
"Apakah mobil itu masih mengikuti kita?" tanya Edi Darmawan khawatir.
"Masih bos.....tetapi jaraknya agak jauh" jawab Budi.
Budi membelokkan lagi di jalan aspal yang menuju kediaman keluarga Tomy Sanjaya, tetapi ternyata mobil itu sudah tidak mengikuti nya lagi.
Semua bernafas lega, ternyata mobil itu tidak mengikuti nya lagi hingga mobilnya sampai rumah kediaman Tomy Sanjaya.
Ken masuk kamar mengambil handuk untuk membersihkan badannya sebentar, tetapi hatinya sangat gelisah karena ada dua peristiwa yang menyita perhatian nya yaitu tadi pagi yaitu Leo Bardan dan sekarang orang yang mencurigakan dan mengikuti tadi.
Ken menghubungi Sandi dan menceritakan dua peristiwa itu, minta di teruskan kepada asisten Anton untuk di jadikan pertimbangan kedepannya nanti.
Ternyata mandi sore pun Ken tidak berani Terlalu lama karena air masih dingin, mandi nya hanya sebentar saja yang penting bersih dan menghilangkan bau keringat.
Malam hari nya setelah selesai makan malam Ken mencari asisten Budi ternyata dia sudah pulang, Ken menyusul duduk di teras rumah bersama Bayu yang sedang vedio call dengan anak dan istrinya.
Ken juga berniat ingin menghubungi istrinya juga tetapi ada Dini bergabung dengan mereka berdua, duduk di samping Ken.
"Apakah suami anda sudah cerita tentang peristiwa hari ini Tante?" tanya Ken agak berbisik.
"Ya....baru saja suamiku menceritakan nya, bagaimana dengan kabar yang di Jakarta?, apakah ada pergerakan anak buah Leo Bardan mengikuti keluarga mu?"
"Sepertinya belum Tante, mereka belum menemukan benang merah hubungan keluarga kami dengan keluarga anda, kami selalu menjaga sikap profesional murni hubungan bisnis".
"Semoga kita bisa saling menjaga, jangan ada curiga".
"Ya Tante... semoga lancar sesuai dengan harapan kita".
Bayu selesai menghubungi istri dan anaknya, dan dari kejauhan datang Tomy Sanjaya dan Edi Darmawan bergabung dengan mereka.
"Bayu.... Ken..." panggil Edi saat duduk di depan mereka.
"Ya.... pak" jawab Bayu dan Ken bersamaan.
"Maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi tadi sore" kata Tomy dengan sedikit khawatir.
"Ya pak.... tidak apa-apa, yang penting kita baik-baik saja" jawab Ken.
__ADS_1
"Besok hari Minggu apakah tetap kerja?" tanya Edi kemudian.
"Ya pak.... mungkin besok tengah hari selesai, jadi kemungkinan kami langsung pulang ke Jakarta" jawab Ken.
"Hari Senin itu hari libur nasional, kenapa tidak pulang Senin saja jalan jalan dulu?" pinta Tomy.
Ken berpikir sejenak, karena dapat informasi jika Senin hari libur, Terlalu fokus pada pekerjaan lupa jika ada tanggal merah, lebih baik liburan dengan keluarga di Jakarta saja.
"Maaf pak....kami sudah merencanakan juga untuk liburan beserta keluarga" jawab Ken dengan memberi alasan.
"Bolehkah saya tanya pak?" tanya Bayu.
"Silahkan Bayu" jawab Edi Darmawan.
Mengapa ada yang mengikuti kami kemarin, apakah daerah perkebunan ini kurang aman?".
"Selama ini aman sih...... tetapi ini akan kami selidiki dulu, jika sudah ada kabar nanti akan kami hubungi" jawab Tomy singkat.
Ken menghubungi Papi Bastian melalui pesan Wa untuk membuat membuat rencana liburan untuk seluruh keluarga tetapi Ken belum ada ide akan pergi liburan dimana.
"Kemungkinan sore sudah sampai Jakarta lagi Pi" jawab Ken.
Papi Bastian mencari informasi tentang wisata untuk seluruh keluarga yang cocok dan udara yang bersih, kemudian memutuskan akan menginap di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta timur.
Malam itu juga Papi Bastian reservasi wisma yang cukup nyaman disana, dia juga memesan tenda bagi yang ingin merasakan sensasi menginap di tanda yang di tata rapi di belakang wisma itu.
Selesai reservasi papi Bastian Papi Bastian mengabarkan kepada istri dan anak nya, karyawan Kafe, Sandi serta asisten Anton.
Kebetulan Anton dan keluarga ternyata sudah berangkat ke Bandung untuk berkunjung ke tempat anak pertama dan cucu perempuannya yang tinggal disana.
Jadi rencana hari Senin libur Imma kafe libur, karyawan akan datang setelah hari Minggu malam tutup kafenya, sedangkan keluarga berangkat Minggu pagi termasuk keluarga Bayu, keluarga Mely dan di tambah keluarga Marisa.
Rencana Papi Bastian hari Senin akan mengadakan acara bakar ikan dan bakar ayam untuk makan siang bersama di sana, rencana sudah matang tinggal besok pelaksanaan nya saja.
Malam harinya saat mau tidur Ken dan Imma seperti kemarin malam bercengkerama lewat vedio call, mereka baru bisa tidur sampai menjelang pagi.
Pagi hari nya semua keluarga yang di Jakarta berangkat ke Bumi Perkemahan Cibubur, sedangkan Ken bekerja sampai menjelang makan siang.
__ADS_1
Sebelum pulang ke Jakarta keluarga Tomy Sanjaya mengajak Ken dan Bayu makan siang di restauran, mereka menggunakan seragam baju kaos seragam oleh-oleh yang di berikan Ken dengan tulisan Deddy, mommy, Oma, opa, aunty, dan daughter.
Setelah selesai makan siang mereka berfoto bersama untuk di tunjukkan kepada Imma nanti jika oleh-oleh nya sudah di terima dan mereka sangat menyukai nya.
Dari restauran itu Ken dan Bayu di antar oleh Budi ke bandara internasional Juanda Surabaya.
Rombongan Papi Bastian sudah sampai di Bumi Perkemahan Cibubur dan mereka berjalan jalan dengan bahagia.
Di Bumi Perkemahan Cibubur, ternyata Jakarta masih menyisakan lahan seluas 210 hektar yang masih hijau dan asri.
Selain difungsikan sebagai bumi perkemahan, di kawasan wisata Cibubur juga terdapat lapangan terbang dengan landasan pacu 1000 meter yang digunakan untuk latihan dan olahraga kedirgantaraan.
Bumi perkemahan ini mampu menampung peserta kemah hingga 20 ribu orang dan identik dengan penyelenggaraan Jambore Nasional yang rutin diadakan setiap tahun.
Fasilitas yang disediakan di kawasan wisata ini pun cukup lengkap, mulai dari kolam renang, kawasan hutan wisata, danau, tempat ibadah untuk 5 agama, toilet, cafetaria, taman lalu lintas, dll.
Keluarga mereka ada yang jalan jalan ke danau, ada yang ke kawasan hutan wisata ada juga yang melihat keunikan tempat ibadah yang ada disana.
Faro di temani Akung Papi berjalan jalan di taman lalu lintas dan mengenal banyak rambu lalu lintas di sana.
Setelah dari. taman lalu lintas Faro sibuk dengan tenda perkemahan yang sudah terpasang rapi di belakang wisma dengan senang nya.
"Umi..... nanti malam Abang boleh tidur disini?".
"Tentu...... nanti Tante Kimmy yang menemani Abang ya..." jawab Imma.
"Adik Fia aja...yang temanin Abang?".
"Adik masih kecil bang....belum kuat kalau terkena angin malam, biar adik tidur di kamar yang ada di wisma ya....".
"Ya deh.... Abi jam berapa datang umi?"
"Mungkin sore sampai sini".
Ken Bayu sampai di bandara internasional Soekarno Hatta di jemput oleh Sandi dan di temani oleh Mely menuju Bumi Perkemahan Cibubur.
Imma menunggu di teras wisma dengan hati yang berdebar-debar seperti bertahun tahun tidak bertemu suaminya.
__ADS_1