sambil meronta ronta.
Ken menurunkan Imma di dalam bathtub dengan lembut dengan masih menggunakan pakaian tidur nya.
"Mau mandi sendiri atau di mandikan" bisik Ken ke telinga Imma.
__ADS_1
"Abi sana keluar, atau mau umi siram biar baju Abi basah lagi" ancam Imma.
"Jangan dong, Abi cuma bawa baju satu setel saja, tahu gini Abi pindah saja ke sini biar bisa disiram umi setiap hari" Ken sambil merayu Imma dan lari keluar kamar mandi.
Imma hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia, hatinya hari ini tidak terlalu sakit karena kehadiran Ken dan kejahilan nya hari ini.
Kemudian Ken menuju kamar Faro, ternyata dia juga belum bangun walaupun di tunggu oleh Kemmy.
"Faro.... bangun nak, Abi datang kok tumben belum bangun" perintah Ken sambil mencium kening Faro.
"Bi.... Abi... ada di tini, Palo matih nantuk" ucap Faro masih memejamkan matanya.
"Ayo mandi, Abi dan umi mau ke makam uthi Tari, Faro ikut tidak?" tanya Ken.
"Abi yang mandikan deh" rayu Ken sambil tersenyum.
"Tama beli es telim ya Abi' pinta Faro.
"Beres bos, tapi cepat ayo mandi ya" titah Ken.
Akhirnya Ken menggendong Faro ke kamar mandi, dan memandikan nya sambil bercanda, setelah selesai Faro memakai baju yang di siapkan oleh uthi Sumi.
Setelah semua siap tidak lupa mereka sarapan pagi bersama dengan dua keluarga yaitu keluarga Ken dan keluarga Imma.
Sekitar satu jam mereka disana, kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat butik langganan mami Winda untuk memesan gaun untuk akad nikah dan resepsi yang akan di adakan bulan depan.
Karena Imma tidak tahu tujuan selanjutnya setelah dari pemakaman, Imma mulai pembicaraan dengan Ken saat menuju ke butik itu.
"Bi ..... ini mau kemana?" tanya Imma penasaran.
"Mau beli es telim kah Abi?" tanya Faro juga.
Ken hanya tersenyum sambil menggenggam tangan Imma dengan mesra.
"Kita mau pesan baju yang samaan itu lo Faro ganteng" jawab Ken sambil mengedipkan matanya ke Imma.
"Es telim nya kapan?" celoteh Faro.
"Setelah selesai ukur baju baru kita beli es krim ya sayang" rayu Ken kepada Faro.
"Ho...o" jawab Faro singkat.
"Bi buat apa pesan baju samaan?" tanya Imma.
"Umi ini gimana sih, kita kan mau menikah, ya harus pesan gaun untuk akad dan acara resepsi kan?"
__ADS_1
"Dimana Bi, pesan nya?" tanya Imma lagi.
"Di butik langganan mami Winda lah" jawab Ken singkat.
"Di sana mahal banget Abi, kemarin aja umi tidak mau dibelikan mami" cerita Imma kemudian.
"Tidak apa-apa umi mahal sedikit, kan pakai uang Abi, tidak usah sungkan, atau mulai sekarang ATM Abi yang pegang umi?" Saran Ken kemudian.
"Tidak mau Abi, memang umi cewek matre" celoteh Imma sambil cemberut.
"Apa itu tewek matelai, umi?" tanya Faro penasaran.
Ken dan Imma tertawa bersama, sambil Ken mengacak rambut Faro.
"Itu orang yang suka minta uang banyak Faro" jawab Ken sekenanya.
Sudah di parkiran mobil Ken dan Papi Bastian langsung menuju butik yang terkenal itu.
Imma hanya diam saja, sementara mami Winda dan Kemmy sibuk memilih model yang di sukai mereka.
Imma hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju saat mami Winda dan Kemmy menunjukkan model bajunya karena sebagian besar bajunya terbuka di bagian dada, Imma tidak akan nyaman menggunakan gaun seperti itu.
"Umi..... Kemmy, ini yang mau pakai gaun dan yang mau menikah siapa sih kok Berdua yang pada sibuk, biar umi sendiri yang milih" protes Ken kepada mereka.
"Abi aja yang memilihkan ya umi, kan Abi tahu betul selera umi" ucap Ken sambil mengedipkan matanya.
Imma hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Ken membolak-balik kan halaman buku Sempel gaun pengantin itu.
Ken memilihkan gaun yang tertutup di bagian dada, panjang semata kaki, berlengan panjang dan sederhana tetapi anggun dan berkelas, harganya pun lumayan menguras kantong.
Ken hanya menunjukkan model nya saja, dan tidak menunjukkan harga gaun itu.
"Honey.... ini ya" titah Ken sambil mengedipkan matanya kepada mami Winda.
"Iya sederhana tetapi bagus, boleh lihat harga nya tidak?" tanya Imma.
"Tidak usah tahu, kan Abi yang bayar, ok " rayu Ken.
Semua sudah memesan baju untuk acara pernikahan Ken dan Imma nanti, tidak lupa juga mami Winda memesankan untuk semua anggota keluarga Imma karena tadi sebelum berangkat mami Winda sudah cerita kepada uthi Sumi, dan mereka memberikan ukuran baju masing-masing.
Selesai dari butik, kemudian keluarga itu menuju restauran yang cukup terkenal di Jakarta yaitu restauran istrinya Anton Sahroni.
Tetapi Imma belum tahu siapa pemilik restauran itu, disana banyak menu seafood kesukaan Imma.
Mami Winda mengetahui makanan kesukaan Imma dari cerita uthi Sumi.
__ADS_1