Dia Adikku Bukan Anakku

Dia Adikku Bukan Anakku
Bab 48 Resepsi Kedua


__ADS_3

Saat Ken sedang menyuapi makan Imma dan Imma mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, tetapi selalu menggoda dan menciuminya, datang rombongan MUA menghampiri mereka.


Ken kemudian meninggalkan Imma untuk berhias lagi, untuk acara resepsi yang kedua, Ken berjalan menuju Imma kafe untuk bertemu dengan orang tua dan Faro yang ada di ruang keluarga.


Sudah sekitar satu jam Imma berhias, dan menggunakan gaun yang di pesan Ken waktu itu, dan Ken berganti baju juga menggunakan jas warna senada dengan Imma yaitu putih tulang.


Sebelum diadakan acara resepsi yang kedua, Ken mengadakan konferensi pers seperti yang di janjikan dahulu.


Kali ini Konferensi Pers di adakan di rumah baru Ken dan di dampingi istri tercinta nya dan putra nya Faro.


Semua para wartawan sudah mulai datang baik wartawan dari media televisi nasional maupun media sosial, dan berkumpul di teras rumah yang di sediakan oleh panitia WO pernikahan Ken.


"Selamat malam, saya Kenzie Wiguna bersama istri dan putra tercinta mengadakan konferensi pers hari ini mengabarkan bahwa kami hari Jum'at kemarin melangsungkan akad nikah dan hari ini mengadakan acara resepsi yang di mulai pukul satu siang tadi" Ken mengawali pembicaraan.


Perkenalkan ini wanitaku yang sekarang resmi menjadi nyonya Kenzie bernama Imma Anjani dan putra kami Faro Sanjaya Wiguna, mohon doanya semoga acara resepsi hari ini lancar dan kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah Aamiin, terima kasih"


"Bagi para wartawan yang hadir silahkan masuk dan menikmati hidangan yang sudah ada, semoga berkenan di hati"


Ada banyak wartawan yang mengangkat tangan nya ingin bertanya.


"Silahkan jika ingin bertanya tetapi terbatas ya, karena acara akan segera di mulai".


Ada wartawan cantik yang mengangkat tangan nya ingin bertanya.


"Ada kabar burung bahwa kemarin wanita anda mengalami depresiasi karena kabar yang kurang baik?"


Ken tersenyum mendengar pertanyaan dari wartawan cantik itu, sambil memeluk Imma dari samping kemudian Ken menjawab.


"Bukan Depresi, agak kaget saja, istri ku tidak biasa menjadi sorotan media".


Ada lagi seorang wartawan setengah baya bertanya dan mengangkat tangan nya, dan dipersilahkan oleh Ken.


"Bagaimana perasaan Anda sekarang?".


"Bukan bahagia lagi sangaaaat bahagia, kalau tahu rasanya seperti, dari dulu dia tidak pernah saya tinggalkan selama ini, sepertinya dulu kurang dihayati"


Semua wartawan tertawa mendengar celoteh Ken yang selalu mesra dengan istri nya.

__ADS_1


Setelah itu ada beberapa wartawan lagi yang ingin bertanya dan mengangkat tangan nya.


"Satu lagi pertanyaan ya.... silahkan yang bagian belakang" Ken menunjuk pada wartawan yang ada di belakang.


"Apakah anda akan menambah putra atau putri lagi dan kemana mau berbulan madu?".


"Kalau anak sih mengalir saja, tergantung yang di atas, soalnya dulu cuma sekali langsung jadi, yang penting terus berusaha, bukan begitu umi?, kalau bulan madu setelah acara resepsi hari ini, kami akan ke Bali".


Setelah selesai Konferensi Pers, para wartawan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


Ken dan Imma duduk kembali duduk di pelaminan.


Pada malam ini para tamu mayoritas teman teman Ken dan Imma, sebagian relasi bisnis, sedangkan tamu pada siang hari tadi, teman papi Bastian walikota, gubernur, menteri dan para pejabat pemerintahan.


Malam ini juga banyak teman teman mami Winda yang di undang, sebagian besar teman sosialita, sebagian lagi tetangga kompleks perumahan.


Acara resepsi itu berakhir pada pukul sepuluh malam, semua lancar dan tidak ada halangan sedikit pun.


Faro yang dari pagi tidak bisa diam karena banyak nya tamu yang hadir sudah tertidur pulas di kamar pengantin lantai dua rumah itu.


Uthi Sumi ingin memindahkan kan Faro ke kamarnya sendiri, tetapi Imma melarang nya, karena besok harus berpisah dengan Faro selama seminggu di tinggal untuk bulan madu ke Bali.


Kemudian semua keluarga istirahat, sedangkan Papi Bastian dan Mami Winda menempati kamar tamu di lantai bawah, Kemmy di kamar lantai atas samping kamar Imma dan Ken.


Sebelum tidur Imma melepaskan satu persatu aksesoris yang menempel di tubuhnya, mandi dan menggunakan krim malam seperti biasa.


Kemudian gantian Ken mandi juga, kali ini Ken tidak bebas menggoda Imma karena adanya Faro diantara mereka, takut membangunkan nya.


Ken berbaring di samping Imma yang dari tadi sudah tidur di samping Faro, Ken memeluk nya dari belakang, tertidur pulas sampai menjelang pagi hari.


Pada pagi hari nya Faro lah yang pertama bangun tidur.


"Umi.... Abi..... bangun, Palo mau bobok kamal Balu, tempat Akung Papi".


Ternyata Faro masih ingat bahwa kemarin mau tidur di kamar baru yang di buatkan oleh Papi Bastian.


"Iya sayang nanti Faro kesana ya.... bobok di kamar yang baru kan?".

__ADS_1


Ken akhirnya menggendong Faro ke luar kamar dan mencari papi Bastian atau Mami Winda, ternyata mereka sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.


"Ayo Abi.... ikut sarapan pagi bareng sini, mana umi nya?" kata uthi Sumi sambil menengok kebelakang mencari Imma.


"Masih mandi uminya Uthi".


Ken kemudian mengantarkan Faro mandi dan di bantu oleh Kemmy, dan langsung kembali ke kamar mencari Imma.


Ternyata justru Imma masih malas di balik selimut di peraduan nya, dan terpejam lagi.


"Honey.... kok belum bangun, kita berangkat jam sepuluh lho... kan belum packing kita"


"Masih PW Abi... sebentar lagi ya.....".


"Ayo..... mau Abi gendong...".


Ken membuka selimut sambil tersenyum dan langsung menggendong Imma ke kamar mandi dengan di gendong bridal, Imma meronta ronta.


"Abi... turunkan, umi bisa jalan sendiri, mandi sendiri sendiri aja, nanti Abi modus lagi".


"Itu yang Abi tunggu umi, soalnya tadi malam kan ada Faro, ya.... ya.... please, semalaman Abi nahan nich"


Betul saja tebakan Imma, Ken langsung meletakkan Imma di bathtub yang berisi air hangat, membukakan bajunya, dan tidak lupa membuka bajunya sendiri, ikut masuk ke


dalam bathtub itu, menggosok punggungnya, bergerilya ke seluruh tubuh nya, menciumi setiap inci bagian sensitif Imma, dan memberi tanda kepemilikan di seluruh tubuh Imma.


Lagi dan lagi terjadi adegan panas itu di lakukan di kamar mandi, seperti candu bagi Ken jika berduaan dengan nya, sampai kepada klimaks nya barulah mereka mandi besar.


Ken dan Imma keluar kamar menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi, tetapi semua keluarga sudah selesai sarapan.


"Sudah sarapan semua kah, kok kami di tinggal?".


"Salah sendiri mandi saja dua jam, Papi kan sudah lapar, itu mandinya plus plus sih".


Papi Bastian menggoda pengantin baru itu, Imma hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya saja karena memang tebakan papi Bastian benar adanya.


"Papi bisa aja, pas banget lagi tebakannya".

__ADS_1


Semua keluarga tertawa bersama-sama mendengar Ken yang jujur tanpa menutupi sedikitpun.


__ADS_2