
Kantor Ken sudah selesai di renovasi, rencananya hari ini juga Ken akan menempatinya, yang membuat Ken bahagia adalah ruangan yang direnovasi itu di desain oleh Sandi seperti kamar hotel bintang lima lengkap dengan fasilitas di dalamnya, di tambah dengan foto foto besar keluarga kecilnya yang menghiasi kamar itu.
Setelah istirahat makan siang semua barang pribadi Ken sudah dipindahkan, tanpa terkecuali, kamar yang didalamnya juga sudah di pasang spray, gorden pengharum ruangan dan bunga diatas nakas kecil di samping tempat tidur.
"Bagaimana bos sukakan dengan ruangan yang aku desain?" tanya Sandi kepada bosnya setelah masuk ruangan dan mengecek satu persatu dari kantor, kamar mandi, dan kamar yang ternyata di dalamnya ada kamar mandinya lagi.
"Kamu memang yang terbaik, aku sangat suka terutama kamarnya" jawab Ken dengan mengacungkan dua jempolnya.
"Syukurlah, aku kan tahu betul bagaimana selera bos, pasti tidak jauh dari kamar itu fikirannya" seloroh Sandi.
Ken hanya terkekeh mendengar ocehan Sandi, yang tahu betul bagaimana jika bersama dengan istri tercintanya.
"Aku jadi pingin makan San, melihat kamar yang kamu desain sebagus ini".
"Bos... kita belum ada satu jam makan siang kenapa jadi lapar lagi?".
"Bukan lapar yang itu tau, tapi ingin makan istriku" celoteh Ken.
"Dasar bucin, tinggal telepon aja kali bos" jawab Sandi sambil berjalan keluar kamar bosnya.
"Waaah ide yang brilian, tidak ada jadwal lagi hari ini kan Sandi?"
"Tidak ada bos, tinggal yang ada di meja kerja bos saja yang perlu di periksa dan di tandatangani"
Tanpa menunggu nanti Ken langsung membuka handphone nya mencari nama istri tercinta dan segera menghubungi dengan memencet tombol hijau.
"Honey....Abi lapar bisa kesinikah, anak-anak dimana?" tanya Ken.
"Anak-anak ikut Mami Winda ke acara ulang tahun cucu temannya katanya, kenapa Abi belum makan jam segini, nanti sakit lo sayang..... ya sudah umi kesana".
"Pak Sardi saja yang antar, jangan naik mobil online, jangan lupa dandan cantik ya!" perintah Ken dengan tersenyum defil.
Bergegas Imma berganti baju, memakai bedak tipis, dan lipstik serta parfum penampilan sederhana tetapi tampak segar dan anggun, tetapi Imma masih memikirkan perkataan Ken yang menyuruhnya berdandan cantik, seperti ada yang aneh gumam Imma dalam hati.
__ADS_1
Turun ke lantai bawah mempersiapkan menu makan siang untuk suaminya, sayur asem, ikan mas goreng, sambal terasi dan tahu goreng, tidak lupa buah melon yang sudah di potong dadu, setelah selesai Imma memanggil pak Sardi untuk mengantarkan ke kantor.
Sekitar satu jam perjalanan Imma tiba di perusahaan yang dipimpin oleh suaminya itu, berpapasan dengan karyawan yang menyapanya dengan sopan, dan di balas oleh Imma dengan senyum ramah pula.
Bertemu Sandi dan sekertaris dipersilahkan masuk oleh mereka, sedangkan Sandi masuk ke ruangannya sendiri untuk ke kamar mandi karena merasa perutnya mulas.
"Sayang, ini makan siangnya, kenapa kebiasaan sih tidak memperhatikan pola makan nanti sakit, apakah banyak pekerjaannya?" cecer Imma saat baru masuk ke ruang baru kantor Ken.
Ken tersenyum dengan pertanyaan Imma tanpa menjawab pertanyaannya, tetapi menarik tangan Imma di dudukkan di pangkuan langsung ******* bibir Imma dengan rakus.
"Hm..Hm.. Abi katanya lapar kenapa langsung mesum sih?"
"Honey Abi tidak lapar karena belum makan, laparnya pingin makan umi" jawab Ken memeluk pinggang Imma dan mentowel hidungnya dengan mesra dan kembali menciumi bibir dan lehernya bergantian.
Sedangkan di luar ruangan ada wanita seksi datang tanpa permisi langsung ingin masuk ruangan Ken tanpa meminta ijin kepada sekertaris.
"Eeeee Bu, tunggu jangan---" kata sekertaris itu, tetapi wanita itu tidak memperdulikan sama sekali.
Bersamaan Sandi keluar ruangan karena mendengar suara sekertaris yang bicara dengan suara keras.
"Pak maaf ada seorang wanita masuk keruangan pak Ken tanpa permisi" jawab sekertaris itu.
"Gawat, kenapa kamu ceroboh sekali sih".
Saat bersamaan wanita itu masuk ke ruangan Ken, Ken masih mencumbu istrinya sedangkan Imma duduk di pangkuannya Ken, Ken menghentikan kegiatannya tetapi masih memangku Imma dan tetap memeluknya.
Ken dan Imma kaget mendengar pintu terbuka sedangkan wanita itu berdiri dan menatap sendu dua insan yang sedang memadu kasih.
"Maaf mengganggu" katanya perlahan.
Mata Ken menatap tajam ternyata yang datang Gina Suryani masuk tanpa ada janji terlebih dahulu.
"Sandi......!" panggil Ken dengan suara menggelegar karena marah.
__ADS_1
Sandi berlari masuk ruangan Ken dengan menepuk dahinya dan bergumam sendiri pasti marah besar ini bos.
"Maaf bos, saya tidak melihat dia masuk karena baru keluar dari kamar mandi" jawab Sandi sambil memandangi Gina Suryani dengan sedikit heran.
"Gina ada apa kemari tanpa membuat janji terlebih dahulu?" tanya Sandi kepada Gina yang sedari tadi memandangi wajah Ken yang memangku Imma.
Sedangkan Imma yang mengetahui ada Gina masuk tanpa ijin Imma sengaja menggoda Ken dengan meraba junior Ken dengan lembut tanpa terlihat oleh Sandi dan Gina.
Ken yang mendapatkan belaian lembut dari Imma menjadi merem melek ingin sekali menggendong Imma masuk kamar, tetapi karena masih ada dua orang didepannya hanya bisa menahan rasa.
"Ada apa Gina, kenapa kesini?" tanya Ken sambil merem melek menahan rasa karena Imma tetap saja membelai lembut miliknya.
"Aku mau minta pekerjaan di perusahaan ini Kenzie" Jawab Gina dengan mengulurkan map coklat.
Tetapi Ken tidak ingin salah faham dan cemburu lagi istri tercinta dengan tegas Ken menjawab.
"Maaf Gina, perusahaan saat ini tidak membutuhkan karyawan, saya juga tidak ingin terjadi kesalah pahaman dengan istri tercintaku, Sandi tolong antar dia keluar dari sini.
Tanpa menunggu mereka berdua keluar dari ruangan Ken kembali ******* bibir Imma yang dari di ditahannya, tetapi Imma dengan cepat menarik tangannya dari benda keramat suaminya.
"Umi sudah tidak pingin lagi, awas umi mau berdiri" kata Imma ketus.
"Honey..... Abi dari tadi sudah merem melek menahan rasa, di pending dulu cemburunya" jawab Ken sambil menggendong bridal style masuk ke kamar yang baru jadi.
"Mana ada cemburu di pending, turunkan sayang ini mau dibawa kemana?".
"Hotel bintang lima ala Abi, pasti umi suka" jawab Ken masuk kamar yang nuansanya romantis.
Sesampainya di kamar Ken membaringkan tubuh Imma dengan perlahan, Imma langsung duduk memandangi seluruh ruangan kamar itu, interior design yang sederhana tetapi terlihat anggun dan romantis suananya.
"Waaah bangus banget kamarnya sayang, siapa yang mendesain, umi suka banget".
"Kalau Abi sukanya yang cantik dan anggun yang ada di depan Abi ini" celoteh Ken mengulangi mencium bibir Imma dengan lembut.
__ADS_1
Bukan Ken namanya kalau tidak bisa membuat istrinya itu mengerang nikmat dan menikmati semua sentuhan lembut tangannya, walaupun Ken harus bersikap hati-hati karena ada janin yang harus di lindungi yang ada di perut Imma.
Benar saja akhirnya Imma memending rasa cemburunya karena lama kelamaan Imma terbawa suasana rayuan maut Ken, dan menikmati sampai puncak dengan di tandai keluarnya cairan mereka berdua bersama sama.